Istri Kesayangan Chef Tampan

Istri Kesayangan Chef Tampan
duapuluh tujuh


__ADS_3

Dira memasuki apartementnya yang masih tampak kosong.


Lampu yang masih padam mempertandakan bahwa tempat itu belum tersentuh oleh penghuninya sejak ia meninggalkan tempat itu pagi tadi.


ia melirik jam pada dinding yang sudah menunjukan pukul sepuluh malam. sepertinya dia akan pulang larut lagi. gumamnya kemudian menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.


Dira menjatuhkan tubuhnya keatas tempat tidur setelah merasa segar pada tubuhnya. Kemudian mengambil ponselnya yang masih berada didalam tasnya.


Ada beberapa pesan disana. Ada dari adiknya Irfan yang mengucapkan terimakasih karna sudah mengirimkan sejumlah uang untuknya untuk membayar kuliahnya, dan melarang kakaknya untuk melakukan itu lagi, karna sekarang adiknya itu sudah memiliki pekerjaan.


Ada juga pesan dari Elang yang memberitahukan akan pulang larut malam ini.


Setelah membalas kata oke pada pesan-pesan itu, Dira menaruh ponselnya keatas nakas, kemudian memperbaiki posisi tidurnya dan bersiap menutup kelopak matanya.


***


Masih terlalu pagi saat Dira bangun, matahari masih belum menampakan cahayanya.


Ia melihat kesisi ranjang disebelahnya tampak kosong. apa El tidak pulang semalam?. batin Dira kemudian beranjak menuju dapur hendak mengambil air minum.


Saat melewati ruang tamu, mata Dira menangkap seseorang yang tengah berbaring diatas sofa panjang.


Dengan perlahan ia mendekatinya, dengan was-was ia mendeka. Namun perasaannya melunak saat mengenali seseorang itu.


Walau penerangannya minim karna Dira tidak menyalakan lampu utama,namun Dira sudah hafal dengan postur seseorang didepannya yang tidak lain adalah Elang suaminya.


Dira duduk berjongkok didepang suaminya yang tertidur disofa. Memperhatikan setiap inci wajah rupawan tersebut.


Tangan Dira terasa gatal inging mengentuh hidung mancung itu,lalu tanpa ia sadari, jari telunjuknya telah menempel pada ujung hidung Elang tersebut.


"Aku baru memejamkan mata,jangan ganggu aku" ucap Elang masih dengan mata tertutup.


"Eh...kau belum tidur? kanapa tidak masuk?" Dira menopang dagu dengan tangan yang ia gunakan untuk mengusik Elang tadi.


Elang bergerak,memiringkan tubuhnya dan merapatkan punggungnya ke sandaran sofa, menyisakan tempat ditepi sofa ,kemudian menepuk tempat itu agar Dira berbaring disana.


"Memangnya muat?" Dira mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


Elang tidak menjawab dan kembali menepuk tempat itu agar Dira segera menempatinya.


Dira mencebik kemudian menurut untuk berbaring didepan Elang. Karna tempat itu terlalu sempit,membuat posisi Dira juga meiring menghadap Elang.


Dengan berbantal lengan kekar Elang,Dira menyamankan posisinya.


"Jika aku sampai jatuh,aku akan menarikmu" Dira merapatkan tangannya memeluk pinggang Elang agar tidak terjatuh.


"Kita belum pernah mencobanya disofa ini kan?" Ucap Elang dengan senyuman mesumnya.


"Apa? jangan macam-macam!"Dira memukul dada Elang yang dekat dengannya.


"Tidak macam-macam, hanya satu macam saja"ucapnya menggoda.


Dira berjengit memundurkan kepalanya,namun malah tubuhnya ikut mundur hingga membuatnya terjatuh kebawah.


Elang yang menyaksikannya bukannya membantu Dira,dia malah tertawa melihat tingkah gadis tersebut.


" Aku hanya menggodamu...kenapa kau takut sampai seperti itu?" kemudian ia beranjak dan duduk.


Dira mencebik kemudian bangun dan ikut duduk disamping elang "Hanya menggoda? jika aku tidak jatuh,mungkin yang kamu katakan hanya menggoda itu akan menjadi nyata" gerutunya. "Kenapa pulang sampai pagi?"


"Kenapa rapat diadakan malam hari? bahkan selesai sampai hampir subuh?" Ucap Dira hampir tak percaya.


