
"Kau akan pergi?" tanya Dira kepada Elang yang sudah bersiap dengan jasnya.
"Ya,ada pertemuan dengan klien" jawab Elang sambil berjalan menuju Dira yang masih diatas ranjang dengan dasinya yang masih tersampir di lehernya.
Dira yang mengerti kemudian beranjak dan berdiri diatas ranjang ketika Elang mendekat.
"Dengan siapa?" tanya Dira sambil membuat simpul pada dasi Elang.
"Ev" mendengar nama Ev disebutkan, Dira spontan menghentikan gerakannya. "Kami akan bekerja sama dengan salah satu majalah disini dan mereka meminta Ev sebagai modelnya".
Dira Melanjutkan tangannya yang masih memasang dasi, " Apa itu akan lama?".
"Tidak,aku hanya mengantar Ev saja,dan menanda tangani kontrak,setelah itu akan segera kembali" Elang menjelaskan.
Dira hanya menjawab oh tanpa suara.
"Kenapa? takut merindukanku?" goda Elang.
Dira memukul pelan dada Elang,kemudian karna kini posisi Dira yang lebih tinggi dari Elang jadi dengan mudah wanita itu mengacak-acak rambut Elang yang sudah rapi.
Dan perbuatan Dira itu membuat Elang mendesis "Jika hari ini aku tidak ada kerjaan, sudah habis kau" ucap Elang kemudian mengecup singkat bibir Dira.
Elang kemudian berjalan mengambil sisirnya lalu merapikan kembali rambutnya, "Aku berangkat" ucapnya kemudian.
"Ya" jawab Dira kemudian Elang pergi dari hotel tersebut.
Dira mengotak-atik ponselnya,ia teringat dengan orang tuanya yang berada dikampung, beberapa hari ini dia sama sekali tidak memberi kabar,pasti ibunya merasa khawatir sekarang.
"halo". Suara diseberang sana yang tak lain adalah Irfan,adik Dira.terdengar suara seraknya yang baru saja bangun dari tidurnya.
" Pan,ibuk ada?".tanya Dira.
"ih,mbak Dira,telfon-telfon langsung nanyain ibuk,emang nggak kangen apa sama adiknya yang ganteng ini?". goda Irfan.
" Iya mbak kangen,tapi lebih kangen sama ibuk".
terdengar Irfan sedang mencibir disana "Mbak lupa ya kalau aku lagi nggak dirumah?".
Astaga...Dira menepuk jidatnya sendiri,bagai mana bisa Dira sampai lupa,kalau sekarang Irfan sedang melanjutkan kuliahnya di kota, dan itu jauh dari rumah orang tuanya,karna orang tua Dira tinggal didesa.
" Iya Pan,mbak lupa,ya udah mbak telfon Nisa aja kalau begitu"ucap Dira kemudian mematikan panggilannya.
Dira mencari nomor kontak Nisa adik perempuannya,kemudian menelfonnya.
"iya mbak?".jawab Nisa dari seberang sana.
" Nis,ibuk ada?"
"Ada mbak,ibuk lagi masak buat sarapan".
" Mbak mau ngomong sama ibuk dong Nis".
"Iya...bentar mbak".beberapa saat kemudian terdengar suara ibu Dira dari seberang sana.
" Halo nduk".
"Ibuk gimana kabarnya?"
__ADS_1
"Ibuk baik,gimana liburannya?".Tanya Ibuk,yang membuat Dira bingung,pasalnya, Dira tidak memberi tahu Ibu nya kalau dia sedang berlibur di Negara orang.
" Liburannya menyenangkan buk,gimana ibuk bisa tau kalau Dira sedang berlibur bu?".
"oh,itu kemarin suami kamu telfon ibuk kalau kalian akan pergi liburan" jawab ibu. "semalam ibuk juga liat berita kalian di tipi". ucap ibuk dengan kekehannya.
Dira mengerutkan keningnya,apa yang ibunya lihat? Dira penasaran.
Terdengar suara Anisa yang meminta agar berbicara pada kakaknya.
" Mbak,berita mbak sama mas Elang jadi trending topik di sosmed lho" .kini suara Anisa yang terdengar.
"Berita apa sih Nis?"
"Mbak lita aja sendiri".ucap Nisa dari sana.
Setelah beberapa saat Dira mengobrol dengan Ibu dan adiknya,ia pun memutuskan sambungan telpon tersebut.
Kemudian membuka akun sosmednya.
Dan benar saja,di berita online sudah tersebar berita bahwa Elang sedang pergi berbulan madu dengan sang istri.
