
Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Setelah menunaikan shalat tarawih di masjid, Drag langsung pulang kekediaman nya. Tak bertemu beberapa jam rasanya bagaikan tak bertemu beberapa tahun. Hati pria tampan nan arrogant itu sudah teramat rindu dengan bidadari nya. "Assalamualaikum sayang, Mas pulang," ucap Drag ketika sudah masuk ke dalam kamar.
"Wa'alaikumussalam," ucap Vera sembari menyamperi Drag lalu mencium tangan nya. Begitu pun dengan Drag yang mencium kening Vera dan kedua pipi chubby nya.
"Ayang bawa apa itu?" tanya Vera sembari melirik bingkisan di tangan kanan Drag.
Drag mengangkat bingkisan di tangan dengan senyum simpul nan manisnya, "Ini gado-gado bukankah sayangku ini menginginkan nya?" tanya Drag dengan senyum menggoda.
Vera hanya mengangguk malu pada Drag. Sungguh ia sangat senang sebab Drag selalu memenuhi keinginan nya. "Mau yang,,," ucap nya manja sembari memainkan kancing baju Koko Drag.
"Ya sudah, mari kita makan," ajak Drag yang di angguki Vera dengan penuh semangat.
Karena tak ingin merepotkan siapapun, Drag pun pergi ke lantai dasar untuk mengambil perlengkapan makan. Tak lupa ia membawa beberapa buah yang sudah di potong. Setelah merasa tak ketinggalan sesuatu, Drag pun melangkahkan kakinya kembali ke kamar Vera. Vera yang melihat Drag sudah membawa alat makan, langsung bertepuk tangan bahagia seperti anak kecil yang baru saja di belikan mainan baru.
"Jangan melompat sayang, kasihan bayi kita terguncang di sana," ucap Drag yang hanya di balas dengan senyum malu Vera. "Ayo kemari," ucap Drag setelah selesai meletak kan gado-gado nya di atas piring. "Makanlah sayang, jangan lupa baca doa biar berkah," ucap Drag tanpa memandang Vera sebab fokus memasukkan sampah kedalam plastik.
"Suapin yang," ucap nya dengan sangat manja membuat Drag tak bisa menolak permintaan bidadari nya itu.
"Baiklah," ucap nya lalu mengambil alih sepiring gado-gado dari tangan Vera. Vera terlihat sangat antusias dan bersemangat menunggu suapan dari Drag. "Pelan-pelan sayang," ucap nya sembari membersihkan sudut bibir Vera yang terdapat kuah gado-gado.
"Maaf yang, habisnya enak sih," ucap nya dengan ekspresi anak-anaknya.
"Kalau enak, cium dong?" ucap Drag sembari menyodorkan sebelah pipinya ke arah Vera.
"Ih ayang," ucap Vera seakan enggan mencium Drag namun ia tetap mencium nya.
"Kuah nya nempel ni di pipi Mas," ucap Drag dengan nada bercanda nya.
"Hehehe, maaf yang, sini aku bersihkan," ucap Vera sembari mengelus pipi Drag yang terkena kuah campur air liurnya.
"Makasih sayang," ucap Drag lalu mendaratkan satu ciuman di pipi Vera.
"Mau lagi yang," ucap Vera yang membuat Drag kembali memasukkan sesuap gado-gado ke mulut Vera.
"Yang," panggil Vera dengan mulut yang masih sibuk mengunyah makanan nya.
__ADS_1
"Hm," sahut Drag sembari merapikan makanan di piring nya.
"Yang aku ingin sesuatu, keinginan ku ini sudah lama aku pendam yang," ucap Vera yang seketika membuat Drag menolehkan pandangannya pada Vera.
"Benarkah sayang? kenapa tidak mengatakan nya sendari dulu kalau menginginkan sesuatu," ucap Drag tanpa perasaan panik sedikit pun.
"Aku malu yang bilangnya sama kamu," ucap nya mulai menampilkan wajah sendu nan imut nya.
"Jangan begitu ah ekspresi nya, mas gemes tau," ucap Drag sembari menarik pipi chubby Vera dengan pelan. "Masa sama suami sendiri malu sih, katakanlah sayang," ucap Drag dengan sangat santai nya.
Jantung Vera berdetak dan bergetar sebab ragu mengutarakan keinginannya. "Sebentar ya yang," ucap Vera lalu segera bangkit dari duduknya menuju ruang ganti. Drag mengernyit kan kening nya heran. "Mau ngapain yang? makanya belum habis ini loh," ucap Drag sembari terus fokus memperhatikan Vera.
"Sebentar saja yang," ucap nya yang membuat Drag hanya bisa menghela nafas sabar.
Di dalam ruang ganti terlihat Vera sibuk mencari paket yang ia pesan tempo hari lalu. " ini dia," Vera tersenyum sembari mengambil kotak paketnya. Setelah tidak mempunyai kepentingan lagi di dalam sana, Vera pun kembali lalu menghampiri Drag.
"Sayang,,," panggil Vera dengan manja nya lalu langsung duduk di pangkuan Drag tanpa meminta izin terlebih dahulu.
"Itu apa sayang?" tanya Drag sembari meletakan piring nya di atas meja.