"Kau tidak percaya padaku sampai curiga seperti itu?" Elang yang sudah kembali duduk disamping Dira menarik hidung gadis itu hingga memerah.


"Siapa yang tau jika itu hanya alasanmu, dan yang sebenarnya terjadi adalah kau berkencan dengan model itu,siapa namanya?" Dira memancing.


Elang terkekeh "kau cemburu?" pertanyaan itu membuat Dira terdiam. Apa iya dia cemburu? apa dia sudah mulai suka sama suaminya ini? Sebenarnya salah tidak si mencintai suami sendiri? Dira menggelengkan kepalanya kemudian ia beranjak dan kembali mengambil minuman dingin didalam kulkas.Dia hanya tidak suka saja ada yang membanding-bandingkan dirinya dengan orang yang bahkan tidak Dira kenal.


***


Dira sedang asyik memainkan ponselnya. Kini ia sedang berada didalam mobil Elang,karna Elang memintanya menunggu didalam mobilnya setelah pulang bekerja.


Hampir lima belas menit ia menunggu, Elang datang dengan langkah panjangnya,kemudian masuk kedalam mobil, dan segera menutup pintunya.


Sekilas ia melirik istrinya yang bahkan tak menyapanya"Kau mengganti warna rambutmu?", entah kenapa malah pertanyaan itu yang keluar dari mulutnya.

__ADS_1


Dira memandang aneh pada suaminya, dia sudah melihatnya saat sarapan pagi tadi, dan sama sekali tak berkomentar masalah rambut, tapi kini? apa pagi tadi dia tidak melijatnya?.


"Ya" Dira mengangguk "aku sengaja, karna banyak sekali orang yang menyamakanku dengan sebuah foto yang ada di IG seseorang".


Elang terkekeh mendengar alasan itu, " Kau tidak suka jika mereka mengetahui kau adalah istriku?".


"Selalu seperti itu,kau tau seperti apa mereka mengatai gadis didalam foto itu? mereka bahkan tidak melihat wajahnya, tapi bisa-bisanya membandingkan dengan pacar modelmu itu"


Elang menghentikan mobilnya disebuah salon dan itu membuat Dira membelalak.


"Jangan bilang kau menyuruhku untuk mengembalikan kembali warna rambutku" ucap Elang yang sudah keluar dari mobil,dan berjalan memutar membukakan pintu untuk Dira.


Elang menyentil kening Dira karna gadis itu tak juga keluar dari sana,membuat gadis itu mengaduh dan mengelus keningnya sendiri yang terasa sakit.


Setelah Dira keluar,Elang menarik tangannya agar segera masuk kedalam bengunan itu.


Kaki Elang yang lebih panjang,membuat Dira tergopoh-gopoh mengikuti langkahnya.


"Akan ada reuni malam ini,dari universitas tempatku kuliah dulu" ucap Elang menjelaskan.


"bukannya kau dulu kuliahnya disurabaya?" Dira masih tergopoh mengikuti Elang yang menarik tangannya.


"Iya,dan kebanyakan dari alumni itu bekerja di Jakarta,jadi reuni dilakukan dijakarta".


Setelah hampir satu jam Dira di make over dengan segala macam peralatan kecantikan disana,kini ia sudah siap dengan dress cantik berwarna peach, yang begitu kontras dengan warna kulit putihnya.


Sudah tidak membuat seorang Elang terkejut saat melihat kecantikan istrinya,namun penampilan Dira malam ini sungguh membuatnya terpesona.


"kau sudah siap?" Elang menyambut tangan Dira dengan penampilannya yang juga tak kalah mempesona dengan tuxedonya.


"Hanya reuni kenapa harus seformal ini?" Dira menunjuk dirinya sendiri.


"Kau fikir ini reuni anak SMA dari kalangan bawah?" ucap Elang berhasil membuat Dira mencebik sebal.


Elang membawa mobilnya melaju menuju hotel berbintang tempat diamana acara berlangsung.


Kata waaw adalah kata pertama yang Dira ucapkan ketika memasuki gedung mewah tersebut.

__ADS_1


Ruangan mewah itu disewa hanya untuk acara temu kangen oleh para teman Elang, mungkin sangat berlebihan untuk Dira yang berasal dari kalangan bawah.


Namun bagi Elang dan teman-temannya, acara seperti ini memang sudah biasa mereka lakukan ketika mengadakan acara reuni.


__ADS_2