
Dira menyajikan sarapan untuknya dan Elang pagi ini. Nasi goreng adalah menu pagi ini.
Braak...
Dira sedikit menghentakan piring Elang,hingga membuat pria itu menatap Dira dengan tanda tanya.
"Jangan bicara...! aku sedang marah!" ucap Dira kemudian dia duduk diseberang Elang.
"Apa aku terlalu memanjakanmu? sampai-sampai kau berani berkata seperti itu padaku?"ucap Elang dingin.
"Oh...ayolah...kau tau semua masa laluku, dan aku juga penasaran bagai mana kisahmu, bagai mana kau bisa berbaikan lagi dengan Ev?" ucap Dira dengan bibirnya yang sengaja ia manyunkan.
Elang tak menjawab dan fokus pada makanannya.
"Kau memang suami yang tidak berperasaan, baga mana bisa kau begitu lahap dengan makananmu sementara istrimu sedang marah!" Gerutu Dira.
Elang menghela nafas kemudian menghentikan kunyahannya.Ia menatap Dira dingin,membuat Dira bergidik ngeri.
Sontak Dira mengusap tengkuknya sendiri kemudian bergumam "Sepertinya ada Setan yang menatapku,lebih baik aku pergi" Dira kemudian segera meninggalkan Elang yang masih melanjutkan sarapanya.
"Kau mau kemana? kau belum menghabiskan sarapanmu!" Ucap Elang setelah Dira sudah terlihat rapi dan bersiap untuk pergi.
Masih merasa marah "Aku tidak akan menjawab...aku masih marah padamu...!!" ucap Dira mengabaikan Elang,kemudian meraih sepatunya dan memakainya.
Elang menahan senyumnya,merasa lucu dengan kelakuan Dira. Bagai mana mungkin orang yang sedang marah mengatakan sendiri jika dia sedang marah?.
"Hari ini hari minggu,apa kau tidak ingin pergi jalan-jalan denganku?" Elang mencoba merayu.
"Tidak terima kasih" jawab Dira cepat. "Lebih baik aku mengajak Dewa saja...dia lebih mudah untuk diajak bicara" Gumam Dira namun masih bisa didengar oleh Elang.
"Apa...!!!" Seru Elang.
Dira yang menyadari Elang sedang marah,kemudian ia segera ngibrit meninggalkan Elang.
"SANDIRA WULANDARI...!!!" teriak Elang.
Dira berhenti,dia tau saat Elang memanggilnya dengan nama lengkapnya,itu berarti Elang sedang benar-benar marah.
Dira menelan ludahnya yang terasa lekat, kemudian berbalik dan memberikan senyum kudanya hingga memeperlihatkan deretan gigi putihnya.
Elang melambaikan tangannya agar Dira mendekat,namun Dira menggeleng kuat menolak.
"Aku tidak akan mengulang,kau sendiri yang akan kesini atau aku yang kesana!" ucap Elang datar namun tetap saja membuat Dira bergidik.
Dengan bersusah payah,Dira menyeret langkahnya mendekati Elang.
Tuk...
Satu sentilan keras mendarat dikening Dira, hingga membuat gadis itu mengaduh kemudian mengelus dahinya sendiri.
"Berani kau bicara seperti itu lagi, bukan hanya itu yang kau dapat!" Elang memberi peringatan keras.
__ADS_1
Kemudian Dira melangkah kembali kekamarnya tanpa sepatah kata pun.
Ia melempar tubuhnya diatas ranjang empuknya kemudian menenggelamkan wajahnya pada bantal yang ia peluk dengan kedua tangannya.
Sesaat,Elang ikut masuk kedalam kamar,dan mendapati Dira sedang tiduran dengan posisi tengkurap.
Elang berjalan mendekat,kemudian duduk dibibir ranjang disamping Dira.
Ia mengelus lembut kepala Dira "Kau marah?" ucapnya,namun Dira tak menjawab.
Sebenarnya,Elang tidak masalah jika Dira uring-uringan saat marah, tapi jika diam seperti ini membuat Elang merasa khawatir, karna Dira benar-benar marah padanya.
"Apa yang kau inginkan?"
"..."
"Ini pertanyaan terakhir,jika kau tidak menjawab aku tidak akan membujukmu lagi" Ancam Elang "Apa yang kau inginkan? Hmm?".
Dengan perlahan Dira membalikan tubuhnya, Ada binar dimatanya " Katakan... ceritakan tentang yang tadi malam" ucap Dira semangat.
"Tadi malam?"
Dira mengangguk.
