Impian Jumirah

Impian Jumirah
Bab 55.Semua karena iri.


__ADS_3

"Aku kangen melukis disana mas,"ucap Jumirah saat mereka melewati pinggir jalan yang dulu sering digunakan untuk tempat dirinya dan Kakek Sebastian melukis.Ia kembali teringat saat bersama almarhum Kakek Bas, mereka selalu bersama membuat lukisan ditempat itu, dengan sabar Kakek Bas mengajari dia melukis , Kakek Bas mengajarkan banyak hal untuknya, bagaimana cara dirinya terus bangkit melawan kejamnya kota Jakarta, agar bisa terus bertahan dikota metropolitan.Dirinya harus bisa menguatkan mental untuk menghadapi cemooh dan hinaan yang bisa datang dari siapa saja dan kapanpun.


"Kalau kakak mau besok kita bisa melukis disana sebelum sekolah dibuka."Balas Joni.


"Benarkah,apa kamu mau menemani kakak Jon?"Tanya Jumirah menoleh kearah Joni yang sedang duduk dikursi tengah seorang diri.


"Iya tentu saja."Jawab Joni bersemangat.


"Apa aku boleh ikut menemani kalian?Yah... meskipun aku tidak bisa melukis tapi setidaknya aku bisa bantu apa gitu!"Sambung Aden sambil menyetir mobil.


"Boleh dong!"Jawab Jumirah mengusap kening sang kekasih yang terlihat berkeringat dengan menggunakan telapak tangannya.


"Makasih sayang."Ucap Aden tersenyum dan menggenggam tangan Jumirah yang masih berada diwajahnya,ia mengecup singkat telapak tangan Jumirah membuat Joni marah, dipukulnya kursi belakang tempat Aden saat ini duduk.


"Woy...jalan yang benar nanti nabrak!"Teriak Joni sambil memukul kursi belakang milik Aden.


"Eh iya sorry Jon, kakak lupa ada kamu dibelakang kakak, hehehe...!"Ucap Aden sambil terkekeh.


"Huh...lupa apa lupa,awas ya selama ada aku kakak gak bisa berbuat macam-macam."Ucap Joni sambil mendelik kearah Aden.


"Haduh Jum, kenapa sih kamu punya bodyguard seperti dia,aku jadi gak bebas mau ngapa-ngapain!"Seru Aden.


"Memangnya Mas Aden mau ngapain? Hayo... jangan berfikir macam-macam,"Ucap Jumirah.


"Gak macam-macam Jum mana berani aku macam-macam,aku ingin semacam aja susahnya minta amit apalagi sampai macam-macam,duh...bisa dijajar aku nanti sama bodyguard kamu yang ada dibelakang sana."Goda Aden.

__ADS_1


****


Keesokan harinya.


"Mas Aden bisakah kita ketemuan sebentar aku ingin bicara sesuatu yang penting."Kata Rosita dipanggilan telpon, ia menghubungi Aden untuk melancarkan rencana Dewi, atas perintah Dewi ia menghubungi Aden.


Akhirnya mereka ketemuan ditempat yang dikatakan Rosita


"Ada apa kamu meneleponku Ros?"Tanya Aden tanpa rasa curiga sedikitpun.


"Mas... hiks... sabenarnya aku sedang sedih,aku sungguh merasa bersalah dengan kekasih kamu Jumirah karena aku telah menghinanya, sikapku saat di-cafe waktu itu secara tidak langsung telah melukai hatinya,kejadian itu sering mengganggu hidupku mas, hidupku tidak tenang sebelum aku meminta maaf atas apa yang sudah aku lakukan ke dia, hiks...!"Rosita pura-pura bersedih untuk mengambil hati Aden.


"Kenapa kamu mengatakan itu ke aku, kenapa kamu tidak menemui dia sendiri dan meminta maaf, lagian kejadian itu sudah berlalu, sepertinya Jumirah sudah tidak memikirkan masalah itu,dan yang penting aku dengan Jumirah kembali bersama, kita sudah tidak ada masalah apapun kan!"Jelas Aden.


"Tapi tetap saja aku masih merasa bersalah, bisakah aku minta tolong ke kamu, tolong katakan ke pacar kamu si Jumirah itu,kalau aku sangat menyesal dengan sikapku ,aku ingin memperbaiki kesalahanku."Ucap Rosita dengan wajah sendu.


