Istri Kesayangan Chef Tampan

Istri Kesayangan Chef Tampan
duapuluh


__ADS_3

Dira keluar dari kamar mandi dengan memakai jersey ACMilan,karna Dewa bilang dia akan memegang JUVE, tidak seru dong kalau mereka memegang tim yang sama. Akhirnya Dira yang mengalah dan dia yang ganti mendukubg ACMILAN. Walau ada rasa tidak rela dihatinya, kan Dira duluan yang suka JUVE, tapi ini dia malah merasa seperti penghianat karna mendukung tim lawan.


Oke Dira dan Dewa sudah duduk diatas kasurnya,kemudian ia menyalakan tv empat belas inch miliknya.


Bahkan Dewa harus membuka matanya lebar-lebar agar bisa melihat gambar yang ada dilayar persegi itu.


"Kecil banget" gerutunya.


"Udah tau tv aku kecil, siapa suruh nonton disini" Dira menatap layar tvnya.


Dan tanpa aba-aba dia memukul kepala Dewa "sialan...itu kan inter bukan milan!" makinya.


"Masak ?" ucap Dewa memperhatikan layar dudepannya. "eh iya ya? kok bisa?" Dewa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Astaga Wak...!! kamu tuh bisa bedain yang namanya MILAN sama INTER nggak sih?!" serunya.


"Ya kan kemarin waktu liat yang kebaca cuma MILAN nya aja, jadi nggak jelas itu AC apa INTER hehe...ya udah deh lagian kamu kan sukanya JUVE " ucap Dewa membela dirinya.


Dira menghela nafasnya "terus ini apa gunanya aku pake kaos ini?" ucapnya menunjuk kaos AC MILAN yang ia pake.


Kembali kemasa sekarang...


Dira beranjak dari tempat tidurnya,melihat jam masih menunjukan pukul sepuluh siang. Dan masih cukup lama suaminya untuk kembali.


"Berapa lama ya,aku akan menginap dirumah ini?" Dira berjalan menuju sebuah rak. Disana ada banyak sekali kolesi kaset DVD milik Elang.


Dira menarik satu buah kaset yang bertuliskan Scorpions dari sana. Kemudian memasukannya pada Compact disc disebelahnya.


Always some where adalah lagu pertama yang ia dengarkan. Walau tidak lahir pada zamannya,namun Dira memang menyukai lagu-lagu bergenre slow rock seperti Scorpions dan yang lainnya.


"Sepertinya aku memang tidak tau apa-apa tentangmu" gumamnya lagi.


Dira merasa ada persamaan kesukaan dengan Elang saat melihat jejeran kaset yang lebih banyak ia mengenalnya.


Ia kemudian berjalan menuju lemari Elang. Dan tentu Dira lebih terkejut lagi. Di sana ia melihat banyak sekali jersey JUVENTUS, dan yang lebih membuatnya kagum adalah ada tanda tangan Alesandro delpiero juga disana.


"Curang sekali...! dia kan tau jika aku penggemar delpiero nomor satu...dulu aku mengajaknya keitali buat cari tanda tangannya saja tidak boleh...ini malah dia punya...ada tanda tangannya buffon juga lagi... sebal!" Dira kembali mencibir.


"Kenapa kesukaan kita bisa kebetulan sama ya?" Dira tak percaya. "huft...kamu memang penuh misteri chef...apa lagi dari dirimu yang akan membuatku terkejut?" Dira bicara dengan potrer Elang yang ada ditangannya.


Sebuah tangan tiba-tiba terulur memeluk pinggang ramping Dira,membuat gadis itu terlonjak kaget.


"Astaga...!!" Dira melepaskan tubuhnya dan berbalik melihat seseorang yang memeluknya dari belakang "kau ini hantu atau apa? kenapa berjalan tidak ada suaranya?!" ucap Dira mengelus dadanya, karna keget membuat jantungnya terasa nyut-nyutan. "Katanya mau pulang nanti saat makan siang, kenapa ini sudah pulang?" tanya Dira bertubi-tubi, membuat Elang terkekeh.


"Kalau tanya itu satu-satu" Elang mencubit hidung mancung gadis itu, membuat gadis itu meringis. "tadi tanya apa?" Elang menuju ranjangnya kemudian duduk disana. Kemudian melambaikan tangannya agar Dira mengikutinya.

__ADS_1


Dira mencebik,namun juga mengikuti permintaan Elang dan berajalan mendekatinya.


Elang menepuk pahanya,agar Dira duduk disana, dipangkuan Elang.


Dengan malas Dira mendekat kemudian duduk diatas paha elang.


"Tadi apa yang kamu tanyakan?" tanya Elang setelah Dira duduk dipangkuannya.


"Kau ini hantu atau apa? kenapa berjalan tidak ada suaranya?" Dira mengulang pertanyaanya saat kaget tadi.


Elang mendongakan dagunya menuju DVD yang ada diruangan itu "Siapa yang memutar musik,sampe-sampe ada orang masuk tidak dengar?" ucap Dewa sambil menyelipkan anak rambut pada telinga Dira.