"Kenapa diam saja yang, katanya kamu mau menuruti keinginan ku,,," ucap Vera dengan mata kucing nya.
"Iya sayang, tapi bukan begini juga," ucap Drag sembari fokus menatap pakaian di depannya.
"Please yang, aku dan Dede bayi ingin sekali melihat ayang mengenakan kostum ini," ucap nya sembari memeluk Drag dengan erat berharap Drag luluh dan mau memenuhi keinginan nya. "Sebentar saja pun nggak apa-apa yang," rayu Vera lagi yang kali ini berhasil melelehkan hati Drag.
"Baiklah sayang, Mas akan mengenakan nya." ucap Drag dengan wajah pasrah nya.
"Yey, ma aci yang,,," ucap nya sudah mendaratkan ciuman Bertubi-tubi di wajah Drag.
"Tapi ingat ya sayang, Mas hanya akan mengenakan nya sebentar saja," ucap Drag yang langsung mendapatkan persetujuan dari Vera.
Karena tak ingin membuat Vera menunggu, Drag pun segera pergi ke ruang ganti untuk mengganti pakaian nya dengan kostum yang di berikan Vera. Setelah selesai diapun langsung keluar dan menghampiri Vera. "Sayang mas sudah selesai," ucap Drag lalu membuka topengnya sebab hendak mencium Vera namun ia mengurungkan niatnya itu ketika melihat Papa dan ibu mertuanya tengah menahan tawa melihat dirinya. Drag baru sadar jika istri nakal nya itu tengah melakukan video call dengan kedua orang tuanya.
Karena tak ingin malu, Drag pun memasang kostum nya kembali lalu melakukan gerakan seakan hendak menyerang monster. Ya, saat ini Drag tengah menggunakan kostum Ultraman. Sela yang tak bisa menahan tawanya lagi langsung melepaskan tawa bahagia nya. Tak lupa ia mengambil screenshot gambar Vera dan Drag. Dan pastinya ia akan menunjukkan gambar itu pada besan nya, siapalagi jika bukan Ami dan Jon.
__ADS_1
"Hehehe," Vera terkekeh sebab melihat kelakukan Drag yang di luar ekspektasi nya. Ia benar-benar sangat bahagia melihat Drag berpenampilan seperti Ultraman sungguhan.
"Suamimu luar biasa sekali nak," ucap Ronal sangat kagum dengan ketulusan dan cinta Drag pada anak nya hingga ia mau menuruti keinginan Vera untuk mengenakan kostum lucu itu.
"Iya Pa, Mas Drag memang luar biasa, saking luar biasanya Vera semakin cinta pada nya." ucap Drag sembari melirik Drag yang terlihat kembali ke ruang ganti dengan menahan malu.
Malu sekali aku, untung saja aku sangat mencintainya, jika tidak sudah pasti aku akan menceburkan wanita hamil itu ke kolam berenang. batin Drag kesal bercampur malu.
"Ya sudah ya Nak, sepertinya suamimu malu kepada kami," ucap Sela yang di angguki Vera dengan bibir yang terlihat menahan tawa.
"Baik Ma," ucap Vera sebelum sambungan video call nya terputus.
Vera segera menyimpan handphone miliknya lalu menyusul Drag menuju ruang ganti. "Yang," panggil Vera sembari memperhatikan Drag yang masih sibuk mengenakan pakaian atasnya. "Ayang," panggil nya lagi tanpa rasa bersalah di wajahnya.
"Kenapa sayang," ucap nya berusaha sebisa mungkin menahan dirinya agar tetap bersikap baik dan lembut pada Vera.
"Makasih ya yang," ucap Vera lalu memeluk pinggang Drag yang saat ini sudah berdiri di hadapan nya. Drag mengelus ubun-ubun Vera dengan penuh kasih sayang. Mata tajamnya tak henti-hentinya memperhatikan Vera yang sudah menutup matanya di perutnya.
"Sayang ngantuk ya?" tanya Drag namun tak mendapatkan sahutan dari Vera.
"Huh," Drag menghela nafasnya sembari tersenyum. Ia pun berniat mengangkat tubuh Vera namun wanita itu mencegah nya.
"Sebentar yang, biarkan seperti ini sebentar," ucap Vera yang di turutin oleh Drag.
"Apa tubuhnya tidak pegal yang? itu gado-gado sayang belum di habiskan loh? apa Mas saja yang menghabiskan nya?" ucap Drag yang membuat Vera langsung membuka mata nya lalu menatap Drag.
"Ayo yang kita makan lagi," ucap Vera dengan wajah datar nya.
"Ih,,,kamu tuh menggemaskan sekali sih sayang, Mas makan juga kamu!" ucap Drag lalu menggigit pipi Vera dengan pelan.
"Ah,,," teriakan Vera berhasil membuat Drag melepaskan gigitannya.
"Sayang," ucap Drag memberi peringatan pada Vera sembari menutup kedua telinganya.
"Sakit tau,,,ayang jahat ih, hiks," ucap Vera dengan air mata yang sudah mengalir.
__ADS_1
Drag yang melihat itu langsung menarik Vera ke dalam pelukan nya. "Sudah jangan menangis, Mas minta maaf ya," ucap Drag memilih mengalah dari wanita hamil yang amat sensitif itu. Sensitif kulit bayi!