Istri Kesayangan Chef Tampan

Istri Kesayangan Chef Tampan
empatpuluh lima


__ADS_3

Pagi menyingsing,cahaya matahari secara perlahan memasuki kamar melalui celah gorden yang tak tertutup rapat.


Seperti biasa Dira sedang sibuk mempersiapkan sarapan untuk dirinya dan Elang.


Setelah selesai dengan urusannya didapur,Dira kembali masuk kedalam kamar untuk membangunkan Elang yang masih terlelap.


"El" Panggil Dira lembut sambil menepuk punggung telanjang Elang yang tengah tidur dengan posisi setengah tengkurap. "Bangun, sudah siang" ,Dira kemudian menggoyang-goyangkan bahu Elang.


Elang hanya melenguh sebentar,kemudian tidur kembali,membuat Dira mengkerutkan Dahinya,biasanya Elang akan langsung bangun saat Dira membangunkannya,ini kenapa Elang kembali tidur?


"Kau baik-baik saja" Dira menarik tubuh Elang agar berpindah posisi,"Astaga El...!! badan mu panas!" ucap Dira panik saat menyentuh kening pria tersebut.


"Hm" Elang hanya bergumam menjawab ucapan Dira.


"Kita keRumah sakit ya?" ucap Dira khawatir.


Perlahan Elang membuka matanya, bola matanya memerah kemudian terlihat sayu saat menatap Dira.


Elang melesakan kepalanya yang terasa pening pada perut Dira,kemudian mengaitkan kedua tangannya melingkar disepanjang perut Dira.


"Aku akan baik-baik saja,aku hanya butuh istirahat" gumamnya.


Dira hanya bisa menghela nafas,tidak akan mudah untuk membujuk seorang Elang.


Tangan Elang meraih tangan Dira,kemudian meletakan tangan mungil itu diatas kepalanya agar Dira mengusapnya.


Dira menurutinya,kemudian dengan lembut ia mengusap kepala Elang.


Baru tau dia jika seorang Erlangga akan begitu manja saat sakit,selama hampir dua tahun ini Dira memang tidak pernah mendapati Elang sakit.


Setelah memastikan Elang sudah pulas tertidur perlahan Dira melepaskan tangan Elang yang melingkari perutnya.


Namun,bukannya terlepas justru pelukan Elang semakin erat.


Dira merasa dejavu dengan kondisi ini. Benar, saat Dewa mabuk,pria itu juga melakukan hal yang sama seperti Elang saat ini.


huft...ternyata gen yang sama juga memilki kebiasaan yang sama juga. batin Dira.


Dira meraih ponselnya yang berada dinakas samping tempat tidur,kemudian menghubungi seseorang.


"Iya Wulan,ada apa?". tanya seseorang diseberang sana yang tidak lain adalah Desi.


"Des,hari ini aku ambil cuti ya? " ucap Dira.


"Apa cuti lagi?! Wulan,aku memang sahabat kamu ya...tapi ku harap kamu bisa sedikit profesional denga pekerjaanmu. Tidak masalah sih kalau mau ambil cuti tapi setidaknya jangan mendadak gini dong".


"Iya maaf,tapi ini aku juga mendadak"


"huh...memang ada apa sih?".


"Elang sakit,perasaan tadi malam dia masih sehat-sehat saja,tapi ini bangun-bangun badannya panas banget"


terdengar suara helaan dari seberang "oke deh,kamu menang...kesehatan bos nomor satu".

__ADS_1


" makasih sayangku"


"iya".


Setelah panggilannya terputus,Dira meletakan kembali ponselnya.


Ia berusaha melonggarkan tangan Elang,membuat pria itu kembali terbangun "Jangan kemana-mana" suara Elang parau.


"Tidak akan kemana-mana cuma mau tiduran disini" kemudian ikut berbaring disamping Elang sambil mengusap-usap punggung lelaki tersebut.


Elang kembali memejamkan matanya yang masih terasa berat. Pekerjaan beberapa hari terakhir ini benar-benar menguras tenaganya.


Dari urusan restorannya sendiri sampai urusan kantor Hermawan membuat Elang sama sekali tak bisa beristirahat.


Dulu dia selalu sedia vitamin saat beraktifitas,namun sejak dia memutuskan agar Dira menjalani program hamil,Elang menghentikan kebiasaannya yang meminum suplemen itu.


Bukan apa-apa hanya dia tidak ingin ada yang menghambat prosesnya,walau vitamin atau suplemen yang ia konsumsi tidak ada efek sampingnya untuk program kehamilan Dira.


