Impian Jumirah

Impian Jumirah
Bab 71.Gak tahan godaan dari dalam kulkas.


__ADS_3

"Kakak ternyata ibulah dibalik semua ini kak, ibu kita dalang dari semuanya." Kata Margaretha memberitahu saat ia sedang bersama Aden, kakaknya.


"Darimana kamu tau kalau ibu kita adalah dalang dari semuanya Retha? Kamu jangan asal menuduh nanti malah jadi fitnah," ucap Aden.


"Retha yakin kak, kemarin saat aku pergi menemani ibu ke Mall ada seorang perempuan menemui ibu, dia bicara seperti ini," (....)"


Margaretha memeragakan apa yang diucapkan oleh ibu dan perempuan paruh baya yang ia lihat di Mall, perempuan itu adalah Bu Lasmi. Dengan detail Margaretha mengatakan apa yang dibicarakan oleh dua perempuan paruh baya itu tanpa ditambahi atau dikurangi yang sudah ia dengar kemarin saat berada di Mall.


"Jadi benar dugaanku, lagi-lagi ini kerjaan ibu dan Dewi, ternyata mereka belum puas masih mengharapkan kita putus." Gumam Aden lirih.


"Terus apa yang akan kakak lakukan sekarang? Setelah mengetahui jika ibu kitalah ternyata pelakunya?" Tanya Margaretha menatap serius ke Aden.


Ditempat lain.


"Halo Assalamu'alaikum, maaf siapa ini?" Tanya Jumirah kepada seseorang diseberang telpon.


"(...📱.)"


"Benarkah? Alhamdulillah, iya tentu saja saya bisa, maaf kalau boleh saya tau kira-kira lukisan seperti apa yang banyak diminati banyak orang?"


"(...📱.)"


"Oke, terimakasih pak, nanti akan saya siapkan."


"(...📱.)


Tut...tut....


Panggilan telpon dimatikan oleh orang yang menelponnya tadi setelah memberitau sesuatu kepada Jumirah yang hanya Jumirah saja yang tau.


"Yee... Alhamdulillah akhirnya, terimakasih ya Allah!" Seru Jumirah merasa bersyukur sambil loncat kegirangan.

__ADS_1


"Ada apa Jum? Kayak habis menang lotre aja lo!" Ucap Choirul yang kebetulan sedang lewat hendak mengambil minum didalam kulkas.Walaupun ia seorang muslim tapi tidak pernah ikut puasa, selesai mengajar Irul bergegas kerumah Jumirah untuk minum karena merasa kehausan.


"Eh... ngagetin aja kamu Rul, aku seneng banget Rul, ini tadi yang menelpon aku pemilik gedung galeri yang pernah aku ceritakan, katanya lukisan-lukisan kita habis terjual, mereka meminta kita untuk mengirimkan lukisan baru, akhirnya Rul, kita dapat pemasukan, kemarin aku sempat bingung mau cari uang dimana buat kebutuhan anak-anak, karena tabungan aku sudah tinggal sedikit, Alhamdulillah ternyata Tuhan begitu baik, saat aku sedang kesusahan Beliau selalu menunjukkan jalan, kita ada pemasukan lagi dari hasil penjualan lukisan Rul, uangnya sudah ditransfer ke nomor rekening ku katanya, dan ada kabar gembira satu lagi, aku diundang untuk diwawancarai." Jelas Jumirah dengan wajah sumringah.


"Alhamdulillah, Tuhan memang Maha adil Jum, Dia tidak akan memberi ujian atau cobaan diluar batas kemampuan kita, apalagi apa yang lo lakukan untuk orang lain, lo sungguh wanita luar biasa Jum, gue bangga memiliki sahabat seperti lo, selamat ya Jum." Ucap Khoirul ikut senang mendengarnya.


"Makasih Rul, aku tidak akan bisa seperti ini tanpa bantuan kalian semua, ini adalah rezeki anak-anak itu. Ya sudah aku tinggal dulu ya Rul, aku mau lihat ada lukisan apa saja didalam gudang, dan di-kirimkan ke-perusahaan online untuk dipasarkan lagi, semoga banyak yang tertarik dengan hasil karyaku dan anak-anak." Ucap Jumirah bergegas pergi untuk melihat lukisan yang ia simpan didalam gudang.


Sementara ditempat tadi tampak Irul yang sudah tidak tahan menahan hausnya langsung membuka kulkas.


