
suara dira tercekat saat menatap seseorang yang memanggil nama suaminya,
begitupun pria yang ia tatap,menatap heran pada elang dan dira secara bergantian.
"wulan?" ucap lelaki itu lirih namun masih bisa didengar oleh elang.
"dewa...kemarilah kita sarapan bersama" panggil papa rian kepada pria itu yang tidak lain adalah dewa pradypta hermawan adik laki-laki erlangga pradygta.
dira melihat dewa tampak berbeda dari yang dulu ia kenal,dewa yang dulu begitu bersih dan rapi,kini terlihat berantakan apa lagi ditambah rambutnya yang gondrong sebahu,menjadikannya sosok yang berbeda.
walau terlihat perbedaan yang begitu jauh,dira masih tetap bisa mengenali lelaki itu.
sebenarnya,nama elang adalah erlangga pradygta hermawan,namun semenjak papa rian berpisah dengan mama mary, elang menghapus nama belakangnya.
dewa berjalan mendekat,kemudian duduk berseberangan dengan dira.
"jangan menatap istri saya seperti itu! kamu akan menakutinya" ucap elang dengan wajah tanpa ekspresi.
dewa cukup kaget karna elang memanggil dira dengan kata istri dia hampir tak percaya.
sedangkan dira hanya menunduk,bingung dan bahkan selera makannya pun menghilang entah kemana.
elang hanya memakan tiga suap nasi goreng kemudian meletakan sendoknya keatas piringnya,tanda dia sudah selesai dengan sarapannya.
"sayang,bantu aku bersiap" elang beranjak,kemudian disusul dira yang mengikutinya dari belakang.
klontang.....
dewa menghempaskan sendok yang ia pegang tadi mengenai piring,untung itu ia lakukan saat elang sudah masuk kekamarnya.
"apa yang papa rencanakan?" ucap dewa dengan mata nyalangnya.
"tidak ada...papa hanya mengundang kakakmu untuk datang menjenguk papa,dan papa tidak menyangka kakak mu akan mengajak serta istrinya,dan yang lebih tidak menyangka lagi,ternyata gadis itu adalah wulan" ucap papa rian dengan santainya,kemudian menyesap teh hangatnya.
dewa meremas tangannya kuat-kuat seakan menyalurkan emosinya yang tertahan. kemudian dengan kasar ia berdiri hingga membuat kursi yang ia duduki tadi terjungkal.
***
"sayang...pasangkan dasiku" ucap elang ketika sudah rapi dengan kemejanya.
"sayang?" ulangnya karna mendapati dira yang sedang melamun ditepi ranjangnya.
dira tersentak mendengar panggilan elang "iya...sayang?"
"kau melamun hm?" elang mendekat dengan dasi yang tersampir dilehernya.
"eh...??" dira menatap elang yang kini menundukan tubuhnya dan mengunci tubuh dira dengan kedua tangannya bertumpu pada ranjang yang ada dikedua sisi dira.kemudian mengecup bibir dira.
yang awalnya hanya sebuah kecupan kini berubah menjadi lumatan ketika kedua tangan dira ia lingkarkan di lehernya.
"mmmmhhhh..." suara dira yang sudah merasa kehabisan oksigen disekitarnya.
elang melepas pagutannya dengan kening yang masih saling menempel "apa yang kamu pikirkan?"
dira gelagapan "ti-tidak ada...memangnya aku kenapa?"
elang menarik kepalanya menjauhi dira dan menatap wajah gadis itu yang terlihat gelisah.
ada yang berbeda dari gadisnya itu,apa lagi setelah bertemu dengan dewa,
"apa hubunganmu dengan dewa?" tanya elang membuat dira tiba-tiba syok.
"ke-kenapa tanya seperti itu?"
"aku itu tanya,kenapa bukannya dijawab malah balik tanya?" elang menyentil kening dira,membuat gadis itu meringis.
"nggak...nggak ada hubungan apa-apa" tipu dira.
"jangan bohong" kembali elang menyetil kening dira membuat keningnya semakin memerah.
elang berdiri,kemudian disusul dira yang ikut berdiri untuk memasangkan dasi laki-laki itu.
__ADS_1
elang memperhatikan dira saat dira tengah serius memasang dasinya,elang mengecup lembut kening dira yang memerah tadi ketika dira sudah selesai dengan tugasnya.
"memangnya kamu mau kemana pakai pakaian formal kayak gitu?"
"ke restoran buat cek beberapa laporan... mau ikut?" tanya elang "aku akan mengenalkan mu nyonya elang" goda elang tepat ditelinga dira,membuat dira merinding karna nafas elang yang berhembus ditengkuknya.
dira menggeleng cepat dia tahu,elang juga memiliki beberapa restoran mewah dijakarta,
ternyata kejakarta bukan hanya buat jenguk papanya,tapi juga untuk urusan bisnis. selalu the time is money.dira
"pulang jam berapa?" bukan apa-apa dira hanya merasa tidak enak jika harus bertemu lagi dengan dewa.
