
Hari berikutnya...
Dira ditemani Elang untuk memeriksakan kandungannya disalah satu Rumah sakit terbesar dikota Torino.
Dira yang tak mengerti bahasa para dokter yang menanganinya hanya memberikan sedikit senyum saat Dokter melihat kearah Dira.
Elang lah yang berkomunikasi dengan para suster dan Dokter.
"Jadi,sore ini kita bisa kembali ke Indonesia?" tanya Dira yang kini sedang duduk didalam mobil disamping Elang.
"Ya,kau bisa istirahat dulu sebelum berangkat ke bandara" jawab Elang.
"Apa yang dikatakan Dokter tadi?" Dira bertanya kembali "Aku sama sekali tidak mengerti yang mereka ucapkan" gerutu Dira.
"Tidak masalah jika tidak mengerti,yang penting aku mengerti" ucap Elang dengan senyumannya.
Dira mencebik,"lain kali jika kau ingin mengajakku ke luar negri setidaknya kau ajari dulu aku bahasanya".
"Kau saja yang malas belajar,lain kali belajar lah beberapa bahasa asing" ucap Elang.
"Selain bahasa Italy, kau bisa bahasa apa lagi Tuan Chef yang tampan?" Dira bertanya dengan nada manjanya.
Elang terkekeh,kemudian menjawab "Spanyol, inggris, perancis,jerman"
"Bahasa Korea bisa tidak?"
Elang terlihat berpikir.
"Wajah mu seperti oppa Korea tapi kenapa tidak mengerti bahasa mereka?" Dira mencibir.
"Setidaknya aku bisa beberapa bahasa asing sedangkan kamu? apa yang kau bisa?" Sindir Elang.
"Aku juga bisa... selain bahasa Indonesia aku juga bisa bahasa Inggris dan bahasa Jawa" jawab Dira tak mau kalah.
"Ya,kau memang hebat,setidak nya mengerti dua bahasa selain bahasa Indonesia" ucap Elang dengan kekehannya.
Hening beberapa saat...
"Jangan kaget nanti saat tiba di Jakarta jika ada para reporter yang menunggu kita dibandara" ucap Elang kemudian.
"Masalah berita itu?" Tanya Dira.
"Hm" Elang mengangguk "Kau sudah melihatnya?"
"Ya,kemarin setelah menelfon ibuk,Nisa yang memberi tahuku" jawab Dira.
"Akan ku usahakan agar mereka tak menyusahkanmu,aku akan membuat konferensi pers setelah kita kembali"
"Hm" Dira mengangguk kemudian menyandarkan kepalanya pada sandaran mobil "Sepertinya itu yang terbaik".
***
Setelah kembali menepuh penerbangan hampir dua puluh empat jam,kini Dira dan Elang sudah kembali ke tanah air dengan selamat.
__ADS_1
Seperti yang Elang perkirakan,Memang ada beberapa wartawan yang tengah menunggu kedatangan mereka.
Saat melewati para pencari berita,Elang sama sekali tak menanggapi semua pertanyaan dari para reporter.
" Nanti saya akan menggelar konferensi pers,jadi kalian bisa bertanya disana"ucap Elang tegas kemudian berlalu sambil melindungi Dira dan masuk kedalam mobinya.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Elang khawatir, karna Dira yang terhimpit oleh para reporter tadi.
"Tidak masalah" jawab Dira dengan senyumannya.
"Baguslah" ucap Elang kemudian melajukan mobilnya menuju Apartemennya.
***
"Istirahat lah,akan ku pesankan makanan untukmu" ucap Elang setelah mereka sampai di Apartemen.
"Tapi aku ingin makan makanan buatanmu" rengek Dira sambil mengerucutkan bibirnya.
"Baiklah,kau istirahatlah,akan ku buatkan sesuatu" Elang dengan lembut mengusap rambut Dira,kemudian sekilas mengecup pelipis wanita tersebut.
Elang menuju dapurnya untuk membuatkan makan malam untuk Dira,ia membuka kulkasnya,tampak penuh dengan banyak bahan makanan.
Pagi tadi sebelum mereka datang,Elang memang menyuruh pekerjanya untuk mengisi kulkasnya dengan bahan-bahan makanan, karna Elang tau kalau Dira memang tak bisa meninggalkan nasi dan lauk untuk makan.
