
"bagai mana kau mengenalnya?" tanya dewa membuyarkan lamunan dira.
"hm...?"dira yang dari tadi memikirkan kejadian sepuluh tahun yang lalu,menghentikan aktifitasnya yang sedang memangkas rambut dewa." siapa?"tanya dira yang tidak mengerti maksud dewa.
"bagai mana caramu bertemu dengan kak el?" dewa mengulangi pertanyaannya.
dira diam tak menjawab,haruskah ia bilang kalau ia bertemu di hotel dan terjadi kesalahpahaman dan membuatnya dinikahkan oleh ibu elang? tidak,dira tidak sebodoh itu jika harus menjawab dewa seperti itu.
"apa kau mencintainya?"lagi pertanyaan yang tak bisa dijawab oleh dira,membuat dira semakin gugup berdiri dibelakang dewa.
dewa menghela nafasnya,merasa diabaikan karna dira tidak menjawab apa yang ingin diketahuinya." jangan mengabaikanku" ucap dewa,"kau ingat bagaimana berantakannya aku saat dulu kamu acuh padaku?"sambung dewa.
dira kembali menggerakan jemarinya,memainkan sisirnya kemudian menggunting ujung rambut dewa. "tentu saja aku mencintai el,dia adalah suamiku" singkat, padat,dan jelas.jawaban dira membuat hati dewa terasa dihantam batu besar untuk yang kesekian kain kalinya.
bagaimana kau bisa dengan mudahnya menggantikan posisiku kepada lelaki lain dan yang lebih parah adalah lelaki itu adalah kakakku sendiri?
"mudah sekali kau mengatakan seperti itu?" cecar dewa,masih merasa tidak terima dengan pengakuan dira barusan.
dira diam dan masih sibuk dengan guntingnya.
"tidak taukah kamu bagai mana hancurnya aku saat pulang dan tidak mendapatkan mu!?" dewa meninggikan suaranya dan menekankan setiap kata yang ia ucapkan. "aku bahkan berniat akan menghancurkan adrian sialan itu!" dira berhenti,tangannya bergetar mendengar umpatan yang keluar dari mulut dewa.
"jangan gila...bagaimanapun dia adalah papamu,dia yang membesarkanmu" ucapan dira berusaha mengeluakan kalimat dengan setenang mungkin.
"kamu nggak tahu bagaimana dia mengekangku," lirih dewa.
"jika papamu hancur,kamu juga akan ikut hancur" ucap dira,kemudian membersihkan tubuh dewa dari sisa rambutnya yang menempel "jika kau hancur,akan sulit untuk mencari seorang istri,tidak ada perempuan yang mau menikahi pria miskin"
"kamu tahu apa yang ku inginkan wulan" dewa menghentikan gerakan tangan dira dengan menggenggam tangan gadis itu.
dira melihat dewa,terlihat betapa hancurnya lelaki itu,"jangan begini"lirih dira melepaskan genggaman tangan dewa.
kemudian ia berbalik dan meninggalkan dewa yang terdiam dengan tatapan yang tak bisa diartikan,marah,kecewa,dan perasaan rindu yang menggebu bercampur jadi satu.
__ADS_1
dira membuka pintu kamar dewa,dan terkejut saat mendapati seorang wanita paruh baya sedang berdiri didepannya.
"apa ini taktikmu?setelah kau menjadi istri dari elang,kamu juga ingin merayu adiknya?" sinis wanita itu.
dira tak menghiraukan ucapan wanita itu, kemudian melangkahkan kakinya untuk menjauh dari wanita itu.
"kau tidak bisa memberi alasan jadi ingin menghindar?cih..." sarah mendecih.
dira menghentikan langkahnya dan berbalik memandang wanita yang terlihat angkuh dihadapannya"maaf nyonya,saya masih menghormati anda jadi tidak ingin berdebat dengan anda,dan saya memang tidak berusaha merayu putra anda eh,maaf maksud saya putra tiri anda,jadi tidak ada yang ingin saya jelaskan.permisi."dira berbalik dan kemudian masuk kedalam kamarnya meninggalkan wanita paruh baya itu yang sedang meradang.
