
penerbangan surabaya-jakarta yang tengah malam,membuat mata dira seakan tak kuat lagi untuk terjaga.
suaminya yang memilih jam penerbangan itu disebabkan karna ada rapat yang baru selesai pukul 21:00 tadi.
dan kini dira sudah tepar disamping elang yang sedang menyetir mobil ferrari putih miliknya.
elang tersenyum saat melihat istrinya yang terlihat kelelahan,karna baru selesai kerja direstorannya dan kini harus menemaninya kejakarta menemui sang ayah.
tibalah mereka disebuah mansion mewah yang tak kalah dengan milik mama mary, mobil nya berhenti didepan pintu utama. dan ketika elang masuk kedalam dengan dira yang terlelap digendongannya,mereka disambut oleh para pelayan disana.
"selamat datang tuan muda" sambut pak harun,kepala pelayan di mansion itu.
elang hanya menundukan kepalanya sekilas kemudian berjalan menuju lantai dua,dimana dulu adalah kamar elang saat muda.
"apa disana masih ada kamarku" elang berhenti sejenak.
"tentu saja tuan,tidak ada yang mengusik kamar tuan muda" ucap pak harun dengan menunduk hormat.
elang melanjutkan langkahnya menuju kamar yang sudah hampir lima belas tahun tidak ditempatinya.
elang menidurkan dira diranjang king size nya,melihat wajah istrinya yang terlelap seolah dapat membuatnya melupakan masalahnya kepada papanya.
papa elang bernama adrian hermawan. seorang pengusaha sukses bidang investasi. banyak perusahaan besar yang bernaung dibawahnya,termasuk rumah sakit,hotel, dan masih banyak yang lainnya.
namun kehidupan rumah tangganya tak semulus usahanya.
papa adrian atau biasa dipanggil papa rian,bercerai dengan mama mary dikarenakan papa rian memiliki wanita lain bernama sarah.
papa rian dan sarah menjalin kasih sebelum papa rian dijodohkan dengan mama mary,mereka berpacaran sejak sekolah menengah atas, dan hubungan mereka harus kandas karna papa rian harus menerima perjodohan dengan gadis pilihan ayahnya.
setelah papa rian dan mama mary dikaruniai dua orang putra,papa rian kembali bertemu dengan sarah yang saat itu sudah menjadi seorang janda,dia diceraikan oleh suaminya karna sarah mengalami kecelakaan dan tidak bisa memiliki anak.
papa rian membawa sarah kembali,dan berniat untuk menjadikan sarah sebagai istri kedua.
disitu mama mary pun murka,hati wanita mana yang mau diduakan.
ia pergi dari mansion itu,dan melayangkan gugatan cerai kapada papa rian,
papa rian mencintai mama mary, namun juga tak bisa melepaskan sarah.
akhirnya dengan berat hati,papa rian menerima perceraian itu, dan karna sarah tidak bisa melahirkan anak,akhirnya papa rian meminta salah satu dari putra mereka untuk bersama papa rian untuk menjadi pewarisnya.
elang yang saat itu sudah berusia tujuh belas tahun,sudah mengerti perasaan mamanya, dan tidak ingin meninggalkan mama nya sendiri,karna itu pada akhirnya adik laki-lakinya lah yang tinggal bersama papa rian.
__ADS_1
***
elang mengecup kening dira cukup lama,kemudian menutupi tubuh istrinya itu dengan selimut hingga batas dada.
kemudian berjalan memutari ranjang dan berbaring disisi dira,
cukup lama elang membaringkan tubuhnya,lambat laun kantukpun menghampirinya,kemudian jatuh terlelap ditempat yang dulu pernah menjadi tempat favoritnya sebelum semua berubah.
sesosok ayah yang dulunya hangat bisa berubah hanya karena wanita,sungguh menggelikan.
***
dira mengerjapkan mata nya berulang,melihat sekeliling yang tampak berbeda dengan kamar apartementnya,
nyawa dira yang baru terkumpul,tiba-tiba menjadi satu saat melihat perbedaan itu, otaknya pun berputar mengingat bahwa tadi malam ia baru melakukan penerbangan dari surabaya dan saat mobil elang menuju rumah papanya,dira sudah tertidur didalam mobil yang dikendarai elang.
dira mengedarkan pandangannya,,mencari sosok yang sudah dua tahun ini mengisi harinya.
dimana tuan chef?.batin dira
dira beranjak dari ranjang nyamanya kemudian menuju sebuah pintu yang ia yakini adalah kamar mandi.
dan benar saja itu adalah kamar mandi, kamar mandi yang begitu mewah bahkan lebih mewah dari kamar mandi elang yang ada di rumah mama mary.
setelah selesai membersihkan diri,dan sudah rapi,dira kemudian melangkah menuju pintu,untuk keluar dari kamar dan mencari suaminya.
foto seorang anak laki-laki yang masih memakai seragam sekolah dasar,terlihat menggemaskan.
