Istri Kesayangan Chef Tampan

Istri Kesayangan Chef Tampan
tujuh


__ADS_3

mari mama kita habiskan uang anak kesayanganmu...batin dira saat memilih beberapa pakaian bermerk serta tas branded yang harganya selangit.


dira sedang sibuk memilih sebuah tas, sepertinya ini mahal...oke aku ambil yang ini saja.dira mengambil sebuah tas kulit berwarna cokelat,yang saat dira melihat harga pada bandrol nya sebesar tiga puluh tiga juta rupiah


"hmm...sepertinya selera kamu lumayan juga sayang" ucap mama mary mengagetkan dira


dira hanya terkekeh menanggapi ucapan mama mertuanya


ayo mama...marahi aku...marahi menantumu yang suka menghamburkan uang ini...batin dira gemas


mama mary meletakan kembali tas yang dipilih oleh dira dan menyeretnya ketempat mama mary memilih barang tadi.


"ini lebih cocok buat kamu" mama mary memberi sebuah tas punggung berwarna hitam.


dan saat dira melihat harganya,


hampir saja dia pingsan saat membuka bandrol disana.


seratus empat puluh juta??? gillaaaa... mamer gue...jerit hati dira


dan pada akhirnya...


dira pun kalah dengan mama mertuanya, karna dira baru menyadari jika mama mertuanya gila shoping,


mama mertuanya sampe-sampe menjadikan dira sebagai kelinci percobaan untuk mencoba berbagai macam pakaian,


dari yang style feminim,elegant,glamour dan tentu style gaya dira yaitu tomboy.


rasanya ingin segera pulang berendam air hangat...mama...!!!aku udah benar-benar lelah...!!!


dira melihat sebuah sepatu yang menarik perhatiannya,sepatu cats berwarna hitam putih yang sangat ia inginkan.mata nya tanpa henti melihat arah sepatu itu.


beli nanti deh kalau sudah gajian. batin dira,ya walau pun kini dia memegang uang yang sangat cukup jika hanya untuk membeli sepatu itu,tapi itu kan uang suaminya. gengsi dong...


mama mary memperhatikan tingkah dira yang tanpa berkedip saat melihat sepasang sepatu nike yang bertengger manis ditempatnya.


padahal aku sudah memilihkan banyak sepatu louboutin buat dia,tapi kuperhatikan dari tadi sama sekali tidak tertarik,ini hanya sepatu cats malah dilihat tanpa berkedip.mama mary menggelengkan kepalanya tadi sok-sokan mau ngabisin uang suami... dasar anak nakal


mama mary kemudian berjalan menuju sepatu yang dira lihat,


"beri aku nomor 38 ya" ucap mama mary kepada seorang pelayan


dira hanya tertegun memperhatikan mama mary yang menyodorkan sepatu yang dira inginkan


"mama nggak usah...nanti dira beli sendiri kalau sudah gajian" tolak dira halus


"ini mama yang bayar,anggap sebagai hadiah dari mama" ucap mama mary tulus"tapi yang itu bayar dengan kartu yang diberi suami kamu"

__ADS_1


dira membelalakan matanya,bagai mana tidak terkejut,jika semua barang yang tadi dira coba akan dibeli semua!


dira hanya menghembuskan nafasnya pasrah...rencananya gagal total.


oke...kita cari cara lain.


tring...sebuah lampu menyala diatas kepalanya, kudengar laki-laki yang nggak banyak bicara itu paling benci sama wanita yang cerewet dan menempel,oke kita coba cara itu.batin dira


sore itu,elang baru kembali dari ruang kerjanya,ia duduk diatas tempat tidur menyandarkan punggung nya pada kepala ranjang sambil membaca laporan pekerjaannya yang ada di tablet nya.


gimana cara memulainya ya?.dira baru saja keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk yang masih menutupi rambut basah.


"masih sibuk tuan?" tanya dira basa-basi.


elang hanya melihat dira sekilas,kemudian kembali pada tabletnya tanpa menghiraukan dira.


"harga kacang mahal woeee...." dira bersungut karna diabaikan elang, kemudian mendekat dan melihat tablet yang ada dipangkuan suaminya, suami?.