"Kakak, kakak ngapain buka-buka kulkas? Maghrib masih lam." Tiba-tiba terdengar suara Joni yang cempreng mengagetkan Choirul hingga loncat sangking kagetnya.


"Duh Joni...lo sungguh mengagetkan gue aja deh." Ucap Choirul sambil memegang dadanya sendiri karena kaget.


"Hayo ketahuan..., kakak mau menggugurkan diri ya puasanya?" Goda Joni.


"Ih...kak Irul mau mencuri makanan ya? Hayo lo ketauan kakak gak puasa." Ledek Joni sambil meringis mengejek Irul.


"Alah alasan, bilang saja kalau kakak gak puasa, gak usah malu, kalau mau makan ya sudah makan saja abaikan anak-anak kalau kakak memang gak punya malu, hehehe..." Usap Joni sambil melipat kedua tangannya di-dada, ucapannya terlihat santai tapi pedas,ngena banget membuat seorang Choirul jadi gelagapan malu sendiri tapi tetap bersikap tenang, gengsi dong kalau bilang gak puasa, masak kalah sama anak kecil.


"Ealah nih bocah dibilangin gak percaya, gue...!Gak puasa? Hahaha...yang benar saja seorang Choirul gak puasa, sorry ya."Jawab Choirul sambil tertawa yang dibuat-buat namun, dalam hati ia berkata


"memang benar sih kalau gue gak puasa, hihihi...."


"Apa sih ribut-ribut." Kata seorang perempuan cantik berambut panjang yang dibiarkan terurai dengan indah berjalan menghampiri Irul dan Joni didapur.


"Tuh kakak Irul ketahuan mau ambil makanan didalam kulkas." Jelas Joni.


"Irul... ngapain kamu kesini? Ingat puasa, gak boleh buka-buka kulkas nanti tergoda sama makanan yang ada didalam kulkas, keluar sana!" Usir Baldatun menyingkirkan tubuh Choirul dari kulkas." Lo juga Joni, ngapain kesini, keluar." Lanjut Baldatun menoleh kearah bocah laki-laki yang sedang berdiri disampingnya.


"Lha...lo ngusir kita, melarang gue buka kulkas tapi lo sendiri malah buka kulkas." Protes Choirul saat melihat Baldatun malah dengan santainya mengambil satu botol minuman dingin dari dalam kulkas.

__ADS_1


"Kalau gue lagi halangan jadi tidak diperbolehkan untuk berpuasa." Jawabnya santai meletakkan botol itu diatas meja, palu ia mengambil gelas berukuran sedang dan menuangkan air dingin kedalam gelas.


"Gue juga lagi ada halangan, gue mau minum." Ucap Choirul merebut botol dari tangan Baldatun namun dengan gerakan cepat Baldatun mengangkat botol yang ia pegang keatas agar tidak bisa diambil oleh Irul.


"Woy... lo laki-laki mana ada halangan." Ucap Baldatun menyingkirkan tangan sahabatnya itu yang hendak merebut botol minum dari tangannya.


"Halangan...." Choirul tampak sedang berfikir mencari alasan yang tepat.


"Halangan gak tahan godaan dari dalam kulkas," ledek Joni.


"Apaan sih Jon, sana-sana pergi kamu bocil, hus...hus...."Usir Choirul.


"Hay manusia datanglah... datanglah...aku punya sesuatu yang menyegarkan...."Joni kembali menggoda Irul sambil berjalan mundur dan lari ketika Choirul hendak mengejarnya.


"Awas kamu ya Jon!" Ancam Choirul.


"Hahaha...."Terdengar tawa Joni yang sudah pergi menjauh.


Glek...glek....


"Ah... segarnya!" Ucap Baldatun setelah minum, ia sengaja menggoda Irul yang sepertinya memang sudah tidak bisa menahan rasa hausnya.


"Asem lo Da!" Seru Choirul tanpa menunggu lama langsung membuka kulkas, diambilnya satu botol minuman dingin dan....


Glek...glek...glek....


"Eh... Rul ja...."Baldatun tidak melanjutkan ucapannya karena Choirul langsung menenggak minuman itu hingga habis tak tersisa.


"Ealah Irul... haduh...!" Baldatun menepuk keningnya sendiri.


"Ah... akhirnya... leganya!" Seru Choirul meletakkan botol air minum yang sudah kosong diatas meja.

__ADS_1


__ADS_2