Istri Kesayangan Chef Tampan

Istri Kesayangan Chef Tampan
enam


__ADS_3

"huft..." dira menyeka keningnya yang berkeringat sesaat setelah masuk kedalam dapur restoran.


"sudah baikan ra?" tanya rani


"siapa yang bertengkar?" bukannya menjawab,dira malah balik bertanya


rani memukulkan serbet yang tadi dibahunya kekepala dira "katanya kemarin ijin sakit"


dira mengelus kepalanya,bukan karna sakit terkena serbetnya rani,tapi merapikan rambutnya yang berantakan "hehe...ini aku udah didepan kamu,berarti udah baikan dong"


"tinggal jawab gitu doang" rani


"ra nanti siap-siap ya" ucap chef niko yang baru datang


"ada apa kak?" tanya dira dan rani berbarengan


"nanti exekutive chef akan kesini buat demo'in menu baru dessert,kamu siap-siap buat memperhatikan" jelas niko dan dibalas anggukan oleh dira "ingat... jangan buat kesalahan"


"siap bos" dira mengangkat tangan nya seperti memberi hormat pada niko.


"yeyy...bakal ketemu sama chef ganteng nih..." fitri bersorak


"emang ada yang begituan?" tanya dira maklum dira termasuk baru disini,dan belum pernah bertemu dengan yang katanya adalah exekutive chef itu.


fitri mengangguk semangat "tapi hati-hati ra,dia galak dan jangan lupa peraturan di restoran ini, dilarang membawa urusan pribadi didapurnya,bisa ngamuk dia kalau ketahuan"


"maksudnya?"


"chef paling benci jika ada cinta-cintaan didapurnya,sebelum kamu disini,chef bagian dessert ketahuan lagi mesra-mesraan didapur dan disaat itu juga chef langsung memecatnya" jelas fitri


"ye...itu mah salah nya si chef yang pacaran itu,udah tau lagi kerja malah pacaran" timpal dira"eh,tapi dia kan juga chef,kok juga punya kuasa buat pecat orang?"


"dia itu bukan cuma chef,tapi sekaligus pemilik hotel dan restoran ini...hebatkan" lola menyahut.


"eh...udah gosipnya...tuh chef udah datang" ucap rani membuyarkan para penggosip yang sedang duduk diruang istirahat


seorang lelaki memasuki pantry dengan menggunakan chef jacketnya. terlihat menawan dilihat dari sisi manapun


dira terbelalak kaget karna lelaki yang ada dihadapanya ternyata adalah suaminya, erlangga pradygta, chef exekutive yang dimaksud teman-temannya


"siapa bagian dessert" ucap chef elang datar namun terdengar mengintimidasi


dira memajukan langkahnya satu langkah,dan tidak berani menatap sorot mata lelaki dihadapannya


"perhatikan baik-baik" chef elang memulai menyusun bahan makanan yang akan ia demokan.


dira memperhatikan dengan seksama, saat dira memperhatikan cara chef memasak,para rekannya malah pada terpesona melihat keahlian chef dihadapan mereka.

__ADS_1


setelah sekitar satu jam berkutat dengan alat masak dihadapannya,akhirnya chef elang menyelesaikan dessert terbarunya


"selesai" chef elang meletakan hasil masakannya dimeja didepan dira


semua mata tertuju pada sebuah hidangan yang tertata cantik diatas meja.


"kalian bisa mencobanya" ucap chef elang kemudian berjalan meninggalkan pantrynya.


dira menyendokan garpunya membelah dessert buatan chef elang dan...


tada...


ada coklat cair yang lumer keluar dari hidangan tersebut,membuat dira hampir meneteskan air liurnya.



dira pun menyuapkan kemulutnya,dan seperti melayang diawan saat merasakan kelembutan memenuhi mulut


aku harus bisa bikin yang seperti itu.dira bertekad.


***


masa sekarang...


"sayang..." ucap dira masih dalam posisi berada dipelukan suaminya.masih belum ingin beranjak karna masih mengatur nafasnya setelah berolah raga malam


"hmmm...?"


