
Chef Elang kini tengah disibukkan dengan pekerjaannya di kitchen restorannya.
Ia sedang mendemokan menu baru untuk restorannya.
Tangannya yang begitu piyawai mengiris bawang serta memainkan pancinya,membuat para koki wanita disana terlihat terpesona.
"Kalian bisa mencicipinya" ujar Chef Elang datar sambil memperlihatkan hasil masakannya.
Para koki bersorak riang saat mencicipinya, namun itu menjadi hal menakutkan bagi koki yang bertugas untuk menduplikat masakan dari Chef Elang.
"Saya beri waktu tiga hari untuk kalian menduplikat makanan ini" Chef Elang bersuara kembali, Terlihat dua orang koki menjadi lemas karna ucapan Chef Elang,bagai mana tidak? Chef hanya memberikan waktu tiga hari dan itu terlalu singkat bagi mereka.
Kemudian setelah mendengar jawaban iya dari para kokinya,Chef pun keluar dari kitchen menuju ruangannya.
Usai bertempur dengan panci di pantry kini Elang harus bergelut dengan berkas laporan dari beberapa restorannya.
Melelahkan memang,namun harus bagai mana lagi? ini memang sudah menjadi tugasnya.
Satu-satu hiburan yang paling menarik baginya adalah istrinya,ya siapa lagi kalau bukan Dira.
Oh iya,dia baru ingat,ternyata sudah seharian ini Elang belum menghubunginya. Sedang apa wanita itu sekarang?ia pasti sudah kebosanan dirumah.
Elang kemudian mencari ponselnya yang berada di laci meja kerjanya.
Saat ia membuka benda persegi itu,ternyata sudah ada pesan dari istrinya disana.
[Sayaaaang...]
[Aku bosan dirumah,jadi hari ini aku ingin pergi jalan-jalan]
Elang mengernyit saat membaca pesan kedua dari Dira.
[Jangan kemana-mana! tunggu aku, setelah aku pulang,aku akan ajak kamu jalan-jalan] balas Elang.
Tak lama,ponsel Elang berbunyi,panggilan dari Dira.
"Syang,ini aku sudah ada di kampus Ipan,abis kamu jawab pesanku lama,jadi aku langsung pergi saja" Dira langsung nyerocos begitu saja saat Elang baru menempelkan ponselnya pada telinganya.
Elang hanya menghela nafasnya "Baik lah, berhati-hati lah" ucap Elang akhirnya,ia sebenarnya tidak ingin Dira sembarangan pergi,ia sangat khawatir dengan keadaan istrinya yang tengah berbadan dua.
"Terima kasih syang" jawab Dira yang terdengar senang.
"Jangan sampai kelelahan".
" Ya,tentu saja...kau kan tau seperti apa tenaga istri mu ini" jawab Dira disusul tawanya.
"Ya,aku tau...apa lagi kalau sedang diatas ranjang-"
__ADS_1
Klik...tut..tut...
"Kenapa dimatikan" gumam Elang saat melihat pada layar ponselnya karna Dira mematikan panggilannya.
Namun tak lama,Dira kembali menelfon Elang.
"Berani sekali kau mematikan telfon?" ucap Elang saat mengangkat panggilan tersebut.
"Hehehe...Tidak berani lagi..." ucap Dira karna takut jika Elang kembali melarangnya untuk bepergian.
Bagai mana tidak menutup telpon mu Tuan, kau bicara ngawur seperti itu. Heran juga,kenapa setiap bahas apa pasti menjurus kearah sana.Batin Dira
"Baik lah...jangan pulang terlambat,karna aku akan pulang lebih awal" ucap Elang,kemudian menyelesaikan panggilannya setelah Dira menjawab oke pada perintahnya.
***
Dira kini tengah menunggu adiknya di kantin kampus.
Tadi ia memberi kabar pada Irfan agar pemuda itu membawanya jalan-jalan, tapi ternyata Irfan masih ada satu mata pelajaran lagi,jadi Dira memutuskan untuk mendatangi Irfan dikampusnya.
"Hai,cewek...sendirian aja?" sapa seorang pemuda yang baru saja datang dan kemudian duduk didepan Dira.
Dira menatap pemuda yang tidak lain adalah Albiano,tak ada balasan sapaan dari Dira. Ia hanya menganggap Bian sebagai anak kecil yang seusia Irfan adiknya,Jadi tak perlu lah untuk menanggapinya.
"Lagi nunggu Irfan?" Kembali Bian bersuara.
"Kayak nya dia masih lama,jadi gue temenin ya" Ucap Bian cengengesan.
