
"What... haduh gimana nih, motorku kenapa lagi, kacau balau dah ah!"Seru seorang gadis remaja berkacak pinggang, ditendangnya motor dia yang mogok.
Tin...tin....
"Ada apa mbak-e?"Terdengar suara seseorang dari belakang membuat gadis remaja yang masih memakai seragam sekolah langsung menoleh kebelakang.
Terlihat seorang pemuda tampan tersenyum kearahnya.
"Gak lihat..., motorku mogok!"Jawab gadis remaja itu ketus.
"Mau dibantu gak?"Tanya pemuda tampan itu turun dari motornya dan berjalan menghampiri gadis remaja itu.
"Oalah...ini mesti dibawa ke bengkel mbak, sepertinya bermasalah dengan mesinnya!"Kata pemuda itu setelah memeriksa keadaan motor si gadis.
"Aku juga sudah tau kali mas, kalau nih motor harus dibawa ke bengkel,cuma masalahnya bagaimana caranya aku bawa nih motor sampai bengkel."Ucap si gadis masih terdengar ketus.
"Ayok aku bantu bawa ke bengkel, sebentar ya aku cari tambang."Pemuda itu pergi dengan sepeda motornya untuk mencari tambang buat menarik motor milik gadis remaja yang roda motornya bocor.
"Huh...!"Gadis itu membuang nafasnya dengan kasar.Ia berjalan mondar-mandir nampak kebingungan.
"Haduh... bagaimana aku bisa pulang kalau begini caranya,haduh ibune...bapake... tolong anakmu ini,hua...!"Ucap gadis remaja itu sambil mengacak rambutnya sendiri merasa frustasi dengan wajah cemberut terus menggerutu.
Siiiit....
Motor yang sama datang lagi.Seorang pemuda tampan turun dari motor dengan membawa tali tambang
"Ayok mbak bantuin aku, pasangkan tali tambang ini ke motor mbak-e!"Pemuda itu memberikan tali tambang kepada si gadis.Mereka menarik tali tambang itu untuk menghubungkan kedua motor,lalu mereka menali tali tambang itu ke motor mereka masing-masing.
"Oke, punyaku sudah siap!"Ucap pemuda tadi sambil memeriksa tali tambang yang diikatkan dibelakang motornya,ia menoleh kearah si gadis yang terlihat kesusahan memasangkan tali tambang ke motornya.
"Bagaimana mbak-e?Bisa tidak?"Tanya sipemuda tampan sambil berjalan menghampiri si gadis.
__ADS_1
"Uh... bisa lah!"Jawab si gadis sambil menarik tali tambang agar terikat dengan kuat di motornya.
"Oke...sip, sekarang kita cari bengkel,ayok mbak!"Ucap pemuda tampan setelah memastikan tali tambang yang mengikat kedua motor dengan baik dan kuat.
"Em...ma... makasih!"Ucap si gadis.
"Ucapan terimakasih nya nanti saja kalau sudah sampai bengkel,ayok kita harus pergi mencari bengkel sekarang."Pemuda itu berjalan menuju motor milik dia yang terparkir didepan motor si gadis, pemuda tampan itu naik keatas motornya sendiri, begitu juga dengan si gadis yang sudah naik motornya sendiri menunggu motor si pemuda tampan tadi berjalan menarik motornya yang mogok.
"Alhamdulillah...itu ada bengkel mbak-e,"ucap pemuda itu setelah berkeliling cukup lama mencari bengkel, dengan hati-hati ia menyebrang jalan dengan motor si gadis dibelakang yang terikat tali tambang dengan motor miliknya.
"Bapake.. tolong motor temanku pak-e!"Kata pemuda tampan itu kepada pemilik bengkel.
Seorang laki-laki paruh baya berjalan menghampiri motor si gadis yang sudah berada didepan bengkelnya.
"Ada apa dengan motornya neng?"Tanya si bapak kepada si gadis yang sedang berdiri disamping motornya yang mogok,si bapak melepaskan tali tambang yang mengikat motor si gadis dan motor si pemuda tampan tadi.