dia memang tidak bisa punya anak,apa itu salahnya?menjadi nyonya hermawan yang tadinya ia pikir akan bisa merasa bahagia namun kenyataannya memang tidak seperti yang ia bayangkan.
hidup terkekang seperti dikurung didalam sangkar emas,dia bisa mendapatkan apa yang dia inginkan,namun dia seperti terkurung disangkar emas yang dibangun oleh adrian untuknya,bahkan untuk bernafas pun ia sesak.sarah melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu dengan perasaan campur aduk didadanya
bisa-bisanya seorang anak kemarin sore dengan mudah mengalahkanku,aku bahkan bisa menghancurkan kehidupan seorang maryam apa aku bisa dikalahkan oleh anak bau kencur itu?.sarah berdecih dalam hati.
***
dira melemparkan tubuhnya diatas ranjang king zise itu,dengan posisi tengkurap dan melesakan wajahnya diatas bantal.
dira memutar tubuhnya,kini ia jadi terlentang memandang langit-langit kamar suaminya,
dulu saat dira akan memasuki kamar ini untuk membersihkan ruangan ini,dewa selalu marah-marah,dan tidak memperbolehkan siapapun menginjakan kaki dikamar ini.
namun siapa sangka jika kini ternyata gadis itu menjadi penghuni kamar terlarang di mansion itu.
dira masih ingat ucapan sarah dulu,
sepuluh tahun yang lalu...
"saya harap kamu bisa tahu dimana posisi kamu,dewa adalah pewaris dari keluarga hermawan,dan hanya gadis yang sepadan yang bisa mendampinginya kelak,saya harap kamu tidal bermain api" ucap sarah saat dira baru pulang dari sekolah,dan tadi mampir di suatu tempat untuknya belajar naik motor matic yang dewa beli untuk dira.
"iya nyonya" dira menundukan wajahnya dalam.
__ADS_1
sejak saat itu,dira mengurangi kebersamaannya dengan majikannya,karna takut jika akan berdampak pada pekerjaannya.
dan itu lebih mudah karna dewa setelah lulus sekolah melanjutkan kuliah dan tinggal diapartemen yang lebih dekat dengan kampusnya.
selama dua tahun dira menjalani kehidupannya tanpa ada dewa,dia hanya fokus bekerja dan bersekolah,karna itu dira berhasil lulus dengan nilai terbaik,kemudian dira mengajukan beasiswa pada salah satu universitas dijakarta.
"wulan!" panggil desi dari arah belakang dira yang baru sampai diarea kampus.
"desi" ucap dira saat desi mendatanginya.
"kamu kuliah disini juga?" tanya desi.
dira mengangguk "iya,dapat beasiswa rekomendasi dari sekolah" jawab dira.
"otak kamu emang encer ya lan" desi mengacungkan jempolnya pada dira.
sebenarnya,dira sekolah disana atas saran dari tuan besarnya, yaitu tuan adrian hermawan. karna itu adalah salah satu universitas yang berada dibawah naungannya.
tuan adrian meminta dira kuliah disana untuk memantau dewa,bagai mana kuliahnya. dan meminta bantuan dira agar mendekatkan dewa dengan almira siswanto,anak dari keluarga siswanto rekan bisnis dari tuan adrian.
tentu saja dira menyetujui permintaan atau lebih tepatnya perintah dari tuan adrian karna tuan adrian akan menghancurkan keluarga dira yang ada disemarang jika sampai dira menolaknya.
sebenarnya,tujuan utama dari rencana adrian adalah untuk mengahapus perasaan dewa terhadap dira yang bukan hanya sekedar simpati,karna itu adrian akan membuat dira sendiri yang akan menghancurkan perasaan yang seharusnya tidak ada dalah hati dewa itu.
"mau ambil jurusan apa?" tanya desi.
"aku pengen jadi koki,kayaknya di cullinary art aja" jawab dira yang sedang duduk ditaman depan area kampus.
"yah...kita nggak sekelas dong" desi kecewa.
dan hanya ditanggapi senyuman oleh dira.
sebenarnya dira mengambil jurusan itu agar dia tidak bertemu dengan dewa yang juga kuliah diuniversitas yang sama,lebih baik dia menghindari dewa.itu akan lebih mudah untuknya.
__ADS_1
happy reading...