Istri Kesayangan Chef Tampan

Istri Kesayangan Chef Tampan
enampuluh


__ADS_3

Elang kemudian memasuki mobil yang sudah dibawa supirnya didepan Kafe, disusul Dira yang kemudian duduk disampingnya.


"Jadi,kemana tujuannya Tuan?" tanya supir itu.


"Kembali ke apartemen" ucap Elang dingin.


Apa dia benar-benar marah?.Dira membatin.


Kemudian dengan pelan,Dira meraih tangan Elang,namun saat tangan Dira baru menyentuhnya,Elang langsung menariknya.


Jadi,dia benar-benar marah?.Dira menggigit bibir bawahnya sendiri.


Dira mengehembuskan nafas panjangnya kemudian memberanikan dirinya untuk kembali meraih tangan Elang,namun saat Elang hendak menarik tangannya kembali, Dira langsung menyambarnya kemudian menggenggam erat.


Tanpa melihat wajah Elang,Dira kemudian mendekap tangan Elang,agar pria itu tak menarik tangannya lagi.


"Sayang...memangnya aku ada salah apa?" Dira memberanikan diri untuk bertanya, kemudian menatap kearah Elang.


Pandangan mereka bertemu,tak ada kata yang keluar dari bibir Elang.


Dira kemudian mendekatkan wajahnya,dan mengecup sekilas bibir Elang.


Karna ciumannya mendapat respon,Dira kemudian menaikan tangannya meraih tengkuk Elang kemudian menariknya untuk memperdalam ciumannya.


"Bagai mana kalau kita jalan-jalan dulu ke mall?" ucap Dira disela-sela ciumannya.


"Sekarang sudah mulai pandai merayu ya?" Elang dengan kekehannya. "Kita ke mall dulu pak" ucap Elang kepada supirnya yang bahkan dari tadi tidak berani menoleh kebelakang.


"Baik tuan" jawan sisupir kemudian melajukan mobil BMW hitam itu.


Selama perjalanan dari kafe menuju Mall terbesar dikota itu, Elang tampak sibuk dengan pad nya,bahkan ia sampai mengacuhkan Dira yang ada disampingnya.


"Sibuk banget" Gerutu Dira yang merasa dicuekin.


"Pekerjaan banyak sayang" ucap Elang yang menjawab gerutuan Dira.Pria itu kemudian mencium punggung tangan Dira yang sejak tadi digenggamnya,walau matanya masih terus fokus dengan benda persegi dipangkuannya.


Dira kemudian menyandarkan kepalanya pada bahu suaminya "Lelah?" tanya Elang.


Dira menggeleng "Akhir-akhir ini kamu sibuk banget".


" Ya,semenjak Dewa sudah tidak masuk kantor,semua urusan kantor jadi aku yang handle" jawab Elang yang mengalihkan tangannya yang tadi menggenggam tangan Dira kini berpindah mengelus kepala wanita itu.


"Memangnya kamu melarangnya untuk masuk kantor?"


"Tentu saja tidak,memangnya aku orang idiot yang kurang kerjaan?"


"Terus kenapa dia tidak kekantor?"


"Tidak tau,mungkin ia pikir aku tidak mengijinkannya kekantor juga karna aku mengusirnya dari apartemennya".


" Eh tapi,bukankah itu adalah apartemennya Dewa,kenapa dia menurut sekali saat kamu menyuruhnya buat pergi dari sana?", Dira menjauhkan kepalanya untuk melihat kearah Elang.


Elang kemudian menarik kembali kepala Dira dan menandarkannya kembali dibahunya. "Mungkin dia lupa,sampai-sampai tidak berpikir jernih" ucap Elang yang kemudian terkekeh karna merasa ucapan Dira ada benarnya.

__ADS_1


Sementara itu di kontrakan Lyra.


"Tuan,tuan mau kemana?" tanya Lyra yang melihat Dewa sudah rapi.


"Aku akan ke apartemen" jawab Dewa.


"Apa tidak apa-apa tuan?".


" Tentu saja,itu adalah apartemen ku," ucap Dewa "Bagai mana bisa kemarin aku dengan gegabah disuruh pergi dari sana aku langsung menurut saja,bahkan sama sekali tidak memberikan perlawanan" gerutu pria tersebut.


Lyra tersenyum "Mungkin karna tuan terlalu menghormati keputusan tuan Elang, jadi tuan tidak berani membantahnya dan langsung menurutinya" ucap Lyra.


Dewa kemudian berjalan menuju pintu,dan pria itu kemudian berhenti lalu melihat kearah Lyra yang masih duduk diatas ranjangnya.


"Ada apa tuan?ada yang ketinggalan?" tanya Lyra.


"Kamu yang ketinggalan" ucapan Dewa membuat Lyra tersentak.


"Maksud tuan?" Lyra memastikan.


"Cepat lah bersiap,aku tunggu didepan" Ucap Dewa.


