Istri Kesayangan Chef Tampan

Istri Kesayangan Chef Tampan
enampuluh satu


__ADS_3

Elang masih sibuk membersihkan tubuhnya dikamar mandi.


Sedangkan Dira kini menatap isi lemarinya dengan masih menggunakan handuk kimononya.


Matanya tertuju pada sebuah pakaian yang ada dilemari itu,entah kenapa ia ingin sekali mencobanya.


Namun,ia khawatir akan ditertawakan oleh Elang jika ia mencobanya.


Tapi,bagai mana kalau ternyata Elang tidak menyukainya? Dira mengambil pakaian itu, kemudian menggeleng dan meletakannya kembali.


Tapi aku penasaran, Dira akhirnya mengambil pakaian tersebut yang tidak lain adalah lingerie sexi berwarna merah marun.


Entah sejak kapan benda itu ada dilemari Dira, namun Dira yang begitu panasaran bagaimana rasanya memakai itu,dan penasaran juga bagai mana reaksi Elang saat melihatnya.


Apa aku terlihat seperti ******?. batin Dira sambil memutar tubuhnya saat melihat pantulan dirinya didepan cermin dengan lingerie sexi membalut tubuhnya.


Cklek...


Pintu kamar mandi terbuka,Elang langsung melihat kearah Dira.


Blush...


Wajah Dira terasa memanas,entah mengapa ia jadi begitu gugup saat Elang menatapnya.


Elang bersusah payah menelan salivanya, jakunnya naik turun saat melihat pemandangan didepannya.


"Apa aku terlihat aneh?" tanya Dira sambil mengusap tengkuknya sendiri.


"Huft..."Elang menghela nafas,menetralkan degup jantungnya sendiri." Kau ingin mencoba mengetes kesabaran ku?"


Dira membelalak,siapa yang mau mengetes? ia hanya ingin tau bagaimana reaksi pria itu saat ia memakai baju itu apanya yang mengetes kesabaran?


Elang berjalan menuju ranjangnya, kemudian langsung membuang tubuhnya diatas ranjang dengan posisi tengkurap,membenamkan wajahnya pada bantal.


Dira menghampiri Elang,duduk disamping suaminya itu.


"Aku aneh ya?Sampai-sampai kamu nggak mau liat?" tanya Dira lagi.


Elang sedikit mengangkat kepalanya mengintip Dira dengan sebelah matanya, kemdian ia menghela nafasnya lagi.


"Ya udah kalau kelihatan aneh aku mau ganti aja" ucap Dira merajuk,kemudian hendak beranjak,namun Elang menariknya hingga wanita itu ikut tertidur disampingnya.


"Kamu tau? seberapa besar aku bersusah payah menahannya?" ucap Elang."Aku berusaha menahannya agar tidak menyakiti kalian berdua".


Dira mengernyit tidak mengerti,


Elang memejamkan matanya,bagai mana caranya untuk menjelaskan.


Lalu tiba-tiba Elang menarik tangan Dira dan mengarahkannya pada sesuatu yang ada dibawah sana,sesuatu yang sudah siap untuk bertempur.

__ADS_1


Blush...


Seketika wajah Dira memanas,bukan ini maksudnya,Dira hanya penasaran saja bagai mana jika tubuhnya berbalut pakaian seperti ini,bukan untuk menggoda suaminya itu.


"Kau mengerti maksudku?" lirih Elang ditelinga Dira,dan itu semakin membuat wajah Dira kian memanas.


"A-aku" ucap Dira terbata.Elang memiringkan tubuhnya menghadap sosok yang sudah menggodanya itu tadi, kemudian mengecup lembut pipi wanita itu.


"Kau harus bertanggung jawab" ucap Elang ditelinga Dira kemudian ******* cuping wanita itu hingga membuatnya merinding.


Elang kemudian langsung mengubah posisinya diatas Dira,kemudian melakukan hal yang seharus nya ia lakukan,menyentuh yang seharusnya ia sentuh dan mengecup yang seharusnya ia kecup.


Ia memperlakukan Dira dengan begitu lembut,seakan wanita itu adalah barang mudah pecah hingga harus Elang lindungi,mereka menikmati malam itu bersama,menumpahkan segala rasa rindu yang menyiksa menjadi kenikmatan hingga membawa wanita itu terbang keatas nirwana.


"Ti amo" lirih Dira sebelum ia memejamkan matanya untuk menuju alam mimpi indahnya.


Elang memandang wajah teduh itu,kemudian seulas senyumnya membuat pria itu ikut tersenyum.


