
Dira masih tidak percaya dengan apa yang dia lakukan malam tadi.Kini ia sedang duduk disofa sambil menonton tv,walau pandangannya mengarah pada layar datar didepannya,tapi fikirannya melayang entah kemana.
Sedangkan Elang,sedang bersiap dikamarnya.
Elang melarang Dira untuk berangkat bekerja hari ini karna mama Mary akan datang hari ini.
Tak lama suara bel berbunyi.
Dira membuka pintu dan ternyata benar, mama mary sudah berdiri didepan pintu.
"Mama" sapa Dira setelah pintu terbuka. "mama datang sendiri?" Dira mempersilahkan mama mary masuk kedalam.
"Iya...dimana El?" Mama Mary duduk diatas sofa ruang tamu.
"El sedang bersiap ma...ku buatkan teh dulu ya?" Dira menuju dapur setelah mama Mary menjawab iya padanya.
"Ada apa mama kemari?" tanya Dira setelah menyuguhkan secangkir teh pada mama Mary.
"Memang harus ada alasan kalau mama mau ketemu kamu?"
"Nggak kok ma...jadi mama kapan datang ke Jakarta?" Tanya Dira mengalihkan.
"Mama sudah tiga hari disini,memang El nggak kasih tau?" Dira menggeleng "Pantes aja...udah mama tunggu dari kemarin kamu nggak dateng-dateng kerumah mama, ya udah mama aja yang kesini aja".
" Jadi bener,mama kesini nggak ada niat apa?" pancing Dira lagi. "Kalau nggak ada apa-apa, Dira panggilin El ya ma". Dira akan beranjak namun ditahan oleh mama Mary.
" Sebenarnya mama kesini mau minta tolong" Mama Mary sedikit memelankan suaranya.
Dira mencebik "Tuh kan bener..." Dira kembali duduk disamping mama Mary. "Jadi mau minta bantuan apa ma?".
" Jadi gini" Mama menjeda sejenak "Mama mau, kamu mengatur kencan buta untuk anak mama".
" Mama nggak usah ngaco... mana ada seorang istri yang mau mengatur kencan buta buat suaminya sendiri?"
Mama Mary menghela nafasnya "Memang kamu pikir mama ini nggak punya otak? mau jodohin Elang?" Tiba-tiba mama Mary menarik telinga Dira,hingga gadis itu berpura-pura kesakitan,karna Mama Mary hanya menariknya tanpa tenaga.
"Yang mama maksud itu Dewa" Kini ucapan mama sedikit mengiba. "Anak itu semakin lama semakin nakal,ucapan papanya tidak pernah didengar.apa lagi ucapan Mama".
"Terus apa hubungannya sama Dira ma? kalau mama saja tidak didengar bagai mana dengan Dira,yang bahkan bukan siapa-siapanya".
" Mama udah tau kok,kalau kamu dulu pernah bekerja dirumah mantan suami mama,mama juga tau kalau kamu juga berteman dengan Dewa".jelas mama Mary membuat Dira melongo takjup. Tidak percaya kalau mama mertua nya akan menyelidikinya.
"Jadi menurut mama,Dewa mau menurut sama ucapanku?" Tanya Dira dan Mama Mary mengangguk dengan mantap.
"Please...mama mohon" Mama mary menggenggam tangan Dira penuh harap.
Dira melepaskan genggaman tangan mama Mary "Kalau begitu akan Dira coba tapi Dira tidak janji ma".
" Kalau begitu,sekarang kamu datang ke restoran ini" Mama Mary menunjukan selembar kartas yang bertuliskan alamat Restoran disana. "Setelah kamu sampai, kamu telfon Dewa dan suruh anak itu kesana. Nanti seorang gadis bernama Anna akan menemui mu" Jelas mama Mary.
"Sekarang ma?" Dira memastikan.
"Iya sekarang...diluar sudah ada supir mama yang nunggu kamu" ucap mama antusias. Kemudian mendorong Dira agar segera berangkat.
__ADS_1
"Terus Elang?". Sela Dira.
"Nanti mama yang ijinin ke El ya" kembali Mama Mary mendorong Dira agar cepat menuju restoran yang sudah ia rencanakan,dan Dira hanya pasrah saja mengikuti ucapan Mama Mary.
"Kali ini apa lagi yang mama rencanakan?" Elang berjalan santai menuruni tangga. Ternyata pria itu sudah mendengar apa yang dibicarakan oleh mama Mary dan Dira tadi.
