Istri Nakal Dosen Killer

Istri Nakal Dosen Killer
Obat perangsang


__ADS_3

Di hotel ternama kota Jakarta, terlihat mobil Drag sudah memasuki kawasan hotel. Vino mengehentikan mobilnya tepat di depan pintu. Salah satu pengawal membukakan pintu untuknya. Drag keluar dari mobil dengan Vino yang menyusul nya.


Vino menyerahkan kunci mobilnya pada salah satu pengawal agar memindahkan mobilnya ke tempat parkir. Setelah menyerahkan kunci mobilnya, Vino segera menyusul Drag yang sudah berjalan menuju acara anak rekan bisnisnya. Di sepanjang jalan, banyak para wanita berdecak kagum padanya. Bahkan dengan tak sopanya, seorang wanita menggoda nya dengan cara menggigit bibirnya.


Cih, murahan! batin Vino tak suka melihat wanita penggoda yang menatap tuan mudanya itu.


"Silahkan tuan." sabut seorang pelayan mengarahkan Drag dan Vino ke aula pesta. Drag mengangguk pelan menanggapi sambutan pelayan itu.


Beberapa menit melangkah, kini Drag dan Vino sudah sampai di area pesta. Tuan Kuntoro yang melihat kehadiran Drag segera menghampiri nya. "Selamat malam tuan." sambut tuan Kuntoro dengan senyuman.


Dari jauh terlihat wanita cantik berpakaian mini menatap Drag dengan mata menggoda nya. Senyum wanita itu terbit seperti merencanakan sesuatu. "Drag, aku tak akan melepaskan mu malam ini!" gumamnya pelan dengan wajah jahatnya. Dengan pelan dan anggun, Gaura melangkahkan kakinya mendekat ke arah Drag. Gadis itu memberikan senyum manisnya.


Mau apa gadis ini? batin Vino tak suka melihat tatapan Gaura yang tertuju ke arah Drag.


"Hay tuan Drag, gimana kabarmu? sebelum nya, terimakasih sudah hadir di acara spesial saya." ucap Gaura dengan senyum pura-pura nya.


"Saya baik." jawab Drag tanpa ingin menanya balik keadaan Gaura. Hal itu membuat Gaura berdecak kesal.


"Akan lebih baik jika kita berbicara sembari duduk tuan." ucap tuan Kuntoro dengan sikap yang tak biasa.


"Terimakasih tuan." jawab Drag tersenyum simpul.


Drag dan Vino segera mengikuti langkah Kuntoro dan Gaura di meja khusus. "Silahkan di minum tuan." ucap tuan Kuntoro ketika pelayan sudah menghidangkan segelas jus dan cake. Drag mengangguk kan kepalanya penuh wibawa.


Aku sudah tak sabar menikmati tubuh indah mu tuan. batin Gaura terus memperhatikan Drag yang hendak meneguk minumannya.


Bersabarlah sayang, kau pasti akan mendapatkan apa yang kau inginkan. batin tuan Kuntoro tak kalah licik dengan anaknya.


"Tring." terdengar panggilan masuk dari handphone milik Vino. Kini enam mata menatap padanya. Vino yang tak enak segera izin mengangkat sambungan telepon milik nya.

__ADS_1


Tuan Kuntoro tersenyum dengan kepergian Vino. Ia yang tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, segera izin kepada Drag untuk pergi ke kamar mandi.


Saat ini tinggal lah Drag dan Gaura yang saling berhadapan di satu meja. Gaura tersenyum manis menatap Drag yang kini memegang kepala nya tiba-tiba saja pusing.


Bagus...berkerja lah dengan baik obat perangsang! batin Gaura terus menatap Drag dengan penuh kemenangan.


Drag berdiri dari duduknya. Ia yang sudah terpengaruh dengan obat perangsang hampir terjatuh. Gaura segera mendekati Drag mengambil kesempatan. Gadis itu berpura-pura baik dengan tangan yang sudah memeluk Drag. Tanpa meminta izin, Gaura segera membawa Drag kesalahan satu kamar hotel pesanan nya. Wanita itu berusaha keras membopong tubuh besar Drag.


Berat sekali tubuhnya. batin Gaura yang terlihat lelah tetapi tak ingin menghentikan langkahnya.


Ada apa denganku? kenapa tubuh ku terasa panas. Kemana wanita ini akan membawaku. batin Drag mengeluarkan keringat yang lumayan banyak.