"disana lebih membutuhkan kemampuannya"


dira menjauhkan kepalanya untuk melihat wajah suaminya dengan jelas "kamu kan tahu,kak niko adalah orang yang dulu membantuku mendapatkan pekerjaan"


dira tahu,elang pasti tidak akan menjawab ucapannya, karna prinsipnya tidak akan membawa urusan pekerjaan dirumah,begitupun sebalik nya tidak akan membawa urusan rumah dipekerjaan.


namun dira benar-benar butuh penjelasan,karna itu dia memberanikan diri untuk bertanya saat setelah berhubungan dengan suaminya,karna pada saat seperti itulah suaminya akan berada dalam mood yang paling bagus.


ya tuhan...padahal dia adalah istri pemilik restoran tempatnya bekerja,namun sama sekali tidak bisa membantu teman yang dulu pernah membantunya.


apakah itu balasan dari dira untuk seorang penolongnya?


"cepatlah tidur...besok datang kerumah dan temuin mama!" elang mengecup puncak kepala dira dan membuat dira jadi mendongak.


"mmm...bisa tidak aku kesananya hari minggu saja?"


"boleh...tapi sekali lagi" ucap elang dengan seringainya


"tidak...tidak...tidak jadi...besok pagi aku akan kesana" tolak dira.

__ADS_1


gila apa ini saja masih terasa perih malah mau lagi,heran bos galak seperti dia ternyata semesum ini aslinya.


elang hanya menanggapi dengan senyum mengejeknya,dan kemudian memejamkan mata nya tidak lupa semakin mengeratkan pelukannya pada sang istri yang masih manyun karna tidak mendapat jawaban memuaskan mengenai chef niko.


pagi harinya...


dira yang baru saja membuka matanya, sudah tidak mendapati suaminya.


ia melihat sebuah memo diatas nakas berisikan tulisan dari elang


aku berangkat sayang,ada meeting jam 8 pagi,kamu kerumah mama sendiri saja.


melihat tulisan elang,dira jadi ragu untuk datang kerumah mama mertuanya itu,karna harus kesana sendirian.


dira jadi ingat dulu saat dia ingin membuat mama mertuanya itu ilfeel.


kembali dua tahun yang lalu...


saat akhir pekan mama mary mengajak dira untuk berbelanja disebuah super market terbesar disana,


terlintas satu buah ide di kepala dira untuk membuat mama mertuanya itu ilfeel terhadap nya.


hehe...mama mary pasti nggak suka punya menantu yang boros dan matre...oke mari kita buat mama mertuaku ini membenci ku,supaya cepat menyuruh anak lelaki nya menceraikan aku.tekat dira


"sayang,apa el sudah memberimu kartu?" tanya mama mary


"sudah ma" ucap dira,


dia ingat semalam saat elang melemparkan sebuah kartu kredit didepannya "cih... mau mengajari istrimu buat ngutang mas??" ucap dira meledek


elang menatap dira dengan sebelah alisnya yang terangkat, mempertanyakan apa maksud dira tanpa suara.


"itu kan kartu kredit...aku butuhnya uang cast,kalau tidak atm saja deh" ucap dira yang seakan mengerti maksud elang


"ngelunjak" ucap elang dingin sambil membalikan tubuhnya menuju pintu kamarnya.


"cih...katanya holang kaya..."gumam dira namun masih dapat didengar oleh elang,


namun tanpa dira sadari,elang kembali melemparkan sebuah kartu dan reflek dira langsung menangkapnya.


ternyata elang memberinya sebuah kartu atm,wah...benar-benar dermawan. batin dira.


" pinnya?"teriak dira


"111111" jawab elang dari balik pintu kamar.


"hehe...makasih suamikuh" ucap dira menggoda.dira fikir elang sudah berjalan jauh,namun ucapan suamiku dari dira membuat elang tersenyum sendiri dibalik pintu.

__ADS_1


"oke mama...mari kita belanja" ucap dira pada mertuanya,dengan menggandeng lengan mama mary.


mama mary sangat senang bisa berjalan-jalan dengan menantunya ini, karna dulu dia sangat ingin memiliki seorang anak perempuan yang bisa diajaknya shoping,tapi tuhan memberinya dua anak laki-laki dan kini keduanya harus hidup terpisah.karna adik elang ikut dengan ayahnya


__ADS_2