Istri Nakal Dosen Killer

Istri Nakal Dosen Killer
Nikah dadakan


__ADS_3

Di rumah sakit, terlihat Drag masih setia menemani Vera di ruang VIP. Sendari membuka mata, Vera terus saja menatap suami tampannya itu. Vera merasa terpanah dengan semua perhatian yang di berikan Drag padanya. Tanpa sadar, air mata wanita hamil itu menetes membuat Drag menghentikan gerakannya dan menatap mata Vera dengan lekat. "Kenapa sayang, hm," tanyanya sangat lembut membuat Vera semakin menangis. "Us,,," Drag mencoba menenangkan Vera dengan tangan yang menepuk pinggang Vera dengan pelan.


"Maafin aku ya Yang, hiks," tangis kembali pecah setelah mengatakan itu membuat Drag menerbitkan senyum nya demi membuat Vera tenang. "Aku nggak mau kamu terkena dampak dari berita yang menyebar di luar sana, lebih baik kita bercerai saj-" Drag segera membungkam mulut Vera agar tidak meneruskan ucapan yang amat membuatnya marah.


Drag menggeser posisi Vera, lalu naik ke atas ranjang tanpa mengucapkan sepatah katapun. Setelah naik, Drag langsung membaringkan tubuhnya di samping Vera. Ia memeluk istri nakal nan gembul nya itu dengan penuh kasih sayang. Tak hanya itu, Drag juga menempelkan kening nya dengan kening Vera. Mereka saling merasakan hembusan nafas satu sama lain. Drag yang sempat menutup matanya kini membukanya lalu menatap Vera. "Dengar sayang, Mas tak ingin kalimat itu keluar lagi dari mulut indah mu." Drag menjeda kalimatnya untuk mengambil nafas. "Mas menerima semua kelebihan dan kekurangan mu, jangan dengarkan omongan orang di luar sana. Mau sebesar apapun masalahmu, Mas akan selalu ada untuk mu, Mas akan menjadi orang terdepan untuk menjaga dan melindungi mu. Kita akan selalu bersama walaupun badai dan ujian tak henti-hentinya menghampiri kita. Mas mencintai mu karena Allah sayang. Mas ingin cinta kita bukan hanya abadi di dunia saja, tetapi juga abadi di surganya Allah. Apakah cintaku ini mau berubah bersamaku?" tanya Drag di ujung kalimat membuat Vera mengangguk kan kepalanya dengan air mata yang berlinang.


Drag tersenyum melihat anggukan Vera. Dengan perasaan bahagia, Drag menyatukan bibirnya dengan buah cery milik Vera. Mereka benar-benar menikmati momen kemesraan itu, "Cklek," mendengar suara pintu di buka membuat Drag dan Vera langsung menjauhkan wajah mereka satu sama lain.


Pria yang masuk di waktu yang tidak tepat hanya bisa terdiam di tempatnya dengan tangan yang menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Maaf tuan, saya mengganggu, silahkan lanjutkan," ucap Vino tak enak hati lalu kembali menutup pintu dan melangkahkan kakinya menuju taman. Vino yang belum sembuh total segera menelpon Lili dan memerintahkan wanita itu untuk segera menemui nya.


"Cepat datang ke sini, awas saja jika lama!" setelah mengatakan itu Vino segera memutuskan sambungan telepon nya secara sepihak, membuat Lili yang berada di ujung sana berdecit kesal padanya.


"U,u,,,dasar pria nyebelin! memangnya dia itu raja! cih." umpatnya mau tak mau segera pergi menemui Vino menggunakan sepeda bututnya.


Kembali keruangan Vera, terlihat keduanya kembali berpeluk mesra, tetapi kali ini tanpa disertai adegan kis. "Ayang,,, makasih ya sudah sayang dan cinta sama aku." ucapnya manja lalu menenggelamkan wajahnya di dada bidang Drag membuat Drag terkekeh sebab merasa geli. "Ayang kenapa tertawa, ngeselin banget sih," Vera sudah mencubit pinggang Drag lantaran gemas dengan suaminya itu.


"Sakit sayang," ucapnya di sertai senyuman lucu. "Ngomong-ngomong, anak Papa lagi ngapain di dalam sini?" tanya Drag sembari mengelus perut Vera. Vera tertawa geli dengan tingkah lucu Drag. "Jangan nakal-nakal ya nak, kasihan Mama," oceh Drag membuat Vera mengeraskan tawanya hingga memenuhi seisi ruangan.

__ADS_1


"Ayang lucu banget ih, hihi," ucapnya sudah menyentuh bibir Drag. "Auw, sakit yang," aduh Vera setelah melepaskan jarinya dari gigitan Drag. "Ayang,,," regek Vera menunjukkan jari nya yang terkena gigit, membuat Drag meniup jari itu dengan senyum yang tak pudar dari wajahnya.


"Manja banget sih istri Mas," ucapnya sudah mengeratkan pelukannya pada Vera. Karena keduanya merasakan kenyamanan satu sama lain, membuat mata mereka mulai menutup. Sebelum benar-benar masuk ke alam mimpi, Drag mencium buah cery Vera sekilas membuat wanita hamil itu hanya tersenyum simpul tanpa berniat membuka matanya.