"Aku gak tau pak, tiba-tiba motorku mogok."Jawab si gadis.
"Waduh neng, ternyata ditempat bapak busi seperti ini lagi kosong, kalau si-eneng mau, nanti tak carikan busi yang cocok dengan motor si eneng tapi agak lama, bapak suruh anak bapak untuk mencarikan, bagaimana? Soalnya toko alat-alat lokomotif lumayan jauh dari sini."Kata si-pemilik bengkel.
"Ya sudah lah pak,gak apa-apa daripada aku mesti nyari sendiri ribet."Jawab si-gadis pasrah.
"Oke,"Ucap laki-laki paruh baya itu."Le...tole...sini sebentar le...!"Panggil si bapak kepada anak laki-lakinya yang sedang berada didalam bengkel.
"Dalem pak!"Jawab seseorang dari dalam, tidak lama terlihat seorang bocah laki-laki yang kira-kira baru berusia sepuluh tahun keluar dari dalam bengkel.
"Le... tolong belikan busi seperti ini ditempat pak de Kelik ya le!"Perintah si-bapak kepada bocah laki-laki sambil memberikan seperti sebuah besi berukuran kecil kepada bocah laki-laki itu.
"Inggih pak!"Bocah laki-laki itu memasukkan busi motor yang diberikan oleh sang bapak kedalam kantong bajunya,ia bergegas pergi dengan naik sepeda motor untuk membeli busi.
"Silahkan duduk disana dulu ya neng sambil nunggu anak bapak beli busi yang cocok dengan motor si-eneng."Perintah si-bapak pemilik bengkel dengan ramah.
__ADS_1
"Iya, terimakasih pak."Jawab si-gadis berjalan menghampiri pemuda tampan tadi yang sudah menolongnya, pemuda itu duduk lebih dulu dikursi kayu yang ada disebelah kanan bengkel.
"Terimakasih mas, haduh untung ada mas!"Ucap si-gadis setelah berada disamping pemuda tampan tadi,ia duduk disamping pemuda itu yang saat ini sedang duduk
"Maaf siapa nama masnya ya?"Tanya si gadis.
"Oalah kita dari tadi belum kenalan ya, mamaku Choirul, panggil Irul saja."Jawab pemuda tampan yang ternyata adalah Choirul sahabat Jumirah dan Baldatun sambil mengulurkan tangannya kearah si gadis.
"Oh...nama aku Dewi mas!"Balas si gadis, ternyata dia adalah Dewi adik Jumirah dan Farel.
"Dewi...kok nama kamu seperti nama adiknya teman aku ya,"kata Choirul sambil memperhatikan gadis cantik yang saat ini sedang duduk disampingnya.
"Hem...."Dewi menyipitkan matanya.
"Ah...gak usah dipikirkan,nama Dewi kan banyak yang punya."Ucap Irul mengibaskan tangan kearah Dewi yang terlihat bingung.
"Em... makasih ya mas sudah menolong dan menemani Dewi."Ucap Dewi tulus sambil tersenyum menatap Choirul."Maaf dengan sikap aku tadi yang...."
"Udah jangan dipikirkan, yang penting sekarang motormu sudah sampai bengkel untuk diperbaiki."Kata Choirul memotong ucapan Dewi.
"Kamu baru pulang sekolah ya?"Tanya Choirul menatap seragam sekolah yang dipakai Dewi.
"Rumahmu Dimana?"Tanya Choirul lagi.
"Di belakang taman Situ lembang."Jawab Dewi.
"Hah... jangan-jangan benar cewek ini Dewi adiknya Jumirah yang diceritakan Alda, rumah Jumirah kan disana juga,jika memang benar berarti dia dan kedua orangtuanya yang sudah dengan licik mengambil rumah Jumirah." Batin Choirul sambil menatap gadis cantik yang ada disampingnya.
"Ada apa mas?Kok mas Irul malah bengong, apa ada yang aneh dengan aku?"Tanya Dewi memeriksa baju yang ia pakai.
"Eh... enggak,aku boleh main gak kerumah kamu?"Ucap Irul.
__ADS_1
"Boleh dong,"balas Dewi.