Impian Jumirah

Impian Jumirah
Mengajak mencari kado untuk Retha.


__ADS_3

Terkadang kita harus pura-pura tersenyum bahagia, jangan ikuti nafsu dan emosi demi sang buah hati. Dia alasan seorang ibu untuk tetap bertahan meskipun rasa hati ingin pergi dan menghilang. Jangan sampai anak yang tidak tahu apa-apa jadi korban karena keegoisan kita sebagai orang tua, kasihan, masa depan mereka masih sangat panjang.


*****


"Tante, ternyata Aden selama ini membohongi kita Tan, dia tidak pernah putus dengan cewek kampungan itu."


"Apa maksudmu Ros?"


"Mereka sampai sekarang ternyata masih menjalin hubungan Tan, Aku melihatnya sendiri mereka sedang berduaan disebuah cafe dan terlihat begitu bahagia, tidak terlihat sama sekali kalau mereka sedang ada masalah. Sial, kutukupret kita sudah terkena jebakan Batman."


"Hah!" Nyonya Claudia mengerutkan keningnya.


"Hehehe ..., maaf Tan, sekali-kali bercanda jangan terlalu serius dalam menjalani hidup."


"Ealah Ros," Nyonya Claudia menepuk keningnya sendiri.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang Tan? bocah ingusan itu ternyata tidak serius menjalankan tugas yang kita berikan, dia sudah tidak perduli dengan masalah ini lagi. Saat Aku mencoba menghubunginya, dia malah mematikan panggilan telpon dariku, benar-benar bocah kutu kupret, menyusahkan saja. Aku nggak tahu kenapa Tante percaya dengan bocah itu," jelas seorang wanita cantik yang ternyata adalah Rosita. Ya, mereka adalah Rosita dan Nyonya Claudia.


"Hem ..., sepertinya Aku punya rencana," ucap Nyonya Claudia sambil tersenyum licik.


"Apa rencana Tante?"


"Nanti kamu juga akan tahu sendiri, yang jelas Aku ingin buat perempuan jalanan itu malu semalu-malunya. Hingga ia sadar kalau dirinya tidak pantas bersanding dengan Aden, seorang pengusaha muda yang tampan, berwibawa dan dikagumi oleh banyak orang. Sedangkan dia, hanya seorang pelukis jalanan yang tidak jelas siapa orang tua kandungnya, karena menurut informasi yang Aku dapat, ternyata kedua orang tua Dewi bukanlah orang tua kandung pelukis jalanan itu." ucap Nyonya Claudia.


"Hem ... sepertinya bakal seru nih," kata Rosita membayangkan bagaimana nanti Jumirah bakal di buat malu oleh Nyonya Claudia hingga akhirnya ia sadar akan siapa dirinya, terus ia memutuskan untuk pergi meninggalkan Aden karena merasa tidak pantas jika harus bersanding dengan seorang pengusaha sukses yang dikelilingi oleh orang-orang penting.


Satu hari kemudian.

__ADS_1


"Kak, Kakak gak lupa 'kan, besok hari ulang tahun Aku? Kakak datang ya, ajak Kak Jumirah juga," ucap seorang gadis remaja menggelayut manja di lengan Aden, gadis remaja itu adalah Margaretha, adik perempuan Aden yang paling manja dan paling dekat dengannya.


"Oh iya, besok ulang tahun kamu ya Dek, Kakak hampir saja lupa, untung kamu mengingatkan." Aden menepuk keningnya sendiri.


"Tuh 'kan, Kakak selalu aja begitu. Berarti Kakak belum menyiapkan kado buat Aku dong!" Margaretha memanyunkan bibirnya.


"Hehehe, sorry Dek, Kakak benar-benar lupa. Memangnya kamu mau kado apa dari Kakak?"Tanya Aden menarik hidung Margaretha gemas.


"Terserah Kakak," jawab Margaretha ketus sudah tidak bersemangat lagi. Ia melepas kasar tangan Aden dari genggamannya.


"Yaelah Dek, jangan ngambek dong, Kakak benar-benar lupa, nanti kakak belikan sepatu model terbaru," rayu Aden.


"Huh ...," Margaretha memalingkan wajahnya sambil melipat kedua tangannya ke depan.


"Ya sudah, Kakak mau ke tempat Kakak Jumi dulu."


"Yo wes cepetan sana, bilang sama Kakak Jumi supaya besok datang ke pesta ulang tahunku ya Kak!"


