Istri Nakal Dosen Killer

Istri Nakal Dosen Killer
Hotel


__ADS_3

Monica melangkahkan kakinya mendekati Vera yang sedikit berjarak. Gadis itu mencoba memegang pundak Vera dengan lembut. Mata tajam nan sombongnya tak terlihat saat ini. Mata itu sudah berubah menjadi mata penuh harap pada Vera. "Kenapa?" tanya Vera dengan tak bersahabat.


"Datanglah ke acara spesial ku Ver, lagian Lucy juga datang kok. Apa kamu tega membiarkan nya sendiri di sana. Kamu kan tau jika Lucy hanya akrab denganmu." ucap Monica mengarang ceritanya.


Vera yang termakan ucapan Monica terdiam sejenak menatap ke tanah. Tanpa Vera sadari, Grisela dan Monica menerbitkan senyum liciknya karena telah berhasil mempengaruhi fikiran Vera. "Gimana Ver? kamu akan datang kan?" tanya Monica menatap sendu ke arah Vera.


Sejak kapan mereka menggunakan bahasa formal kepada ku? bukannya mulut mereka itu sangat beracun! batin Vera kembali menegakkan kepalanya menatap musuhnya secara bergantian.


"Baik lah." ucapnya ketus lalu kembali melangkahkan kakinya pergi meninggalkan musuhnya yang tengah bersorak gembira.


"Makasih ya Vera." teriak Monica dengan suara sebaik mungkin.


"Hati-hati Ver, kami tunggu ya." sambung Grisela lagi sembari menatap punggung Vera yang semakin menjauh.


Vera terus berjalan tanpa memperdulikan teriakan dua musuhnya itu. Ia masih bingung dengan perubahan sikap keduanya. Karena jeda jam kuliah masih banyak, Vera memutuskan untuk pergi ke ruang suaminya. Jika dulu ia enggan bertemu dengan suaminya, lain halnya dengan sekarang. Bertemu dengan Drag bagaimana mencari obat. Jika tak di minum maka sakitnya tak kunjung sembuh. Begitu pun dengan Vera, ia harus menemui Drag untuk mengobati rasa rindunya.


"Assalamualaikum." ucap Vera membuka pintu tanpa berminat mengetuk terlebih dahulu. Drag yang mendengar suara Vera langsung mengalihkan pandangannya ke arah pintu. Ia tersenyum senang karena rasa lelah nya hilang ketika bertemu dengan Vera. Vera sudah menjadi candu nya.


"Wa'alaikumussalam, masuk sayang." ucap Drag mempersilahkan lalu kembali melanjutkan perkejaan nya.


Vera tak menghiraukan ucapan Drag. Ia segera pergi ke sopa dan menjatuhkan tubuh nya di sana. Drag yang mendengar suara berisi dari sopa segera mengalihkan pandangannya kembali. Ia tersenyum memandang Vera yang tengah menutup mata indahnya. "Tak, tak, tak." suara sepatu Drag semakin terdengar jelas di telinga Vera.


"Lelah ya?" tanya Drag yang sudah berada di samping Vera. Drag mengelus rambut Vera lalu melayangkan satu ciuman di sana.


"Hm." dehem Vera tanpa membuka matanya.


"Ya sudah, tidurlah." perintah Drag sembari membantu Vera membenarkan posisi nya yang duduk menjadi berbaring. "Mau es kelapa?" tanya Drag menyodorkan kelapa bulat yang sudah di buka. Ia mengambil kelapa di meja depan sopa.


"Mau..." ucap Vera kembali ke posisi duduknya. Tanpa malu ia segera meneguk kelapa segar yang di berikan Drag.


"Ini ada kue. Makanlah sayang." Vera mengangguk kan kepalanya sembari melihat beberapa kue yang di sodorkan Drag di hadapannya.


"Makasih mas." ucapnya singkat.lalu kembali menikmati makanan dan es kelapanya.


"Sama-sama sayang. Mas lanjut meriksa tugas siswa dulu ya." ucap Drag yang di angguki Vera. setelah mendapat izin dari Vera, Drag segera kembali ke meja kerjanya. Sambil melihat berkas, sesekali mata tajam itu melirik wanita di depannya.

__ADS_1


Hm, seger banget es kelapanya. Batin Vera sembari mencongkel daging kelapa dengan sendok.


Satu jam setelah menemani Drag di ruangannya. Vera segera kembali ke kelas terakhir nya. Sebelum pergi, Vera sempat meminta izin pada Drag jika malam ini menginap di rumah orang tuannya dan Drag pun mengijinkannya.


"Selamat sore." ucap dosen terakhir sembari melangkahkan kakinya keluar kelas.


Jam terakhir sudah selesai, kini Vera sudah siap pulang ke kediaman orang tuanya. Drag belum bisa menginap bersama Vera di sana di sebabkan urusan nya yang banyak.


"Mama, i'm coming." teriak Vera ketika melihat mobil jemputan nya sudah tiba.


Vera segera memasuki mobil mewah itu. Setelah Vera masuk, mobil pun mulai membelah jalan. Ketika asik menikmati perjalanan nya, tiba-tiba saja Vera teringat dengan ucapan Monica. "Apa benar Lucy juga di undang?" gumam nya pelan sembari berfikir keras.


Karena kepalanya sudah merasa sakit, Vera segera mengirimkan pesan untuk Lucy.


