Istri Kesayangan Chef Tampan

Istri Kesayangan Chef Tampan
sembilan


__ADS_3

setelah kejadian ciuman waktu itu,dira benar-benar merasa canggung jika bertemu dengan elang.


itu memang bukan ciuman pertamanya,tapi dicium karna untuk mengalihkan perhatiannya benar-benar membuat dira merasa bodoh karna bisa tertipu.


dan lebih parahnya lagi,dira membalas ciuman itu,bahkan ia sampai terlena oleh perlakuan elang,dira selalu merutukinya.


sedangkan elang malah bersikap biasa saja setelah menipu dira.


dira benar-benar tidak menyangka bisa semalu ini berciuman dengan suaminya sendiri.


usai kejadian itu,dira berusaha sekuat tenaga untuk menghindar saat bertemu elang,


sungguh canggung bila harus bertatap muka,


seperti saat ini,dira bangun lebih pagi,dan langsung secepat kilat membersihkan tubuhnya kemudian bergegas keluar kamar.


elang merasa ada yang aneh pada dira,bagai mana tidak,baru kemarin malam dira meminta izin untuk tidur diranjangnya,namun tadi malam dira kembali tidur disofa.


sudah beberapa malam tidur satu ranjang dengan istrinya,elang merasa sudah terbiasa tapi tadi malam ia sungguh merasa kehilangan.


elang juga menyadari pagi ini dira yang bangun sangat pagi dan mengendap-endap seperti maling saat keluar dari kamar.


***


hari ini elang datang kerestoran untuk mengecek pekerjaannya,dan sekaligus mengetes kemampuan dira menduplikat dessert yang dibuat chef elang tempo hari


dag dig dug


perasaan dira,saat chef elang mencoba dessert buatannya.


elang hanya diam setelah menelan satu suap dessert tersebut.


"lumayan...pikirkan cara untuk membuat agar brownisnya lebih lembut" ucap elang kemudian berjalan meninggalkan pantry.


"huft..." dira dan kawan-kawan bernafas lega.


pasalnya elang akan marah-marah jika hidangannya tidak sesuai dengan duplikat yang ia buat.


lola mendekat kemudian menyendok satu suapan dessert yang dira buat tadi.


begitu terkejut karna hidangannya benar-benar hampir mirip dengan buatan chef elang.


"enak gini...masih dibilang kurang lembut" ucap lola


dan dira hanya menatap piring yang teronggok disana dengan tatapan yang sulit diartikan.


"semangat ya..." chef niko menepuk pundak dira dari belakang dan hanya di jawab anggukan kepala oleh dira.


tiba-tiba phonsel dira bergetar,dan saat ia ambil dari saku celananya,tertera nama tuan chef diasana.

__ADS_1


tuan chef:jangan pulang dulu,tunggu aku diparkiran.


dira mengerutkan keningnya, apa yang chef inginkan? batin dira


me:ok


kemudian memasukan kembali ponselnya kedalam saku celana jeans nya.


diparkiran.


"mau pulang bareng?" chef niko memecah keheningan pada diri dira.


"ah...eh kak...maaf dira nanti mau mampir dulu kesuatu tempat" jawab dira


"oh...sayang banget...aku pengen antar kamu pulang" ucap niko sedikit kecewa.


"maaf ya kak,lagian dira sudah bawa motor sendiri" ucap dira yang disertai dengan senyum kudanya.


niko melirik motor matic dira yang masih terparkir cantik ditempatnya yang tidak jauh dengan dira "oke kalau gitu,aku duluan ya" chef niko kemudian memasuki mobilnya dan pergi.


"iya kak...dadah..." dira melambaikan tangannya.


dira memasangkan earphone ditelinganya kemudian memutar lagu favoritnya.


setelah hampir sepuluh menit menunggu, sebuah mobil porsche silver berhenti tepat didepan dira,


dira tahu betul siapa pemilik mobil sport itu, "masuk" suara bariton terdengar sesaat setelah kaca jendela mobil itu terbuka.


sejujurnya,dira tidak mendengar elang menyuruhnya masuk tadi karna lagu bon jovi it's my life memenuhi gendang telnganya, ya, earphone dira masih tertanam ditelinganya.


elang melajukan mobilnya,dengan sesekali melirik gadis disampingnya yang hanya diam dari tadi.