"Sepertinya Ibu dan Kak Ros sudah tahu kalau ternyata kalian selama ini masih menjalin hubungan deh Kak!"


"Hah ..., apa kamu memberitahu mereka?"


"Bukan Aku yang memberitahu mereka, tapi Kak Rosita pernah melihat kalian berdua saat sedang makan di cafe katanya, Kak Ros memberitahu Ibu kemarin," jelas Margaretha.


"Waduh ..., kacau balau." Aden menepuk keningnya beberapa kali karena rencananya ternyata telah diketahui oleh ibu dan mantan pacarnya.


"Bagaimana ini Kak?" Margaretha tampak khawatir, sejujurnya ia takut jika nanti ibunya bakal kembali merencanakan sesuatu yang jahat untuk mencelakai wanita yang sangat dicintai oleh kakak kesayangannya itu. Margaretha sangat mengetahui bagaimana sifat dari ibu kandungnya yang bisa berbuat apa saja jika beliau tidak suka.

__ADS_1


"Oke, mau diapain lagi kalau ternyata mereka sudah tahu. Kakak harus menemui Kakak Jumi sekarang juga," Aden bergegas pergi meninggalkan adik perempuannya itu.


"Kak, Kakak harus bisa melindungi Kakak Jumi, jangan sampai Kakak Jumi kenapa-kenapa, karena Retha yakin, jika Ibu tidak akan tinggal diam, Ibu bakal melakukan berbagai cara untuk membuat kalian benar-benar pisah. Kakak tidak boleh lengah kalau Kakak tidak mau kehilangan Kakak Jumi untuk yang kesekian kalinya." Margaretha mengingatkan.


"Siip, Kakak tidak akan membiarkan siapapun menyakiti calon istri Kakak yang paling Kakak sayang Dek. Kamu tenang saja, karena Kakak juga bakal melakukan apapun untuk bidadari Kakak itu." ucap Aden bersungguh-sungguh.


"Ciye-ciye ... yang sudah bucin dengan si dia! Uhuy, Kakak Jumi sudah membuat Kakak Retha yang tampan ini klepek-klepek ternyata!" Goda Margaretha.


"Hah ... memangnya Kakak ikan, klepek-klepek." Protes Aden. "Ah ... sudahlah, Kakak pergi dulu, sudah tidak sabar pingin ketemu ayang." Lanjut Aden.


"Hahaha ... ayang!"Margaretha menertawakan ucapan kakaknya yang terdengar lebay.


"Kenapa memangnya, syirik aja lo!" balas Aden sambil berjalan menuju mobilnya tanpa menoleh ke arah Margaretha.


Hanya membutuhkan waktu sebentar akhirnya Aden sampai di rumah Jumirah yang super mewah, selama ini Aden tidak pernah tahu jika rumah mewah itu adalah rumah Jumirah, ia mengira rumah yang ditempati kekasihnya itu adalah rumah milik pemerintah seperti yang dikatakan Jumirah kalau rumah itu adalah rumah yang di bangun oleh pemerintah untuk anak-anak agar mereka tidak tinggal di jalanan lagi. Aden percaya dengan ucapan kekasihnya itu.


"Sayang, hari ini libur 'kan? Temani Aku yok!" ajak Aden saat sudah bertemu dengan Jumirah, kekasihnya.


"Memangnya Mas mau mengajakku kemana?" tanya Jumirah penasaran.


"Bantuin Aku nyari kado untuk Retha,"


"Retha ulang tahun Mas?Kapan?" tanya Jumirah.


"Besok, Aku lupa jika besok adalah hari ulang tahunnya. Tolong bantu Aku nyari kado buat Retha, mau ya, please!" ucap Aden memohon.


"Oke, ayok Aku temani mumpung hari ini libur, tapi nanti sore Aku mesti ke gedung pameran seni lukis untuk mengecek hasil karya lukis yang mau di pamerkan besok siang," balas Jumirah.

__ADS_1


"Oke, nanti Aku temani kesana."


Sementara ditempat lain terlihat seorang laki-laki paruh baya tampak sedang melamun sambil duduk menatap jendela yang ada di kamarnya. "Tuhan, maafkan semua kesalahanku," gumamnya lirih. Dia adalah Alex Fernandez, setelah pulang dari rumah sakit karena mengalami kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya, sikap Alex jadi berubah, ia jadi sering murung dan terlihat lebih kalem tidak gampang emosi seperti biasanya sebelum mengalami kecelakaan.


__ADS_2