
"Jadi kalian selama ini tidak pacaran? Tapi kenapa...."
"Ada apa Wik?" Tanya Jumirah karena Dewi menggantung ucapannya.
"Gak apa-apa, hehehe... syukurlah kalau mbak sama Mas Aden gak pacaran, berarti mbak gak ada masalah dia mau jalan sama perempuan manapun, berarti foto ini tidak berguna ya mbak, padahal aku pikir kalian pacaran, jadi aku pingin kasih tau ke mbak agar lebih hati-hati lagi dengan laki-laki itu,aku tidak mau Mbak Jumi terluka karena dia." Jawab Dewi merasa lega.
__ADS_1
"Hem... berarti si perempuan jablay itu salah tentang Mbak Jumi, aku bisa dekati Mas Aden, gak akan aku biarkan perempuan jablay itu menikah dengannya." Gumam Dewi dalam hati,dia tidak menyadari jika Jumirah sudah tau sandiwaranya, Jumi sengaja ingin melihat sejauh mana Dewi berusaha memisahkan ia dengan sang kekasih, dan siapa saja dibalik semua rencananya untuk memisahkan dirinya dengan Aden, benarkah kedua orang tuanya juga ikut dalam permainan ini atau tidak, jika kedua orang tuanya ikut dalam permainan ini Jumirah bersumpah tidak akan perduli dengan kedua orang tua yang sudah merawat dan membesarkannya itu meskipun mereka mengemis untuk meminta pertolongan darinya.
"Ya sudah kalau begitu aku pamit pulang dulu ya mbak," pamit Dewi ketika mendengar suara anak-anak sangat ramai keluar dari dalam gedung, menandakan pelajaran telah usai mereka dibiarkan untuk beristirahat dulu sebelum mengikuti pelajaran selanjutnya.
"Lho..., kok buru-buru Wik, kamu kan belum ketemu sama mas mu, memang kamu tidak mau menemui mas Farel dulu," kata Jumirah.
__ADS_1
"Ah kata siapa, itu cuma perasaan kamu saja Wik, mas Farel sangat menyayangi kamu, walaupun dia tidak menunjukkannya secara langsung, kasih sayang tidak harus diberikan dengan cara dibelai atau dimanja tapi melalui bagaimana sikap dia ke kita Wik, walaupun kelihatannya cuek dan tidak perduli tapi Mas Farel sangat menyayangi kita." Ucap Jumirah berusaha memberi pengertian kepada adiknya.
"Enggak, dia hanya menyayangi Mbak Jumi seorang, dia tidak pernah perduli denganku, dari dulu dia gak pernah mengajakku bicara ataupun bermain, dia sama sekali tidak menganggap ku ada." Jawab Dewi dengan kedua mata berkaca-kaca, ia memejamkan mata sebentar menahan air mata agar tidak keluar dari tempatnya. Tanpa mereka sadari ternyata Farel yang memang sudah keluar dari tadi dari gedung sekolah mendengarkan percakapan mereka dari balik pintu tapi lebih memilih untuk pergi tidak mau menemui dua adiknya yang sedang berbincang-bincang diruang tamu.
"Kata siapa Mas Farel hanya menyayangi mbak Wik, bagaimana dia mau mengajak kamu bicara dan bermain sementara kamu selalu menempel dan manja sama ibu, sabenarnya dulu Mas Farel ingin mengajakmu bermain tapi kamu selalu bersikap angkuh tidak mau didekati kita, kamu selalu menangis minta ikut ibu kemanapun ibu pergi." Jelas Jumirah mengingat kejadian saat mereka masih kecil. Dewi dari kecil sangat dimanjakan oleh Bu Lasmi, selalu digendong kemanapun ia pergi. Selalu menangis jika Jumirah atau Farel dekati, Dewi tumbuh menjadi anak yang manja. Sikapnya yang manja dan suka marah-marah membuat Farel lebih memilih untuk lebih dekat dengan Jumirah yang dari kecil sudah terbiasa mandiri. Farel selalu membela Jumirah saat Dewi menfitnah Jumirah hingga membuat Jumirah akhirnya dihukum oleh kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Ah sudahlah mbak, aku gak mau ngomongin Mas Farel, aku pamit mbak."