
"Sudahlah jangan bermimpi untuk bisa keluar dari tempat ini, lagian siapa suruh bermain-main dengan keluarga Fernandez," Kata seorang laki-laki paruh baya yang bertugas menjaga tahanan, secara tidak sengaja ia mendengar ucapan seorang perempuan yang ternyata adalah Emak ompong.
"Iya, aku tidak pernah menyangka sama sekali kalau ternyata gadis itu adalah anak dari keluarga Fernandez, seandainya aku tahu, aku tidak akan berurusan dengannya." Jawab mak ompong, wajahnya berubah murung.
Sementara dilain tempat ketika jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi.
"Mom, kapan kita liburan ke Bali, kita sudah lama banget tidak kesana." Kata seorang gadis remaja ketika sedang sarapan pagi bersama keluarganya, karena mereka bukan seorang muslim jadi mereka tidak puasa seperti yang dilakukan oleh Jumirah, Farel, dan anak-anak jalanan.
"Tanya sama Daddy dong nak, mommy makmum sajalah." Jawab seorang perempuan paruh baya yang masih terlihat cantik dan anggun.Beliau adalah Caroline, ya.... mereka adalah keluarga Fernandez, Alex Fernandez, Caroline dan putri mereka Angela putri Fernandez.
"Dad!" Panggil Angela menoleh kearah sang ayah yang tampak begitu santai menikmati makanannya.
__ADS_1
"Nanti saja nak,
tunggu kakakmu Arya pulang ke Indonesia untuk menggantikan Daddy sementara, karena Daddy gak mungkin meninggalkan perusahaan tanpa ada yang mengawasi." Jawab Alex.
"Memangnya kapan Arya pulang Dad?" Tanya Angela lagi, dari kecil Angela memanggil kakak laki-lakinya itu dengan namanya saja tidak menggunakan kakak, mas, atupun abang.
"Ya nanti lah kalau dia sudah menyelesaikan kuliahnya."
"Enggak nak, cuma satu bulan lagi kayanya kakakmu melakukan ujian terakhir setelah itu ia lulus." Jelas Caroline.
"Bagaimana dengan sekolahmu Retha? Katanya ku ikut lomba untuk bisa mendapatkan beasiswa untuk kuliah keluar negeri?" Tanya Alex.
__ADS_1
"Oh iya kemarin aku mendapat nilai A+ yah, mengalahkan 40 siswa yang lain, seminggu lagi mau ada ujian sekali lagi yang akan menentukan apa aku layak mendapatkan beasiswa itu atau tidak." Kata Angela memberitahu.
"Wow... hebat sekali kamu, itu baru putri dari keluarga Fernandez, Daddy bangga dengan kamu dan juga kakakmu Arya, kalian berdua adalah putra-putri kebanggaan Daddy." Ucap Alex menatap wajah putrinya sambil tersenyum bahagia, sementara senyum Caroline memudar, wajahnya tiba-tiba berubah sendu.
" Alex hanya bangga dengan Arya dan Angela saja, dia bener-bener tidak menganggap Cristina ada, kapan kamu mau mengakui Jumirah sebagai Cristina mas? Dia juga butuh kasih sayang dari kita, dia masih hidup dan membutuhkan kita, seperti apapun keadaannya, dia tetap putri kita, kenapa kamu harus malu karena keadaannya yang tidak sempurna? Seharusnya kamu malu karena tidak bisa menjadi seorang Daddy yang baik untuk putrimu karena, telah membiarkan putri kandungmu sampai hidup terlantar dan menderita diluar sana, ya Tuhanku bukakanlah pintu hati suamiku untuk bisa menerima kenyataan kalau Cristina masih hidup."
Do'a Caroline dalam hati, setetes cairan bening lolos dari kedua matanya.
"Mom... mommy kenapa nangis?" Tanya Angela saat melihat ada air mata keluar dari kedua mata mommy-nya. Alex yang sedang menyendok nasi dan hendak menyuapkan ke-mulutnya sendiri langsung menghentikan makannya dan mengangkat wajah menoleh kearah istrinya.
"Ada apa mom?" Tanya Alex.
__ADS_1
"Ah gak apa-apa, tiba-tiba mata mommy pedas jadi berair deh, hehehe...!" Jawab Caroline mengusap air matanya yang sudah terlanjur keluar dan membasahi pipinya. Alex menatap lekat wajah istrinya, ia dapat merasakan kalau sang istri saat ini sedang menyembunyikan sesuatu dari mereka.