"Tadi malam aku mengalahkanmu,kau sampai terengah setelah tig-" Dira menutup mulut Elang karna celotehannya yang bukannya menceritakan tentang hubungannya dengan Ev malah tentang aktifitasnya semalam.
"Jangan berlagak bodoh" ucap Dira kemudian melepaskan tangannya yang menutupi mulut Elang.
"Dari..." Dira tampak berfikir "Bagai mana kau bisa berbaikan kembali dengan Ev,padahal dia kan begitu jahat?" ucap Dira kembali.
Elang menarik tubuh Dira agar mendekat padanya, dengan lengannya sebagai bantalan Dira.
"Setelah kejadian itu,aku mendiam Ev hampir satu tahun, karna malam itu aku melihat gadis itu-"
"Tunggu...siapa nama gadis itu?" potong Dira.
"Aku lupa" jawab Elang membuat Dira memicingkan matanya.
"Berapa banyak gadis yang dekat denganmu sampai kau tidak ingat nama mereka" Sindir Dira.
"Mau dilanjut tidak ini ceritanya?"
"Iya...iya..." Dira mengangguk.
"Suatu malam,aku melihat gadis itu ada di sebuah gang sempit dengan para preman didepannya,tadinya kukira para preman itu akan menyakitinya. Tapi aku salah-"
Flash back on...
"Terimakasih untuk bantuana kalian waktu dulu,dan kini aku ingin meminta bantuan kalian lagi" ucap Gadis itu.
"Dasar gadis nakal,apa yang kau ingin kan kali ini?"
__ADS_1
"Aku ingin kalian melanjutkan rencana satu tahun yang lalu" ucap gadis itu.
"Kau yakin kali ini tidak akan gagal lagi?" Salah satu preman itu bersuara.
"Tidak,sekarang dia sudah tidak berhubungan lagi dengan gadis siluman itu"
"Kau yakin?"
"Iya...sudah hampir satu tahun ini dia tidak menyapa Ev,aku yakin Elang pasti sangat membencinya"
"Jadi,kali ini kau ingin aku menyiksanya bagaimana?"
"Teeserah saja...yang penting aku ingin kalian membuat cacat wajahnya,hingga dia tidak lagi sombong dan mengatai orang lain seenaknya" ucap gadis itu dengan seringainya.
"Bagus sekali rencanamu nona" Elang tiba-tiba berdiri dibelakang Gadis itu.
Gadis itu tiba-tiba membeku saat mendengar suara Elang ada dibelakangnya.
"Siap berurusan dengan polisi?" Elang memperlihatkan ponselnya yang terdapat rekaman percakapan Gadis itu dengan para preman itu.
Gadis itu gemetar ketakutan,namun para preman itu malah menyerang Elang.
Flash back off...
"Lalu apa yang terjadi?" tanya Dira penasaran.
"Tentu saja aku mengalahkan mereka" ucap Elang "Dan aku menjebloskan mereka ke Penjara"
"Ck...aku tidak percaya" Dira mecibir.
"Kau pikir Dewa pandai bertarung itu siapa yang mengejarinya?" Elang menarik hidung mancung Dira. "Sudah tidak penasaran lagi?".
"Tidak...aku sudah menduganya...Ev memang wanita yang baik,Aku memang tidak pernah salah dalam menilai orang".
" Bukankah kau baru bilang kalau Ev adalah orang jahat?"Sindir Elang.
"Kapan aku mengatakannya?" Elak Dira.
Elang bangkit dari tidurnya "Jadi,sekarang kita bisa pergi?".
" Apa tidak masalah untukmu,pergi dengan ku? nanti kalau terlihat media,kau bisa digosipkan selingkuh dengan seorang gadis belia yang cantik dan mempesona" Dira mengedipkan matanya.
"Kau memang pantas menjadi seorang yang terlalu percaya diri" sindir Elang.
"Lebih baik perbanyak kepercayaan diri,dari pada keminderan diri" ucap Dira "Lagi pula aku memang cantik...buktinya aku bisa dinikahi oleh seorang chef idaman seluruh wanita yang mempunyai tv".
" Kau tidak ingat kalau bukan karna paksaan dari mama?"
"Tentu saja aku ingat,tapi kau bisa saja langsung menceraikanku saat itu juga,tapi kenapa itu tidak kau lakukan...? bahkan kau bertahan sampai hampir dua tahun".
" Aku hanya kasihan padamu"
__ADS_1
"Benarkah...?.Aku malah berfikir kau mungkin sudah jatuh cinta padaku" Dira semakin mengecilkan ucapannya "Aku akan senang jika itu benar".