Istri Kesayangan Chef Tampan

Istri Kesayangan Chef Tampan
tigapuluh lima


__ADS_3

Berkali-kali Dira menghela nafasnya. Hari ini dia benar-benar tidak konsentrasi saat bekerja. Bahkan ia hanpir membuat oven meledak karna lupa saat memanggang kuenya.


"Wulan...keruangan saya" Ucap Desi.


Sebagai seorang manager,Desi bertanggung jawab akan pekerjaan seluruh karyawan. Bahkan Dira yang sebagai chef juga termasuk.


Dira yang membuat kesalahan hari ini pun harus mendapat teguran dari Desi.Ya,walaupun Dira adalah sahabatnya, dia juga harus profesional saat bekerja.


"Ada apa denganmu?" adalah kalimat pertama yang Desi ucapkan ketika Dira masuk kedalam ruangan manager.


Dira tampak lesu saat melihat Desi,dan Desi tau betul jika sahabatnya itu pasti sedang ada masalah.


"Tadi pagi aku bertemu dengan tuan Hermawan". ucap Dira pelan dengan helaan nafas mengikuti kalimatnya.


" Apa?!" Desi terlihat terkejut "Bukankah kamu sudah tidak ada hubungan dengan Dewa lagi? kenapa dia masih mendatangimu lagi? apa sebenarnya yang pria tua itu inginkan dari mu?"


"Sepertinya kau lebih terkejut dari pada aku?" Dira terkekeh menyembunyikan rasa khawatirnya.


"Apa kamu tidak khawatir,tuan Hermawan akan mendepakmu dari Jakarta lagi?".


Dira mengangguk samar " Ya...apa lagi,apa yang sudah ku lakukan kali ini lebih dari pada yang dulu".


"Memang apa yang kamu lakukan kali ini?" selidik Desi.


"Aku sudah menikah dengan anak tuan Hermawan" jawab Dira pelan,namun Desi masih bisa mendengar suaranya.


"Apa??!!"Desi terkejut hingga sontak berdiri dari duduknya "Jadi kamu sudah menikah dengan Dewa?!. Dan tidak memberitahu ku?" Desi mengelus dadanya sendiri.


Dira melirik pada Desi yang heboh dengan fikirannya sendiri,kemudian memutar bola matanya "Bukan dengan Dewa" ucap nya kemudian.


Desi memandang Dira dengan tatapan penuh rasa penasaran.


"Dengan kakaknya" Jawab Dira yang seakan bisa menebak isi hati Desi.


Kembali Desi terbelalak kaget. "Apa?". "Memang siapa kakaknya? apa aku kenal?".


Dira menghela nafasnya, jadi sekarang manager Desi sudah kembali menjadi Desi somplak sahabat lama Dira?.


" Chef Elang adalah kakak dari Dewa" ucap Dira santai,namun tidak dengan Desi.


Desi kembali terkejut hingga bola matanya hampir keluar dari tempatnya.


"Simpan kembali bola matamu itu...mereka sudah hampir keluar" ucap Dira dengan kekehannya.


Desi berdehem menetralkan suasana hatinya "Jadi chef Elang adalah suamimu?" Dira mengangguk "Pantas saja dia tidak marah saat melihat sikap bar-barmu waktu itu" Desi menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"Hm" jawab Dira singkat.


"Eh,jadi bagaimana dengan Dewa? apa dia juga tau kalau Chef Elang adalah suami mu?" tanya Desi beruntun.

__ADS_1


"Tentu saja dia tau"


"Astaga...jadi itu alasan kamu mengecat rambutmu waktu itu?"


Dira menjawabnya kembali dengan anggukan.


"Ya Tuhan...jadi aku berhadapan dengan nona muda keluarga Hermawan?"


Dira kembali terkekeh saat mendengar ucapan Desi. Sahabatnya ini ternyata belum sepenuh nya sembuh dari penyakit somplaknya.


***


Dira membuka pintu apartemen setelah mendengar ada suara bel berbunyi.


Ini sudah pukul sepuluh malam, siapa yang bertamu malam-malam begini? batin Dira.


Namun,ketika ia membuka pintu,tidak ada siapapun disana. Dira menemukan sebuah amplop berwarna coklat diatas lantai didepan apartemennya.


Setelah memungut amplom itu,Dira pun segera kembali memasuki apartemennya.


Ada guratan terkejut diwajah Dira setelah membuka amplop tersebut, isinya adalah beberapa lembar foto Elang bersama dengan seorang wanita yang Dira ketahui adalah Evalina,model cantik yang dikabarkan dekat dengan Elang.


