Istri Nakal Dosen Killer

Istri Nakal Dosen Killer
Bab 13


__ADS_3

Vera menatap Drag sinis. "Emang bapak sudah mandi?" tanya Vera yang meragukan Drag.


"Sudah." Drag tetap menampilkan wajah dingin dan tegas.


"Mana? coba sini ku cium, wangi atau tidak!" ucap Vera sembari memajukan sedikit wajahnya lalu mengendus bau tubuh suaminya. Kira-kira Drag beneran sudah mandi atau belum ya? Sekiranya itulah yang di fikirkan Vera.


Drag yang di endus oleh Verap un mendekatkan sedikit kepalanya dengan ekspresi wajah yang dingin. Vera memundurkan kepalanya dengan cepat.


"Ihh jangan dekat-dekat." ucap Vera segera menjauhkan diri dari jangkauan Drag.


Drag kembali menegangkan tubuhnya. "Saya sudah mandi dan sekarang giliran kamu yang mandi." Perintah Drag dengan wajah yang sangat lempeng dan dingin.


"Kalau saya tak mau, Anda mau apa!" tantang Vera dengan wajah yang sedikit menggeleng sinis.


Benar-benar tak tau sopan santun!


Drag meletakan tangan kiri di dada dan meletakkan tangan kanan nya di dagu. "Hmm...Nggak mau ya...?!!" ucap Drag dengan ekspresi memikirkan sesuatu.


"Kalau kamu nggak mau mandi! Hmm....sepertinya lebih menyenangkan bermalam pertama dengan gadis yang bau karena tak mandi." ucap Drag dengan seringai tipis di wajahnya. Vera yang mendengar dan melihat Drag yang menatapnya dengan mesum langsung menampilkan ekspresi jijik.


"Jauh-jauh!" usir Vera dengan tangan yang menyilang di dada. Dia harus waspada dengan macan gila di depannya.


"Hmm..." goda Drag, sembari memajukan tubuhnya dengan perlahan. Drag naik ke ranjang kingsize kamar itu. Lelaki tanpa nan arogan itu sedikit demi sedikit merangkak ke arah Vera.


Vera menengadahkan kedua tangannya ke depan Drag. "Stop! Iya iya aku akan mandi." ucap nya terpaksa tapi tak rela. Vera segera bergegas menuju kamar mandi dengan wajah kesal. Gadis itu berjalan dengan kaki yang di hentakan. "Ih, nyebelin banget sih!” cerocos Vera menutup pintu kamar mandi dengan sedikit keras. Drag tersenyum devil dengan kepala yang sedikit menggeleng pelan.


 


Di kamar mandi Vera sedang berendam sembari bernyanyi dan mengcover lagu India yang berjudul o my darling i love you. Dengan tidak malunya Vera bernyanyi dengan sedikit keras, sehingga bisa di dengar oleh Drag.


 


"Neng neng neng neng neng...neng neng neng neng neng." Vera membuat musik buatan dari mulutnya sendiri. "Buah pepayah buah jambu, apa kabar Hay bujang buntu. Rokok luffman bungkusnya Samsu, celana kw lima kosong satu. Ganti oli lah motormu. Dah mulai berasap itu. Tiap detik sibuk sama hp....lihat sosmed melulu...lihat sosmed melulu, o lihat sosmed melulu..." nyanyi Vera dengan keras memperagakan suara khas wanita.


 


"Aku memang bujang buntu. Badan bau, tampang kayak hantu." bernyanyi dengan sangat asyik memperagakan suara laki laki. "Neng neng neng neng neng...neng neng neng neng neng." Vera membuat musik buatan dari mulutnya sendiri. "Kenapa ku tidak laku. Aku heran juga nggak tau. Karena mahalnya di Samsu. Magnum luffman ku hisap dulu. Akhir bulan ku mulai kere...pinjam duet Lo dulu...pinjam duet lo...dulu, o pinjam duet Lo dulu..." Vera menyanyi masih memperagakan suara laki laki.

__ADS_1


 


"Sudah habis duet ku, beli sarung tebal nenek ku." nyanyi Vera memperagakan suara wanita sembari mengakhiri nyanyiannya.


 


Di luar kamar, Drag terdiam mendengar nyanyia Vera yang begitu menyakitkan telinganya. "Dari mana dia tau lagu seperti itu?!" ucap Drag bingung dan tak habis fikir. Baru kali ini dia menemukan tipe perempuan modelan seperti Vera. Drag hanya bisa menggelengkan kepalanya tak percaya dan mencoba makhlum pada perempuan tipe seperti istrinya itu. Akhirnya Drag memilih acuh dan memilih menyibukkan dirinya dengan hal yang lebih bermanfaat.


Sekian lama Vera berkaraoke di kamar mandi, akhirnya gadis itu selesai juga dengan ritual mandinya. (Teman-teman jangan ikuti Vera ya, tak boleh bernyanyi dan berbicara di kamar mandi.)  


"Cklek" Vera membuka sedikit pintu kamar mandi sembari mengeluarkan sedikit kepalanya mencari Drag. "Pak... Bapak..." panggil Vera sedikit keras sembari melihat ke arah Drag yang sedang fokus melihat laporan perusahaannya. Drag tak menyahuti panggilan Vera. "Suamiku..." panggil Vera semanis mungkin. Drag langsung menoleh ketika Vera memanggilnya dengan sebutan suamiku.


"Ada apa Vera." tanya Drag sembari bangun menghampiri Vera.


