Istri Nakal Dosen Killer

Istri Nakal Dosen Killer
Berhasil melarikan diri


__ADS_3

Kembali ke hotel, Gaura terlihat berlari panik mencari papa nya. Gadis itu memalingkan wajahnya seperti orang bingung. Di saat mata itu menangkap sosok yang di cari, ia segera mendekati nya. "Papa." panggil Gaura sembari memegang tangannya.


"Bagaimana nak?" tanya Kuntoro belum tau jika Gaura mengalami masalah besar.


"Rencana kita gagal pa, Drag berhasil melarikan diri dari genggaman Gaura." jelas Gaura dengan mimik wajah serius.


Sialan! bentak Kuntoro dalam hati.


"Cepat, pergilah nak. Papa akan mengatasi semua ini." ujar Kuntoro yang di angguki Gaura.


Tak ingin membuang waktu, Gaura segera meninggalkan hotel dan menyelamatkan dirinya. "Cklek." Gaura masuk ke mobilnya setelah berada di parkiran. Takut kalah cepat dengan orang suruhan Drag, Gaura mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh. Wanita itu menyelip semua yang berada di depannya. "Tin..." Gaura menekan klakson begitu lama ketika melihat seorang wanita hamil tengah menyebrang di jalan.


Karena tak bisa mengendalikan mobilnya yang berada di kecepatan di ambang batas. Tubuh wanita hamil itupun tertabrak dan terbanting begitu keras. "Akh..." teriak wanita hamil yang sudah berlumur darah. Bukan hanya kepalanya saja yang mengeluarkan darah, tetapi kakinya sudah bercecer darah yang berasal dari rahimnya.


Gaura bertambah panik karena sudah menabrak wanita hamil. Tanpa berniat bertanggung jawab, Gaura melarikan diri dengan kecepatan yang sama. Wanita hamil yang Gaura tabrak tengah sekarat di bawah sana. Banyak orang yang sudah mengerubuni nya. Tak lama terkapar, akhirnya ambulance datang untuk membawa wanita hamil itu ke rumah sakit.


Di hotel di mana pesta Gaura di lakukan, terlihat Vino dan beberapa bawahan nya sudah berada di sana. Tak ingin membuang waktu, Vino memerintahkan anak buahnya untuk mengecek cctv hotel. "Dimana tua b*ngka itu!" ucap Vino dengan penekanan. Saat ini wajahnya datarnya sangat menyeramkan. Terdapat kemarahan di sana. Mata tajam Vino terus fokus mencari mangsanya dengan kaki yang terus melangkah.


"Cklek." Vino membuka ruang pesta dengan sangat kasar. Hal itu membuat semua tamu undangan menghentikan kegiatan dan fokus menatapnya.


Dari jauh, terlihat Kuntoro menatap wajah penuh amarah itu. Pria tua itu mencoba menetralkan dirinya. Wajah ketat itu kini mulai menerbitkan senyumnya. "Tuan Vino." panggil Kuntoro sembari melangkahkan kakinya. Vino yang mendengar namanya di panggil segera menolehkan pandangannya ke asal suara. "Tuan Vino, apa yang terjadi? apa anda baik-baik saja?" tanya Kuntoro berpura-pura tak tau.


"Dimana gadis itu." tanya Vino dengan tangan yang sudah memegang kerah baju Kuntoro.


"Gadis mana yang anda maksud tuan?" tanya tuan Kuntoro dengan ekspresi bingungnya.


"Gaura anakmu!" ucap Vino dengan penuh penekanan.


"Lepaskan dulu tuan, apa yang anda maksud? ada apa dengan anak saya?" tanya Kuntoro dengan wajah serius. Sangking bagusnya akting Kuntoro membuat Vino percaya.

__ADS_1


"Anakmu menjebak tuan muda ku dengan memasukkan obat perangsang di minumnya." ucap Vino dengan wajah yang masih di selimuti amarah.


"A-apa?! itu tidak mungkin tuan! aku tak pernah mengajarkan nya untuk melakukan perbuatan keji itu!" ucap Kuntoro memegang dadanya berpura-pura sakit. Wajah pria tua itu sudah menampilkan wajah kecewa bercampur sedih.


"Tuan." ucap Vino mencoba membantu tuan Kuntoro yang hampir jatuh.


Hhhhh, ternyata sangat gampang mengelabui mereka. batin Kuntoro bersorak senang.


Akhirnya Vino membawa tuan Kuntoro ke rumah sakit terdekat. Tujuannya teralihkan pada tuan Kuntoro.


***


Saat ini malam terlihat indah dengan langit yang berhiaskan bintang. Angin malam masuk dari jendela dan menerbangkan tirai-tirai yang bergantung indah di sana. Melodi indah dua insan masih terdengar hingga sekarang. Suara alam yang lumayan kuat membuat melodi indah itu terdengar lirih. Tak ada yang bisa mendengar nya selain sepasang insan yang tengah memadu kasih.


Ntah pengaruh obat perangsang atau memang sudah lama ia berpuasa membuat Drag tak melepas kan Vera. Ia melakukannya dengan tak henti-hentinya. Vera sampai di buat lelah di bawahnya. Bahkan keduanya tak sadar sudah beribadah selama 6 jam. Setelah mengeluarkan benih-benih cinta untuk sekian kalinya, Drag segera menyudahi ibadahnya.


