Istri Kesayangan Chef Tampan

Istri Kesayangan Chef Tampan
limapuluh


__ADS_3

"Lihatlah" Ev menyodorkan ponselnya kepada Elang.


Elang yang melihat layar pipih tersebut kemudian menaikan sebelah alisnya.


Ia melihat berita online yang Ev perlihatkan, berita mengenai pernikahannya bersama Dira yang terekspos oleh media.


"Huft..."Elang kemudian menghela nafasnya "Pasti kerjaan mama" gumamnya.


"Kau tau? berita ini menjadi trending topik saat ini,apa kamu tidak apa-apa pernikahanmu terekspos?" tanya Ev.


Elang mengembalikan ponsel Ev kemudian berkata "Dari awal aku menikahinya,aku tidak masalah jika publik mengetahuinya,sejak awal Dira lah yang menginginkan agar tidak ada yang mengetahuinya" Elang menjelaskan.


"Apa!" Ev terkejut "Disaat banyak wanita yang ingin kau jadikan istrimu dan dengan sekejap menjadi terkenal,kenapa istrimu yang sesungguhnya malah menolaknya? apa dia waras".


Mendengar ucapan Ev,Elang kemudian melihat wanita itu dengan tatapan membunuhnya.


" Baiklah...aku yang tidak waras" ucap Ev mengalah, ia selalu takut saat Elang menatapnya seperti itu,seperti hendak menelannya hidup-hidup.


"Karna urusannya sudah selesai aku akan pergi sekarang" Elang kemudian beranjak dari duduknya.


"Sepertinya kau takut sekali meninggalkan istrimu itu sendirian" goda Ev.


Elang tidak menjawab,ia hanya melirik pada Ev sekejap kemudian pergi dari sana.


***


Dira sedang menikmati makan siangnya saat Elang tiba dihotel.


Dira melihat heran kearah Elang yang baru saja masuk.


Bukannya tadi bilangnya mau kembali setelah makan siang? ini kenapa sudah sampai?.


Karna sibuk dengan pikirannya sendiri, tanpa Dira sadari kini Elang sudah berada disampingnya.


Sebuah kecupan mendarat di kening Dira, membuat wanita itu tersentak karna terkejut.


"kaget?" Elang yang menyadari bahwa Dira sedang asik didunianya sendiri "apa yang kai pikirkan?" kini Elang sudah duduk disamping Dira.


"Tidak ada" jawab Dira cepat "Kenapa pulang cepat?tadi katanya akan kembali setelah makan siang?"


"Hm" Elang mengangguk "Pekerjaan selesai lebih cepat" jawab Elang.


"Kau sudah makan?" tanya Dira.


Elang menggeleng,membuat Dira sontak mencebik kemudian menyodorkan garpunya yang sudah ada pasta yang melilitinya.


Elang membuka mulutnya saat Dira menyodorkan garpunya.


Setelah menghabiskan makan siangnya,Dira kemudian bersiap untuk pergi jalan-jalan bersama Elang karna besok adalah jadwal mereka kembali jadi hari ini, Dira akan mencari oleh-oleh yang banyak untuk keluarga dan teman-temannya.


Dan tentu saja dengan menggunakan uang Elang.


Mereka menuju pusat perbelanjaan di Torino untuk mencari oleh-oleh.


Setelah lelah berbelanja,merekapun kembali ke hotel untuk segera beristirahat.


Bruuugh...

__ADS_1


Dira menghempaskan tubuhnya diatas ranjangnya,ia merasa sangat lelah hari ini.


Elang yang mengerti,kemudian duduk disamping Dira.


Dira yang merasa pergerakan disampingnya saat Elang duduk disisinya,kemudian memutar tubuhnya yang tadinya berposisi tengkurap.


Ia melihat sebuah senyum tersungging dibibir Elang,hanya sedikit menarik ujung bibirnya, tapi entah mengapa Dira merasa malam ini Elang terlihat begitu manis.


Tanpa aba-aba Dira menarik tengkuk Elang kemudian mengecup bibir yang terlihat menggodanya tadi.


Merasa kurang jika hanya kecupan, kini Dira memberi ******* pada bibir Elang.


Elang pun tak tinggal diam,ia pun membalas ciuman panas Dira dengan yang lebih panas lagi.


Perlahan Elang menyusupkan tangannya pada kaus Dira,kemudian perlahan mengelus lembut punggung mulus wanita itu.


Tubuh Elang semakin memanas,ia kemudian membuka satu persatu pakaian yang Dira kenakan.


Dengan cepat Dira pun hanya memakai pakaian dalamnya.


"You know...i want you babe" bisik Elang tepat ditelinga Dira,wajah Dira kian memerah ketika Elang menlumat cupingnya.