Dan disana juga menerangkan bahwa ternyata istri dari Chef Erlangga bukan lah model cantik yang selama ini diperbincangkan,melainkan adalah seorang gadis cantik yang adalah Chef yang bekerja di restorannya.
Dira menepuk jidatnya sendiri,bagai mana bisa ada yang diam-diam memotretnya kemarin saat ia jalan-jalan bersama Elang.
Apa Elang sudah tau.
***
"Bagai mana keadaannya?" tanya Mama Mary kepada Dokter yang menangani papa Adrian.
"Tuan Adrian sudah sadar nyonya,namun stroke dan serangan jantung disaat yang bersamaan membuat kondisi tubuhnya melemah,sehingga beliau masih belum bisa menggerakan tubuhnya" Dokter menjelaskan.
Mama Mary mengangguk mengerti,kemudian melihat kearah Adrian yang masih terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit melalui jendela kaca ruangan tersebut.
Sebuah panggilan masuk,dan Mama Mary kemudian mengangkat panggilan tersebut.
"Bagai mana?"
"..."
"Bagus kalau begitu" Ucap Mama Mary kemudian menutup panggilan tersebut.
Mama Mary kemudian membuka salah satu media online di ponselnya untuk melihat berita tentang Elang disana.
Ia menyunggingkan bibirnya saat melihat bahwa berita Elang tengah menjadi trending topik disana.
Bagus,rencanaku berhasil. Batin mama Mary.
Ternyata seseorang yang diam-diam memotret Elang dan Dira kemarin adalah suruhan dari Mama Mary.
Setelah mendapat foto tersebut,Mama Mary mengutus orang tersebut untuk menyebarkannya pada media.
Mama Mary melakukan itu agar tidak ada lagi gosip yang beredar mengenai hubungan Elang yang simpang siur.
"Huft....mengenai kisah asmaramu saja harus Mama juga yang turun tangan" gumam Mama Mary kemudian meninggalkan Rumah sakit.
__ADS_1
***
Apartemen Dewa.
"Tuan,mau sarapan?"ucap Lyra saat Dewa keluar dari kamar nya usai membersihkan diri.
Dewa melihat apa yang tengah dipersiapkan oleh Lyra. Ada nasi putih telur dadar,ayam goreng dan tumis kankung.
"Mmm...apa yang biasanya tuan makan saat sarapan?" tanya Lyra kemudian,karna Dewa hanya diam memandangi masakannya.
"Kopi" ucap Dewa.
"Baik lah",Lyra kemudian berjalan menuju dapur untuk membuatkan kopi untuk Dewa.
"Mmm,maaf tuan,Lyra tidak terbiasa sarapan dengan roti,jadi Lyra memasak nasi sebagai sarapan" Lyra menyodorkan kopi kepada Dewa.
"Tidak masalah" Dewa menerima kopi tersebut,kemudian menyeruputnya "Bukan hanya kau saja yang tidak bisa sarapan roti, Seseorang juga sama sepertimu" ucap Dewa dan pada kalimat terakhirnya hanya berupa gumaman yang masih bisa didengar oleh Lyra.
"Tuan mau Lyra buatkan roti,untuk sarapan?" kembali Lyra bersuara.
"Tidak,aku bisa sarapan dengan apa saja" ucao Dewa datar.
Lyra mengangguk,kemudian menyiap kan nasi pada piring Dewa.
Merekapun menikmati sarapan bersama dalam diam.
***
Torino,Italy.
Dira yang merasa bosan didalam kamar hotel hanya bisa menghabiskan waktunya untuk berguling-guling diatas ranjangnya.
"Kenapa Tuang Chef lama sekali" Gerutunya sambil melihat jam pada ponselnya.
Sudah hampir makan siang dan Elang belum juga kembali,membuat Dira merasa semakin bosan saja.
Kemudian ia mengetikan sesuatu pada ponsel nya.
[ tuan...🙌] ketiknya mengirim pesan pada Elang.
[kenapa? kau bosan?] balas Elang.
[Kapan kau pulang?]
[Mungkin sedikit terlambat,kau makan siang lah sendiri dulu,aku akan pesankan pada pelayan hotel]
Setelah membaca pesan dari Elang,Dira mengerucutkan bibirnya. Harusnya dia kan pergi jalan-jalan karna ini adalah liburannya, tapi kenapa ia malah terkurung didalam hotel sendirian? sementara Dira tidak tau apa yang dilakukan Elang diluar sana,apa lagi bersama dengan Ev.
Huft...Dira...bersihkan pikiran mu itu dari hal-hal yang kotor.ucap Dira menyemangati dirinya sendiri.
Â
next?
like n coment please...
Â
__ADS_1