Istri Kesayangan Chef Tampan

Istri Kesayangan Chef Tampan
ekstra part 3


__ADS_3

"Oh,kau sudah pulang?" tanya Dira yang merasa terkejut,karna saat membuka pintu apartemennya ternyata Elang sudah berdiri dibalik pintu tersebut.


"Hm" Elang hanya mengangguk menjawab pertanyaan Dira. Kemudian memundurkan langkahnya memberi ruang untuk Dira agar bisa masuk kadalam.


"Aku belum buat makan siang,apa kau ingin dibuatkan sesuatu?" tanya Dira sambil meletakan tasnya diatas sofa,kemudian melepaskan sepatunya.


"Buat kan saja yang ada,aku keatas dulu" Elang kemudian menaiki tangga menuju kamarnya.


Sedangkan Dira menuju dapur untuk menyiapkan makan siang.


Tumben sekali Elang pulang begitu cepat, biasanya dia tidak akan melewatkan waktunya begitu saja. Dira memasak dengan pikirannya sendiri mengenai suaminya.


Sayur sup dengan berbagai jenis gorengan seperti ayam goreng,tempe goreng juga tahu goreng adalah menu sederhana yang Dira buat siang ini.


Setelah menyelesaikan masakannya,Dira kemudian menuju kamar untuk memanggil suaminya yang entah sedang apa.


"Syang!" panggil Dira saat masuk kedalam kamarnya.


Ternyata Elang baru selesai mandi,terlihat tetesan air dari rambutnya yang basah membuat pria yang sebentar lagi menjadi seorang ayah itu terlihat...


Sexi?


Entah lah, Dira masih tetap suka melihat pemandangan didepannya.


"Sudah selesai?" tanya Elang yang seakan bisa menangkap Dira yang mencuri pandang. "Sudah cukup terpesonanya,sekarang kita makan dulu" ucap Elang kemudian berlalu meninggalkan Dira.


"Seharusnya,aku kan yang bilang begitu?" gerutu Dira kemudian menyusul Elang menuju ruang makan.


Di ruang makan.


"Syang" ucap Dira disela-sela makannya.


"Hm?" jawab Elang hanya dengan gumaman,ia tau betul pasti Dira ada mau nya saat ini.


"Syang,kau tau-"


"Tidak" potong Elang sebelum Dira menyelesaikan kalimatnya,membuat wanita itu mencebik.


"Aku belum selesai" ucap Dira.


"Lanjutkan" Elang kemudian memasukan sesuap nasi pada mulutnya.


"Ternyata Lyra itu bisa mendesain baju anak-anak dan itu bagus banget lho" Ucap Dira antusias.


Siaga satu,Dira pasti ada maunya.


"Lalu?" tanya Elang yang seakan malas menanggapi Dira yang menceritakan orang lain.

__ADS_1


"Dan aku mengajaknya untuk bekerja sama untuk membuat butik kecil-kecilan-"


"No" Elang kembali memotong ucapan Dira, membuat wanita itu mengerucutkan bibirnya. "Bukan kah keahlianmu adalah memasak? kenapa malah pindah haluan yang bukan keahlianmu?".


" Kan bukan aku yang mengelola,aku cuma tanam modal aja,dan Lyra yang akan menjalankannya".


Elang menghentikan kunyahannya kemudian menatap kearah Dira "Kenapa memintamu untuk membuatkan butik? kenapa tidak meminta Dewa saja untuk membuatkan Garment sekalian?".


Dira menghela nafas,kemudian memicingkan matanya " Apa kau juga akan membuatkan ku restoran berbintang saat aku bilang ingin membuat rumah makan".


"Tidak,aku hanya ingin kau lebih banyak istirahat dirumah,dan tidak memikirkan pekerjaan" ucap Elang kemudian melanjutkan acara makannya.


"Iih...pelit!" gerutu Dira,dan itu mendapat tatapan tajam dari Elang,namun tentu saja itu tidak membuat Dira takut.


Setelah membereskan piring dan membersihkannya,Dira kemudian menyusul Elang yang tengah duduk didepan ruang tv dengan laptop dipangkuannya.


"Laptop mulu yang diperhatikan" dengus Dira.


Elang melirik kearah Dira yang masih berdiri kemudian memberi isyarat agar mendatanginya,dan Dira menurut.


Setelah Dira mendekat,Elang kemudian meletakan laptopnya diatas meja yang ada didepannya,kemudian menarik Dira agar duduk dipangkuannya.


"Sedang apa?" tanya Dira kemudian mengalihkan pandangannya pada layar laptop didepannya.