Dengan lembut,Elang mendorong Dira untuk melakukan penyatuan mereka.


Namun saat Elang sudah siap akan menerobos Dira,wanita itu tiba-tiba mendorong dada Elang,hingga tubuh pria itu menjauh.


Dira dengan terburu-buru langsung berlari menuju kamar mandi sambil menutup rapat mulutnya.


Elang yang melihat Dira berlari,kemudian menyusul wanita tersebut.


Dira menatap Elang dengan wajahnya yang memucat,baru saja Dira memuntahkan isi perutnya.


"Mual sekali" lirihnya.


Dan kembali,Dira mengeluarkan isi dalam perutnya.


Merasa lemas karna perutnya terkuras, Dira hampir saja tejengkal kebelakang kalau saja Elang tak menahan tubuhnya.


Karna Dira merasa lemas,Elang kemudian menggendongnya kembali keatas ranjang.


Setelah Elang membantu Dira memakai kembali pakaiannya,Elang kemudian segera memanggil dokter untuk memeriksa keadaan Dira.


"Com'e` condizione?" (bagai mana keadaannya?) tanya Elang kepada seorang dokter wanita yang beru saja selesai memeriksa Dira


"Sto meglio" (sudah lebih baik) jawab Dokter tersebut"e` naturale per il primo trimestre di gravidanza"(itu wajar untuk kehamilan trimester peratama).


Elang mengerutkan keningnya.


Jadi Dira hamil?.batinnya


"quanti anni ha la gravidanza di mia mogle?" (berapa usia kehamilan istri saya?).


"Forse circa tre settimane" (mungkin sekitar tiga minggu) jawab Dokter.


Elang mengangguk mengerti.


"Puol fare un'ecografia in ospedale per maggi ori dettagli" (anda bisa melakukan USG dirumah sakit untuk lebih jelasnya) ucap Dokter lagi.

__ADS_1


"grazie dottore" (terima kasih dokter).


Setelah memberikan resep,Dokterpun segera pergi.


Elang kemudian berbaring disamping Dira yang masih tertidur karna pengaruh obat.


Ia dengan lembut mengelus pipi mulus Dira.


Dengan senyuman yang tak pudar dari bibir pria tersebut,kemudian mengecup pipi Dira "Terima kasih" bisiknya.


***


"Tuan sudah pulang?" tanya Lyra saat mendapati Dewa sudah duduk di sofa ruang tamu dengan wajahnya yang lusuh.


Dewa hanya diam tak menjawab.


"Lyra siapkan air hangatnya" Lyra kemudian berjalan menuju lantai atas untuk menyiapkan air hangat untuk mandi Dewa.


Lyra sudah menyiapkan makan malam untuk dia dan Dewa.


Setelah Dewa selesai dengan ritual mandinya,ia pun menuju ruang makan dan makan malam bersama Lyra.


"Ada apa tuan?" Lyra kembali bersuara karna Dewa terlihat frustasi sejak pulang tadi.


Dew menghela nafasnya,"Apa kau pernah memiliki pikiran untuk merebut seseorang yang kamu cintai setelah orang tersebut menikah dengan orang lain?" tanya Dewa kemudian.


"Maksud tuan,untuk menjadi seorang pelakor?"


Dewa mengangguk.


"Walau saya bekerja ditempat hiburan,tapi tugas saya hanya menghibur saja tuan, dan saya tidak memiliki maksud untuk merebut para pelanggan saya dari istri mereka" Jawab Lyra.


"Tapi,jika saya mencintai seseorang dan ternyata dia sudah menikah,maka saya hanya akan merelakannya saja,karna kebahagiaannya itulah yang terpenting".


" Jadi,kau tidak akan memperjuangkan cintamu?"


Mendengar ucapan Dewa,Lyra pun tersenyum "Tidak munafik tuan,jika kita ingin memiliki orang yang kita cintai.Namun apakah dia juga memiliki perasaan yang sama kepada kita? Jika tidak,maka percuma saja jika kita bisa mengikatnya"


Dewa hanya bisa tersenyum miris mendengar penuturan Lyra.


"Cinta akan memilih jalannya sendiri Tuan, dan jika Tuan terluka saat ini,maka suatu saat cinta yang lain akan menyembuhkannya" ucap Lyra dengan senyum manisnya.


"Aku heran"


"Heran kenapa Tuan?"


"Bicara mu sungguh sopan,kenapa bisa kau bekerja ditempat seperti itu"


"Seprti itu? maksud Tuan bekerja di Klub malam?"


Dewa mengangguk.


"Ceritanya panjang tuan,jika anda luang saya akan menceritakanny" Lyra tersenyum kemudian merekapun melanjutkan acara makan malamnya.


next?


like n coment please...

__ADS_1


__ADS_2