Istri Nakal Dosen Killer

Istri Nakal Dosen Killer
Istri durhaka


__ADS_3

Masih di kantin, Vera masih setia menunggu pesanan. Beberapa menit menunggu, kini pesanan Vera sudah datang. "Ini pesanan nya mbak Vera." ucap Ibu kantin meletakkan pesanan Vera di atas meja.


"Makasih ya bu." ucap Vera tersenyum ke arah ibu kantin.


"Sama-sama mbak Vera." ucap ibu kantin tersenyum lalu segera pergi meninggalkan Vera.


"Hm...wangi sekali..." gumam Vera mencium bau bakso yang berada di depannya. Melihat asap bakso membuat perut Vera semakin lapar. Tak ingin menunggu lama, Vera segera mungkin memakan bakso yang ada di depannya.


"Seger banget panas-panas begini minum es." Vera meneguk esnya hingga setengah gelas.


Beberapa menit kemudian.


"Ah... kenyang nya." ucap Vera mengelus perut buncit nya. Perutnya seakan ingin meledak m Bahkan untuk bicara pun ia seakan tak sanggup.


Vera duduk sejenak menunggu nasinya di cerna. Setelah merasa membaik, Vera segera bangkit dan berjalan menuju ibu kantin. "Berapa bu?" tanya Vera mengeluarkan dompet nya.


"Buat mbak Vera 15 ribu saja." ucap Ibu kantin tersenyum manis.


"Buat mbak saja, memang segitu harganya ya buk! hhhh" bantah Vera tertawa yang di ikuti ibu kantin.


Setelah membayar pesanannya, dengan segera Vera memesan grab untuk pulang rumah orang tuanya. Setelah memesan, Vera pamit pada ibu kantin untuk pergi ke depan jurusan nya. Beberapa menit menunggu, akhirnya grab yang di pesan Vera pun tiba.


"Cklek." Vera menutup pintu grab setelah sudah berhasil duduk di kursi penumpang.


Ya ampun...aku lupa izin sama dosen killer itu.


Dengan cepat Vera membuka handphonenya. lalu mulai mengirim pesan pada suaminya dari aplikasi hijau.


Obrolan chat.


Assalammualaikum, maaf Pak sebelumnya. Saya izin nggak masuk di kelas berikutnya ya pak. Pesan Vera.


Wa'alaikumussalam, kenapa Vera? balas Drag.


Saya ada urusan mendadak pak. Pesan Vera enggan memberitahu suaminya.


Iya, urusan apa? tanya Drag begitu penasaran.


Maaf Pak saya tidak bisa memberitahu urusan pribadi saya. balas Vera.

__ADS_1


Pribadi apa Vera? kamu mau kemana dan lagi di mana sekarang? tanya Drag dengan sedikit cemas dan penasaran.


Maaf ya bapak Drag yang terhormat, saya ada urusan keluarga yang tidak bisa saya kasih tau karena hal ini hal pribadi pak. balas Vera yang membuat Drag kesal dan marah.


Saya ini suami kamu Vera! balas Drag dengan marah.


Maaf Pak, bapak itu dosen saya, sedangkan suami saya sedang berkerja. balas Vera memanas-manasi suaminya. Kelihatannya Vera masih kesal dengan suaminya itu.


Vera! balas Drag terlihat marah


"Tring, tring" Drag menelpon Vera.


Maaf Pak saya tidak bisa mengangkat telepon bapak nanti suami saya marah.Vera membalas pesan suaminya dengan perasaan yang sangat kesal.


Durhaka kamu sama suamimu! balas Drag menahan amarah.


Maaf bapak Drag yang terhormat. Di rumah anda memang suami saya, tapi saat di kampus anda adalah dosen saya. balas Vera


Ngeselin banget beruang kutub ini. Tadi di usir nya aku dari kelas, sekarang nanyak- nanyak dia aku mau kemana. Aneh banget!batin Vera kesal pada suaminya itu.


Mau di manapun saya, kamu tetap istri saya dan saya tetap suami kamu Vera! balas Drag dengan penuh penekanan.


Vera! jangan membuat saya marah. Cepat kembali dan masuk ke ruangan saya! balas Drag yang sudah marah.


Maaf bapak Drag yang terhormat. Kan saya sudah bilang, bahwa saya ada urusan mendadak. balas Vera dengan santai. Tak ada rasa bersalah sedikitpun di hatinya memperlakukan suaminya seperti itu.


Setelah mengirim pesan itu Vera memilih keluar dari aplikasi hijau. "Ting, ting, ting." terdengar suara notifikasi yang lumayan banyak dari aplikasi hijau. Vera memilih untuk mengacuhkan pesan-pesan yang masuk ke handphone nya itu.


Setelah lama di perjalanan, akhirnya Vera pun tiba juga di rumah kedua orang tuanya. Dengan cepat Vera mengeluarkan uang kas lalu memberikannya ke supir grab. Setelah membayar ongkos nya, Vera keluar dari mobil lalu berjalan menuju ke arah rumah orang tuannya.


Hm...Sudah lama aku meninggalkan rumah ini. Aku sangat rindu dengan kamarku. batin Vera berjalan santai memasuki rumahnya.


"Mama Vera datang..." teriak Vera ketika sudah berada di dalam rumah.


