Istri Nakal Dosen Killer

Istri Nakal Dosen Killer
Masih sore


__ADS_3

Beberapa jam telah berlalu, kini terlihat Vera duduk di pinggir kolam dengan tubuh yang masih basah. Vera melirik semua teman-teman nya lalu berkata, "Udahan yuk gusy, badan aku pegel banget pingin di pijat. Apa kalian nggak mau ikut ke salon bersama ku," ajak Vera membuat para wanita langsung naik ke atas.


"Cepat gusy kita ganti baju," teriak Sena tak sabar ingin mempercantik dirinya.


"Ver, ada spa dan lulur kan?" tanya Monica sembari memijat bahunya yang sedikit pegal.


"Ada," ucapnya membuat semuanya menerbitkan senyum indahnya.


Tak ingin ketinggalan spa dan lulur, para wanita itu segera membersihkan tubuhnya di kamar mandi lalu segera berganti baju. Lucy yang sendari tadi duduk hanya memperhatikan pergerakan cepat teman-teman nya. "Lu, ayo," panggil Vera yang masih melihat Lucy bersantai. Lucy segera bangkit dan menyusul Vera menuju ruang salon dan spa.


"Hm, harum banget Ver," ucap Glow sembari menghirup uap asap yang sangat wangi.


"Silahkan Nona," ucap para Maid memandu satu persatu wanita untuk melakukan perawatan yang di inginkan.


Vera dan semuanya melakukan spa dan lulur. Saat ini mereka benar-benar memanjakan dirinya di kasur empuk nan halus. Setiap orang mendapat satu Maid untuk memanjakan nya. Para Maid tersenyum simpul dengan tangan yang lihai memijat.


"Enak banget,,," ucap Vera menutup matanya seperti ingin tertidur. Bukan hanya Vera saja, tetapi yang lainnya ikut menyusul Vera.


"Bisa kali orang ini tidur," ucap Lucy dengan tubuh yang di pijat. Lucy hanya di pijat di bagian tertentu sehingga ia tak mengenakan handuk seperti yang lainnya. Ia sangat tak suka aurat nya terlihat walaupun sesama wanita yang melihatnya. "Kak, siap ini tolong ambilkan teh manis dingin ya," ucap Lucy yang di angguki Maid dengan senyuman.


"Baik Nona," ucap Maid itu masih terus memijat punggung Lucy. Beberapa menit berlalu, kini Lucy tengah duduk sembari menikmati teh dinginnya. Karena bosan melihat para bidadari tidur, Lucy memilih melakukan perawatan rambut dan wajah.


Saat ini salah satu maid sedang mencuci rambut panjang Lucy sembari menyahuti ucapannya.


"Berarti kakak ke sini merantau ya?" tanya Lucy dengan mata yang fokus menatap cermin di depannya.


"Iya Nona," sahutnya singkat.


"Kalau ada waktu, main ke rumah lah kak, nanti simpan ya nomor handphone ku. Kalau bisa ajak teman kakak yang lain." ucap Lucy dengan ramah nya.


Ya Allah, baik sekali mbak ini, sudah cantik, shalihah pula. Paket lengkap ya Allah. batin Maid itu merasa senang dengan sikap Lucy.


"Iya mbak, in syaa Allah nanti saya mampir ke rumah mbak ya," balasnya tersenyum canggung.


"Ok," ucap Lucy menunjukkan jempol nya di depan cermin.

__ADS_1


Di salah satu ranjang mini, terlihat Vera mulai mengerjakan matanya. Perlahan mata itu ia alihkan ke arah Lucy. Bibir Vera berbentuk O ketika melihat rambut panjang Lucy. "Panjang dan lebat banget rambut mu Lu,,," ucapnya terpanah akan keindahan yang di miliki Lucy.


"Lucy?" tanya Monica yang baru saja bangun dari tidurnya. Lucy dan Vera mengarahkan pandangannya ke arah Monica secara bersamaan. Monica berdiri lalu berjalan pelan ke arah Lucy dengan wajah yang terpanah dengan kecantikan dan keindahan gadis itu.


"Ini kau Lu?" tanya nya lagi yang terlihat tak percaya. Lucy hanya mengangguk pelan tanpa menjawab pertanyaan Monica. "Allahu Akbar,,,cantik sekali kau Lu,,," pujinya masih dengan ekspresi yang sama.


Lucy hanya tersenyum mendengar pujian yang di lontarkan untuk nya. Ini adalah pertama kalinya bagi Vera dan Monica melihat rambut Lucy dan pertama kali nya juga bagi Monica melihat wajah Lucy. "Apa rahasia kecantikan mu Lu?" tanya Monica yang sudah duduk di samping Lucy.


"Perbanyak wudhu dan shalat malam," ucapnya dengan tampang cuek nan datarnya.


"Serius kau Lu!" ucap Monica seakan tak percaya dengan ucapan Lucy.


"Tak percaya ya sudah," ucapnya lagi dengan nada yang sama. "Sebenarnya bukan hanya itu sih, aku juga sering menggunakan pencuci muka dan lulur buatan ku. Aku nggak tau itu berefek atau tidak, yang pasti itu menyehatkan tubuhku karena semuanya terbuat dari bahan alami." ucapnya lagi sembari menatap manik mata Monica.