Dira menarik bibirnya membuat cengiran disana. "Ia juga ya?" jawab nya sambil menggaruk kepalanya yang tiba-tiba terasa gatal. " em...katanya mau pulang nanti saat makan siang, ini baru jam sepuluh kenapa sudah pulang?"Dira mengulang pertanyaan selanjutnya.


"Sepertinya kamu betah tinggal disini?" Elang memiringkan kepalanya.


"mana ada!! aku bosan sekali,untung ada lagu yang aku kenal jadi ya udah aku putar aja musiknya" jawab Dira, "kapan kita kembali?" tanya Dira sambil menyandarkan kepalanya pada dada suaminya. Sebenarnya Dira merasa sesak jika harus berlama-lama tinggal dirumah itu.


"Mungkin besok" jawab elang dengan mengelus lembut kepala Dira kemudian mencium puncak kepala gadis itu.


Dira berdecak tidak senang.


"Sekarang mulai ceritanya!" ucap Elang dengan nada tegasnya, seolah tak ingin dibantah.


"Masa lalumu dengan Dewa"


deg...


kenapa harus bahas masalah itu si...


"ya...ya seperti yang kamu tahu. Dulu aku kerja disini sebagai pembantu"


"Apa hubunganmu dengan Dewa dulu?" selidik Elang, Elang benar-benar ingin tahu seperti apa masa lalu istrinya dengan adiknya. Bahkan saking penasarannya dia sampai mempercepar pertemuannya dengan kliennya agar bisa cepat pulang dan mendengar cerita dari Dira.


Dira mengerucutkan bibirnya. "Iya... dulu kami sempet pacaran waktu masih kuliah, tapi hubungan kami nggak berjalan lancar karna tuan besar benar-benar menentang" jelas Dira.


Elang yang mendengar penuturan Dira mengerutkan keningnya "terus?"


"Ya nggak ada terusannya lah chef" ucap Dira.


"Bagai mana kalian bisa putus?" Elang beranjak dari duduknya kemudian menuju arah DVD. Kemudian mengganti kaset yang ada di dalamnya. Guns 'n roses ia putar disana,dan lagu don't cry adalah lagu pertama yang terdengar.


"Setelah ketahuan tuan besar, Dewa dikirim keluar negri,dan setelah aku menyelesaikan D3 ku,aku pindah ke Surabaya" tutur Dira setelah Elang kembali duduk disampingnya.


"Jadi Dewa adalah lelaki yang menciummu pertama kali?" tanya Elang kembali,membuat Dira terlonjak kaget.

__ADS_1


kenapa jadi bahas ciuman segala?


"Aku ingat waktu kita berciuman pertama kali dipinggir jalan, ku rasa itu bukan ciuman seorang amatir" tercetak senyum seringai diwajah Elang, membuat Dira bergidik ketakutan.


"hm...? eh ha...ha..." Dira dengan tawa sumbangnya. Membuat Elang mengerutkan dahinya lebih dalam.


kok ada perasaan aneh ya? saat mengetahui jika Dira perna pacaran bahkan berciuman dengan Dewa?. Elang berbicara sendiri dalam hati.


Aduh...ini kenapa raut wajahnya berubah jadi serem gini?. Dira.


"Itu kan hanya ciuman sayang" rayu Dira. "yang pentingkan untuk yang satu itu, kamu yang pertama" sambungnya lagi dengan merangkulkan tangannya pada lengan Elang. Bergelayutan dengan manja.


Elang mendekatkan wajahnya,kemudian menarik tengkuk gadisnya itu dan memadukan bibirnya pada bibir Dira.


Pertahanan Elang kini runtuh. Tadinya dia ingin memarahi gadis itu namun karna rayuan yang Dira lancarkan berhasil membuat emosi lelaki itu mereda.


Kedua sejoli itu masih saling memangut dengan mesra,sesekali Elang membuat jarak dari bibirnya pada bibir Dira untuk memberikan ruang pada keduanya untuk meraup oksigen.


Tangan Elang yang satu lagi bergerilya. ia menelusupkan tangannya pada punggung Dira dari balik kaosnya. Kini Elang berhasil melepaskan pengait bra milik Dira.


Elang semakin liar saat merajai leher jenjang Dira,dan tanpa Dira sadari kini kaos yang ia pake sudah terlepas dari tubuhnya.


Elang melemparkan kaos Dira kesembarang arah. Gairah Elang sudah naik sampai ubun-ubun.


Elang sudah bersiap melepaskan celananya.


Saat akan menarik sletingnya tiba-tiba...


Tok...tok...tok...


Suara pintu diketuk dari luar.


"kak el...!" panggil seseorang dari balik pintu itu yang tidak lain adalah suara Dewa. "waktunya makan siang...udah ditunggu papa!" ucap Dewa lagi karna tidak ada sahutan dari dalam.


"ck...sial!!" gerutu Elang.


Dira tertawa saat melihat suaminya itu terlihat frustasi mengacak rambutnya sendiri. "sabar sayang...kita lanjut nanti malam...oke?" ujar Dira dengan mengerlingkan matanya kemudian,mengelus punggung suaminya yang masih menegang.


pilih Dewa apa Elang nihhhh???




__ADS_1


__ADS_2