"nggak liyat lagi apa?" ucap elang dengan santainya tanpa melihat lawan bicaranya.


"cih....katanya nggak suka bawa pekerjaan dirumah,juga nggak suka bawa urusan rumah dipekerjaan"


memang dari dulu prinsip elang ya seperti itu,tidak akan mencampurkan urusan rumah dan kantor,tapi semenjak dia menikah,mama mary menyuruhnya agar dirumah lebih lama,


ingin segera punya cucu katanya,tapi belum tahu saja mama nya kalau sudah hampir dua minggu dia menikah tapi belum juga menyentuh istrinya.


"memang kamu pikir siapa yang membuatku seperti ini?" ketus elang masih fokus dengan tabletnya.


"iya...iya tuan muda" ucap dira kemudian keluar dari kamar menuju dapur untuk mencari makanan.


sesampainya didapur,


para pelayan sedang sibuk mempersiapkan makan malam untuk majikannya.


entah makanan apa yang akan mereka buat,tapi dira memperhatikan mereka sepertinya akan sangat lama ia bisa mengisi perutnya,pada hal dira benar-benar sangat lapar.


"sore nona...ada yang nona butuhkan?" tanya seorang pelayan.


"sore mbak...emmm...masih lama ya?" tanya dira


"eh...nona tenang saja,nanti akan selesai saat waktu makan malam" jelas pelayan itu


makan malam?itu kan masih lama, perut ku sudah mulai berdemo.dira


dira berjalan menuju pantry kemudian mengambil cabai,bawang merah,bawang putih


"non dira apa yang non lakukan?" tanya pelayan itu kembali

__ADS_1


"eh,dira sudah lapar mbak, jadi dira mau buat nasi goreng yang cepet"


"tapi non-"


"udah...mbak kerjain pekerjaan mbak aja,nggak usah hiraukan dira...anggap aja dira nggak disini" dira tersenyum kemudian melanjut kan aktifitasnya untuk membuat nasi gorengnya.


setelah nasi gorengnya selesai, bukannya kemeja makan,dira membawa sepiring nasi goreng didepan tv yang ada diruang keluarga.


dan para pembantu hanya bergeleng-geleng kepala melihat tingkah nona mudanya.


dira menghidupkan tv besar yang tertempel pada dinding itu,mencari chanel yang menampilkan pertandingan sepak bola antara indonesia melawan malaysia.


"eh iya aku lupa bawa air minum" dira melangkah meninggalkan sepiring nasi goreng diatas meja,menuju dapur untuk mengambil air putih.


tak lama,saat kembali dira terkejut melihat seseorang duduk disofa depan tv yang ia nyalakan.


dira mendekat,dan ternyata elang yang duduk disana,sedang asik menonton sepak bola sambil menyantap nasi goreng milik dira.


"nasi gorengku!" ucap dira menyahut piring yang dibawa elang,dan betapa kecewanya dia saat melihat nasi goreng itu tinggal setengah.


dira melihat piring itu nanar


"tinggal suruh bibik bikin lagi,nggak usah berdrama" ucap elang santai kemudian mengambil kembali piring yang direbut dira tadi.


dira menatap elang dengan tatapan menusuk,karna elang tidak menanggapi kemudian dira berbalik dan kembali kedapur untuk mengambil makanannya lagi


untung tadi buatnya lebih,jadi masih ada yang bisa aku makan,dasar tukang rampok!!!.dira menggerutu dalam hati


dira kembali lagi dengan membawa satu piring nasi gorengnya.


kemudian duduk dilantai depan meja,elang yang sedang duduk disofa dibelakang dira hanya diam dan melihat pertandingan sepak bola dengan sesekali memperhatikan gerak-gerik dira.


"tumben bibik bikin nasi gorengnya cepet " ucap elang


"bukan bibikmu yang bikin,tapi aku" jawab dira sarkas,masih marah karna elang tanpa permisi mengambil makanannya


enak juga masakannya,pas dengan seleraku.batin elang



visual sandira wulandari nya ya....



yang ini tuan erlangga pradygta


next?

__ADS_1


like and koment


__ADS_2