Impian Jumirah

Impian Jumirah
Akhirnya kembali bersama. Mengandung 21+


__ADS_3

"Ada apa Sayang? Apa kamu capek?" tanya Caroline saat melihat Jumirah tampak gelisah.


Pesta pernikahan di lanjutkan lagi di kediaman keluarga Fernandez setelah sebelumnya mereka mengadakan pesta pernikahan di gedung pernikahan yang mereka sewa. Jumirah dan Aden juga sudah melakukan malam pertama mereka di sebuah hotel.


"Enggak Mom, cuma pegel dari tadi berdiri terus. Kira-kira kapan selesainya acara ini ya Mom?" Jumirah balik bertanya.


"Mommy juga nggak tahu Nak, ternyata banyak banget yang datang. Kayaknya sampai pagi."


"Hah, sampai pagi Mom?" Jumirah membelalakkan matanya merasa terkejut.


Aden langsung menoleh ke arah Jumirah yang sekarang sudah sah menjadi istrinya. "Ya sudah kalau Umi sudah capek, Mas antar ke kamar yok!" ajak Aden menggenggam tangan Jumirah dengan lembut.


"Iya, rasanya Aku sudah nggak sanggup jika harus berdiri seperti ini Mas. Aku duduk sajalah." bisik Jumirah yang memang sudah terlihat kelelahan.


"Mending kalian istirahat saja di kamar kalian gih, biar kita yang menyambut tamu." ucap Caroline yang sedang berdiri di samping kanan Jumirah. "Sana Nak Aden, bawa istrimu ke kamar saja!" Perintah Caroline.


"Memangnya nggak apa-apa Mom, kami tinggal?" tanya Jumirah.


"Ya enggak apa-apa dong sayang," ucap Caroline mengusap lembut lengan Jumirah.


"Ada apa Mom?" tanya Alex.


"Putri kita sudah tidak sabar pingin cepat-cepat bikinin cucu buat kita Dad." bisik Caroline lirih di telinga suaminya itu tapi bisa di dengar Jumirah.

__ADS_1


"Mommy!" teriak Jumirah sambil cemberut.


"Hehehe, bercanda sayang. Tapi enggak apa-apa sih kalau benar seperti itu, Nak Aden sudah sana bawa putri Mommy ke kamar. Kalian nggak usah ke sini lagi langsung bikin cucu buat Mommy aja ya!" ucap Caroline membuat Jumirah langsung menundukkan kepala karena merasa malu dengan ucapan Mommy nya itu.


"Siap Mom, do'akan kita ya Mom biar langsung jadi," kata Aden langsung mendapat cubitan di pinggangnya oleh Jumirah.


"Hehehe, ya sudah kita masuk kamar dulu ya Mom." Aden malah terkekeh melihat wajah istrinya yang sudah seperti kepiting rebus karena malu. Aden menggandeng tangan Jumirah meninggalkan keluarga dan para tamu undangan untuk beristirahat di kamar mereka.


"Son! kalau bisa kembar ya!" teriak Alex saat mereka sudah jauh.


"Oke Dad." jawab Aden sambil menyatukan jari telunjuk dan jempolnya membentuk huruf O.


***


Aden berjalan dengan pelan mendekati istrinya yang sepertinya belum menyadari jika sang suami sudah keluar dari dalam kamar mandi. Aden duduk dipinggir ranjang dengan sangat hati-hati agar tidak menggangu sang istri, di kecupannya bibir istrinya itu dengan lembut membuat sang istri tersentak kaget langsung membelalakkan matanya. Jumirah berusaha untuk bangun tapi di tahan Aden yang malah menindihnya.


"Mas!" Jumirah berusaha menyingkirkan tubuh sang suami tapi karena tidak memiliki banyak tenaga akhirnya ia hanya bisa pasrah saat suaminya itu melepas gaun pengantin yang ia pakai. Dengan hati-hati Aden menarik resleting gaun pengantin yang di pakai Jumirah hingga sampai ke bawah, Aden langsung menarik gaun setelah resletingnya sudah terbuka dengan sempurna sampai ke bawah dan membuang gaun itu ke sembarang arah, sekarang Jumirah hanya memakai dalaman saja.


"Tunggu, Aku mau mandi dulu," cegah Jumirah saat Aden hendak membuka dalaman pembungkus barang berharganya.