"hanya sebentar sayang,nanti makan siang aku sudah ada dirumah" ucap elang membelai lembut pipi mulus istrinya itu.
dira mengangguk"oke"
elang mencium pucuk hidung dira yang mancung "aku berangkat...nanti setelah aku pulang ceritakan padaku oke?"
dira menatap elang bingung "cerita apa?"
"semua" elang kembali mengecup kening dira "i love you" bisik elang. dan ditanggapi senyum cantik oleh dira.
selalu begitu,setiap elang mengatakan cintanya pada dira namun tak pernah dira balas,entah apa yang difikirkan oleh dira.
dira mengantarkan elang hingga pintu utama, dan melambaikan tangannya ketika mobil elang melaju meninggalkannya.
setelah memastikan mobil elang menjauh,dira berbalik dan masuk kedalam rumah.
"wulan?" panggil seseorang pada dira,membuat dira menoleh pada sumber suara"wulan kan?"tanyanya memastikan.
"bulek?!" dira menghambur memeluk seseorang yang ia panggil bulek itu,
"wulan..."seseorang yang dipanggil bulek itu membalas pelukan dira,wanita itu teramat rindu pada keponakannya itu " bulek dengar kamu kerja di surabaya?"tanya bulek setelah keduanya duduk disofa ruang tamu.
dira mengangguk tanda apa yang dikatakan buleknya itu benar "dan apa yang tadi bulek dengar? kamu kesini sama tuan elang?" tanya bulek memastikan kebenaran desas desus yang ada didapur tadi menegenai dira yang kembali dengan statusnya sebagai istri dari tuan muda pertama mereka.
"iya bulek" jawab dira.
"jadi bener kamu sudah menikah dengan tuan elang?"
"astaga wulan...!!!kamu sudah bisa lepas dari sini kenapa malah kembali lagi? apa lagi dengan setatus yang seperti ini?" ucap bulek tak percaya "bagai mana kamu akan menghadapi tuan besar dan nyonya?" bulek tak percaya
"wulan juga bingung bulek,wulan nggak tau kalau elang adalah kakaknya dewa,dan wulan juga baru tahunya tadi pagi" jelas dira.
bulek menghembuskan nafasnya frustasi melihat keponakannya itu "ya sudah,yang penting kamu harus jaga diri baik-baik ya..." bulek membelai lembut kepala dira "ya udah, bulek kembali kerja ya?nanti nyonya marah kalau bulek malas-malasan disini" kemudian beranjak dan meninggalkan dira sendiri.
karna tidak ada yang dilakukan,dira memutuskan untuk kembali kekamar elang, dan berniat menghabiskan waktunya disana.
ketika dira akan membuka pintu kamar elang, tiba-tiba sebuah tangan besar menarik lengannya membuat dira terkejut.
"dewa?"mata dira membulat saat melihat siapa yang menariknya.
dewa hanya diam,dan menarik dira kedalam kamarnya.
" dewa...lepas!!"dira berusaha berontak,namun perbedaan kekuatan yang terlalu besar,membuat dira hanya bisa pasrah.
dira semakin panik saat dewa menariknya masuk lebih dalam kedalam kamarnya.
dewa melepaskan genggamannya saat sudah sampai dibalkon kamarnya.
apa yang dewa inginkan? tanya dira dalam hati.
dira mematung saat dewa masuk kadalam kamarnya dan meninggalkan dira dibalkonnya.
tidak lama dewa kembali lagi dengan gunting dan sisir ditangannya.
dira hanya memandang dewa dengan sebelah alisnya yang terangkat.
"potong rambut gue!" ucap dewa dingin memberikan sisir dan gunting pada dira.
dira melongo melihat dewa yang langsung duduk didepanya.
__ADS_1
.
.
.
.
back song: jangan pernah berubah
by.marcel
masih ada perasaan
yang tak menentu dihati
bila ingat sorot matamu yang kurasa berbeda
oh janganlah terjadi
yang slalu kutakutkan
beribu cara kan ku tempuh
oh cintaku kumau tetap kamu
tuk jadi kekasihku
jangan pernah berubah
slamanya
kan ku jaga dirimu
seperti kapas putih dihatiku
tak kan kubuat noda
bayangkanlah
kedua matamu
bayangkan aku disisimu
oh janganlah terjadi
yang slalu kutakutkan
beribu cara kan kutempuh
oh cintaku
kumau tetap kamu
tuk jadi kekasihku
jangan pernah berubah
slamanya
kan ku jaga dirimu
seperti kapas putih dihatiku
takkan ku buat noda
.
.
.
__ADS_1
next?
like n koment please...