Istri Kesayangan Chef Tampan

Istri Kesayangan Chef Tampan
delapan


__ADS_3

"cantiknya menantuku..." ucap mama mary bangga setelah merias menantunya menjadi seorang yang berbeda.padahal mama mary hanya memberi make up yang sangat tipis pada wajah dira,namun kecantikan dira memang sudah tercetak dari sananya.


karna hari ini ada acara perjamuan untuk perayaan pembukaan hotel granada,hotel baru di kota surabaya.dan elang diundang sebagai salah satu pemegang saham disana.


dira memutuskan untuk mengintili suaminya,karna akan melaksanakan rencananya,untuk menempel pada suaminya dan membuatnya risih.


sebenarnya dira sudah melancarkan aksinya dari semalam "bobok sini boleh?" dira memeluk bantal yang biasa ia gunakan saat tidur disofa


elang mengerutkan kening nya.ada apa dengan gadis ini?.


dan tanpa menunggu jawaban elang,dira langsung nimbrung tidur disamping elang.


saat sarapan juga begitu,dira memilih duduk disamping elang pada hal biasanya duduk mereka berseberangan,dan dira berbicara ini itu membuat elang pusing tujuh keliling.


tapi entah rencana dira yang salah atau elang yang merasa terhibur akan tingkah dira,namun bukannya membuat elang merasa risih malah membuat elang berfikir bahwa dira sedang memberinya lampu hijau.


elang begitu terkejut saat melihat penampilan dira dengan dandanan simple juga dress mahal yang sangat cocok dengannya.membuat kecantikannya terpancar bak peri.


namun elang mengalihkan pandangannya agar dira tidak curiga jika elang begitu terpesona melihat penampilannya.


***


mobil berhenti didepan hotel granada.


elang turun lebih dahulu berniat membukakan pintu untuk dira,namun dira membuka pintunya sendiri kemudian turun dari mobil.


elang hanya diam dan sedikit menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya itu.


dira langsung berjalan bersama elang,dan tidak lupa ia menyelipkan tangannya untuk menggandeng lengan kiri elang.


sesekali elang menyapa rekan bisnisnya,dan dira hanya tersenyum membalas ucapan yang menyanjung kecantikannya.


semua orang mengira bahwa dira adalah sekertaris baru elang,karna tidak ada orang yang tahu mengenai pernikahan mereka.


"kamu tunggu disini,aku mau temui teman sebentar" ucap elang meninggalkan dira didepan meja yang penuh dengan makanan ringan.


"tapi tuan" dira berusaha agar tidak ditinggalkan sendiri dengan menarik tangan elang,namun dengan lembut elang melepaskan tangan dira


"hanya sebentar" kemudian berjalan menjauh dari dira.


kini dira bingung harus bagaimana,tidak ada yang ia kenal disini,akhirnya dira pun mengambil beberapa kue yang tersaji didepannya.


tadi katanya mau nemuin temen,ini apa? ternyata cuma mau tebar pesona. batin dira merasa jengkel karena melihat elang yang dikerumuni banyak wanita.


kok jengkel ya?kan misiku mau bikin dia benci sama aku ini cuma liat dia dikerumuni cewek malah bikin mataku sakit.


"halo nona..." sapa seorang pria yang dira tafsir umurnya hampir sama dengan elang


dira hanya membalas dengan menganggukan kepalanya

__ADS_1


"dengan nona siapa?" tanya pria itu lagi dengan menyodorkan tangannya agar berjabat dengan dira


"dira" dira menyambut tangan pria itu,


"marcel...ku lihat tadi kamu datang bersama elang?" tanya pria itu yang ternyata bernama marcel.


dira mengangguk kikuk dengan senyum kakunya


"jadi,kamu sekertaris barunya?"