"Dari mana kau belajar bahasa itu" kekeh Elang.


"Jangan mengejekku" ucap Dira sambil memejamkan matanya.


Elang kembali terkekeh "Ti amo" balasnya, kemudian menarik tubuh wanita itu kedalam pelukannya.


***


"Jangan memanggilnya dengan sebutan itu" ucap Elang melirik pada Dira sebentar kemudian kembali fokus pada jalan didepannya.


Dira mencebik sambil melirik sinis pada Elang. "Sudah kebiasaan".


" Tapi sekarang dia adalah mertuamua,jadi biasakan panggil dia papa,seperti ku dan Dewa"


"Oh,iya,ngomong-ngomong soal Dewa, Jadi sekarang kamu sudah merestui pernikahannya?" tanya Dira penasaran.


"Sejak awal,aku tidak mempermasalahkan dia mau menikah dengan siapa,aku hanya emosi akan kebodohannya,kenapa menikah disaat posisinya masih belum setabil, banyak yang menginginkan posisinya jadi akan banyak yang akan menggulingkannya. Terutama menggunakan kelemahan dari latar belakang wanita yang ia nikahi" jelas Elang.


Dira hanya menjawab oh tanpa suara.


"Kenapa? kau menghawatirkan Dewa?" Elang kembali melirik pada wanita disampingnya.


"Tidak,untuk apa aku mengkhawatirkannya, dia memiliki seorang kakak hebat yang bisa melindunginya" Dira melirik ke arah Elang.


Senyum tersungging dibibir pria tersebut "Manis sekali ucapanmu" ucap Elang mengelus lembut kepala Dira.


"Tentu saja,kau mau mencobanya?" goda Dira dengan kerlingan serta bibirnya yang ia majukan layaknya memberi ciuman pada udara.


"Beruntung sekali tadi aku membawa mobil ini" ucap Elang kemudian mengaktifkan setir otomatis pada mobil canggihnya. Lalu ia menarik tengkuk wanita itu dan ******* bibir yang sudah menggodanya tadi.


Sejak mendengar ucapan kata cinta semalam dari Dira,entah kenapa rasa cinta dari Elang kian bertambah untuk wanita yang kini sedang bersusah payah meraup oksigen akibat dari ciumannya tadi.

__ADS_1


"Apa kau mau membunuhku?" pekik Dira saat wanita itu merasa kekurangan oksigen karna seolah Elang tak memberinya ruang untuk bernapas.


"Sudah berapa ratus kali kamu berciuman? kenapa masih tidak bisa bernapas?" ejek Elang.


Dira memutar bola matanya,kemudian membuang pandangannya pada jalanan ibukota melalui jendela kaca disampingnya.


"Apa dulu Dewa yang mengajarimu berciuman?" tanya Elang memecah keheningan.


"Jangan bertanya,jika akan marah kalau mendengar jawabannya" jawab Dira masih melihat arah jendela.


"Ck...dia memang guru yang payah" ucap Elang.


Dira mengernyit kemudian menatap pria disampingnya.


"Berapa kali kalia berciuman?" kembali Elang bertanya.


Dira hanya diam tak menjawab.


"Biar ku tebak" Elang "Satu kali?" tebak Elang.


"Bagai mana kau tau- ups" Dira langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


Elang terkekeh kemudian kembali mengusap kepala wanita itu "Kau ingat waktu pertama kali aku menciummu?".


" Ya,saat kaki ku terkilir" ucap Dira.


"Benar,ternyata ingatanmu sungguh masih bagus"


Bagai mana tidak bagus,itu adalah ciuman keduaku,dan waktu itu aku baru belajar bagai mana cara ciuman yang benar dari film-film yang ku tonton.batin Dira.


"Walau kau membalas ciumanku waktu itu, tapi itu bukanlah ciuman seorang profesional" ucap Elang "Biar ku tebak, kau pasti belajar dari film kan?".


Dira melongo takjup pada Elang, bagai mana bisa pria itu membaca pikirannya?


" Baik lah pak Dukun...kau benar...tebakanmu semuanya benar" ucap Dira.


Elang terkekeh "Jadi,sekarang kau mempunyai panggilan baru lagi untukku" ejek Elang.


Dira ikut terkekeh "Abis,semua tebakamu benar...seperti bisa membaca isi kepalaku" gerutu Dira.


"Kau memang mudah terbaca sayang... apa lagi yang ada di otak kecilmu ini" Elang mengacak rambut Dira,membuat wanita itu berdecak karna rambutnya yang berantakan.


 


next?


like n coment please...


 

__ADS_1


__ADS_2