Dira tak menanggapi.
"Kamu kuliah diamana?" Bian kembali mencoba membuka obrolan.
Dira mengerutkan kening nya melihat kearah Bian.
Tidak tau kah dia kalau aku sudah bersuami dan sebentar lagi akan memiliki seorang anak?
Hah...untuk apa juga Dira ingin menjelaskan statusnya,apa dia merasa terlalu percaya diri bahwa pemuda didepannya ini sedang naksir pada nya?
Ayolah Dira sadar...cantik juga nggak,sexi apa lagi...memang apa yang bisa di banggakan dari dirimu?
Tak lama,terlihat Irfan setengah berlari mendekat kearah Dira.
"Hai Pan,udah selesai?" tanya Dira saat Irfan sudah dekat.
"Sudah" jawab Irfan.
"Eh,Yan...kamu disini?" tanya Irfan kepada Bian.
__ADS_1
"Ya,cewek lo sombong banget, gue ajak ngobrol dia cuma jawab singkat doang" ucap Bian,sebenarnya dia merasa agak malu juga sih,karna ketahuan sama Irfan mau deketin pacar nya.
"Ha ha..." sontak Irfan tertawa lepas,seolah mengerti maksud Bian. "Astaga Yan...kamu naksir sama mbak Dira?" ucap Irfan masih dengan sisa tawanya.
Bian mengerutkan dahinya "Mbak? lo manggil cewek lo mbak?" tanya Bian Heran.
"Dia bukan cewekku...tapi kakak perempuan ku" Ucap Irfan kembali tertawa.
"Wanjirrr..." Sontak Bian memberi pukulan ringan pada temannya itu.
Bian dan Irfan menjadi akrab sejak beberapa hari yang lalu Irfan menolong Bian dari preman yang ingin mencelakainya.
Dan tenyata preman itu adalah suruhan dari musuh ayah Bian,beruntung saat Bian dihajar oleh beberapa preman itu,Irfan memergokinya kemudian membantu Bian menghajar para preman itu.
Sejak saat itulah,Bian menjadikan Irfan sebagai sahabatnya. Namun sebenarnya masih ada rasa mengganjal dihatinya, karna cewek yang Bian tahu adalah kekasih Irfan adalah cewek yang selama ini ia sukai.
Tapi,kini ia serasa lega mendengar bahwa ternyata Dira adalah kakak perempuan Irfan.
"Tapi bukan aku yang harus kamu khawatirkan" ucap Irfan membuat Bian memandang kearah pemuda itu dengan tatapan maksud mu?Irfan kembali tergelak. "Lagian kok bisa kamu naksir sama bumil?"
Bumil? ibu hamil maksudnya?.batin Bian.
"Mbak Dira udah punya suami,lagi hamil pula" ucap Irfan menjelaskan,yang sepertinya otak Bian masih loading.
Sontak saja kedua mata Bian membulat sempurna,bagai mana bisa dia tidak menyadari kalau Dira lebih tua darinya?.
"Kalian ngomong apa sih? yang kalian berdua omongin tu ada disini lho!" protes Dira yang sejak tadi menjadi bahan omongan.
"Belum juga nembak...udah patah hati duluan" gerutu Bian menggaruk kepalanya yang tiba-tiba terasa gatal.
"Emang kamu berani lawan Chef Elang?" tanya Irfan.
"Hust...apa an lawan-lawan?" sambar Dira.
"Maksudmu?" Bian meminta penjelasan.
"Iya,suami mbak Dira ya itu...Chef Elang" jelas Irfan yang kembali membuat Bian terkejut.
Ia tau betul siapa itu Chef Elang,bukan hanya seorang ahli masak,Pria itu juga pemilik beberapa Restoran mewah,serta penerus sesungguhnya dari Hermawan Group.
Bian benar-benar semakin tidak menyangka bahwa gadis dihadapannya ini adalah istri dari sihebat Erlangga pradygta.
"Udah ah,Pan,kita berangkat sekarang" ajak Dira sambil menggandeng lengan adik laki-lakinya,Meninggalkan Bian yang masih merasa tak percaya dengan apa yang didengarnya.
Apakah pemuda itu terlihat bodoh karna naksir dengan istri orang? bahkan dia tidak sadar kalau yang ditaksir sudah berbadan dua. dasar Bian...
Untuk ekstra part up date nya memang tidak setiap hari ya,karna ini memang tidak ada konflik jadi hanya buat seneng-seneng nya aja,jadi up nya jika make ada wangsit ide baru... happy reading....😘
__ADS_1