
Tanpa Vera sadari, diam-diam Drag mengambil handphone nya lalu memotret Vera dengan pipi yang menggembung.
"Ckrek." potret kedua berhasil di ambil Drag dan Vera masih belum mengetahui nya.
"Enak banget ya sayang." tanya Drag setelah menyimpan handphone miliknya.
Vera mengangguk kan kepalanya menatap Drag. Mulut wanita itu penuh dengan makanan. Saking sibuknya melahap makanannya, ia sampai lupa menawarkan Drag. "Mas mau?" tanya Vera sudah menyodorkan burger yang tinggal setengah di depan bibir Drag. Bukan hanya di depan, bahkan burger itu sudah menyentuh bibir Drag, membuat saus burger menempel di wajah tampannya.
"Enak loh." ucapnya sedikit memaksa. Karena saus sudah mengenai bibirnya, Drag pun membuka mulut dan membuat satu gigitan di burger Vera. Vera tersenyum ketika Drag sudah memakan burger yang di sodorkan nya.
"Am." Drag melahap sisa burger di tangan Vera membuat wajah wanita itu cemberut.
Burgerku. Tatapan tak ikhlas Vera layangkan pada tangan kosong nya.
"Ya,,,habis. Mas ih." ucapnya manja dengan tangan yang mencubit dada Drag sedikit kuat.
Bukan merasakan sakit, Drag malah tertawa di sebabkan kegelian di dadanya. "Geli sayang." kekeh nya menampilkan gigi rata nan putihnya.
"Tau ah!" kesalnya sudah membelakangi Drag yang masih mentertawakan nya.
"Sayang,,,jangan marah. Nanti kita beli deh sama toko-tokonya." ucap Drag dengan nada serius. Vera yang mendengar itu kaget dan refleks membalikkan tubuhnya menghadap Drag.
"Beneran mas mau beli tokonya juga?" tanya Vera dengan tatapan polosnya.
Drag mengangguk pelan dengan senyum simpul. "Iya nanti mas beli, tapi-" ucap Drag belum selesai tetapi sudah di potong Vera.
"Tapi..." wajah polos Vera sudah berada tepat di depan wajah Drag. Bergerak sedikit saja, bertemulah kulit wajah mereka.
"Deg, deg, deg." jantung Drag berdetak dengan mata fokus melihat bibir Vera yang menggoda. Drag yang sadar berada di tempat umum segera mengurungkan niatnya untuk menikmati buah cery Vera.
"Tapi habiskan dulu makanan ini. Sayang kan mubazir." nasehat Drag memberikan perhatian kecil pada Vera dengan cara mengelap peluh di keningnya.
"Nggak mubazir kok, kan bisa kita bawa pulang, gimana?" ucapnya tersenyum dengan alis yang naik turun.
"Iya,,,ya sudah. Cepat habiskan." ucap Drag sembari membantu Vera membuka sebungkus sate. Dengan telaten Drag menyuapkan setusuk sate ke mulut Vera. Drag meletakkan tangan satunya di bawah dagu Vera untuk menampung sisa makanan yang jatuh. "Pelan-pelan makanannya sayang." ucapnya sembari mengelap mulut Vera yang berlepotan kuah sate.
__ADS_1
"Mau yang itu." tunjuk Vera melihat setusuk hati ayam.
"Iya." ucap Drag menuruti keinginan Vera. Dengan cepat ia menyuap setusuk hati ayam ke mulut Vera.
"Uhuk-uhuk." Vera terbatuk di sebabkan tersedak lontong sate.
Dengan cepat Drag mengambil air mineral dan membukan nya. Setelah tutup nya terlepas, ia segera memberikan nya pada Vera. Vera yang yang sudah tak tahan segera meneguk air mineral hingga tersisa setengah. Mata Drag masih terus memperhatikan Vera yang memegang dadanya. Dengan pelan tangan kekar Drag memijat dada bagian belakang Vera. "Makanya pelan-pelan sayang. Tak kan ada yang mau mengambil makananmu." ucap Drag dengan ekspresi datarnya.
"Apa masih sakit? kalau sakit, mari ke dokter." ucap Drag kembali mengelap mulut Vera.
Vera menggelengkan kepalanya pertanda tak mau pergi dari taman. "Aku belum main balon. Nanti saja pulangnya mas. Lagian aku sudah baik-baik saja." ucap Vera setelah tubuhnya merasa baik.
"Beneran sayang?" tanya Drag lagi ingin memastikan kesehatan Vera. Vera yang malas menjawab hanya menganggukkan kepalanya.
***
Seperti yang di inginkan Monica, saat ini dirinya dan dua temannya pergi menemui Sena. Mereka sepakat bertemu di klub terkenal di kota itu. Di ruang VIP para wanita sudah duduk berhadap-hadapan sembari menikmati segelas wine. Para wanita itu terlihat sangat sexy dan cantik. Dari awal mereka masuk klub hingga menuju ruang VIP, tak habis-habisnya para pria hidung belang menggodanya.
"Cis." teriak Sena mengangkat gelasnya membuat semuanya ikut mengangkat gelas.
