
"Eh, sorry!" Rosita sengaja menumpahkan jus ke gaun yang di pakai Jumirah saat mereka sedang berada di pesta ulang tahun Margaretha.
"Aduh, gaunku!" Jumirah langsung mengambil tisu yang ada di atas meja untuk membersihkan jus mangga yang mengotori gaunnya.
"Sorry ya Jum, gue benar-benar nggak sengaja." ucap Rosita pura-pura merasa bersalah ikut mengambil tisu, ia membantu Jumirah membersihkan gaunnya yang terkena jus mangga.
"Sudah Mbak, biarkan saja Mbak." Jumirah menyuruh Rosita untuk berhenti membersihkan bajunya yang sudah terlanjur kotor karena terkena jus mangga, tapi, tidak di gubris oleh Rosita yang pura-pura bersedih sudah membuat baju Jumirah kotor karenanya, padahal dalam hati ia tertawa terbahak-bahak, Rosita malah terus menggosok noda di baju Jumirah dengan menggunakan tisu membuat noda itu yang tadinya cuma sedikit jadi bertambah, ia sengaja ingin membuat gaun Jumirah jadi semakin kotor. Rosita tersenyum tipis merasa puas sudah membuat Jumirah jadi kesal.
"Heh ... habis ini Kamu pasti akan malu !" gumam Rosita dalam hati sambil tersenyum menoleh kearah Nyonya Claudia yang diam-diam memperhatikan mereka dari jauh. Rosita dan Nyonya Claudia sengaja merencanakan itu untuk membuat Jumirah malu, lalu ia memutuskan untuk pergi.
"Aduh ... sudah Mbak, ini malah jadi semakin kotor." Jumirah menyingkirkan tangan Rosita dari gaunnya.
"Aduh, Wajahmu juga kotor Jum," Rosita menggunakan tisu yang sama bekas ia pakai untuk membersihkan noda di gaun Jumirah malah dipakai buat mengelap wajah Jumirah yang sabenarnya tidak kotor.
__ADS_1
"Hah ... apa yang Mbak lakukan?" Jumirah menghempaskan tangan Rosita dengan kasar.
"Ada apa Kak?" tanya Margaretha menghampiri kekasih dari Kakak kesayangannya itu.
"Gaun Kakak kotor Retha!" Jumirah menunjukkan gaunnya yang terlihat kotor.
"Ini pasti kerjaan Kak Rosita, apa yang Kak Ros lakukan? Awas!" Margaretha mendorong tubuh Rosita agar menjauh dari Jumirah.
"Ada apa sih?" tanya Nyonya Claudia menghampiri mereka.
"Tante, perempuan ini sungguh jahat. Padahal Aku berniat membantunya, namun, dia malah memarahi Aku." Rosita meneteskan air mata terlihat sangat sedih membuat semua orang yang melihatnya jadi merasa kasihan dan menatap Jumirah dengan tatapan penuh kebencian.
"Ih ... pakaiannya aja yang kalem, seperti seorang wanita alim, tetapi, hatinya sungguh licik." ucap seseorang dari belakang mereka dengan suara lirih namun, bisa di dengar oleh Jumirah, Margaretha, Rosita dan juga Nyonya Claudia.
__ADS_1
"Hai ... kalian!" bentak Margaretha menatap tajam kearah dua orang perempuan yang sedang berdiri dibelakangnya membuat kedua perempuan itu langsung pergi karena merasa takut dengan tatapan Margaretha.
"Sudahlah Retha, sebaiknya Kakak pulang saja." ucap Jumirah membalikkan badannya hendak pergi, tetapi, Margaretha mencegahnya.
"Tunggu Kak, jangan pergi dulu. Kak Aden sedang menemui teman lamanya di dalam. Sebentar, Retha panggil Kak Aden untuk mengantar Kakak pulang."
"Baguslah, memang sebaiknya Kamu pergi. Karena ini pesta untuk orang-orang berada bukan untuk orang seperti Kamu, perempuan kampung yang hidup di jalanan," ucap Nyonya Claudia sambil tersenyum sinis kearah Jumirah.
"Bu! Jangan bicara seperti itu, dengan Kakak Jumi." Margaretha membentak ibu kandungnya sendiri karena ucapkan ibunya itu sudah sangat kelewatan.
"Retha! Kamu berani membentak Ibumu sendiri demi perempuan jalanan ini!" teriak Nyonya Claudia. Di tariknya tangan Margaretha agar tidak dekat-dekat dengan Jumirah.
"Lepasin Bu," Margaretha menarik tangannya dari genggaman tangan sang ibu.
__ADS_1