Istri Kesayangan Chef Tampan

Istri Kesayangan Chef Tampan
enambelas


__ADS_3

"wulan!" panggil dewa yang melihat dira baru keluar dari toilet.


dira menoleh pada dewa yang berjalan mendekatinya"ada apa tuan muda?"


"apa yang lo bawa?" bukannya menjawab dewa malah balik tanya,karna melihat dira menenteng kantong kresek.


dira melihat tangannya sendiri yang memegang kresek itu karna dewa melihat kearah sana"oh,ini...baju ganti wulan tuan kenapa?"


"baju ganti?kenapa bawa baju ganti? emang hari ini ada jadwal olah raga?" tanya dewa beruntun


"bukan baju olah raga kok tuan,ini baju ganti buat berangkat sama pulang sekolah,soalnya wulan kan naik sepeda kalo nggak bawa baju ganti,nanti temen-temen wulan pada pingsan karna nyium bau keringet wulan" jawab dira dengan cengiran kudanya, "oh iya...tadi tuan cari wulan ada apa?"


"nanti pulang sekolah jangan pulang dulu ya... nanti tunggu gue dipintu gerbang"


"tapi tuan,wulan kan bawa sepeda"


"nanti ikut gue sebentar" ucap dewa yang tidak ingin dibantah.


"wulan!" panggil desi teman baru dira.


"hai des" sapa dira.


desi langsung bergelayut manja pada lengan dira.seperti teman lama yang baru bertemu.


desi tau hubungan dira dengan dewa,yang sebatas majikan dan pembantu,namun desi bukannya merasa jijik malah desi merasa bangga pada dira yang sudah bekerja untuk kelangsungan hidupnya dan keluarganya.


disaat banyak orang yang memandang dira dengan sebelah mata,desi justru menawarkan sebuah jalinan persahabatan yang membuat hati dira tersentuh akan ketulusan gadis itu.


"buruan...!bentar lagi upacara mau dimulai" desi menarik lengan dira,agar dira berjalan lebih cepat.


"iya..." dira mengikuti langkah desi.


jam pelajaran telah usai, kini sudah saat nya para siswa untuk kembali kerumah masing-masing.


"wulan,nanti pulang nebeng aja di mobil gue, ntar gue anter sampe rumah" bujuk desi, mana tega desi melihat dira yang akan pulang dengan naik sepedanya.apa lagi desi tahu jarak rumah dewa lumayan jauh.


"nggak usah des,lagian tadi aku disuruh tuan dewa buat nunggu dia"


"owh.. ya udah deh...lega aku jadinya kalo lo pulang sama kak dewa" ucap desi bernafas lega."yaudah kalau gitu,gue duluan ya?" pamit desi.


"oke" dira menyatukan ibu jari dengan telunjuknya membentuk huruf o menandakan oke pada desi.


dira membereskan buku-bukunya kemudian berjalan menuju gerbang sekolah.


namun ditengah jalan,seseorang menghentikan langkahnya,dia adalah amanda.

__ADS_1


dira menatap amanda dengan sebelah alis terangakat,bermaksud menanyakan tujuan gadis itu.


dira sudah memasang kuda-kuda untuk berjaga jika amanda dan teman-temannya menyerang dengan tiba-tiba.


namun tanpa dira duga,amanda menarik telapak tangan dira dan berlutut didepan dira.


"sorry wulan...kita minta maaf soal kejadian kemarin" amanda menunduk,disertai kedua temannya yang juga berlutut didepan dira.


"iya wulan kami menyesal" ucap salah satu teman amanda yang dira ketahui dari name tag nya adalah salsa.


"lo mau kan maafin kita?" ucap teman amanda yang satunya bernama mia.


dira tersenyum "kenapa aku nggak bisa maafin kalian,lagian kenapa juga sih harus berlutut kayak gini?" dira menarik kedua tangan amanda membantunya berdiri.


"jadi lo mau maafin kita?" ucap amanda kembali.