"Ada yang ingin mama pastikan" ucap mama Mary.
"Jangan berbuat yang macam-macam ma, apalagi untuk memperalat Dira" Elang memperingatkan mamanya.
"Mama tidak memperalat dia,mama cuma mau memastikan sesuatu"
"Maksud mama soal Dewa?"
"Ya...kamu lihat ini" Mama Mary memberikan sebuah amplop berwana coklat kepada Elang.
"Apa yang ingin mama tau tentang ini?" tanya Elang setelah melihat isi dari amplop itu.
"Apa kamu sudah tau?" tanya Mama Mary memastikan.
"ya...Dira sendiri yang mengatakannya" jawab Elang meletakan kembali amplop tersebut "Lalu apa yang ingin mama pastikan?".
Mama Mary menghembuskan nafasnya "Mama menyukai Dira,dia anak yang baik".
Elang masih mendengarkan.
" Sudah hampir dua tahun El,apa kamu akan menceraikan Dira?"
"Bagai mana bisa mama memiliki pemikiran seperti itu?"
"Elang harap mama tidak bersunggunh-sungguh dengan ucapan mama, kalaupun El menceraikan Dira,El juga tidak akan membiarkan Dewa yang menikahinya!" Ucap Elang dengan mata nyalang.
"Kalau begitu,mama ingin kamu membuktikan ucapan mu...buktikan jika kamu memang tidak akan melepaskannya". Jawab mama Mary kemudian beranjak. "Dua anak menurut mama sudah cukup El". tambah Mama Mary kemudian pergi meninggalkan Elang yang masih terpaku ditempatnya.
Elang menundukan wajahnya,memijit pangkal hidungnya yang terasa pening atas tuntutan mama Mary.
Dua anak? satu saja masih belum mendapat izin darinya.
Elang mengusap wajahnya kasar,kemudian merebahkan tubuhnya diatas sofa.
Pandangan Elang tertuju pada amplop yang dibawa mama Mary tadi. Amplop yang berisikan beberapa foto Dira dengan Dewa saat masih bersama beberapa tahun yang lalu.
***
Kini,Dira sudah berada didalam mobil mama Mary. Ia membuka ponselnya kemudian mencari kontak Dewa didalam sana.
Tapi,saat dia akan menekan tombol panggil, ia merasa ragu,apakah nomor Dewa masih sama dengan yang dulu?.
Dira menggelengkan kepalanya,masa bodo lah, coba saja dulu kalau memang sudah tidak aktif bisa jadi alasan buat mama. Pikir Dira.
Dira menekan tombol hijau, terdengar sebuah lagu sebagai nada sambung disana. Lagu kesepian by Dygta.
*Ku rindu disayangi,sepenuh hati
__ADS_1
sedalam cintaku,setulus hatuku
ku ingin dimiliki,kekasih hati
tanpa air mata,tanpa kesalan
Bukan cinta yang melukai diriku
Dan meninggalkan hidupku lagi...
Tolonglah aku dari kehampaan ini
Selamatkan cintaku dari hancurnya hatiku
Hempaskan kesendirian yanga tak pernah berakhir
bebaskan aku dari keadaan ini
Sempurnakan hidupku dari rapuhnya jiwaku
Adakah seseorang yang melepaskanku
dari kesepian ini*...
Tiba-tiba lagu berhenti dan berganti dengan suara seorang pria
"Halo..." Sapanya dari seberang sana.
"Dewa" balas Dira.
Sesaat tidak ada suara balasan dari sana.
"Wulan?"
"Benar...ini aku,bisa kita bertemu di restoran full day?" ucap Dira sedikit gugup. Merasa takut jika akan ditolak oleh Dewa.
"Kapan kau ingin bertemu?".
"se-sekarang" Jawab Dira cepat.
"Baik,sepuluh menit lagi aku sampai".
Setelah Dira mengatakan iya,Dira pun menutup panggilannya.
Mobil BMW mama Mary kini sudah sampai di retoran full day yang dimaksud, mengantarkan Dira sampai tujuan dengan selamat.
" Reservasi atas nama nyonya Maryam" ucap Dira pada pelayan disana.
Pelayan tersebut mengangguk,kemudian mengantarkan Dira pada kursi yang sudah dipesankan mama Mary.
__ADS_1
Foto-foto yang dibawa mama Mary dan masih diperhatikan oleh Elang.