"Lu, mau coba dong. Boleh tidak?" tanyanya yang langsung di sambut anggukan oleh Lucy.


"Aku juga ya Lu," timpal Vera yang juga di angguki Lucy.


"Uda bangun Kelen?" tanya Lucy menatap beberapa bidadari yang baru bangun dari tidurnya.


Cantik sekali! apa dia benar-benar sih kura-kura ninja? kulitnya estetik banget,,, batin nya kagum dengan keindahan Lucy. Tak hanya Grisela, yang lainnya juga ikut terpanah dengan kecantikan Lucy. Bahkan gadis culun menatap iri pada Lucy.


Aku ingin sekali cantik seperti nona Lucy, tetapi bagaimana ya caranya? nanti aku tanya deh secara pribadi sama Nona Lucy. Pasti di bantu. batin Lili sangat yakin dengan ucapan nya.


"Uda jam segini we, cepatlah kalian perawatan biar pulang kita," ucap Lucy membuat wajah Vera cemberut.


"Jangan pulang dulu Kenapa we,,," rayu Vera memperlihatkan wajah sendunya. "Tidur sinilah," ucap Vera lagi membuat semuanya menatap iba pada nya.


"Gimana gusy?" tanya Tika pada semuanya.


"Nggak bisa Ver, sebagian dari kami ada urusan," ucap Lucy mewakili beberapa orang.


Vera yang mendengar itu menunduk kan wajah sendunya. "Kalian yang nggak ada acara, menginap lah di sini," pinta Lucy melihat semuanya.


"Aku bisa kok menginap di sini," ucap Glow mengangkat suara.

__ADS_1


"Aku juga," ucap Stevia dengan suara imutnya.


"Aku juga," sambung Tika dan Grisela.


"Makasih gusy," ucap Vera dengan sangat gembira.


Setelah memanjakan diri di salon, Lucy, Sasa, Lili, Vio, Monica, dan Sena segera pamit pulang, sedangkan Glow, Grisela, Tika dan Stevia, masih setia berada di kediaman Vera.


"Gusy sebentar ya, aku mau ke atas dulu," ucap Vera lalu segera pergi menemui suaminya di ruang kerja. Sesampainya di ruang kerja, Vera tak melihat suaminya di sana, salah satu maid memberi tahu nya bahwa Drag sudah berada di kamarnya. "Yang," panggil Vera yang sudah berada di dalam kamar. Kaki kecil nan pendek itu terus melangkah mendekati Drag.


"Iya sayang," sambut Drag mengecup hangat kening Vera. Drag memeluk Vera lalu menyandarkan dagunya di bahu Vera. "Mas kangen," ucapnya manja sembari memejamkan matanya merasakan kehangatan tubuh Vera.


"Ayang bisa saja," Vera terkekeh pelan dengan tangan yang menutup mulutnya. "Mas malam ini tidur sendiri dulu ya," ucap Vera membuat Drag membuka matanya. Drag terlihat tak senang dengan penuturan Vera. Vera yang melihat wajah itu hanya mengangkat tangannya dan mengelus pipi Drag dengan lembut. "Malam ini aku harus menemani teman-teman ku yang menginap yang," ucap Vera dengan mimik merayu.


"Huh," Drag menghela nafas nya, "Baiklah sayang, tapi ingat, hanya malam ini saja!" ucap Drag dengan tegas yang tak bisa di bantah Vera.


"Makasih sayang, much," ucap Vera lalu menghadiahkan satu kecupan di pipi Drag membuat pria itu tersenyum senang. Setelah mengatakan itu, Vera segera kembali ke kamar di mana teman-teman nya berada. "Kalian belum tidur?" tanya Vera yang baru saja masuk dan langsung menutup pintu.


"Masih sore kok ngantuk," celetuk Tika dengan nada bercanda nya.


"Sore-sore, sudah larut malam begini," ucap Vera membuat Grisela tersenyum devil.


"Masih jam 10 ya Vera!" kesalnya dengan sedikit candaan membuat Stevia terkekeh.


"Nonton yuk," ajak Glow mengeluarkan laptopnya yang sengaja ia bawa.


Vera berjalan ke arah kasur, di kamar indah nan luas itu, terdapat karpet yang terbentang luas. Hal itu membuat para wanita semakin nyaman menonton film nya. Mereka lebih suka duduk di karpet daripada ranjang empuk. "Mau nonton apa Glow?" tanya Vera dengan mata yang fokus melihat layar komputer.


"Bagaimana kalau kita nonton film hantu? kebetulan ini malam Jum'at." ucap Tika membuat Grisela dan Stevia mengangguk penuh semangat.


"Yakin?" tanya Vera ragu dengan film yang akan ia tonton. "Apa kalian tidak takut nanti?" tanya Vera mencoba memprovokasi agar para wanita itu mengurungkan niatnya untuk menonton film hantu.


"Sangat yakin!" ucap Grisela dengan tampang sombong nya.


"Vera takut ya,,," goda Stevia dengan senyum dan suara imutnya.

__ADS_1


Vera yang di goda Stevia langsung menegakkan tubuhnya dan memasang wajah penuh keberanian. "Aku nggak takut!" ucap Vera berbanding terbalik dengan isi hatinya. Jangankan menonton, mendengar kata hantu saja jantungnya sudah bergetar takut.


__ADS_2