"Sudahlah nanti saja kita mandi bersama-sama." bisik Aden lirih, ia tidak memperdulikan sang istri yang terus memberontak. Aden mencium seluruh tubuh istrinya tanpa ada yang terlewat, Jumirah lagi-lagi harus pasrah, ia menggeliat sambil memejamkan matanya menahan geli dengan ulah sang suami yang malah sengaja mencium dan bermain di dua gundukan miliknya. Sementara tangannya merayap ke tempat yang lain.


"Ah," suara Jumirah yang terdengar seksi keluar dengan sendirinya saat tangan kekar suaminya mengusap lembut miliknya dan memasukkan jarinya kedalam benda berharganya. Mendengar suara lembut nan seksi dari mulut sang istri membuat keris pusaka Aden pecicilan pingin segera di tancapkan ke tempatnya🤭. Di lepasnya dengan paksa dalaman yang di pakai oleh Jumirah hingga terlepas semua dan tercecer di atas lantai karena Aden membuangnya begitu saja.

__ADS_1


Ia dapat melihat dengan jelas tubuh sang istri yang sudah polos, tidak tertutup dengan sehelai benangpun. Aden kembali menindih tubuh sang istri. Tidak pakai lama, ia langsung menancapkan kerisnya dan menggoyang-goyangkan di dalam benda berharga sang istri, me maju mundurkan miliknya dengan pelan lalu berubah menjadi cepat. Di tusuk-tusuk nya beberapa kali kerisnya ke dalam lubang itu membuat si pemilik merem melek menahannya. Dengan mudah kerisnya menerobos ke lubangnya karena sebelumnya ia sudah membuka segelnya dan merobeknya terlebih dahulu saat malam pertama mereka di hotel dua hari yang lalu. Hanya suara erang**an dan rinti**han dari kedua pasangan suami-istri itu yang terdengar begitu seksi menambah gairah hingga menuju pada puncaknya.


"Sayang...!" Teriak Aden saat pelepasan. Ia pun ambruk dan menyudahi permainannya saat sama-sama sudah merasa lelah.


"Sayang bangun Aku mau mandi dulu, Abi."Jumirah menepuk-nepuk punggung suaminya yang malah tertidur di atas tubuhnya.


"Ah, sebentar Umi, biarlah kita seperti ini dulu." jawab Aden menyingkir dari tubuh sang istri tapi belum mau melepas pelukannya.


"Tapi Aku pingin mandi, badanku terasa lengket." rengek Jumirah.


"Ya sudah, kita mandi bareng." Aden segera bangun. "Ayok kita mandi bersama." lanjut Aden sambil tersenyum licik langsung membopong tubuh Jumirah.


"Aku bisa sendiri Abi, turunin!" ucap Jumirah tapi tidak dihiraukan oleh Aden yang terus membopongnya sampai ke dalam kamar mandi. Di dalam kamar mandi alih-alih membantu istrinya mandi, Aden kembali melanjutkan permainannya. Mereka melakukannya lagi sambil berdiri di bawah guyuran air dari shower. Setelah mengalami berbagai cobaan, hingga membuat mereka putus nyambung karena fitnah. Namun, akhirnya mereka bisa kembali bersama. Selamat buat Mbak Jumi dan Mas Aden, semoga bahagia untuk selamanya. Amiiin.


***Tamat***


***


Ciye-ciye yang pada traveling, Othor sengaja up malam-malam biar nggak batal puasanya.


Alhamdulillah besok sudah lebaran. Othor dan seluruh keluarga besar impian Jumirah mengucapkan selamat hari raya idul Fitri bagi umat muslim, mohon maaf lahir dan batin. Othor pribadi mengucapkan minta maaf yang sebesar-besarnya kalau tulisan Othor ini ada yang menyinggung perasaan kalian semua para pembaca. Karena Othornya adalah manusia biasa yang banyak salah dan khilaf.


Impian Jumirah selesai sampai di sini ya semuanya, Othor sedang membuat cerita baru berjudul Enyong dari desa Garong. Cerita itu menceritakan tentang sebuah desa yang hampir semua penduduknya bekerja sebagai garong, menjarah, merampok, pokoknya berhubungan dengan kriminal. Othor pingin mencoba bikin cerita yang bikin bengek. Jika berkenan silahkan mampir ke sana.🥰🙏

__ADS_1


__ADS_2