"bukan tuan"


"lalu?" marcel semakin penasaran


"saya salah satu chef direstoran tuan elang" jawab dira


tidak mungkinkan aku bilang kalau aku adalah istrinya?sepertinya elang juga tidak mengharapkan pernikahan ini...buktinya temannya tidak ada yang mengetahui setatusnya.


marcel sangat penasaran dengan gadis didepannya,ingin mengobrol lebih banyak lagi.


tapi baru saja akan membuka mulutnya untuk bertanya,dira malah pemit undur diri


akhirnya,dira memutuskan meninggalkan tempat itu,malas melihat pemandangan yang membuat matanya sakit, siapa yang nggak sakit hati kalau melihat suami sedang asik bersenda gurau dengan banyak wanita?


ya walau pun hubungan mereka masih belum dikatakan sebagai pasangan tapi tetap saja bikin sakit hati.


***


dia berjalan sudah hampir setengah perjalanan,kakinya terasa perih ternyata ada luka pada tumitnya.


"cih katanya sepatu mahal...baru dipake gitu aja bikin kaki lecet" gerutu dira melemparkan sepatunya kesembarang arah.


bagai mana tidak lecet,sudah hampir setengah jam ia berjalan dengan cepat,dan kini kakinya malah terkilir karna ulahnya.


"harusnya tadi aku tidak lari dari sana" dira duduk dipinggir jalan menunggu siapa tahu akan ada pangeran tampan yang lewat.


ditempat pesta,elang sudah kalang kabut dari tadi mencari keberadaan dira.


dimana gadis itu...sudah dicari diberbagai sudut tempat masih saja tidak menemukan sosoknya juga.


akhirnya,elang menuju ruang kontrol cctv untuk mencari keberadaan dira.


disana terlihat dira sedang berbincang dengan seseorang yang elang kenal,siapa lagi kalau bukan marcel salah satu sahabatnya,dia memiliki dua sahabat yaitu marcel wiguna dan diaz mahesa.


marcel sedang berbincang dengan dira,sedangkan diaz? jangan ditanya dia sedang di london,melarikan diri karna elang mengetahui dalang dibalik obat malam itu adalah diaz.


dan elang bersumpah akan memberi pria itu pelajaran yang setimpal.


usai berbincang dengan marcel,dira terlihat berjalan menuju pintu keluar,dan selanjutnya keluar dari gedung hotel.

__ADS_1


elang lansung lari menuju parkiran mengambil mobilnya untuk mencari dira.


disepanjang perjalanan elang celingukan mencari sosok istrinya.ada rasa bersalah dihatinya karna meninggalkan dira sendirian padahal jelas-jelas tidak ada satu orangpun yang ia kenal.


semoga istrinya itu tidak menangis dipinggir jalan.


pandangannya tertuju pada seseorang yang sedang duduk ditepi jalan dengan mengelus-elus kakinya.


elangpun menepikan mobilnya tepat didepan gadis itu berada,dan benar saja itu adalah dira.


dira menatap seseorang yang baru saja keluar dari mobilnya dengan heran.


elang berjalan cepat menghampiri dira dan saat jarak mereka semakin dekat,elang memperhatikan dira seperti orang gila yang baru lari dari acara pernikahan.


bagai mana tidak?kini rambut dira sudah acak adul tak berbentuk.


"kenapa?" elang berjongkok didepan dira,mensejajarkan pandangannya.


"mmm...kaki aku kayaknya keseleo" jawab dira kikuk


elang menatap kaki kanan dira yang terlihat memerah pada pergelangannya.


"coba sini" elang mengulurkan tangannya untuk menyentuh kakinya,namun dira menepis nya,karna takut elang akan menyakitinya.


"jangan...sakit!" seru dira,elang mengerutkan keningnya.


kini pandangan elang berganti pada wajah dira.dan membuat dira dag dig dug karna elang semakin mendekatkan wajahnya.


jerak diantara mereka semakin terkikis,elang memiringkan kepalanya untuk menjangkau bibir gadis itu,


deg...


elang menyatukan bibirnya diatas bibir ranum dira.


mengecup kemudian melumatnya membuat dira terbuai dan membalas ciuman itu.


kreeekh...


"awwww...!!!" jerit dira karna tanpa dira sadari elang telah memelintir kaki dira yang tadi terkilir.


dira mengalihkan pandanganya pada kaki yang masih dipegang elang.


astaga pinter banget elang mengubuli nya, hanya dengan ciuman,perhatian dira bisa teralihkan begitu saja.


bodoh...


 


next?

__ADS_1


like and komen please


 


__ADS_2