Istri Nakal Dosen Killer

Istri Nakal Dosen Killer
Buka bersama


__ADS_3

Waktu begitu cepatnya berlalu, kini ramadhan sudah tiba. Dan hari ini adalah ramadhan yang ke 15. Saat ini di kediaman Ami terlihat sudah banyak orang. Sore ini semua nya berencana untuk melakukan buka bersama.


Di sana sudah terlihat beberapa kelompok. Dan yang maling mencolok ialah kelompok para wanita yang sibuk menggosib.


"Kak Ver," panggil Balqis yang baru saja tiba di sana. Ia menghampiri Vera yang tengah menyandar manja di kepala sopa.


"Baru datang qis?" tanya Popi yang saat ini berada di samping Vera.


"Nggak!" jawab nya kesal ke arah Popi, "Sudah tau pakai nanyak lagi!" ucap Balqis dengan sangat sinis nya.


"Biasa saja lah," ucap Popi tak kalah sinis.


"Sudah, mari duduk qis," ucap Vera sembari menepuk sopa di sebelahnya.


Balqis yang di persilahkan segera mendudukkan tubuhnya di sopa. Ia tersenyum menatap Vera. Perlahan mata Balqis menyapu tubuh Vera dari atas hingga ke bawah, "Ngomong-ngomong kak Vera makin gendut ya semenjak hamil," ucap Balqis yang langsung mendapat kan tatapan tajam dari Popi.


"Beneran?" tanya Vera yang sudah menampil kan wajah tak menyangka nya. Ucapan Balqis berhasil membuat diri nya menjadi tidak percaya diri.


"Nggak kok kak," ucap Balqis dengan tawa terpaksa nya. Ia benar-benar tak enak dengan Vera.


Aduh mulut,,,kenapa sih nggak bisa di rem kalau ngomong! batin Balqis mengutuki kecerobohan nya sendiri.


"Nggak, aku memang sudah gendut, hiks," ucapnya mulai menangis sembari memperhatikan tubuh nya yang banyak lemak nya.


Aduh gawat! batin Popi dengan wajah khawatir nya.


"Aduh kak Vera, Kakak cantik kok walaupun gendut, jangan menangis lagi," ucap Balqis yang tak sadar mengucap kan kata sakral lagi membuat tangis Vera semakin menjadi.


Mulut! lagi-lagi Balqis mengutuki mulut nya yang tak bisa di rem.


"Balqis!" ucap Popi dengan penuh penekanan.


"Maaf, aku tidak sengaja," ucap nya dengan wajah takut nya.


"Hiks, hiks, hiks," tangis Vera mengundang perhatian Ami. Ami yang melihat Vera menangis segera menghampiri nya dengan perasaan yang sangat khawatir.

__ADS_1


"Sayang kamu kenapa?" tanya Ami yang sudah memegang kedua pipi Vera yang basa.


Vera hanya menggeleng kan kepala nya dengan lemah. Ia tak ingin mertua nya itu menganggap nya cengeng sebab menangis karena hal sepele.


"Kakak kalian kenapa, Nak?" tanya Ami sudah menatap Balqis dan Popi secara bergantian.


"Maaf Tante, kak Vera nangis karena kami tak sengaja mengatakan nya gendut," ucap Balqis membuat Popi mematung tak percaya di tempatnya.


Kenapa sih kampret ini bawa-bawa aku sih! tanya Popi terlihat kesal pada Balqis.


"Huh, kalian jangan katakan itu lagi pada kakak kalian, kasihan dia dan bayi nya jika sampai banyak fikiran," ucap Ami berusaha membuat suasana tidak menjawab ribut.


"Maaf Tante," ucap Popi dan Balqis secara bersamaan.


"Sudah sayang, mari kita ke meja makan, sebentar lagi berbuka puasa," ucap Ami yang di angguki Vera. Kini Vera berjalan menuju meja makan dengan Ami yang memapah nya.


"Kau ini selalu saja melibatkan aku!" ucap Popi sembari menyenggol tubuh Balqis yang saat ini tengah terkekeh ke arah nya.


"Kau kan besty aku," ucapnya dengan tangan yang sudah merangkul pundak Popi. Karena tinggal beberapa menit lagi waktu berbuka, kini Balqis maupun Popi segera menyusul Vera menuju meja makan.


"Maaf Ma Vera belum mau makan," ucap nya masih tersenyum lembut membuat Ami menghela nafas nya.


"Sayang, jangan dengarkan ucap adik sepupu mu, ayo makan, kasihan loh dede bayi nya pingin makan kolak," ucap Ami dengan wajah merayu nya membuat Vera bimbang untuk memakan kolak nya atau tidak.


"Vera malu ma jika makan terlebih dahulu padahal yang lain belum berbuka," ucap Vera sembari melirik semua orang yang berada di meja.


"Tidak apa sayang, kamu kan lagi hamil," ucap Sela yang langsung di angguki Ami. Vera menghela nafas nya dengan lembut, mau tak mau ia harus memakan kolak itu.


Ucapan Balqis kembali berputar di kepala nya, membuat Vera yang hendak memasuk kan sesuap kolak kemulut nya langsung terhenti. Kini sendok yang ia pegang menggantung di depan mulut nya. "Kenapa sayang," ucap Drag yang tiba-tiba saja sudah berada di samping Vera. Drag mengelus rambut Vera sembari memperhatikan wajah istri nya itu dari arah samping.