"Menurutmu bagus yang mana?" tanya Elang setelah Dira melihat pada laptop nya.


"Bukan beli,tapi membuat dari awal" ucap Elang kemudian menggeser gambar itu dengan mause nya.


Dira kemudian menggeser tubuhnya lalu mengalungkan tangannya pada leher Elang. dan...


Cup...


Satu kecupan mendarat dibibir Elang.


"Boleh ya,aku bantu Lyra" Dira kembali membujuk suaminya agar menyetujuinya.


Elang menghela nafasnya, "Sepertinya kau tambah berat" ucapnya kemudian sontak membuat Dira mengerucutkan bibirnya lalu memberi satu pukulan pada dada bidang prianya tersebut.


"Kau lupa siapa yang membuatku seperti ini?" ucap Dira.


Elang terlihat berfikir sejenak "Mmm... sepertinya lupa" ucapnya membuat Dira mencebik, berani sekali dia bilang lupa. "Mau mengingatkan ku kembali?" ucap Elang dengan senyum devilnya,


Dan kau tau apa yang terjadi selanjutnya?.


"Jangan gila El...ini masih siang!" seru Dira saat Elang mengangkatnya menuju kamar.


***

__ADS_1


"Sudah tidur?" tanya Dewa saat ia baru masuk kedalam kamarnya dan mendapati Lyra sudah berbaring diatas ranjang dengan selimut yang menutupi tubuhnya.


Lyra belum tidur,hanya saja ia merasa jantungnya hendak meledak saat ini. Bagai mana jika Dewa melihatnya? apa yang akan dikatakan lelaki ini? akankah Dewa akan menganggapnya wanita ******?.


Oh...pikiran Lyra berlarian kemana-mana,kenapa juga ia melakukan saran dari Dira untuk mencoba menggoda suaminya?


Dan kini...lihat lah, Lyra bahkan tak berani membuka selimutnya karna ia sudah terlanjur memakai gaun tidur sexi.


Menjadi wanita penggoda adalah pekerjaannya dulu,namun itu dulu dan kini ia bahkan tak punya nyali untuk menggoda suaminya sendiri.


Begitu sulit bagi Lyra untuk memiliki nyali merayu Dewa,karna Lyra hanya ingin seorang Dewa melihatnya layaknya wanita terhormat.


Lalu,apakah jika Lyra menggodanya,Dewa akan senang atau akan merendahkannya? Entah lah yang penting,sekarang Lyra benar-benar takut jika Dewa akan menganggap remeh padanya.


Karna tidak ada sahutan,Dewa berjalan mendekat pada Lyra,kemudian membungkukan tubuhnya melihat Lyra dari dekat.


Lyra berpura-pura menutup matanya,dan sesuatu yang hangat menyentuh keningnya "Apa kau sakit?" tanya Dewa memeriksa dahi wanita itu.


Sontak Lyra membuka matanya,dan


Hap...


Pandangan mereka bertemu,ini pertama kalinya Lyra melihat mata Dewa dengan sedekat ini.


Dan keadaan jantungnya benar-benar tidak baik. Dengan bersusah payah Lyra meneguk salivanya.


"Kau sakit?" Dewa kembali bersuara,dan hembusan nafasnya mengenai wajah cantik Lyra,membuat wanita itu semakin panas dingin "Wajahmu merah" ucap Dewa kembali.


Lyra langsung meraba wajahnya dengan kedua tangannya "Sa-saya tidak apa-apa tuan" jawab Lyra cepat.


"Lalu,kenapa memakai selimut sampai seperti itu?" tanya Dewa karna Lyra yang menutupi tubuhnya sampai bagian leher.


"Tidak apa-apa...tadi cuma merasa dingin saja tuan".


" Oh...bisakah kau ambilkan aku air putih? aku akan mandi dulu" ucap Dewa kemudian.


"Baik tuan" tanpa sadar,karna mendapat perintah dari Dewa,Lyra kemudian keluar dari selimutnya dan turun dari ranjang.


Dan terpampanglah kulit putih nan mulus milik Lyra,dan itu tak luput dari penglihatan Dewa.


"Tunggu!" panggil Dewa saat Lyra hendak berjalan menuju pintu.


Lyra kemudian menghentikan langkahnya,dan berbalik menghadap Dewa "Ia tuan?"


"Kau akan keluar dengan mengenakan itu?" Dewa memastikan.


Lyra menurunkan pandangannya melihat tubuhnya sendiri "Astaga!" Lyra baru sadar ternyata ia masih mengenakan gaun sexi tadi.

__ADS_1


Ia malu sekali...


__ADS_2