
"Kamu yakin nduk,mau pulang sekarang?" tanya ibu Any khawatir,karna mendengar Dira yang akan berangkat ke Jakarta sekarang.
Dira tersenyum menjawab ibunya "Iya buk, mas Elang banyak pekerjaan, jadi nggak bisa disini lama-lama" Dira kemudian memeluk tubuh sosok yang sudah melahirkannya kedunia ini.
Tanpa terasa setetes bening luruh membasahi pipi wanita paruh baya itu. Selalu seperti ini,seorang ibu akan merasa begitu bahagia saat anak nya kembali dari rantau, dan akan merasa begitu sedih saat ia kembali ketempat semula, walau anak nya pulang bersama suami yang sudah menanggung seluruh kehidupan putrinya namun tetap ada rasa khawatir memenuhi hati seorang ibu.
"Lho...mbak Wulan sudah mau pulang?" tanya seorang gadis yang baru saja masuk kedalam rumah.
"Nisa!" panggil Dira saat melihat ternyata adik bungsunya baru saja pulang.
"Nisa baru pulang lho mbak...masak mbak Wulan sudah mau ke Jakarta lagi?" ucap Gadis itu sambil memanyunkan bibirnya.
"Mas Elang banyak kerjaan Sa,jadi nggak bisa lebih lama lagi,nanti kalau Nisa liburan datang ke Jakarta ya" hibur Dira.
Nisa hanya mengangguk lesu.
Dira membuka tasnya kemudian mengambil beberapa lembar uang dan ia beri kepada Nisa "Nih...buat tambahan uang jajan" ucap Dia.
"Hehe...mbak tau aja yang Nisa butuh" ucap Nisa girang kemudian berhambur memeluk kakak perempuannya.
"Bu,bapak mana?" tanya Dira setelah melepas pelukannya kepada Nisa.
"Bapak udah didepan tadi" Nisa yang menjawab.
Dira menjawab oh,kemudian ia keluar menuju Elang yang sudah ada disamping mobil, karna habis memanasi mesinnya.
Disana juga ada bapak yang tengah berbincang asik dengan Elang.
Elang menyambut Dira yang mendekat,kemudian membukakan pintu mobilnya untuk Dira.
Sebelum masuk,Dira terlebih dulu bersalaman dengan ayahnya tak lupa juga mencium punggung tangan pria paruh baya tersebut.
Kemudian setelah Dira masuk,Elang juga berpamitan dengan ayah dan ibu Dira.
***
"Kenapa?" tanya Elang yang kini sudah duduk dibalik kemudi,ia mengusap pipi istrinya yang terlihat sedih itu dengan ibu jarinya.
Dira menunduk,air matanya yang ia tahan saja dari tadi akhirnya luruh juga.
"Hei?" ucap Elang lembut,perjalanan mereka sudah agak jauh dari desa Dira,Elang kemudian menepikan mobilnya.
Ia mengusap punggung istrinya yang terlihat bergetar.Jarang...bahkan hampir tidak pernah Elang melihat Dira menangis.
__ADS_1
Elang menarik Dira kedalam pelukannya,berharap akan mengurangi kesedihan wanita itu.
"Kalau masih berat,kenapa nggak tinggal dulu disana lebih lama?" tanya Elang masih mengisap punggung Dira yang ada dipelukannya.
Elang dapat merasakan kepala Dira yang menggeleng didalam rengkuhannya.
Kemudian menarik dirinya untuk melihat wajah dari istrinya tersebut.
"Jangan lihat" Dira menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Kenapa? jelek ya?" goda Elang dengan kekehannya.
"Jangan menggoda ku!" pekik Dira mencubit perut Elang,membuat pria itu meringis kesakitan.
"Wah...beneran jelek" goda Elang lagi saat melihat wajah Dira yang terlihat sembab dengan hidungnya yang memerah.
Dira mengerucutkan bibirnya "Jangan mengejek...mana ada orang yang cantik setelah menangis!".
" Ada "Jawab Elang kemudian kembali melajukan mobilnya.
" Siapa itu?" tanya Dira,Elang diam tak menjawab "Ev ya?" Dira menebak.
Karna tak ada jawaban dari Elang,Dira pun akhirnya dengan malas menyandarkan punggungnya pada sandaran jog mobilnya.
