Istri Kesayangan Chef Tampan

Istri Kesayangan Chef Tampan
ekstra part 14


__ADS_3

"Hallo ganteng...bagai mana rasanya disana? apa nyaman hm?" ucap Elang gemas dengan bayinya yang tengah tertidur lelap menempel pada dada sang ibu.


"Apa sih pa...jangan bilang papa iri?" jawab Dira asal.


Elang tersenyum kemudian duduk disamping sang istri yang masih setia memeluk si buah hati.


"Ibuk belum sampai pa?" tanya Dira dengan panggilan baru untuk sang suami.


"Belum,baru mau dijemput Irfan ke bandara" Elang mengusap lembut pipi putra kecilnya.


Rasanya masih belum percaya kalau sekarang dia telah menjadi seorang ayah.


"Kenapa aku merasa menyesal ya?" gumam Elang dan tentu masih bisa didengar dengan baik oleh Dira.


"Menyesal kenapa? menyesal karna sudah menikahiku?" sewot Dira.


Elang tersenyum menoel hidung istrinya "Mans mungkin" ucap nya "Aku menyesal,kenapa tidak dari dulu kita bikin yang seperti ini? kenapa baru sekarang setelah di desak oleh mama? rasanya menyenangkan menjadi seorang ayah" Elang mencium pipi bayi mungil itu,membuat bayi yang tadinya tidur menjadi mengolet lucu.


Dira hanya mendengarkan ucapan Elang dengan senyum diwajahnya,sepertinya rasa bahagianya membuatnya tak bisa menghentikan senyum indah nya.


Setelah bayi itu kembali tertidur,Suster pun mengembali kan sang bayi kembali kedalam inkubator.


"Kita akan memanggilnya apa Pa?" tanya Dira dengan pandangan yang tak lepas dari bayinya.


Elang terlihat berfikir,ternyata karna rasa paniknya tadi ia bahkan belum memikirkan nama untuk buah hatinya.


"Bukannya dari awal sudah tahu jenis kelaminnya? kenapa belum memikirkan namanya?" ejek Dira.


Elang tiba-tiba saja menggaruk kepalanya yang tidak gatal,Kenapa ia bisa sampai melupakan hal itu? ah...karna akhir-akhir ini sibuk membuat Elang sampai lupa untuk membuatkan nama untuk bayinya.


"Mmm...tunggu sebentar" ucap Elang sambil berpikir keras "Bagai mana kalau Dilan?".


" Dilan?" tanya Dira kemudian ia menahan tawanya "Kenapa Dilan?"


"Bukankah nama Dilan bagus? itu gabungan dari Dira dan Elang" Elang menjelaskan " Kenapa tertawa?" Elang merasa gemas melihat Dira yang masih berusaha menahan tawanya.


"Jadi nama Dilan bukan kamu ambil dari nama disebuah film?" ucap Dira.


Elang terlihat mengerutkan keningnya "Memangnya ada nama Dilan sebelumnya?" tanya Elang masih tak percaya.


"Astaga tuan Chef...bahkan nama Dilan yang begitu terkenal kamu tidak tahu?" ucap Dira tak percaya.


Elang begitu sibuk,karna itu ia sama sekali tak pernah mengikuti dunia perfilman atau semacamnya.


"Kamu pernah mendengar kalimat 'Jangan rindu...berat...biar aku saja'?"Dira mempraktekan ucapan dalam film yang ia maksud.


Elang masih terlihat tak mengerti,dan fiks... Elang memang kudet hahaha...


" Sudah lah,syang...cari nama lain saja" usul Dira.


Dan sepertinya Elang menampakan wajah tak suka. Padahal ia sudah berfikir keras untuk memberikan nama yang bagus untuk putranya,tapi ternyata Dira sepertinya tidak suka.


"Masak iya aku kasih nama Samsudin?" ucap Elang spontan.

__ADS_1


Dan itu berhasil membuat Dira tertawa lepas "Terus nanti panggilnya Udin gitu? ha ha ha... kamu ada-ada aja...nggak sekalian Paijo biar kayak orang jawa tulen?" ucap Dira disusul gelak tawanya.


"Jangan lebar-lebar kalau tertawa...inget jahitan belum kering" Elang memberi peringatan.


Dan Hap...Dira langsung kicep,takut kalau jahitannya bisa terbuka gara-gara tertaemwa terlalu kencang.


"Sudah lah,nanti aku browsing di internet buat cari nama yang bagus" ucap Dira kemudian.


Elang melirik kepada bayi mungilnya, kemudian satu kecupan mendarat di pipi Dira.