"Tolong ambilkan koper istrimu ini suamiku." ucap Vera memerintah, dia menampilkan wajah sok manis dan imut.


 


Drag mengambilkan koper Vera lalu memberikannya. Setelah mendapat kopernya, Vera langsung kembali masuk ke dalam kamar mandi tanpa mengucap terimakasih. “Brak" Vera menutup pintu kamar mandi dengan sedikit keras.


"Makasih ya..." ucap Drag datar kepada pintu di depannya. Vera terkekeh mendengar ucapan itu.


"Hmm..." dehem Drag dingin dengan gaya cool dan maskulin.


Setelah selesai dengan drama kamar mandi, Vera keluar dan langsung berbaring di ranjang kasur yang bertabur bunga. Tanpa menunggu lama, Vera kembali terlelap dalam mimpi indahnya. Di tengah malam, Vera merasa ada sesuatu yang berat menimpa perutnya, Vera terbangun karena tak nyaman dengan benda keras dan kokoh itu. Menggeliat pelan. "Hmm..." berdehem sembari mengucek kedua matanya menggunakan satu tangan


Vera mencoba melihat ke depan dengan mata yang masih mengantuk. "Kyakk...ah...." teriak Vera kencang sehingga membangunkan dan mengagetkan Drag. Drag terkejut dan langsung terbangun dari tidurnya.


"Kenapa sih teriak-teriak tengah malam begini!" ucap Drag dengan nada kesal sembari menatap Vera dengan mata tajamnya.


"Bapak ngapain peluk peluk aku?!" tanya Vera dengan kesal kepada suaminya itu.


"Memangnya tidak boleh? Saya kan meluk istri saya sendiri! bukan meluk istri orang!" ucap Drag dengan aura mengerikan.


"Jauh nggak!" ucap Vera mendorong dada bidang Drag agar segera menjauh darinya.


Drag memilih mengalah pada istri bawelnya itu. ia memilih merebahkan kembali tubuhnya di samping Vera.

__ADS_1


"Pak, bapak..." panggil Vera lagi dengan nada tak bersahabat.


Drag menoleh ke arah Vera. "Apa lagi sih?" tanya Drag dengan datar.


"Ngapain bapak tidur di sebelah aku, tidur di sopa sana gih." ucap Vera memerintah dengan tampilan wajah kesal.


"Durhaka kamu sama suami!" ucap Drag kesal sembari mengimitasi istri nakalnya. Vera mendorong dorong tubuh berotot Drag.


"Cepetan pindah" ucap Vera memaksa Drag agar segera turun dari ranjang.


Mau tak mau, akhirnya Drag memiliki mengalah dan pindah ke sopa. Tanpa mempedulikan Suaminya, Vera melanjutkan tidurnya tanpa merasa bersalah. Drag yang melihat istrinya sudah menutup matanya pun, langsung membaringkan tubuhnya lagi dan perlahan menutup mata indahnya dengan sempurna.


"Zzz..." pertanda Vera sudah larut dalam tidurnya yang nyenyak.


Beberapa saat Vera tertidur, tak lama Drag bangun dari tidurnya, dia melirik ke arah istrinya di tempat tidur. Wajahnya tetap datar. Drag bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah ranjang mendekati Vera. Setelah naik ke atas ranjang, Drag memandangi wajah istri nakal dan cerewetnya itu. Drag menyelipkan rambut Vera di belakang telinganya.


Cantik, tapi sayang cerewet dan nakal. gumam Drag pelan.


 


Drag tersenyum hangat melihag Vera yang terlelap seperti kerbau. Tanpa menunggu lama, Drag membaringkan tubuhnya di sisi Vera dan kembali memeluk istri nakalnya itu. Mata Drag mulai menutup secara perlahan dengan senyum simpul di wajahnya.


Waktu terus berjalan, jam sudah menunjuk kan pukul 5 dini. Drag bangun dari tidurnya dan membangunkan Vera sembari menggoyangkan tubuh kecil nya. “Vera bangun." ucap Drag dengan pelan dan lembut. "Bangun sudah shubuh..." ucap Drag lagi sembari terus menggoyang tubuh Vera.


Vera masih terlihat enggan membuka matanya. "Apa sih pak...Ganggu aja sih." ucap Vera kesal dengan mata yang masih setia menutup.


"Ayo shalat shubuh." ajak Drag tanpa berhenti menggoyangkan tubuh Vera. Vera menjauh kan tangan Drag dari tubuhnya.


"Bapak di Luan saja, nanti shalat nya ku ganti besok-besok." ucap Vera tak mendengarkan ajakan Drag. Drag mengeluarkan wajah kesal.


"Tidak boleh seperti itu...Ayo cepat bangun." ajak dengan dengan paksa.


Drag yang tak di tanggapi oleh Vera pun merasa kesal sendiri, akhirnya Drag memiliki mengangkat dan menggendong tubuh Vera ala bridal style lalu membawanya ke dalam kamar mandi.


Kok aku seperti melayang ya, mungkin ini Cuma mimpi. Hehe. Batin Vera tanpa sadar.


Vera tak sadar tubuhnya sudah di angkat sang suami. Setelah tiba di kamar mand, Dragi segera meletakkan Vera di dalam bak mandi. Dengan santainya Drag menghidup kan keran air dingin agar istrinya itu bangun, dan menunaikan ibadah sholat subuh.

__ADS_1


Vera membelalakan kedua matanya "A...." teriak Vera tersentak kaget ketika merasakan tubuhnya mulai terendam air dingin.


__ADS_2