Sela yang mendengar suara anak kesayangan itu tersenyum, lalu segera bergegas menemui nya. "Sudah datang sayang." ucap Sela tersenyum hangat. Bidadari tua itu memeluk Vera dengan penuh kerinduan. "Mama kangen banget sama kamu nak." ucap Sela terlihat enggan melepas pelukannya pada Vera.


"Vera juga kangen sama mama." ucap Vera membalas pelukan Sela. Tangan mungil dan lentiknya mengelus punggung Sela dengan lembut.


"Sudah makan?" tanya Sela Setelah melepaskan pelukannya. Mata tua itu menatap Vera dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


"Belum ma." ucap Vera memberikan ekspresi lesuh nya ke arah Sela. Sela menampilkan wajah terkejut nya. Tidak biasanya anak nya ini melewatkan waktu makan.


"Kenapa belum sarapan sih sayang?" tanya Sela terlihat cemas dengan tangan yang memegang bahu Vera.


"Belum makan untuk kedua kalinya. Hhhhh." canda Vera sembari tertawa. Sela mengerucut bibir nya menatap kesal ke arah Vera.


"Is...kebiasaan memang!" ketus Sela memukul bahu Vera dengan pelan.


"Mama masak apa?" tanya Vera dengan mata yang menatap ke arah dapur.


"Hari ini mama masak ayam krispi dan tumis kangkung pedas." ucap Sela menerbitkan senyum manis nan tulusnya untuk Vera.


"Mau makan lagi ah." ucap Vera merengkuh pinggang Sela lalu membawanya menuju dapur. "Ayo mamaku sayang." ajaknya tersenyum manis.


"Ets... kebiasaan memang anak satu ini. Nanti kalau di acara keluarga jangan begitu loh. Malu Vera, malu..." nasehat Sela dengan nada kesal sembari menarik telinga Vera.


"Ampun ma ampun...sakit ma..." aduh Vera kesakitan. Sela melepaskan tarikannya lalu menggandeng lengan Vera untuk ikut dengannya menuju dapur.


Di dapur tepatnya di meja makan, terlihat Vera sibuk melahap makanannya. Dia sangat menikmati tumis kangkung buatan mamanya. "Cepat makannya sayang... selesai makan kita ke salon." ucap Sela dengan tangan memotong buah.


"Ya ma..." ucap Vera dengan mulut yang penuh dengan makanan. Sela menggeleng kan kepalanya melihat Vera.


"Kebiasaan! habiskan dulu makanan yang ada di mulut kamu sayang. Nanti di perkumpulan keluarga jangan begitu ya! malu!" nasehat Sela tak habis pikir dengan tingkah Vera yang seperti orang yang tak makan beberapa hari.


"He..." Vera hanya bisa menyengir dengan mulut yang masih penuh dengan makanan.


***


Di tempat lain terlihat Drag sedang berada di mobil untuk menuju ke perkumpulan para pengusaha. Dia sangat jenuh dan moodnya terlihat sedang buruk. Terjadi keheningan di dalam mobil yang di tumpangi oleh Drag. Mata tajam itu fokus melihat ke arah depan. Terlihat rahangnya sangat kokoh, auranya sangat dingin dan wajahnya terlihat sangat datar.


Sesekali Vino melirik Drag dari kaca depan. Tak biasanya ia melihat bos nya ini diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Biasanya Drag selalu berbicara pada Vino walaupun cuma satu kata.


Beberapa menit di perjalan, akhirnya Drag dan Vino sampai juga di kediaman tuan kuntoro. Tepatnya di salah satu hotel miliknya. Ya tuan kuntoro lah yang mengusulkan kepada para pengusaha agar dia saja yang menyiapkan tempat pertemuannya. Hal ini membuat Drag jenuh dan malas untuk datang ke pertemuan ini. Tapi mau tak maupun dia harus tetap datang karena banyak rekan bisnis yang ikut berkerja sama dengannya.


Mobil hitam yang di tumpangi Drag berhenti tepat di depan pintu hotel besar itu. Dengan cepat beberapa bodyguard yang ikut bersama Drag membukakan pintu untuk Drag. Drag segera keluar dengan vino yang menyusul di belakangnya. Kini Drag dan Vino berjalan ke arah pintu masuk hotel. "Selamat datang tuan." sambut wanita bertubuh bagus nan cantik. Wanita itu mengarahkan tangannya mempersilahkan Drag dan Kevin untuk masuk.


Drag terus melangkahkan kakinya tanpa memperdulikan wanita sexy yang menyambutnya. Dari jauh terlihat manager hotel menyamperi Drag dan Vino, ia memandu dan menunjukkan langsung di mana tempat pertemuan para pengusaha.


Mereka terus berjalan mengikuti arahan manager hotel di lorong khusus ruangan vip. Di depan pintu ruangan vip terdapat banyak penjaga. Dua penjaga berbadan besar membukakan pintu untuk Drag. "Cklek." pintu sudah terbuka. manager hotel mempersilah kan Drag dan Vino untuk masuk kedalam sana.

__ADS_1


"Silahkan tuan." ucap manager hotel hanya mengantar sampai di depan pintu saja. Drag hanya menganggukkan kepalanya pelan. Tak ingin membuang waktu, Drag dan Vino segera melanjutkan langkahnya memasuk ruangan itu. Mereka langsung di sambut oleh tuan Kuntoro dan rekan bisnis lainnya.


__ADS_2