Istri Kesayangan Chef Tampan

Istri Kesayangan Chef Tampan
duapuluh delapan


__ADS_3

Begitu banyak pasang mata yang memperhatikan kedatangan Elang bersama sosok cantik yang mendampinginya.


Seperti itulah Elang, selalu menjadi pusat perhatian dimana pun ia berada. Ketampanannya memang sudah tidak diragukan lagi.


"Hei...yo, kawan kau baru datang?" sapa seorang pria dengan menggandeng seorang wanita cantik yang Dira yakini adalah istrinya.


"Hm" Elang hanya mengangguk samar sebagai jawaban. Tidak membuat terkejut bagi para teman Elang,karna mereka tahu betul seperti apa sifat es balok yang berdiri disamping Dira ini. " Mau makan dulu?" tanya Elang pada Dira yang dari tadi melirik berbagai hidangan disana.


"Tidak,aku lelah aku duduk disana saja" Dira menuju salah satu kursi yang telah disediakan panitia disana.


"Oke,aku sapa teman-teman ku dulu" Elang pergi menuju arah dimana teman-temannya berkumpul.


"Selalu saja meninggalkan ku sendirian" gerutu Dira saat Elang melangkah menjauh.


"Jadi kau adalah pasangan Elang yang diajak kali ini?" ucap seorang wanita yang tiba-tiba saja berdiri dibelakang Dira.


Membuat Dira terlonjak kaget kemudian berdiri dan menoleh pada wanita yang menyapanya "iya" jawab Dira tanpa ada rasa gugup diwajahnya.


Ada empat orang wanita yang ada dihadapannya,dan Dira yakin salah satunya adalah Evalina,si model cantik yang digosipkan adalah kekasih suaminya.


"Perkenalkan...aku Ev" Seorang wanita mengulurkan tangannya.


Dira menjabatnya dengan senyuman diwajahnya"Dira" Jawabnya.


"Jadi Ev, kau sudah tau siapa nama gadis yang dibawa Elang,ayo kita pergi" Ajak salah satu temannya.


Evalina memperhatikan penampilan Dira dari atas sampai bawah. Rambutnya berwarna pirang,tidak mungkin gadis ini adalah gadis dalam foto itu. batin Ev.


"Kau tau...?" Ev bersuara yang ditujukan untuk Dira, ia mengambil segelas anggur yang disediakan dimeja yang berada dibelakang Dira "Elang, yang membawamu kemari, sebenarnya sudah memiliki seorang istri?".


" Aku tau,aku sudah melihat postingannya beberapa hari yang lalu" Jawab Dira santai.


"Lalu,kenapa kau masih berani datang keacara seperti ini bersama dengan seorang pria yang sudah bersuami?" Ev meneguk anggurnya.


Dira mengerutkan dahinya kemudian tersenyum kecil "Kau tau kan, seperti apa pesona pria beristri itu?" Dira berbalik dan ikut mengambil gelas berisi anggur dibelakangnya,kemudian meneguknya hingga tandas dalam satu tegukan. "Jangan-jangan... kau lah wanita dalam foto itu?" tuding Dira, membuat ketiga teman Ev melihat padanya secara bersamaan.


Ev sama sekali tidak menyangkal tuduhan Dira,membuat ketiga temannya berspekulasi sendiri bahwa Ev benar adalah istri Elang.

__ADS_1


Ev menyilangkan kedua tangannya didepan dada seakan sedang menantang gadis didepannya. "Memangnya kalau memang iya kenapa? harusnya kamu menyingkir dari Elang!" seru Ev.


"Benarkah?" Dira juga ikut menyilangkan kedua tangannya, pertanda dia tidak takut dengan wanita yang mengaku sebagai istri Elang itu "Pantas saja El mengajakku sev


bagai pasangan untuk menghadiri acara ini... ternyata istrinya adalah seorang tante-tante". Dira dengan senyum mengejeknya.


" Apa kau bilang?" Ev mulai naik darah.


"Hei tante...lihat itu diwajahmu... wajahmu saja sudah banyak sekali kerutan, pantas saja El tidak melirikmu...walau aku tidak secantik dirimu, tapi kulitku lebih kencang dari milikmu"


"Ap-apa!!!" mendenga ucapan Dira,Ev secara otomatis memegangi wajahnya sendiri.


"Semua pria pasti lebih menyukai gadis yang lebih muda" Skak mat, Dira meninggalkan keempat wanita itu dengan senyuman terkembang dibibirnya,puas sekali ia membuat para wanita itu mematung. Dasar wanita tua,harusnya mereka sadar diri siapa yang jadi lawan mereka.


"Apa aku terlihat tua?" Ev masih memegangi wajahnya.


"Sudah...jangan dengarkan ucapan ABG labil seperti dia" hibur seorang temannya.


