Istri Kesayangan Chef Tampan

Istri Kesayangan Chef Tampan
ektra part 12


__ADS_3

Sesampainya di Rumah sakit, Dengan terburu-buru Elang menuju ruangan dimana Dira dirawat.


Saat tiba,ternyata Dokter sedang berbicara dengan Irfan.


Elang berjalan mendekat "Oh,itu kak Elang suami mbak Dira" sayup suara Irfan kepada dokter saat Irfan melihat kedatangan Elang.


"Bagai mana dokter?" tanya Elang setelah ia sudah berdiri didepan dokter tersebut.


"Jadi begini pak Elang,posisi bayi didalam sungsang jadi harus dilakukan operasi secepatnya"


Elang manggut-manggut "Baik,lakukan yang terbaik" ucap Elang.


"Baik pak,silahkan ke bagian administrasi,dan kami akan langsung melaksanakan operasinya" jawab dokter tersebut,kemudian berlalu.


"Dira bagai mana?" tanya Elang kepada Irfan.


"Mbak Dira baik Kak, cuma sepertinya dia masih merasa panik" Irfan menjelaskan.


"Kamu jaga Dira dulu,aku ke bagian administrasi sebentar" Elang kemudian segera menuju administrasi untuk menyelesaikan urusannya,dan Irfan kembali masuk kedalam ruangan Dira.


Disana,Dira sedang terbaring dengan Lyra berada disampingnya.


"Sudah hubungin ibuk Pan?" tanya Dira setelah melihat adiknya itu masuk.


"Belum mba" jawab Irfan "Kak Elang sudah kesini,sekarang sedang ada di bagian administrasi".


Dira mengangguk.


Tak lama,Elang pun masuk kedalam ruangan Dira.Dengan lembut Elang langsung mengecup kening istrinya tersebut.


Sedangkan Irfan kemudian keluar untuk menghubungi ibunya yang ada di kampung.


" Bu Dira bisa mulai puasa dulu,operasi akan segera dilaksanakan" ucap seorang perawat yang baru masuk,dan setelah memberitahu untuk berpuasa perawat itu pun pergi.


Elang menggenggam tangan Dira kuat,ia benar-benar merasa khawatir.


Satu jam kemudian,Dira dibawa keruang operasi dan Elang meminta agar ia bisa menemani istrinya tersebut.


"Bius lokal atau total bu?" tanya dokter yang sudah bersiap ditempatnya.


"Lokal" Dira.


"Total" Elang.


Mereka menjawab secara bersamaan.


"El?" ucap Dira yang tak mengerti kenapa suaminya ingin agar ia dibius secara total, pada hal Dira begitu ingin setelah anak nya lahir ia ingin bisa langsung melihat buah hatinya.


Apakah dokter mengatakan sesuatu yang membuat Elang ingin agar ia tidak bisa melihat anaknya?.

__ADS_1


Apa kah ada sesuatu yang buruk pada anaknya? oh tidak,otak Dira kini sedang terisi oleh pikiran macam-macam tentang bayinya.


Dira hanya diam dengan pikirannya yang kalut,Dan akhirnya Dokter memutuskan untuk membius Dira secara total.


Sebuah air mata terjatuh saat Dira memandang wajah Elang.


Pandangannya semakin kabur karna efek dari obat bius,apakah ia akan kehilangan anaknya?.


Dira memejamkan matanya kesadarannya pun hilang,dan proses operasi pun dimulai.


***


Dengan berat Dira berusaha membuka matanya.


Ia mengerjap menyesuaikan matanya dengan cahaya disekitarnya.


Yang pertama kali ia lihat adalah wajah tampan suaminya "Sayang" ucap Elang saat melihat Dira sudah tersadar.


Elang memberikan ciuman pada setiap inci wajah Dira "Kau hebat sayang" ucap Elang lagi,merasa haru dan sesak yang bersamaan dalam dadanya.


Dira ingin membuka suaranya untuk menanyakan bagai mana keadaan buah hatinya,namun bibirnya terasa berat.


"Ma-af" lirih Dira,ia benar-benar merasa bersalah,kalau saja Dira mendengarkan ucapan Elang untuk tidak capek,kalau saja dia mendengarkan ucapan Elang agar dia memperhatikan kesehatannya,tidak mungkin ia akan mengalami kejadian ini.


Dira menyesal,jika suatu saat nanti dia diberikan kesempatan untuk mengandung kembali,Dira berjanji akan menjaganya dengan baik.