Di taman, terlihat Lili sudah tiba tanpa sepedanya. Ia meletakkan kendaraan mahalnya itu di parkiran rumah sakit. "Tuan," panggil Lili setelah berada tak jauh dari Vino. Vino yang mendengar suara wanita yang di kenalnya segera menolehkan wajahnya ke asal suara.


"Ct, lama sekali kau!" decit Vino menampilkan wajah tak bersahabat nya.


Apa sih gila ini mengirah aku datang ke sini menggunakan pesawat tempur yang kecepatannya melebihi pesawat pada umumnya. Dasar aneh! ketus Lili dalam hati.


"Berhenti mengumpat ku dalam hatimu!" ucapnya memberi peringatan membuat Lili membulatkan matanya tak percaya dengan pria itu.


Terlihat beberapa penjaga mengangkat Vino dengan sangat kasar. "Berani sekali kalian berbuat hal tak senonoh di tempat umum. Apa kalian tidak tau ini rumah sakit!" bentak salah satu penjaga membuat Lili hanya menunduk diam lantaran takut dengan suara mengerikan itu. "Nikahkan saja mereka!" ucap orang pertama yang memergoki Vino dan Lili. Sih biang kerok itu membuat suasana semakin panas dan menegang. Bukan hanya itu, semua orang yang berada di sana setuju untuk menikahkan Lili dan Vino.


"Kami tidak melakukan apapun Pak, percayalah," ucap Lili dengan wajah paniknya sebab akan di nikahkan dengan pria yang tak ia cintai. "Jangan nikahkan kami Pak. Ini hanya salah paham, benarkah tuan Vino?" ucap Lili menatap Vino dan penjaga Secara bergantian.


"Tidak, kami memang melakukan hal tidak senonoh itu. Jika kalian ingin menikahkan kami, nikahkan saja." ucap Vino tanpa beban membuat Lili membulatkan matanya tak percaya dengan ucapan pria arogan itu.

__ADS_1


"Baiklah, karena salah satunya sudah mengaku, mari kita selenggarakan pernikahan mereka sekarang juga." ucap penjaga yang di angguki semuanya. Salah satu orang pun di utus untuk memanggil penghulu agar segera datang ke rumah sakit itu.


Setengah jam menunggu, kini penghulu sudah tiba. Vera dan Vino sudah di arahkan di tempat duduk yang sama. Penghulu sempat memberikan sedikit waktu untuk Vino menghafal lafadz akad nya. Setelah merasa siap, kini saatnya Vino menjabat tangan penghulu di depannya. "Vinosernio binti Aarav, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Lili Roselin binti Agus suhendri dengan mahar uang tunai sebesar dua juta rupiah tunai." ucap penghulu sembari menghentak tangan keduanya.


"Saya terima nikah dan kawinnya Lili Roselin binti Agus suhendri dengan mahar tersebut dibayar tunai." ucap Vino dengan satu tarikan nafas.


Setelah ijab kabul itu selesai, Lili terdiam di tempatnya. Ia merasa sedang bermimpi dengan semua kejadian yang tak di sangka ini. Niatnya ingin pergi setelah Vino sembuh, kini ia harus terperangkap dengan pria arogan nan menyebalkan itu seumur itu. Siapa yang menyangka jika kecelakaan kecil membuat keduanya terikat seumur hidup. Vino yang sendari tadi diam tertawa senang melihat ekspresi bodoh Lili.


Lucu sekali dia, keputusan ku sudah tepat menjadikan dia istriku dalam waktu yang singkat ini. Aku pasti akan sangat puas mengerjai nya setiap saat. Lagian menikah dengannya tidak terlalu buruk. Setidaknya tidak ada yang mengataiku jomblo lagi. batin Vino bersorak gembira. Mereka sangat berbanding terbalik saat ini. Yang satu merasa senang karena mendapat mainan baru, sedangkan yang satu bersedih karena akan hidup dengan pria yang paling tidak ia suka.


Oh Allah, aku pasrah dengan semuanya, tolong, luas kan lagi rasa sabar ku. Aku ikhlas dengan semua kepahitan yang menimpah ku, baik di masa lalu maupun di masa sekarang. doa Lili dengan air mata yang tak terasa sudah menetes.


"Nona," panggil penghulu membuyarkan lamunan Lili. Mereka berdua masih berada di tempat yang sama dengan beberapa orang yang menjadi saksi atas pernikahan mereka.


"Silahkan cium tangan suami anda," ucap penghulu lagi membuat Lili mengecup punggung tangan Vino dengan terpaksa.


Vino yang tak ingin kehilangan kesempatan segera mengecup kening Lili. Setelah selesai, ia mendekat bibir nya di telinga Lili. "Bersiaplah untuk malam pertama kita," bisiknya membuat bulu kuduk Lili merinding.

__ADS_1


Hhhhhh, ternyata seseru ini menggoda sih culun! batin Vino merasa puas dengan kejahilannya.


Setelah selesai dengan nikah dadakan itu, kini dua pengantin baru itu memutuskan untuk kembali ke apartemen Vino. Lili tak bisa menolak karena saat ini ia sudah resmi menjadi istri dari seorang vino. Kini keduanya hanya tinggal mengurus surat nikah mereka saja.


__ADS_2