Hawa panas yang keluar dari tubuh Elang membuat Dira juga turut merasa gerah.


Ia bergerak gelisah,membuat Elang yang tadinya tertidur kini kembali harus terbangun.


"Kau terbangun?" Tanya Dira saat menyadari Elang sudah membuka matanya.


"Hm" Elang mengangguk.


"Sudah lebih baik?"


"Ku ambilkan makanan" ucap Dira kemudian berjalan keluar untuk mengambil makanan yang ia masak tadi.


Beberapa saat kemudian,Dira kembali dengan membawa satu piring nasi dengan lauk pauk diatasnya.


"Perutnya diisi dulu ya" Dira membantu Elang untuk bangun dari posisi tidurnya "Abis itu minum obat".


Dira menyuapkan satu sendok nasi pada Elang.


" Kau sudah sarapan?" tanya Elang disela kunyahannya.


"Nanti saja,setelah kamu selesai"


"Bareng aja" Kini Elang merebut sendok yang ada ditangan Dira,kemudian menyuapkannya pada Dira.


Setelah selesai dengan sarapan yang terlambat itu,Dira memberikan obat penurun panas untuk Elang.


Elang yang menerimannya kemudian langsung menelan pil tersebut,dengan bantuan Dira,Elang kemudian meminum air putih sebagai penawarnya.


"Kau istirahat lagi saja" ucap Dira, dan tanpa bantahan,Elang kemudian kembali membaringkan tubuhnya.


Tak lama,ponsel Elang berdering, Dira melihat pada layar ponsel tertera nama Ev disana.


Dirapun menggeser tombol hijau untuk menjawab panggilan tersebut.


"El,bagaimana tentang project yang di Italy, kamu udah persipin semuanya kan?". ucap Ev dari seberang sana.

__ADS_1


"Maaf tante,membuatmu kecewa,ini Dira"


Tante?!.batin Ev.


"Oh,kamu Dira,bisa kasihkan ponselnya pada El?"


"Tapi El nya masih tidur" jawab Dira sambil melirik pada Elang yang sudah kembali terlelap.


"Kalau begitu,nanti jika dia sudah bangun tolong sampaikan kalau aku menerima rencana kerja sama yang di Italy dan jadwalku kosong hari sabtu nanti,jadi minta Elang agar mengatur prosedurnya".


"Ya,nanti kusampaikan". Dira menatap pada Elang setelah panggilan dari Ev terputus.


Italy? jadi kau akan kesana bersama Ev? padahal kau kan tau kalau aku sangat ingin pergi kesana...kenapa tidak mengajakku?. batin Dira,dan entah kenapa tiba-tiba sebulir air matanya jatuh mengaliri pipi Dira.


Cepat-cepat Dira mengusap pipi basahnya. kenapa jadi lembek begini sih?. Gerutunya pada dirinya sendiri.


Dira kemudian beranjak menuju kamar mandi, rasa gerahnya tiba-tiba datang kembali setelah menerima telfon Ev tadi.


Tidak masalah jika Elang akan pergi dengan Ev kemana pun,karna selama ini memang sudah seperti itu,sampai ada gosip yang beredar bahwa mereka adalah pasangan.


Tapi saat mendengar negara Italy,negara yang selama ini ia ingini kenapa hatinya begitu sakit karna Elang sama sekali tak pernah mengungkitnya.


Dira memejamkan matanya saat air yang keluar dari shower mengguyur tubuhnya.


Italy...bukankah El tau jika aku sangat ingin kesana? .masih ada desiran dihati Dira.


Setelah selesai membersihkan diri untuk yang kedua kalinya,Dira kemudian kembali menuju dapur untuk menyiapkan makanan untuk Elang.


Ting...tong...


Bel Apartemen berbunyi,


Dira membuka pintunya,ternyata Mama Mary disana.


"Mama?"


"El dimana? tadi mama diRestoran,katanya kalian tidak ada disana"


"El masih tidur ma,dia sedang demam"


Mama hanya manjawab oh tanpa suara,kemudian masuk kedalam setelah Dira mempersilahkan.


"Ini" Mama Mary menyerahkan sebuah amplo pada Dira.


Dira hanya menatapnya dengan tanda tanya.


"Buka saja kalau penasaran" ucap Mama Mary yang seolah tau maksud Dira.


Dira pun membukanya,dan betapa terkejutnya dia...


Next?


like n coment please...

__ADS_1


__ADS_2