"Tuan...apa tidak apa-apa jika anda mengajakku lagi?"


"Tentu saja tidak masalah,walau bagai mana pun,kau adalah istriku, istri dari Dewangga pradyfta Hermawan...kau tidak sepantasnya tinggal disini lagi" Tutur Dewa kemudian keluar dari kontrakan Lyra.


Lyra mengangguk kemudian segera bersiap untuk mengikuti Dewa.


***


"Bahan makanan" Jawab Dira.


Mereka kemudian memilih bahan makanan untuk mengisi kulkas nya yang kosong.


"Kenapa banyak sekali?" Ucap Elang saat Dira mengambil banyak camilan berupa keripik dan ia masukan kedalam troli.


"He he" Dira hanya menyengir sebagai jawaban.


"Harusnya diperbanyak makan buahnya" ucap Elang sambil memasukan beberapa jenis buah juga kedalam troli.


Mereka berjalan beriringan dengan sebelah tangan Elang mendorong troli dan sebelah lagi menggenggam tangan Dira.


"Jangan dipegang" ucap Elang saat Dira hendak membantu Elang mendorong trolinya.


Elang mendorongnya hingga kemeja kasir,setelah selesai membayar,Elang meminta supirnya tadi untuk membawa belanjaan mereka kedalam mobil.


"Kemana lagi?" tanya Elang.


"Nonton?" ajak Dira,entah itu ajakan atau pertanyaan.


Elang mengangguk,dan itu membuat Dira bersorak gembira "Nonton film horor ya?" usul Dira.


"No...aku nggak mau ya nanti kalau sampai di apartemen kamu minta aku buat nganter ke toilet" tolak Elang cepat.

__ADS_1


"Emang aku sepenakut itu apa!" Dira memanyunkan bibirnya "Biasanya kan cowok bakalan seneng kalau diajak nonton film horor,kan biar ada kesempatan dipeluk-peluk sama ceweknya kalau setannya keluar" gumam Dira.


"Siapa bilang? iya kalau kamu takut terus meluk aku,kalau nyakar gimana?" dan ucapan Elang barusan langsung membuat Dira terdiam. "Nonton komedi aja ya?" usul Elang.


Dira mengangguk saja walau ada perasaan sedikit kecewa.


"Emang dulu kamu pernah dicakar pacar kamu ya waktu nonton film horor?" tanya Dira membuat Elang malas meladeni.


"Jangan bahas mantan" ucap Elang kemudian mengambil ponsel yang ada di saku celananya,karna ada sebuah panggilan masuk.


Dira melirik kearah layar ponsel Elang dan ternyata itu dari sekertasinya.


"Sebentar" ucap Elang pada Dira saat akan mengangkat telponnya.


"Huft..." Dira menghela nafas,kemudian berjalan lebih dulu masuk kedalam gedung bioskop.


Sesaat kemudian lampu bioskop dimatikan,tanda bahwa film akan segera diputar.


"Elang kemana sih,lama banget" gerutu Dira sambil celingukan mencari sosok Elang,namun nihil,pria itu bahkan belum masuk kedalam gedung bioskop.


Setelah hampir lima belas menit film diputar, tiba-tiba sebuah tangan menggenggam tangan Dira,Sontak saja Dira menoleh terkejut ternyata Elang sudah duduk disebelahnya tanpa ia sadari.


"Serius banget nontonnya? sampe aku duduk disebelah kamu aja sampe nggak sadar" ucap Elang kemudian.


Dira hanya mencebik,kemudian kembali fokus pada layar lebar didepannya.


"Mata kamu sampe merah gini?" tanya Elang, kini mereka sudah keluar dari bioskop dan sedang menikmati es krim diatas eskalator.


"Abis filmnya lucu banget" ucap Dira masih dengan sisa tawanya.


"Tu sampai berair matanya" ucap Elang sambil mengusap mata Dira yang ber air karna tawanya.


Dira menghentikan tawanya "Tadi kenapa lama?".


" Biasa,urusan kantor,katanya Dewa siang tadi datang kekantor" Elang menjelaskan.


"Terus?".


" Ya,udah jadi aku nggak perlu kekantor lagi, udah ada dia lagi yang handle".


"Terus?"


"Terus apa? terus abis ini kita pulang ke Apartemen,terus bobok bareng terus aku kangen sama kamu" Dira langsung menutup mulut Elang.


"El,inget tempat!" pekik Dira.


"Panggil apa tadi?" Elang kembali dengan matanya yang nyalang membuat Dira menciut.


"He he...sayang...lupa..." ucap Dira dengan senyum kudanya kemudian mengecup pipi Elang sekilas.


Rasa bibir Dira yang dingin karna habis makan es krim membuat Elang merasa ada sensasi berbeda.


Ah...jadi pengen nikmatin bibirnya yang dingin.

__ADS_1


next?


like n coment please...


__ADS_2