Lu, kau di undang Monica di acara party nya? pesan Vera masih centang satu.


Karena belum mendapatkan respon dari Lucy, Vera segera mengembalikan handphone nya ke tempat semula. "Nona, kita sudah tiba di kediaman orang tuan anda nona." ucap supir yang mengantar Vera.


"Iya pak." ucap Vera segera turun dan memasuki rumahnya. Karena Vera sudah masuk ke kediamannya, supir itupun segera pergi membawa mobil meninggalkan kediaman Vera.


Bi Sumi yang mendengar seseorang memanggilnya segera menolehkan kepalanya ke asal suara. "Eh non Vera, nona dan tuan sedang pergi ke luar kota non." ucap bi Sumi menerbitkan senyum manisnya.


"Oh baiklah bi." ucap Vera lalu melanjutkan langkah menuju kamarnya di lantai atas.


Kenapa mama tak memberi tahuku ya jika mau ke luar kota? apa karena aku sudah menikah jadi di anggap tak penting lagi! batin Vera menghentakkan kakinya kesal.


"Ting." tersenyum suara notifikasi dari handphone milik Vera.


Siapa ni nomor tak di kenal? batin Vera segera membuka pesan dari nomor itu.


Vera, ini alamat hotel tempat aku mengadakan party.


"Oh sih nenek lampir rupanya." gumamnya mengatai Monica. "Pergi nggak ya? malah Lucy belum malas pesanku lagi!" gumam nya sedikit bingung. "Datang saja kali ya." gumam nya lagi lalu segera bangkit menuju lemari dan mencari pakaian yang cocok untuk pergi ke party Monica.


Pakai ini saja deh. batinnya melihat celana jins dan kaos oblong nya. Sudah lama ia tak mengenakan pakaian seperti itu. Semenjak menikah dengan Drag, Vera selalu di paksa mengenakan gaun.

__ADS_1


***


Di hotel terlihat sekumpulan gadis sedang tertawa bersama. Tak tau apa yang membuat mereka tertawa semeriah itu. "Dimana Stevia?" tanya Sena yang tak melihat sosok yang di carinya.


"Semalam Stevia dan Glow menginap di rumahku. Stevia juga menitip salam pada kalian kalau dia harus pergi ke luar negeri untuk beberapa hari." jelas Grisela yang di angguki Glow.


"Katanya sih, ada acara penting." ucap Glow dengan wajah judesnya.


"Kenapa dia tak mengabari kami ya?" tanya Tika tak habis fikir dengan sikap Stevia.


"Mungkin dia lupa kali!" ucap Grisela menyelamatkan Stevia dari kemarahan Sena dan Tika.


"Aku ke toilet dulu ya gusy." ucap Monica segera meninggalkan para wanita itu. Di toilet terlihat Monica berbicara dengan pria yang ia telpon semalam. Wanita itu tersenyum di depan cermin ketika mendengar kabar bahwa sugar Daddy yang membeli Vera sudah berada di kamarnya.


Sangat bagus. Setelah memastikan gadis itu masuk dalam jebakan ku. Aku akan segera pergi dari hotel ini. batin Monica tersenyum smirk menatap pantulan dirinya di dalam cermin.


Malam datang begitu cepat, kini Vera sudah berada di alamat yang di kirimkan Monica. Dengan perasaan tak enak, Vera melangkahkan kakinya memasuki gedung pencakar langit itu. Mata Vera terus melirik ke area sekitarnya. Tak lama berjalan, kini pandangan Vera menatap sesosok wanita yang di kenakan nya. "Grisela, Glow." gumamnya pelan lalu segera menghampiri dua gadis yang tengah duduk berdua sana.


"Hey kalian." panggil Vera yang sudah berada di dekat dua wanita itu.


Ah, akhirnya dia datang juga. batin Grisela bersorak senang melihat kehadiran Vera di depannya.


Glow memberikan senyuman tak terbaca nya ke arah Vera. Dengan perlahan, Glow mendekat kan tubuhnya ke arah Vera. "Selamat datang Vera." sambut Glow sembari memberikan pelukan yang menyesakkan.


Habis ini aku harus mandi kembang tujuh rupa agar kulitku kembali steril. batin Glow menampilkan ekspresi jijik di belakang Vera.


"Mari kita ke party Monica." ucap Grisela dengan wajah cerianya. Vera menatap aneh pada dua gadis itu. Tak ingin banyak bertanya, Vera segera mengikuti langkah dua gadis di depannya.


"Ayo Vera." ucap Glow memundurkan langkahnya lalu segera merangkul lengan Vera.


Mereka pun menggiring Vera ke sebuah kamar yang telah di pesan Monica. Dari jauh terlihat Monica menerbitkan senyum jahatnya ketika melihat Vera yang sudah berada di dalam sana. Dengan cepat Monica memberi tau sugar Daddy yang membeli Vera agar segera mengunci pintu kamarnya.


"Yes." Glow refleks berteriak membuat Grisela segera membungkam mulut nya.


"Uss,,," Glow mengangguk kan kepalanya setelah mendapat kan tatapan tajam dari Grisela.

__ADS_1


"Dimana party nya? kenapa disini sangat gelap. Hey, apa kalian mendengar ku." ucap Vera terus berjalan tanpa mengetahui jika Glow dan Grisela sudah tak ada di belakangnya.


__ADS_2