Saat ini Drag masih berada di atas. Ia tersenyum melihat istri nakalnya yang sudah tertidur. Jika di lihat, Vera sangat lelah dan lemas sehingga tak terbangun ketika Drag melepas mahkota nya dari tahta Vera. Karena lelah, kini Drag segera membaringkan tubuhnya di sisi Vera. Ia melirik lalu mencium kening Vera dengan penuh cinta.


Drag menerbitkan senyumnya setelah mengatakan itu. Kini iapun menyusui Vera memasuki alam mimpi. Karena kelelahan dengan ibadah halalnya, Drag yang biasanya bangun shubuh kini kesiangan sehingga ia harus mengqodha shalatnya.


Saat ini Drag baru menyelesaikan shalatnya, ia melipat sajadah dengan mata yang melirik Vera. Sayup-sayup terdengar lirih pelan dari mulut Vera. Suaranya hampir habis di sebabkan bermelodi hampir pagi. Gadis itu kini sudah berubah status menjadi seorang wanita. Ya, wanitanya Drag. Drag tersenyum bahagia karena akhirnya bisa memiliki Vera seutuhnya.


"Kenapa lirik-lirik?" tanya Vera dengan wajah judesnya. Ia marah bercampur kesal kepada Drag. Bagaimana ia tidak marah jika Drag tak membiarkan dirinya bernafas tadi malam. Semua tubuhnya terasa sakit. Bahkan yang lebih membuatnya kesal, aset berharga nya di bawah sana masih terasa sakit. Tubuhnya juga masih terlihat lelah dan lemas.


"Kamu semakin cantik jika marah." goda Drag yang kini sudah duduk di samping Vera.


"Aku memang cantik! baru sadar?" ucap nya kesal menatap Drag. "Minggir aja, aku mau ke kamar mandi." ucap Vera menyingkirkan selimut yang menutupi tubuh polosnya. Di saat Vera hendak berdiri, tiba-tiba saja kakinya terasa lemas, hal hasil Vera terjatuh.


"Glek." Drag menahan saliva nya melihat Vera tak berpakaian di hadapannya. Vera yang belum menyadari tubuhnya tak memakai sehelai benang pun menatap tajam ke arah Drag. "Mas ngapain sih di situ! bantu dong! padahal ini semua ulah kamu." ucap Vera membuat Drag terkekeh geli.

__ADS_1


"Iya sayang, maaf ya." ucap Drag yang sudah bangkit dari duduknya. Kini Drag mengangkat Vera dan membawanya ke kamar mandi.


Saat berada di dalam gendongan Drag, tanpa sengaja Vera menyentuh pahanya. Vera yang mulai sadar menatap tubuhnya dengan mata yang hampir lepas dari tempat nya. "Ah...." teriaknya malu. Drag merasakan telinga nya yang sakit di sebabkan suara melengking Vera.


"Diam Vera!" ucap Drag kembali ke mode datarnya.


"Lepasin nggak!" ucap Vera dengan tangan yang memukul dada bidang Drag. Karena sangat lelah dan kemah, pukulan itu tak berasa apa-apa di dada Drag. Drag tak memperdulikan Vera yang mengamuk di gendongannya, ia terus melangkahkan kakinya memasuki kamar mandi. Karena Drag sudah tak tahan melihat Vera yang seperti bayi, ia segera mengulang ibadahnya di kamar mandi.


Vera sangat kesal ketika Drag memaksa dirinya untuk beribadah lagi. Drag tak memperdulikan Vera yang memberontak. Perlahan pemberontakan itu beralih menjadi melodi indah di dalam sana.


***


Di negara lain terlihat Gaura tersenyum senang karena telah berhasil melarikan diri.


Untuk merayakan kelolosannya, Vera membawa seorang pria ke dalam apartemen nya. Dah seperti yang di lakukan orang-orang yang jauh dari Allah, Gaura berbuat zina di apartemen nya. Dengan tak malunya gadis itu menyerang lawannya di luan. Saking ganasnya Gaura, membuat pria itu tertawa senang.


"Sayang...kau sangat sexy." puji pria yang berada di bawah Gaura dengan suara yang sangat menggoda. Gaura yang mendengar pujian itu tersenyum senang seakan memenangkan lotre milyaran.


Di sela-sela kegiatan haramnya, terdengar suara telepon dari handphone milik Gaura. Wanita itu berdecak kesal ketika harus menghentikan gerakannya. Dengan perasaan jengkel, Gaura meraih handphone nya lalu mengangkat nya. "Sebentar ya sayang." ucapnya tersenyum manja pada pria di bawahnya.


"Halo." ucap Gaura tanpa melihat nama sang penelepon.


"Gaura sayang, apakah kau baik-baik saja?" tanya Kuntoro terlihat khawatir.


Gaura yang mendengar suara papanya tersenyum senang dengan tubuh yang sedikit di gerakan. "Aku baik-baik saja pa, gimana dengan papa?" tanya Gaura dengan tubuh yang masih bergerak pelan.


"Papa berada di rumah sakit nak." ucap Kuntoro membuat Gaura menghentikan gerakannya.


"Bagaimana bisa pa? apa mereka menyakitimu pa?" tanya Gaura dengan wajah menahan amarah.

__ADS_1


"Tidak sayang, papa baik-baik Saja. Ini hanya taktik semata agar mereka tak curiga dengan papa." ucap Kuntoro menerbitkan senyum penuh kemenangan.


"Hhhhh, papa memang hebat. Berhati-hati lah pa dan jangan mengkhawatirkan ku. Aku baik-baik saja di sini." ucap Gaura tersenyum senang.


__ADS_2