"Iya mas,hua... terimakasih!"Rosita langsung memeluk tubuh Aden, ia tersenyum licik di-dada laki-laki berkulit putih bersih itu, yang tentu saja tidak diketahui oleh Aden.


"Hem...kena kau gue bohongi." Ucap Rosita dalam hati sambil tersenyum licik.


"Ya sudah aku tinggal dulu ya Ros,aku sudah janji sama Jumirah hari ini akan menemani dia melukis ditempat dulu dia biasa melukis."Ucap Aden mendorong dengan pelan tubuh Rosita agar menyingkir dari tubuhnya.


"Iya mas, maaf tadi aku terbawa suasana,ya sudah salam untuk Mbak Jumi ya mas."Balas Rosita.


Saat Aden sudah pergi datang seorang gadis remaja berjalan menghampiri Rosita.

__ADS_1


"Bagaimana? Sukses?"Tanya Rosita kepada gadis remaja yang sudah ada didepannya.


"Oke siip,"jawab gadis remaja itu sambil menunjukkan jempolnya kearah Rosita.


"Bagus, ayok sekarang kita cari makan dulu untuk merayakan keberhasilan kita, semoga rencana kita sukses."Lanjut gadis remaja tadi yang ternyata adalah Dewi,ia berjalan menuju motornya diikuti oleh Rosita yang juga berjalan menuju mobilnya sendiri,mereka pergi untuk mencari makanan.


Dewi diam-diam mengambil foto saat Rosita sedang memeluk Aden dan saat mereka sedang bertatapan terlihat begitu dekat seperti seseorang yang memiliki perasaan.


***


"Wow...ini luar bisa Wik,lo memang fotografer yang bisa diandalkan,ini terlihat seperti sepasang kekasih yang saling jatuh cinta.Hem...gue yakin, Mbak lo itu bakal cemburu dan akhirnya mereka putus, gue bisa menikah dengan Aden dan lo bakal dapat uang banyak dari tante Claudia."Ucap Rosita sambil tersenyum bahagia setelah melihat hasil foto yang diambil oleh Dewi.


"Hem...."Dewi hanya tersenyum mendengar pujian dari Rosita.


"Apa rencana lo selanjutnya?"Tanya Rosita menatap serius kearah Dewi.


"Adalah...itu rahasia, yang pasti gue bakal membuat Mbak Jumirah menderita,dia harus kembali hidup ditempat asal dia yang sabenarnya yaitu di-jalanan."Jawab Dewi sambil tersenyum licik.


"Hem ...lo sangat jahat ternyata,demi uang lo tega mencelakai mbak kamu sendiri."Ucap Rosita.


"Eh...dia bukan mbak gue,dia hanya anak yang ditemukan oleh bokap-nyokap gue dan dipungut menjadi anak mereka, yang lebih tepatnya dia adalah anak pungut yang berasal dari jalanan dan harus kembali dijalan."Kata Dewi sambil menyeringai dengan wajah penuh kebencian.


"Kenapa lo begitu membencinya?"Tanya Rosita penasaran,ia mulai tertarik dengan kisah Dewi dan Jumirah.


"Karena dia sudah mengambil semua yang gue miliki, pertama dia sudah mengambil Mas Farel,kakak kandung gue yang lebih menyayangi dia daripada gue adik kandungnya sendiri,dia tidak pernah memperhatikan gue seperti dia memperhatikan si Jumirah itu, sekarang kedua orang tua gue juga sudah mulai menyukainya daripada gue anak kandung mereka sendiri, pokonya gue harus menyingkirkan dia sebelum dia menguasai kedua orang tua dan kakak kandung gue, mereka hanya boleh menyayangi gue seorang."Kata Dewi menjelaskan kenapa dia sangat membenci Jumirah.

__ADS_1


"Oh... ternyata semua karena iri,lo iri kepada perempuan yang bernama Jumirah."Ucap Rosita setelah mendengar cerita Dewi.


"Heh...nona jangan pernah bicara seperti itu tentang gue, karena nona tidak tau apa-apa tentang hidup gue."Bentak Dewi tidak terima dibilang iri kepada Jumirah.


__ADS_2