Jika dilihat dari penampilan nya, sepertinya Drag baru saja pulang dari kantor nya. "Duduk sayang, Mama pindah ke sana saja," ucap Sela sembari memberikan kursi nya pada Drag.


Drag mengangguk kan kepala nya sembari tersenyum, "Terima kasih Ma," ucap nya yang di balas dengan anggukan kecil.


Vera meletak kan kembali sendok di tangan nya ke dalam mangkuk, Drag yang melihat itu langsung mengambil alih mangkuk kolak Vera. Tanpa rasa lelah dan paksaan, Drag mengangkat satu suapan ke mulut Vera namu wanita yang di suap nya itu enggan membuka mulut nya. "Makan lah sayang," ucap Drag yang mendapat gelengan sendu dari Vera.

__ADS_1


"Nanti saja yang, ayang kan belum buka puasa," ucap nya dengan wajah yang tak enak melihat suami nya.


"Tidak apa sayang, dua menit lagi kan buka," ucap Drag dengan senyum menenangkan nya.


"Kak Vera ingin diet kak Drag," ucap Devan membuat semua orang menatap tak percaya pada Vera. Bagaimana tak percaya, sejarah nya baru kali ini mereka mendengar orang yang tengah mengandung ingin diet, bukan kah orang hamil itu harus banyak makan ya.


"Vera jangan diet sayang,,,kamu kan lagi hamil, nanti kamu dan bayi nya sakit loh," ucap Jon Papa mertua Vera.


Vera hanya tersenyum menanggapi ucap Papa mertua nya itu. Bukan hanya Jon saja, bahkan hampir semua orang tua melarang Vera untuk diet membuat wanita itu rasanya ingin menangis saat itu juga. Drag yang melihat Vera ingin menangis langsung membawa Vera dalam dekapan nya. Ia mengelus punggung wanita itu yang sudah terisak kecil di dada nya. "Vera sayang,,, diet nya nanti saja ya setelah melahirkan," ucap Ira adik kandung Jon.


Vera hanya mengangguk lalu memakan kolak yang sudah di suapkan Drag pada nya. "Begitu dong sayang," ucap Ronal yang saat ini sudah duduk di samping Vera. Kini posisi Vera di apit oleh dua orang yang di cintai nya dan juga mencintai nya. Siapa lagi jika bukan Drag Dan Ronal. Betapa beruntung nya Vera yang mendapati orang-orang baik dan penuh kasih sayang di sekitar nya.


"Dug-dug-dug," suara beduk masjid sudah terdengar pertanda waktu berbuka sudah tiba. Kini semuanya segera membuka puasa dengan minum terlihat dahulu dan tentunya sudah membaca doa berbuka.


Jika sebelum nya Drag yang menyuapi Vera, kini Vera lah yang menyuapi Drag. Suami tampan nan perhatian nya itu hanya mengelus rambut Vera sebagai balasan atas perhatian nya. "Ayang tidak makan dulu?" tanya Vera yang mendapat senyuman dari Drag.


"Mas mau shalat Maghrib dulu sayang, setelah selesai baru Mas makan bareng kamu," ucap Drag yang di setujui Vera. Kini semuanya memutuskan untuk menunaikan shalat Maghrib terlebih dahulu. Setelah selesai, mereka kembali ke ruang makan lalu makan bersama.


"Buka mulut nya sayang," ucap Drag memberikan suapan pertama nya untuk Vera. Vera yang di perhatikan oleh semua nya hanya tersenyum malu. Banyak yang cemburu dengan kebahagiaan Vera termasuk para sepupu perempuan Drag.


"Beruntung banget sih kak Vera," bisik Dela pada Balqis yang duduk di samping nya.


"Ayang makan saja lebih dulu, ayang kan puasa dan belum memakan apapun," ucap Vera dengan wajah kasihan nya.


"Tidak apa sayang, Mas sudah tidak terlalu lapar lagi, sebab tadi kan sudah minum dan makan kolak juga," ucap nya namun masih membuat Vera sedih dan merasa menjadi istri yang tak berguna. "Jangan sedih, Mas tidak apa kok," ucap Drag berhasil membuat air mata Vera kembali menetes. Drag tersenyum sembari menghapus air mata Vera. Drag sangat paham dengan hati Vera yang sangat sensitif semenjak hamil.


Bukan nya Marah dan benci, Justru Drag semakin mencintai istri manja nan menggemaskan nya itu. "Ayang makan juga ya," ucap Vera sembari menyodorkan sesuap nasi ke mulut Drag. Devan yang sangat suka melihat adegan romantis seperti ini selalu sibuk dengan handphone nya yang merekam keromantisan Vera dan Drag.


"So sweet banget sih pengantin baru sekarat," ucap Devan membuat semua nya tertawa.


"Sayang," tegur Ami yang membuat Devan terkekeh di tempat nya.


Drag yang pada dasarnya cuek dan tak pedulian pada suatu hal selain yang di cintai nya, memilih tak memperdulikan pandangan dan godaan orang-orang di sekitar nya. Di fikiran nya saat ini, bagaimana cara nya membahagiakan istri tercinta nan manjanya itu. Itulah yang saat ini yang menjadi perhatian utama Drag.


Vera dan Drag terus fokus pada makanan nya. Saat ini keduanya tengah suap-suapan di depan keluarga besar nya. Walaupun malu, Vera tetap menyuapi Drag dengan sepenuh hati nya.

__ADS_1


__ADS_2