Dira yang mulai bosan kemudian memakai ear phone nya dan menyalakan play list pada phonsel nya.
Elang hanya melirik sekilas pada tingkah Dira yang mendengarkan lagu dari ponselnya sambil sesekali menganggukan kepalanya mengikuti irama musik yang ia dengarkan.
Sepertinya dia sudah lupa dengan apa yang membuatnya sedih tadi. Batin Elang sambil menggelengkan kepalanya, Merasa heran dengan sifat Dira,wanita itu mudah sekali melupakan amarah maupun kesedihannya.
***
"Kita istirahat dulu" Ucap Elang kemudian menepikan mobilnya disalah satu rumah makan. Ia perlu mengisi tenaganya untuk kembali menyetir karna ia akan memasuki jalan tol yang panjang.
Dira mengikuti langkah Elang memasuki rumah makan sederhana,namun cukup bersih.
Setelah mengambil beberapa makanan mereka kemudian duduk di kursi yang sudah tersedia.
Dira menikmati makanannyaa,dengan sesekali melirik pada Elang yang tengah sibuk dengan ponselnya.
"Apa urusan ponsel itu lebih penting dari pada urusan perut mu,tuan?" sindir Dira,karna merasa jengah melihat Elang yang belum menyentuh makanannya.
Elang kemudian mengalihkan pandangannya pada Dira kemudian tersenyum "Kau ingat Marcel?"
__ADS_1
Dira terlihat berpikir,Marcel?. "Ah...iya... kenapa?" tanya Dira kemudian meminum jus jeruknya.
"Lusa dia dan Ev akan menikah" jawaban Elang sontak membuat Dira terkejut sampai membuatnya tersedak minumannya.
"Apa?! maksud mu Ev?" Elang mengangguk "Ev yang itu? Ev istrimu?" Elang akan mengangguk namun tidak jadi saat Dira mengatakan kalimatnya yang terakhir.
"Bilang Ev adalah istriku sekali lagi, jari telunjuk ini akan melayang ke dahi mu!" Ancam Elang sudah dengan ancang-ancang akan menyentil Dira.
Sontak Dira memegangi keningnya, dan bahkan ia sudah merasa ngilu padahal Elang belum menyentuhnya. "Hehe" Dira kemudian menyengir. "Beritanya bagus sekali" Dira sambil bertepuk tangan disertai tawa sumbangnya. "Kalau begitu, cepat habiskan makananmu, supaya kita cepat sampai rumah,dan bisa membantu persiapan pernikahannya".
Elang hanya menggelengkan kepalanya sambil menahan tawanya melihat tingkah istrinya tersebut.
***
" Huh...lelahnya....!" Dira langsung menghempaskan tubuhnya diatas ranjang Elang.
"Seharusnya aku yang bilang seperti itu" ucap Elang dengan wajah lelahnya "Aku yang menyetir,kamu cuma duduk bahkan bisa tidur di mobil tadi" Elang melepas kausnya,dan terlihatlah roti sobek terpampang didepan Dira.
Wanita itu bahkan hampir meneteskan air liurnya saat melihat pemandangan dihadapannya.
Walau sudah merasakan seperti apa tubuh suaminya itu,namun setiap melihat Elang membuka bajunya,ada sensasi tersendiri yang membuat Dira jadi dag dig dug saat melihatnya.
Karna saat Elang melakukannya benar-benar terlihat begitu...Sexi? dimata Dira.
"Awas ngiler!" peringat Elang pada Dira yang sedari tadi menatapnya.
"Mana ada!" Dira berpura-pura acuh kemudian segera berlari menuju kamar mandi.
"Hei...bukannya harusnya aku dulu yang mandi!" seru Elang sambil mengetuk pintu kamar mandi.
"A-aku kebelet mau pipis...jadi sekalian aku dulu yang mandi!" alasan Dira.Padahal sebenarnya ia merasa malu ketahuan sudah mencuri pandang pada Elang.
Ya Tuhan...masak ketahuan curi pandang pada suami sendiri jadi semalu ini.
Jerit hati Dira.
Sedangkan di luar,Elang sedang menggerutu.
"aku bahkan sudah membuka baju" gumam Elang kemudian duduk diatas ranjangnya menunggu Dira menyelsaikan acara mandinya.
next?
tinggalkan jejaknya...
__ADS_1