"masih kecil saja sudah genteng... hihihi... itu suami aku ternyata" boleh dong dira sedikit menyombongkan diri karna menjadi istri dari seorang chef tampan??.
dira melangkahkan kaki nya melewati pintu kamar.pandanganya tampak familiar dengan yang ia lihat disetiap sudut ruangan.
alangkah terkejutnya dira saat menapakan kakinya pada tangga terbawah.
ia melihat sosok pria duduk diatas kursi roda sedang berbincang dengan suaminya yang duduk disofa ruang tamu.
satu jam sebelumnya.
"kamu sudah bangun el?" tanya seorang pria paruh baya yang sedang duduk dikursi roda dengan seorang wanita yang mendorongnya.
elang memandang pria itu yang tidak lain adalah papanya,yang datang dengan didampingi sarah istrinya,elang tidak menjawab dan kembali melihat layar tablet yang ada dipangkuannya.
"kamu tetap tak berubah el...masih dingin seperti dulu" kembali papa rian berucap saat dia berhenti di depan elang.
__ADS_1
elang menghembuskan nafasnya "ada apa papa memanggilku kesini?" tanya elang tanpa basa-basi setelah memastikan sarah pergi meninggalkan mereka bedua.
"papa ingin kamu menghandle perusahaan papa"
"bukannya sudah ada dewa?"
papa rian menundukan wajahnya ada gurat kekecewaan disana "anak itu semakin sulit diatur,selalu berfoya-foya menghamburkan uang.entah apa yang ada diotak anak itu, hanya karna seorang gadis dia menghancurkan dunianya"
"bukankah itu turunan dari papa?papa juga gara-gara wanita,rumah tangga papa berantakan" sargah elang masih dengan wajah datarnya.
papa rian menatap elang,dia mengenal anak lelakinya,wajah dinginnya,kata-kata pedasnya itu memang sifat elang dari dulu "papa tau,itu kesalahan papa,papa menyesal"
"aku tidak bisa bantu papa,dari pada papa membujukku,lebih baik papa bujuk dewa saja,dia yang pengangguran" putus elang, dan kembali menatap layar tabletnya
papa rian menggeleng"dewa tidak punya minat sama sekali dengan perusahaan papa" papa rian menghentikan ucapanya" apa kamu mau membujuk dewa?mungkin jika kamu yang membujuk,dia akan luluh"
"akan elang coba" jawab elang tanpa mengehentikan pandangannya dari tabletnya.
"ku harap dia bersedia, papa sudah merasa fristasi melihat tingkahnya" papa rian menghirup nafas panjang,kemudian menghembuskannya
"sayang" panggil elang yang menyadari kehadiran dira,melihat dira mematung didepan anak tangga.
papa rian ikut menoleh dan merasa terkejut melihat sosok gadis didepannya,dan apa? elang memanggilnya sayang?.
dengan ragu,dira berjalan mendekat. "tu-tuan besar" dira menunduk takut saat didepan papa rian.
elang merasa aneh dengan panggilan yang dia berikan untuk papanya.
"sarapannya sudah siap!" panggil sarah memecah keheningan diantara mereka bertiga.
"wulan?" ucap sarah tak percaya dengan apa yang ia lihat,saat matanya bertemu dengan sosok dira.
mereka bertiga memandang sarah dengan bersamaan,dan dira hanya berdiri kaku diantara mereka.
acara sarapan berjalan lancar, mereka hanya saling diam dengan pikirannya masing-masing.
namun keheningan itu berubah tegang ketika sebuah suara menginterupsi mereka.
"kak elang?" suara seorang pria memanggil nama elang,
elang menoleh dan tak terkecuali dira,
dira menoleh kearah belakang,dan sontak matanya terbelalak melihat seseorang berdiri dibelakangnya.
__ADS_1
next?
like n koment please!!