Sungguh sesak hati Dira,entah mengapa nafas nya terasa berat. Perutnya tiba-tia terasa mual bercampur mulas. Entah ia ingin mentah atau buanga air.


Yang jelas,tubuhnya merespon seperti itu ketika melihat lembaran foto tersebut.


Dira menghirup udara banyak-banyak,menenangkan pikirannya. Dia tidak boleh gegabah.


"Send" ucap Dira setelah mengirim hasil jepretannya pada seseorang.


Tak lama,ponsel Dira berdering setelah pesannya terbaca dari seberang sana. Dira pun menslide tombol hijau pada layar ponselnya.


"Apa kau terpengaruh?". suara bariton itu langsung masuk kedalam gendang telinga Dira.


" Tidak,bahkan gosib mu sebelumnya lebih mengerikan dibanding foto ini"Jawab Dira.


"Aku akan mencari tau siapa yang mengirimu foto-foto itu"


"Tidak perlu,aku tau siapa pengirimnya"


"Kau tau? siapa?".


" Seseorang yang menginginkan agar aku pergi dari mu "Ucap Dira dalam senyum mirisnya. " Trik yang sama,tidak akan membuatku kembali terjatuh" gumam Dira yang masih dapat didengar baik oleh Elang. Ya,seseorang yang Dira kirimi foto dan menelfonnya adalah Elang,suaminya.


"Maksudmu tentang kau dan Dewa?"


"Hmmm" Dira bergumam sambil mengangguk.


"Apa ayahku yang mengirimimu foto-foto itu?"

__ADS_1


"Ya,kurasa memang tuan besar yang mengirimnya".


" Kau percaya padaku?"


"Tentu saja,aku bukan lah gadis labil umur belasan tahun,jika aku tidak percaya padamu, maka aku sudah pasti sudah kabur dari dua tahun yang lalu".


" Tunggulah sebentar lagi,aku akan segera pulang"


"Hmm...aku tunggu" jawab Dira kemudian panggilan terputus.


Dira membaringkan tubuhnya,berusaha menutup matanya.Namun tanpa ia duga, air matanya mengalir melalui celah disudut matanya.El,sepertinya aku mulai rapuh... hanya melihat foto-foto itu bahkan membuat sudut hatiku terasa sakit.


Keesokan paginya,


Mama Mary sudah datang kembali keApartemen Dira,Mama Mary tau jika Elang sedang tidak disana, karna itu mama Mary mendatangi Dira pagi ini.


"Dira pikir mama marah,dan nggak mau kesini lagi" ucap Dira sambil meletakan cangkir berisi teh untuk mama Mary.


"Mana mungkin mama marah sama kamu, lagian mungkin yang El katakan ada benarnya"


"Walau benar sekalipun harusnya dia tidak mengatakan kata sekasar itu pada mama"


"Sudahlah...mama sudah biasa,mmm... oh iya, mama kesini mau minta pendapat kamu" ucap mama Mary dengan antusias sambil merogoh sesuatu didalam tasnya.


Dira yang melihat mama Mary mengambil sesuatu dalam tasnya sudah berpikir yang tidak-tidak, mama Mary pasti memintanya untuk melakukan sesuatu lagi.


Dan benar saja mama Mary memberi beberapa lembar foto pada Dira.


Itu adalah foto-foto gadis cantik "Maksud mama?" Tanya Dira mengerutkan keningnya.


"Menurut Dira mana gadis yang cocok untuk Dewa?".


Dira merasa tidak enak,kemudian menunjuk salah satu foto gadis yang menurut Dira cantik.


" Ah,ini nama nya Melati,dia anak dari sahabat mama"jelas mama Mary.


"Kalau Dira lihat dari wajahnya,kelihatannya dia gadis baik ma,terlihat keibuan" sanjung Dira.


"Iya memang, tapi...apa Dewa mau kalau mama jodohkan dengan Melati?" Mama Mary terlihat berpikir "Atau...mama jebak Dewa seperti Elang dulu?" Ide mama Mary sontak membuat Dira terkejut.


"Itu tidak akan berhasil ma" ucap Dira.


"Kenapa?"


"Dulu Dewa juga pernah dikerjai sama temannya,hingga hampir merenggut nyawanya, untung saja dia punya teman di jurusan kedokteran yang pernah meneliti tentang obat seperti itu" jelas Dira.


"Ohhh...pantas saja,dulu kamu nggak sampai melakukan itu sama Elang ya?"


"Kenapa mama sama sekali tidak merasa bersalah?" sindir Dira.

__ADS_1


"Yang penting tujuan mama tercapai" jawab mama Mary.


Ternyata mama Mary ini memang rada-rada ya...?


__ADS_2