Istri Kesayangan Chef Tampan

Istri Kesayangan Chef Tampan
empatbelas


__ADS_3

dira menyerahkan guntin dan sisir itu kepada dewa "jangan seperti ini,sekarang aku adalah kakak iparmu"


dewa tersenyum sinis "ck kakak ipar?" kemudian diam sejenak "kalau begitu, kakak ipar tolong potong rambut ku ya!" ucap dewa membuat dira terkejut,pasalnya dira pikir dewa akan marah bila mengetahui statusnya itu.


dira menghela nafas untuk yang kesekian kali dan mengambil gunting yang ada di tangan dewa kemudian mulai memotong rambut dewa yang panjang itu.


dira ingat bagai mana dulu ia pertama kali menginjakan kaki dirumah ini dan bagai mana dia mengenal lelaki yang ada di depannya ini.


sepuluh tahun yang lalu...


dira yang baru lulus sekolah menengah pertama diajak oleh bulek siti,adik perempuan dari ibunya merantau kejakarta.


orang tua dira yang hanya buruh petani tidak bisa membiayai kelanjutan sekolah dira,karna itu ia ikut bulek siti untuk membantu orang tuanya mencari uang.


"tuan besar saat ini ada diluar negri dengan nyonya,dirumah hanya ada tuan muda, tuan tidak suka keributan,jadi jaga sikap kamu ya wulan" jelas bulek siti ketika dira sampai dirumah majikannya.


dira terpana ketika melewati ruang keluarga dan melihat layar tv yang begitu besar,tepat sekali nanti ada liga champions dan kebetulan juve yang main dira tidak akan menyia-nyiakan nya.


bulek siti mengantar dira menuju kamarnya yang ada di area belakang dekat dapur.


"kamu istirahat dulu,nanti bantu bulek bersih-bersih ya" ucap bulek kemudian meninggalkan dira dikamarnya setelah mendengar jawaban iya dari keponakannya.


dira merebahkan tubuhnya,masih terasa pusing dikepalanya karna dira yang tidak pernah naik bus sebelumnya,jadi membuatnya mabuk darat saat naik bus yang begitu lama dari kota asalnya,semarang.


dirapun tertidur hingga pukul sebelas siang baru bangun.kemudian membantu buleknya untuk membersihkan setiap sudut ruangan.


setelah selesai makan malam,dira langsung ambruk dikasurnya berniat untuk tidur,namun sebelumnya ia memasang alarm pada phonsel jadulnya yang hanya bisa digunakan untuk telfon dan sms saja.


"pukul 02:00...oke" ucap dira setelah memasang alarmnya,kemudian ambruk untuk menjelajahi alam mimpinya.


kriiiiiinnng....krriiiiing....


dira terbangun karna ternyata jam sudah menunjukan pukul dua dini hari,ia pun segera membuka matanya kemudian berlari menuju ruang keluarga milik majikannya.


"huft...baru mulai" ucap dira pada dirinya sendiri saat menyalakan televisi didepanya.


dira yang terlalu fokus,tanpa sadar ada seseorang telah berdiri di belakangnya.


"huh angkat....!!!itu kanan kan kosong astaga....!!!" teriak dira yang tengah asik menonton pertandingan sepak bola favoritnya.


"eghm...!" sebuah deheman yang berasal dari arah belakang dira,membuat bulu kuduk dira berdiri.


bukan karna takut hantu,bukan.hanya saja dira takut jika ketahuan dia yang lancang menyalakan televisi tengah malam dan dipecat oleh majikannya.


"siapa lo?" suara bariton itu membuat dira takut dan membuatnya mengusap tengkuknya sendiri.

__ADS_1


"emm...sa-saya wulan tuan,saya pembantu baru disini" dira berusaha menampilkan senyumnya padahal jantung sudah dag dig dug hampir copot.


"pembantu?" terlihat alis lelaki itu terangkat sebelah "pembantu berani menyalakan tv disini?"ucapan sederhana tapi berhasil membuat dira bergidik ngeri.


" maaf tuan,kalau tidak boleh wulan pamit kekamar saja...permisi"ucap dira.