"tentu aja,aku maafin kalian,lagian aku juga salah,kemarin malah mulan yang hajar kalian, justru wulan malah takut kalau kalian bakal lebih benci wulan"


"oh iya tadi dewa pesen,lo ditunggu digerbang katanya" ucap amanda


"iya,wulan sudah tau,ini mau kesana" ucap dira kemudian pamit pada gadis yang kemarin membuat masalah dengannya.


dira berjalan dan melihat dewa yang sudah duduk diatas motor sport nya.


dewa melambaikan tangannya,dan dira sedikit berlari mendekati dewa.


"hm"


"tapi sayang,warnanya item coba dicat orange... jadi mirip motornya pedrosa kayak yang kemarin tuan"


"nggak usah banyak omong,naik!" perintah dewa dengan memberikan helmnya.


dira menerima helm yang diberikan dewa "terus tuan pakai apa?" tanya karna tidak melihat helm lainnya


"udah pakai aja" dewa kembali merebut helm yang ada ditangan dira kemudian memakaikannya dikepala dira kemudian menguncikannya.


dira hanya menurut dan naik dibelakang dewa dan tidak lupa menyelipkan tasnya diantara mereka berdua.


"kenap tasnya ditaruh disitu?"dewa merasa ada yang mengganjal di punggungnya.


" biar tasnya nggak jatuh tuan"alasan dira.


dewa melajukan motornya dengan kecepatan sedang,menuju suatu tempat.


motornya berhenti disebuah tanah kosong,

__ADS_1


"kenapa membawa wulan kesini tuan?" tanya dira saat ia menjatuhkan kakinya ditempat itu.


"lo bisa bawa motor?" tanya dewa dan dijawab gelengan kepala oleh dira "oke, gue ajarin"


"tuan,penampilan tuan buat wulan takut"


"kenapa takut?"


"itu rambut tuan panjang banget sampe nutupin mata lagi,ntar kalo tuan nggak liat jalan bisa-bisa wulan jatuh"


dewa melongo mendengar alasan dira "gue nggak sempet ke barber shop"


dira mencebik "ya udah,tuan tunggu disini bentar"dira melangkah meninggalkan dewa,namun saat beberapa langkah,ia berbalik lagi " eh tuan!"


"apa?" heran dewa.


"minta duwitnya duapuluh ribu!" teriak dewa


"buat apa?" dewa bertanya,namun sebelum dira menjawab,dewa melemparkan dompetnya pada dira.


hap


dengan cekatan dira berhasil menangkap dompet itu "wah...tebel banget dompet tuan" dira membuka dompet dewa, kemudian mengambil selembar uang lima puluh ribuan karna tidak ada duapuluh ribuan disana. kemudian melemparkan kembali dompet dewa.


tak lama dira kembali dengan membawa sebuah gunting dan sisir.


dewa yang melihatnya mengernyit bingung.dewa pikir tadi dira pergi buat beli makanan.


dira menyerahkan kembalian uang yang ia ambil tadi pada dewa.tapi dewa menolak"buat tambahan uang jajan lo aja"ucap dewa.


"buat apa bawa gunting sama sisir?"tanya dewa heran.


"tuan duduk sini,biar wulan gunting tuh rambut tuan yang panjang" dira menunjuk sebuah potongan batang pohon untuk dewa duduki.


"nggak mau!!emang lo bisa potong rambut? ntar lo ngerjain gue lagi" tolak dewa.


dira menghela nafas "mana ada wulan ngerjain majikan sendiri?buruan deh tuan, hampir sore ini!" bujuk dira sambil menarik lengan dewa agar majikannya itu mau duduk diatas batang kayu.


dewapun menurut dan dira mulai memainkan sisir dan gunting yang berada dikedua tangannya.


"kalau jadi jelek awas lo!" ancam dewa.


"nggak bakal...tuan kan udah aslinya ganteng,dibikin apa aja juga pasti jadinya ganteng" dira mulai menyisir rambut dewa dari bawah keatas kemudian memotongnya.


"tumben lo muji gue" ucap dewa dengan senyum-senyum,baru kali ini dia merasa begitu senang dipuji ganteng.

__ADS_1


next?


like n koment please...


__ADS_2