Istri Kesayangan Chef Tampan

Istri Kesayangan Chef Tampan
empatpuluh delapan


__ADS_3

Seharian penuh Dira dan Elang menyusuri kota Roma,rasa lelah menyelimuti tubuh Dira.


Ia langsung saja menghempaskan tububnya diatas ranjang saat tiba diHotel.


"Kau lelah" Elang mengusap lembut rambut Dira.


"hm" Dira mengangguk "Tapi aku senang" ucapnya kemudian memeluk tubuh suaminya tersebut.


Elang yang mendapat pelukan dari Dira pun tak tinggal diam,ia pun langsung melancarkan aksinya.


"El-" Dira menghentikan dada Elang yang kini sudah menindihnya.


"Kau yang menggodaku sayang" bisik Elang, yang membuat Dira tak mampu lagi melawan.


Satu ronde telah usai,Dira masih tertidur diatas ranjangnya.


Setelah dirasa sudah cukup istirahatnya,Elang pun membangunkan Dira yang masih terlelap.


Elang menciumi setiap jengkal wajah Dira,hingga membuat wanita itu perlahan membuka matanya karna merasa terusik oleh kelakuan Elang.


"Jam berapa ini?" Dira yang baru bangun mengucek matanya.


"Sebentar lagi waktunya makan malam,segera lah bersiap" ucap Elang lembut.


Dira mengangguk,kemudian dengan gontai menyeret langkahnya menuju kamar mandi.


Elang yang melihat Dira berjalan menuju kamar mandi dengan lemas serta tubuhnya yang terbalut selimut tebal hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Kau lepaskan saja selimutnya!"


Dira melirik pada Elang yang tengah duduk diatas sofa dengan laptop didepannya.


"Tidak" jawabnya kemudian mempercepat langkah kakinya.


***


"Siapa?" tanya Dira yang baru keluar dari kamar mandi dan mendapati Elang tadi sedang berbincang dengan seseorang dari arah pintu kamar.


"Pegawai hotel,mengantar ini" Elang menujukan paper bag ditangannya "Pakailah" ucapnya kemudian.


Dira meraihnya,kemudian membukanya untuk melihat apa yang ada didalamnya.


"Kau serius ingin aku memakainya?"


"Hm" Elang mengangguk.


"Kau tidak takut akan ada banyak mata laki-laki yang akan jatuh cinta padaku?" goda Dira dengan kerlingannya.


"Coba saja kau berani menggoda mereka" Seru Elang.


"Ck...dasar" Dira kemudian berlalu untuk mengenakan gaun yang Elang berikan tadi.


Dress hitam selutut dengan dandanan simple ala Dira,menjadikan penampilan wanita itu terlihat sempurna dimata Elang.



Elang pun tak kalah tampan,ia mengenakan tuxedo berwarna hitam,hingga menjadikan pria itu terlihat gagah.


"Sepertinya aku ingin membatalkan acara makan malam nya" bisik Elang saat Dira sudah ada didekatnya.


Dira tersenyum malu kemudian menyikut perut datar Elang,membuat pria itu berpura-pura meringis.


"Jangan menggodaku El" ucap Dira.


"Baik lah,tidak akan" jawab Elang kemudian membawa Dira kesebuah Restoran mewah disana.

__ADS_1


"Tauolo per conto dell'Elang" (meja atas nama Elang). ucap Elang kepada resepsionis wanita disana.


"Prego signore" (Silahkan tuan). Salah seorang pelayan mengantarkan Elang dan Dira menuju meja yang sudah ia pesan.


Dira melihat kesekeliling,banyak sekali bule ganteng dusekitarnya.Sontak jiwa kampungannya pun keluar,binar matanya terlihat berkilau saat memandang pemandangan indah disekitarnya.


"Jangan bilang kau tertarik dengan para bule itu" bisik Elang.


"Hehehe...tau aja" Dira mengibaskan tangannya.


"Awas saja kalau berani" Ancam Elang.


Dira hanya nyengir saja menanggapi ucapan Elang.


Elang kemudian memesan beberapa makanan saat seorang pelayan pria mendekatinya.


Tanpa Dira sadari,ada seorang pria yang sudah berdiri dibelakangnya bersama seorang wanita cantik.


Elang berdiri, menyambut kedatangan pria tersebut.


Dira yang merasa heran melihat Elang kemudian ikut berdiri,lalu membalikan tubuhnya.


Begitu terkejutnya Dira saat melihat siapa yang ada dihadapannya.


Delpiero... benar dia adalah Alesandri Delpiero idola Dira.


Aaaa....batin Dira menjerit, Wajahnya tak luput dari senyumanya.


"Buona notte signore" ( selamat malam tuan) Sapa Elang.


"Buona notte" (selamat malam) Delpiero menjawab.


"Per favore siediti" (silahkan duduk). Elang mempersilahkan kedua tamunya itu untuk duduk.


"Grazie" (terima kasih) ucap Delpiero. kemudian duduk diikuti oleh wanita yang bersamanya yang tidak lain adalah Sonia amoruso istrinya.