"Ngeliriknya ke dedek bayi,kenapa yang dicium aku?" goda Dira.


"Jauh sayang,kalau mau cium dia" kilah Elang.


"Elah...bilang aja kangen" kembali mode goda dua "Deket gitu kok dedek bayinya".


" Kamu genit-genit gini,sengaja mau menggodaku?" Elang menyingkirkan anak rambut yang menghalangi wajah Dira.


"Memangnya kamu tergoda?" mode goda tiga,Dira memainkan telunjuknya didada Elang membuat pola abstrak disana.


"Jangan diteruskan!" Elang menghentikan tangan Dira yang bermain didada bidangnya.


Dira terkekeh "Takut main solo ya?" disusul gelak tawanya.


Elang mendengus,dan itu terlihat begitu lucu bagi Dira.


"Tunggu empat puluh hari lagi syang" bisik Dira tepat ditelinga Elang.


Cup


Elang mencuri kecupan dibibir Dira dengan cepat.


"Apa-apaan ini?!" seru Dira,merasa kecolongan.


Elang terkekeh "Hanya untuk obat saja" ucap Elang dengan entengnya.


Kemudian pandangannya kembali beralih pada sikecil "Apa rasa cintamu padaku sudah bertambah dengan kehadirannya?".


Dira pun ikut mengarahkan pandangannya pada bayi mungilnya " Tentu saja" ucapnya disusul dengan senyuman lembut "Cintaku selalu bartambah seiring berjalannya waktu".


" Benarkah?".


"Hm" Dira mengangguk.


Tak lama,seorang susterpun datang mengantarkan sarapan untuk Dira.


"Silahkan nyonya" ucap suster tersebut.


"Terima kasih" ucap Dira dijawab anggukan oleh suster tersebut,kemudian pamit undur diri setelah meletakkan makanannya diatas nakas.


"Kenapa cuma dilihat saja?" tanya Elang karna Dira hanya menatap pada makanannya saja dan tidak ada niat untuk memakannya.


"Pasti bubur" ucap Dira dengan nada sedih.

__ADS_1


Elang melirik pada nampan berisi makanan untuk Dira tersebut,dan benar saja,isinya adalah bubur.


"Ini sehat lho..." ucap Elang mengambil mangkuk berisi bubur itu. "Kamu kan baru operasi,jadi musti makan yang lembut dulu,tunggu kamu pulih,aku buatkan makanan yang kamu mau" janji Elang.


"Bener ya! awas kalau bohong".


" Iya...coba Aaak" Elang menyodorkan satu suap bubur pada Dira.


Dira menerimanya kemudian meringis "Hambar" keluhnya.


"Di bayangin aja lagi makan nasi liwet sama semur jengkol" Elang mencoba mensugesti Dira.


"Enakan nasi liwet sama ikan asin baru mantap ".


" Iya terserah kamu deh mau bayangin apa,coba aak lagi" kembali Elang menyuapi Dira.


"Eh,Tuan Chef,nanti aku minta dibikinin bebek betutu ya" ucap Dira disela makannya.


"Iya nanti dibikinin" jawab Elang.


Astaga,ini kenapa istrinya bisa berubah kayak anak kecil begini sih? jadi makin gemes,jadi pengen cepet-cepet dibawa pulang.


Tok...tok...


Pintu terbuka dan nampaklah mama Mary yang baru datang.


"Sayang...!" mama Mary langsung berhambur memeluk Dira. "Congrats ya...maaf,mama semalam nggak bisa nemenin kamu" ucap mama Mary dengan raut sedih dimatanya.


"Tidak apa-apa kok ma,yang penting Dira sama dedek bayi sudah selamat" ucap Dira mencoba menghibur mama mertuanya.


"Kok manggilnya masih dedek bayi,emang belum dapat nama?" tanya mama heran.


Dira dan Elang pun saling pandang dengan pemikirannya masing-masing.


"Belum ma" Elang yang menjawab.


"Kamu ini bagai mana sih,kerjaan melulu yang dipikirin,nama buat anak sendiri malah nggak dipikirin" gerutu mama "Ya udah,mama saja yang kasih nama-"


"Enak aja...dia kan bayi El ma...yang punya hak kasih nama ya cuma El,mama jangan coba-coba mengganggu" tiba-tiba Elang memotong ucapan mama. "Kalau mama pengen kasih nama seorang bayi,mending mama buat sendiri sana!"


Tuk...


Dan tas besar mama Mary yang berat itu melayang tepat dikepala Elang.




Kalian ada ide untuk nama bayi laki\-laki Elang dan Dira?



tulis di coment ya...

__ADS_1


__ADS_2