Tidak jauh dari tempat para wanita tadi,ternyata Elang berdiri tidak jauh dari sana dan mendengar semua ucapan mereka. Entah kenapa ia merasa senang hanya dengan mendengar ucapan Dira barusan.


Dira berjalan menyusuri meja yang penuh dengang makanan dan minuman, tidak tau mengapa,ada perasaan marah dihatinya karna ada wanita yang mengaku sebagai istri dari suaminya.


Masih belum puas,dia kembali meneguk satu gelas lagi,oke,kini ia sudah merasa pusing. Ia menggelengkan kepalanya berharap rasa pusingnya akan hilang.


Dira mengecap-kecapkan lidahnya ada rasa manis yang tersisa disana "Lumayan juga" ucapnya berniat untuk meminum satu gelas lagi.


Namun sebuah tangan mencekalnya "kau mabuk?" ucap orang itu yang tidak lain adalah Elang.


"Tidak...siapa yang mabuk?" elak Dira.


"Astaga...aku baru beberapa menit meninggalkanmu,kau malah seperti ini?" Elang menarik Dira agar mengikutinya keluar dari gedunh acara tersebut.


"Jangan ditarik...ugh..." Dira berusaha melepaskan tangannya,namun Elang yang lebih kuat berhasil membawanya sampai keparkiran bawah tanah.


Elang mendudukan Dira pada kursi penumpang,kemudian ia berjalan memutar dan masuk kedalam mobil didepan kemudi.


"Lain kali jika tidak bisa minum,jangan minum!" Elang menarik sabuk pengaman disamping Dira untuk memakaikannya pada gadis itu.

__ADS_1


Namun,saat ia mendekat,tiba-tiba Dira menarik dasinya,Elang menopang tubuhnya pada sandaran jog agar tidak terjatuh menimpa Dira, namun Dira yang menariknya kemudian menyatukan bibirnya pada bibir Elang.


Mereka saling memagut satu sama lain, saling merasai manisnya setiap kecupan.


Dira yang semakin liar,mendorong Elang agar duduk dikursi kemudi,disusul Dira yang kemudian duduk dipangkuannya dengan saling memagut mesra.


"Aku memang jauh lebih muda...tapi aku bukan anak kecil" gumam Dira disela-sela ciumannya.


"Kau mabuk"


"Aku tidak mabuk" Dira semakin rakus saat ******* bibir Elang. Hingga membuat Elang kuwalahan saat menarik nafasnya.


Sebelah tangan Elang ia gunakan untuk menopang tubuh gadis itu agar tidak terguling,dan sebelah lagi mencari tombol untuk menarik jog mobil.


Dapat, dengan perlahan sandaran jog pun semakin kebawah,membuat Elang juga ikut terbaring.


Tujuan Elang adalah agar Dira bisa lebih leluasa untuk mempermainkannya.


Dira menarik dasi Elang,berusaha melepaskan kain panjang itu "Kenapa susah sekali" Gerutunya karna tak bisa melepaskan dasi yang terpasang dileher Elang. Kini posisi Dira berada diatas Elang Denga tubuh bagian bawahnya masih dipangkuan suaminya itu.


Elang terkekeh geli,kemudian membantu Dira melepaskan dasinya. Setelah dasinya terlepas, terlihat Dira tersenyum gembira seperti anak kecil yang baru mendapatkan mainan baru.


"Kau liar sekali saat mabuk" masih dengan kekehannya.


Dira mencebik melirik sekilas pada Elang kemudian beralih kembali pada leher lelaki itu yang masih tertutup oleh kerah kemejanya.


Dan dengan paksa ia membuka kancing teratas "Kau suka memberikan tanda merah di leherku kan hem?" ucap Dira mendekatkan wajahnya pada leher Elang yang terbuka. "Kau tidak taukan bagai mana sakitnya...hem?"


"Hei...apa yang kau lakukan!" Elang bersuara saat Dira mengecup lehernya kemudian menyesapnya kuat-kuat. Membuat Elang merinding geli.


"Kenapa tidak merah?" Tatapan sayu ditunjukan pada sorot mata Dira. Kini bukan hanya sesapan saja yang Dira lakukan pada leher Elang,melainkan gigitan, hingga membuat pria itu meringis menahan sakitnya.


Namun tak lama,rasa sakit dari gigitan itu semakin menghilang.


"Kenapa?" Elang menurunkan wajahnya agar bisa melihat kepada Dira. Kemudian mengusap wajahnya yang masih terasa panas itu saat mendengar dengkuran halus dari nafas istrinya.


Ternyata Dira tertidur sebelum menghabisinya.

__ADS_1


Elang menegakan kembali sandaran jognya seperti semula, kemudian melajukan mobilnya dengan masih ada Dira dipangkuannya.


__ADS_2