"siapa yang ngijinin lo pergi?!"


dira terdiam ditempatnya.


lelaki yang menegur dira tidak lain adalah dewa,dia terbangun tengah malam dan seperti biasa saat dia bengun yang ia cari adalah air putih.


saat mendapati gelasnya yang kosong diatas nakas,dewa memutuskan kedapur untuk mengambil air putih.


saat melewati ruang keluarga ia mendengar ada suara seseorang yang beberapa kali mengumpat.


dewa mendekat,dan ia mendapati seorang gadis tengah asik menonton bola didepannya.


ia merasa penasaran dengan gadis ini, jarang sekali ada gadis yang menyukai acara sepak bola.


dewa duduk di sofa yang ada didepan tv "duduk!" perintah dewa karna melihat dira yang diam seperti maneqin disampingnya.


dira menurut.dan kembali melempar pandangannya pada tv didepannya.


"emang kalau cewek nggak boleh suka bola?" tanya dira tanpa menoleh pada lawan bicaranya.


"tim mana yang lo pegang?"


"juve dong...." ucap dira bangga.


"kenapa suka juve?"


"karna permainanya,dan yang paling aku suka tuh yang lagi giring bola" dira menunjuk seseorang yang sedang menggiring bola didalam layar kaca itu.


"siapa itu?" tanya dewa heran,dia memang tidak terlalu suka bola,dulu sih pernah suka nonton dengan kakaknya, kakaknya dulu juga penggemar tim juventus tapi semenjak kakaknya pergi,dewa jadi tidak sempat menonton bola lago karna dipaksa ayahnya untuk belajar yang serius agar bisa menjadi pewaris dari perusahaan ayahnya.


"alesandro delpierro" mata dira berbinar saat mengucapkan nama itu,


"lo penggemarnya alesandro delpierro?" dewa semakin tertarik untuk mengobrol dengan gadis didepannya itu,


dira mengangguk senang


"kenapa?" dewa penasaran dengan jawaban gadis itu.


"karna delpierro adalah juventus, dan juventus adalah delpierro"

__ADS_1


deg...


dewa jadi kembali mengingat kata kata kakaknya yang mengatakan hal sama persis dengan yang gadis itu ucapkan.


hati dewa menghangat,perasaannya yang sakit karna kehilangan kakaknya kini mulai mengering,hanya karna perjumpaannya pada gadis yang baru ia temui.


dewa tersenyum "sepertinya lo masih belum cukup umur buat jadi pembantu, berapa umurmu"


"lima belas tahun" jawab dira masih fokus dengan tv didepannya.


"kenapa nggak lanjut sekolah?"


"nggak ada biaya"


deg...


lagi jantung dewa bagai diremas,disaat kini ia dikelilingi oleh harta dan bisa menadapatkan apa yang ia inginkan dengan mudah,ada seseorang yang bahkan tidak bisa sekolah karna tidak ada biaya.


"mulai besok,lo bisa sekolah disekolah gue, soal biaya biar gue yang atur"


dira menoleh melihat wajah yang ada disampingnya dan tanpa ia sadari air matanya luruh hanya mendengar kata-kata itu.


melihat dira menangis membuat dewa gelagapan,kemudian ia beranjak "em... jangan lupa besok lo bersiap" ucap dewa kemudian meninggalkan dira yang masih menatap dewa tak percaya.


ada perasaan bahagia bercampur haru didada dira,


apa kata-kata laki-laki itu bisa dipegang?.


pagi harinya...


seperti yang diucapkan dewa,kini dira sudah bersiap dengan seragam baru yang sudah disiapkan oleh dewa.


tadinya dira hampir tidak percaya jika dia bisa sekolah lagi,namun pagi tadi bulek siti membawakan seragam untuk dira untuk ia pakai kesekolah dengan tuan mudanya.


"kanapa diem?" tanya dewa,karna mendapati dira yang hanya diam di dalam mobilnya,kini mereka sudah dalam perjalanan menuju sekolah.


"wulan gugup tuan...takut ada yang buly" jawab dira takut-takut


"nggak usah pikir yang sembarangan, ini bukan sinetron kayak yang sering lo tonton"


"kan biasanya begitu tuan...orang miskin akan dibuly dan nggak punya temen" dira menunduk mengerucutkan bibirnya membuat dewa tersenyum melihat tingkah gadis disebelahnya.


next?


like n koment please...

__ADS_1


__ADS_2