Musik DJ terdengar jelas di ruang VIP. Ruang VIP itu bukan sembarang ruang VIP. Karena tembok kacanya langsung menghadap ke bar. Semua yang berada di dalam sana bisa melihat jelas apa yang di lakukan para manusia di luar ruang VIP. Tika dan Glow sudah sibuk menggoyang kan tubuhnya mengikuti dentuman musik dj.
"Kalian sudah taukan berita ter hot di kampus? apa jangan-jangan kalian ketinggalan info?" ucap Grisela melontar kan tatapan merendahkan ke arah Sena dan teman-teman nya.
"Enak saja! mungkin kami duluan yang tau info ini dari pada kalian!" balasnya tak kalah sinis dari Grisela.
"Oh, baguslah kalau begitu!" sambung Glow dengan ketus di hadapan Sena.
"Kembali ke topik gusy!" sentak Monica membuat para wanita terdiam.
"Heh." dengus Grisela dengan tangan terangkat mempersilakan.
"Kemarin kami ketemu dengan gadis itu di taman kota! kalian tau apa yang terjadi?" ucap Sena memperlihatkan wajah angkuh nya.
"Wanita itu bersama pak Drag di sana." ucap Stevie dengan suara imutnya.
__ADS_1
"Aku benci sekali melihat jal*ng itu tersenyum!" ketus Tika memanas-manasi suasana di ruang VIP itu.
Semua wanita di ruang VIP menampilkan wajah angkuh bercampur amarah. Mereka sudah seperti pelakor bangsawan saja. Grisela mengulurkan tangannya mengambil segelas wine lalu mengangkat nya. Dengan penuh wibawa dia meneguk segelas wine itu.
"Kita harus memberi gadis itu pelajaran! aku tak kan melupakan penghinaan di mall!" ucap Grisela langsung di angguki Glow.
"Kita bunuh saja dia!" saran Stevia membuat.semua mata menatap tajam ke arahnya. "Hehe, cuma ngasih saran saja!" dalihnya tertawa canggung.
"Kalau diam mati, kita semua juga akan mati di tangan pak Drag dan polisi." ketus Glow masih dengan ekspresi angkuhnya.
"Terus apa yang akan kita lakukan padanya?" tanya Monica mencari kepastian para teman-teman nya.
"Kita jual saja dia ke sugar Daddy. Hhhhhh." ucap Tika asal sembari tertawa keras dengan pemikiran nya.
"Ide yang bagus!" ucap Grisela menyetujui ide yang di berikan Tika. Wanita licik nan jahat itu tersenyum devil menatap satu persatu teman-teman nya.
"Apa kalian yakin akan melakukan hal di luar batas itu?" tanya Glow memperingati teman-teman nya.
"Sangat yakin!" ucap Grisela, Sena, Monica, dan Tika secara bersamaan.
Aduh,,, mereka ini mengerikan sekali. Aku tak boleh ikut-ikutan. Nanti ketika mereka menjalankan rencana, aku akan berada di luar negeri hingga rencana mereka selesai. batin Stevia ingin menyelamatkan diri dari masalah besar.
"Ok gusy, mari kita menyusun rencana. Go, go, go." ucap Sena mengibas kan tangannya seakan menyuruh semua temannya mendekat. Para wanita itu berkumpul membentuk lingkaran. Mereka mendiskusikan rencananya dengan cara berbisik-bisik.
"Oh, oh... benar-benar cerdik!" puji Monica pada Sena dan Grisela.
Setelah selesai membicarakan rencana penjebakan Vera, para wanita pun segera menikmati pestanya di bar itu. Sebagian dari mereka tak hanya menari dan minum, tetapi mereka melakukan perzinahan di beberapa kamar yang berada dalam klub. Grisela, Glow, Stevia tak ingin mengikuti tiga temannya yang melakukan perzinahan.
"Ya di situ." desah Monica yang saat ini sudah berada di salah satu kamar klub. Wanita itu tanpa malu-malu menyerang pacarnya yang sebelumnya ia suruh datang. "Lagi." ucap Monica meminta pukulan yang lebih kuat.
Tak jauh dari kamar Monica, terlihat Sena melakukan hal yang sama dengan pria tak di kenal. Wanita itu menyiramkan sebotol anggur ke tubuhnya. Dengan lihatnya dia memuaskan pria asingnya. Lidah gadis itu menjulur-julur seperti hewan. "Aku sudah tak tahan baby." ucap pria itu langsung mengangkat tubuh Sena ke atas ranjang. Dan terjadilah tumbukan perzinahan yang ganas.
Tiga ruang yang berbeda terisi suara erangan para wanita. Semakin keras nya suara mereka, orang yang berada di luar sampai mendengar nya. Mereka yang berada di luar tak menghiraukan suara mengerikan itu. "Lagi, lagi sayang." ucap Tika keenakan ketika pria asing menyeruduk nya dengan begitu kuat.
"Yes baby!" ucap pria asing itu sangat bersemangat menggauli Tika yang menggeliat hebat di bawahnya. Mulut jelek Tika tak henti-hentinya mengeluarkan suara haramnya.
__ADS_1
"Ah..." leguh nya berakhir ketika keduanya menyelesaikan perzinahan.
"Kau hebat baby." ucap Tika menatap mesum ke arah pria yang menggauli nya. Gadis itu mencium dan memasukkan benda haram ke dalam mulutnya. Pria asing itu hanya tersenyum melihat kenakalan Tika.