Namun apa boleh buat,kini Dira hanya bisa menyesali kebodohannya.


Dira tak mengerti,bukan kah bayinya sudah meninggalkannya?


Senyum Elang pasti hanya untuk menghiburnya,kembali sebuah bulir bening mengaliri pipi Dira.


Ia harus mempersiapkan hatinya untuk berita buruk itu.


Untuk beberapa saat Elang sama sekali tak menyinggung tentang anak mereka,ia menunggu untuk Dira memulihkan tenaganya lebih dulu.


Setelah diperbolehkan untuk makan,perlahan Elang menyuapi Dira agar istrinya memperoleh kekuatannya kembali.


"Sayang,ada perlu sesuatu?" tanya Elang yang melihat Dira sedang gelisah.


"Mmm...aku" ucap Dira dengan wajah tertunduk.


Elang mengernyit "Kenapa sayang? ada yang tidak nyaman?".


" Aku mau pipis" ucapan Dira begitu pelan, ia merasa malu sekali,kenapa ia terlihat begitu lemah kali ini.


"Lewat kateter?" tanya Elang.


"Tidak!" jawab Dira cepat.

__ADS_1


"Tidak apa-apa kamu pipis ditoilet?" tanya Elang yang masih khawatir dengan bekas jahitan Dira yang masih baru dan rentan.


Dira menggeleng sebagai jawaban ia tidak akan apa-apa.


"Baiklah" Elang kemudian mengangkat tubuh istrinya itu dan membawanya menuju ke toilet.


"Kenapa berdiri disana?" tanya Dira saat Elang berdiri didepannya dan tidak keluar dari toilet.


"Tentu saja untuk membantumu".


Mata Dira sontak saja melotot " Tidak perlu,aku bisa sendiri".


"Kenapa? kamu malu? kamu lupa,aku bahkan sudah pernah melihatmu tanpa pakaian, kenapa cuma pipis didepanku saja membuatmu malu?" heran Elang.


"Aku tidak ingin beradu argumen ya tuan Chef" ucap Dira sengit,malu sekali kalau saat ia buang air dilihat oleh seseorang,ya walau pun itu suaminya sendiri tentu itu tidak akan nyaman.


"Baiklah" Elang akhirnya menuruti ucapan Dira,dan ia keluar dari dalam toilet.


Dan setelah selesai,Elang kembali menggendong Dira diatas bangkarnya.


Elang kembali menyelimuti kaki Dira dan kemudian duduk disamping wanita itu.


Elang menghela nafas, sepertinya ini sudah saat nya ia menceritakan tentang anak mereka"Sayang,anak kita-" tiba-tiba Dira menutup mulut Elang dengan telapak tangannya.


"Maaf,aku ceroboh tidak menjaga anak kita dengan baik" Dira menundukan wajahnya,gurat sedih serta penyesalan tergambar jelas diwajah cantik wanita tersebut.


Pelan Elang melepaskan tangan Dira yang masih menutupi mulutnya "Maksud kamu apa sayang?" tanya Elang heran.


Bulir bening itu kembali menetes,Dira menghela nafasnya panjang,oke,kini ia harus benar-benar mengumpulkan tenaga untuk mendengar berita buruk yang akan Elang katakan.


"Aku sudah siap mendengar berita buruk itu El" Dira menghapus air matanya sendiri.


"Berita buruk?" Elang semakin tak mengerti "Berita buruk apa sayang?".


Dira merasa bingung " Iya,tentang anak kita, kamu pasti ingin menyampaikan berita buruk tentang anak kita kan?"


Oh,kini Elang mengerti, ia kemudian menangkup wajah istrinya itu dengan kedua telapak tangannya "Sayang,dengerkan aku"


Dira mengangguk.


"Anak kita selamat,dan dia sedang ada di ruang bayi,apa kamu ingin melihatnya?" ucap Elang.


Dira terdiam,butuh waktu beberapa detik untuknya untuk mencerna ucapan Elang.


"A-apa?" tanya Dira tak percaya matanya kembali berkaca,namun bukan karna kesedihan melainkan karna perasaan behagia menyelimutinya.


"Iya,anak kita...dia seorang bayi laki-laki kecil,dan tentunya dia sangat tampan seperti papanya" ucap Elang dengan senyum penuh bahagia menyelimutinya.


Dira pun tak kalah bahagia,ia kemudian langsung memeluk suaminya,memeluknya begitu erat.

__ADS_1


Ya Tuhan,bagai mana bisa aku berpikir buruk tentang anak ku...


__ADS_2