"quindi lei e` tua moglie?" (Jadi,dia adalah istrimu?) tanya Delpiero sambil mengarahkan pandangannya pada Dira.


Dira yang merasa dilihat oleh idolanya merasa salah tingkah.


"Si hai ragione" (ya,kau benar) jawab Elang dengan senyumannya.


"molto bello" (Sangat cantik) sanjungnya.


Dira tidak mengerti dan hanya melihat ekspresi Elang serta Delpiero yang bergantian melihat kearahnya.


"Grazie" (terima kasih) jawab Elang.


"Apa yang kalian bicarakan?" tanya Dira penasaran.


"Tidak ada" jawab Elang,yang justru membuat Dira semakin penasaran.


"Apa kau mengatakan kalau aku adalah fans nya?" tanya Dira.


Elang tidak menjawab.


"e` il tuo fan" (Dia fans mu) ucap Elang pada Delpiero.


"e` fero" (benarkah?) delpiero kemudian tertawa "sono lusingata" (aku tersanjung) ucapnya kemudian.


Elang hanya mengangguk kemudian tersenyu.


"El" panggil Dira kemudian menarik jas Elang agar mendekat padanya.


Elang mendekatkan telinganya,kemudia. Dira membisikan sesuatu.

__ADS_1


Elang beralih pada Delpiero "Voleva chiedere qualcosa" (dia ingin meminta sesuatu) ucap Elang pada Delpiero.


"Cos e  quello" (apa itu).


"Vuole che tu gli accarezzi lo stomaca" (dia ingin anda mengelus perutnya) ucap Elang sedikit malu.


"Stai bene signora?" (Apa anda tidak apa-apa nyonya?) tanya Elang pada istri Delpiero.


"nessun problema" (tidak masalah) jawabnya "Molti fan cosi`" (banyak penggemar yang seperti itu) sambung Sonia.


"Grazie" ucap Elang.


Setelah ada izin dari sang istri,Del piero pun bangkit dari duduknya,kemudian mengarahkan pada perut rata Dira kemudian mengelusnya perlahan.


"Grazie" ucap Dira yang penuh dengan aura kebahagaiaan diwajahnya.Dia tidak mengerti sama sekali bahasa italia,dia hanya tau grazie berarti adalah terima kasih.


Delpiero tersenyum kemudian kembali duduk dikursinya.


"Lei e` incinta" (apa dia hamil?) tanya Sonia.


"puo` essere" (mungkin) jawab Elang dengan melihat kearah Dira dengan tatapan penuh arti.



***


Di Apartemen Dewa.


"Kau bisa gunakan kamar ku untuk beristirahat" ucap Dewa ketika mereka sudah sampai di Apartemennya.


Lyra hanya diam menatap kearah kamar dilantai dua yang Dewa tunjukan.


"Apa tuan lapar? Lyra akan buatkan sesuatu untuk makan malam" ucap Lyra.


"Tidak usah sungkan,lagi...jangan panggil aku tuan,aku belum setua itu,panggil Dewa saja".


" Baik" jawab Lyra.


"Kau bisa gunakan dapurnya, sepertinya ada bahan makanan didalam kulkas" Dewa kemudian berjalan menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya sebelum Lyra menempati kamar tersebut.


Lyra sedang sibuk dengan peralatan dapur milik Dewa,ia berencana akan membuat telur balado yang mudah dan praktis.


Sebelum membuat lauk,Lyra terlebih dahulu memasak nasi kedalan rice cooker,kemudian beralih pada panci dan kompor untuk memasak lauknya.


Setelah hampir satu jam berkutat didalam dapur,akhirnya Lyra menyelesaikan masakannya,yang kemudian ia tata diatas meja makan.


Dewa yang datang dari arah kamarnya,sudah tampak segar setelah membersihkan tubuhnya.


"Silah kan" Lyra mempersilahkan Dewa untuk duduk dan mengambilkan nasi keatas piringnya.


"Sebelumnya,aku ingin meminta maaf karna tanpa persetujuan dari mu,aku membawamu pulang kerumah orang tuaku dan memperkenalkanmu sebagai istriku".


" Lyra tidak masalah Dewa,tapi bagai mana dengan nama baikmu yang akan tercoreng karna menikahi seorang wanita penghibur seperi Lyra"lirih Lyra.


"Kita tidak akan benar-benar menikah Lyra,aku hanya meminta teman ku untuk membuatkan data mengenai pernikahan kita di catatan sipil"


"Bukankah itu berarti kita benar-benar sudah menikah secara negara?" tanya Lyra.


"Hm" Dewa mengangguk, "Itu seperti hanya sebuah perjanjian hitam diatas putih, dan kau tenang saja,aku tidak akan menyentuhmu".


Mendengar penjelasan dari Dewa,Lyra menganggukan kepalanya.


mohon maaf jika ada kesalahan dalam penulisan dalam bahasa asingnya ya... karna aku cuma cari di mbah gugel aja. dan jika ada typo nya moho dimaklumi


Next?

__ADS_1


like n coment please...


__ADS_2