Elang berpikir sejenak,apa yang akan ia masak kali ini?.
Karna Dira tidak begitu suka dengan makanan ala barat,jadi Elang memutuskan untuk membuatkan Dira soup iga sapi yang menggiurkan.
"Loh...kenapa dibawa kemari?" tanya Dira heran.
"Kita makan malam disini saja" jawab Elang kemudian mendekat pada Dira yang masih duduk diatas ranjang.
Elang meletakan gelas yang ia bawa diatas nakas,kemudian ia menyendokan satu suap nasi dan disodorkan pada Dira.
"Aaa...." Elang meminta Dira untuk membuka mulutnya
"El,tidak perlu seperti itu,aku bisa makan sendiri,aku juga bisa turun kebawah untuk makan malam di ruang makan" ucap Dira.
"Ku rasa kau pasti sangat lelah setelah perjalanan jauh,jadi kau hanya akan istirahat saja malam ini oke?"
"Kau meragukanku?"
"Tidak,aku tau kau wanita kuat,tapi kau bisa melakukan apa yang kau ingin besok,oke? setelah kau cukup istirahat" Elang meminta kembali agar Dira membuka mulutnya.
"Bagai mana?" tanya Elang setelah Dira memakan makanannya.
"Enak,aku suka" jawab Dira dengan mulutnya yang penuh "Kau memang Chef handal" Dira mengacungkan kedua ibu jarinya.
***
Setelah memastikan Dira sudah tertidur,Elang kemudian berjalan menuju balkon.
Ia menghubungi asistennya "Bagai mana keadaan disini selama aku pergi?"
__ADS_1
"Para pemegang saham ada yang protes tuan, karna tuan Dewa masih belum memumpuni,mereka ingin anda yang menjadi pemimpin di Hermawan Corp tuan. Apa lagi saat ini kondisi tuan besar belum juga ada kemajuan"
"Apa maksudmu?"
"Anda belum tau tuan? Tuan besar terkena stroke serta serangan jantung secara bersamaan"
Elang mengerutkan keningnya.
Ia terburu-buru keluar dari kamarnya setelah mendengar penjelasan dari asistenya.
Bahkan Elang sampai lupa bahwa Dira sedang tertidur disana dan malah menutup pintu kamar dengan sangat keras hingga membuat Dira terbangun kerna terkejut.
"El?" panggil Dira namun Elang sama sekali tak menghiraukannya.
Elang berjalan cepat keluar dari Apartemen menuju basement,dan Dira yang merasa curiga kemudian mengikuti langkah Elang.
Elang memasuki mobilnya dan dengan kecepatan penuh,Elang melajukan mobilnya menuju kesuatu tempat.
Dira pun melakukan hal yang sama,ia memasuki mobil Elang yang lainnya kemudian membuntutinya dari jarak yang cukup jauh.
Dira yang kalang kabut mengejar merasa khawatir dengan Elang.
Apa yang membuat Elang semarah itu? ia tak pernah semarah ini sebelumnya,ia akan dengan mudah mengontrol emosinya,dan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin. Dira masih melajukan mobilnya mengikuti Elang.
Sampailah Elang disebuah parkiran gedung Apartemen,dengan tergesa-gesa ia pun turun.
Dan berjalan menuju salah satu Apartemen disana.
Dira masih membuntuti,ia ingin segera menyusul,tapi langkah kaki Elang terlalu cepat bagi Dira,hingga membuat wanita itu begitu kuwalahan mengejarnya.
Ting...nong...
Ting...nong...
Tak ada jawaban kemudian,Dengan tak sabar Elang menggedor sebuah pintu besi disana.
Ckleek...
Pintu terbuka,seorang wanita berdiri didepan Elang.
Wanita itu menatap heran pada Elang, seperti pernah berjumpa hanya saja dia tidak begitu ingat.
Tanpa menghiraukan wanita tersebut,Elang kemudian masuk kedalam Apartemen tersebut.
Dan mencari sosok yang sedari tadi membuat emosinya meledak.
Ia melihat seseorang tengah tidur diatas sofa,dan tanpa aba-aba,Elang meraih kerah lelaki itu kemudian
Buuugkkk...
Sebuah pukulan mengenai pipi seorang lelaki yang Elang cari tadi.
"Kak?" ucap Lelaki itu yang tak lain adalah Dewa.
__ADS_1