"eghem..." elang berdehem berusaha memecah keheningan,namun dira sama sekali tak bergeming.


tiba-tiba elang menepikan mobilnya dan berhenti mendadak,membuat dira terkejut setengah mati.


dia tidak mungkin menurunkan ku ditengah jalan kan?mana hujannya deras banget lagi.batin dira


dira melongo melihat elang disampingnya.


sedangkan elang memperhatikan dira begitu intens,kemudian menarik satu earphone dira yang ada di telinga kanannya.


elang mengerutkan dahinya,


dari tadi aku merasa canggung dan ternyata dia sedang asyik mendengarkan musik?. elang.


elang memasangkan earphone yang tadi ia rampas ketelinganya sendiri,penasaran apa yang didengarkan oleh dira.


elang menarik bibirnya menjadi sebuah senyuman kecil.ternyata masih ada gadis jaman sekarang yang menyukai lagu jadul seperti ini.

__ADS_1


elang kembali melajukan mobilnya,dengan masih ada ulasan senyum dibibirnya.


"kenapa?" dira heran


"selera musikmu cukup kuno juga" jawab elang singkat


"siapa yang nggak kenal bonjovi, guns n roses, scorpions dan-...eh tunggu dulu,ini kan bukan jalan menuju rumah?" dira tau betul jalan menuju rumah mama mary,dan ini bukan menuju tempat itu.


elang hanya melirik dira sekilas kemudian kembali fokus pada jalan didepannya.


dan dira melihat elang dengan penuh tanda tanya.


"jangan buang aku tuan...dira janji nggak akan sok-sokan genit-genit sama kamu" dira memeluk tubuhnya sendiri,takut kalau-kalau elang membuangnya kesuatu tempat yang tidak dira ketahui.


"apa yang dipikirkan oleh otak kecilmu itu?" elang menyentil kening dira,dan siempunya hanya meringis menahan sakit.


dira melihat mobil elang berbelok menuju sebuah gedung tinggi dan memasuki basement.


dira semakin melebarkan matanya melihat elang membukakan pintu mobil untuknya.


"turun" ucap elang,dan dira hanya bisa menurut dan mengikuti elang dari belakang.


dira sendiri merasa heran pada dirinya sendiri, bagaimana bisa dia begitu menurut dengan ucapan elang,dan lihatlah kini ia berjalan dibelakang elang seperti anak anjing yang mengikuti majikannya.


"mulai sekarang kita akan tinggal disini" ucap elang ketika ia memasuki sebuah ruangan.


begitu pintu dibuka,dira menganga melihat sebuah tempat yang begitu mewah didepannya.


"hah?terus mama gimana?" dira mengikuti elang yang berjalan menuju sofa yang terletak diruang tamu


elang melihat dira yang ikut duduk disampingnya"tentu saja sudah atas persetujuan mama"


"tapi tuan chef...kan aku juga belum nyiapin baju-baju aku"dira melemparkan pandangannya menyusuri setiap sudut ruangan,tidak sebesar mansion mama mary memang,namun apartemen ini juga tidak kalah mewahnya


"udah diberesin sama orang yang aku suruh" jelas elang,memperhatikan dira "disini ada dua kamar,mau lihat?"


dira mengangguk dan mengikuti langkah elang.


"ini kamar kamu,dan yang sebelah itu kamar aku" jelas elang setelah sampai didepan pintu kamar dira


dira membuka pintu itu "kenapa terburu-buru pindah?"


"emang kamu nggak capek tidur disofa terus?"


"capek juga sih" bisik dira yang masih bisa didengar oleh elang,dan elang hanya tersenyum tipis melihat dira yang sedang memijat pundaknya sendiri sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"oke kalau gitu aku kekamarku dulu" elang meninggalkan dira sendiri dikamarnya.


next?

__ADS_1


like and koment


__ADS_2