Setelah sampai di dalam kamar, Gaura segera menjatuhkan tubuh Drag di atas ranjang. Drag terbaring telentang dengan tangan yang meremas kepalanya. Badannya sangat panas, mahkota kebanggaan nya di bawah sana sudah mulai mengeras.


"Tuan, apakah kau menginginkan sesuatu?" tanya Gaura berpura-pura khawatir tetapi Drag tak menanggapi nya. Dengan lancangnya Gaura mulai membuka kancing kemeja Drag satu persatu. Tak lupa ia mendekatkan wajahnya hendak mencium Drag.


Drag yang sadar dengan kondisinya saat ini langsung mengingat Vera istrinya. Tak ingin mengecewakan Vera, dengan sekuat tenaga Drag bangkit dan melepaskan diri dari kungkungan Gaura.


"Lepaskan aku sial*n!" umpat Drag melepaskan rengkuhan Gaura dengan paksa. Tak ingin membuang-buang waktu, Drag segera berlari meninggalkan Gaura di dalam sana.


"Drag..." teriak Gaura dengan kasar. Gagal sudah semua rencana nya untuk memiliki Drag. Wanita jahat itu membanting semua barang yang berada di kamar hotel itu.


"Sialan..." teriaknya tak terima Drag meninggalkan.


Di lift terlihat Drag menahan gejolak di dalam tubuhnya. Ketika keluar dari lift, Drag bertemu dengan Vino yang terkejut dengan penampilan nya yang berantakan.


"Drag, apa yang terjadi." tanya Vino panik tanpa bahasa formal nya.


"Cepat antar aku ke mansion. Jal*ng itu mencampur minumanku dengan obat perangsang." keluh Drag sangat gelisah.

__ADS_1


"Kurang ajar mereka! ayo cepat Drag." ucap


Vino segera menarik Drag menuju mobil. Setelah di mobil, Vino segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Banyak orang mengumpat padanya di sebabkan membawa mobil dengan ugal-ugalan.


"Lebih cepat lagi Vin!" perintah Drag dengan hasrat di ambang batas. Saat ini di fikiran nya hanya Vera dan Vera. Semenjak ucap kabul itu terucap, Drag sudah berjanji kepada Allah dan dirinya sendiri bahwa ia tak akan pernah mengkhianati dan melukai hati Vera. Dosen killer benar-benar tulus mencintai istrinya nakalnya itu.


Beberapa menit kebut-kebutan, kini Drag sudah sampai di kediamannya. Pria itu membuka pintu mobil dengan kasar lalu berlari cepat menuju kamarnya. Saking tak sabar nya, Drag sampai tak menutup pintu mobil dan mengacuhkan para pelayan yang menyambutnya. Pak Li dan beberapa pelayan terlihat heran dengan kelakuan Drag yang tak seperti biasanya.


Vino yang sudah tau apa yang di alami oleh Drag terdiam makhlum. Tak ingin mengganggu tuan mudanya itu, Vino memilih membereskan semua kekacauan yang di buat tuan Kuntoro dan putrinya. Rahang wajah tampan itu mengeras seperti hendak menerkam mangsanya.


Sebelum pergi, Vino memerintahkan pak Li dan semua pelayan agar tak pergi ke lantai di mana Vera dan Drag berada. Para pelayan yang tak tau apa yang terjadi hanya bisa bertanya-tanya dalam hati.


Di lantai empat, terlihat Drag terburu-buru memasuki kamarnya. "Cklek!" Drag menutup pintu dengan keras. Tak lupa ia juga menguncinya. Vera yang terkejut mengalihkan pandangannya menatap Drag yang terlihat berantakan. Batinnya bertanya, sebenarnya apa yang terjadi pada suaminya itu. "Pak!" panggil Vera kembali pada panggilan Awal.


Drag mengalihkan mata sayu nya menatap Vera yang membeku di sisi ranjang. "Bapak kenapa?" tanya Vera terlihat cemas sembari meraba tubuh Drag memeriksa.


Sentuhan Vera membuat Drag semakin menggila. "Saya sudah tak tahan, izinkan saya menyentuh mu Vera." ucap Drag meminta izin di sela-sela hasrat nya yang tak terkontrol.


Vera yang kasihan melihat suaminya itu mengangguk setuju tanpa berfikir panjang. Sudah cukup selama ini dia membiarkan suaminya itu menahan hasrat nya yang selalu tak kesampaian. Kali ini, biarlah dia menjadi istri baik dan penurut untuk Drag.


Drag yang sudah mendapatkan lampu hijau segera mengangkat Vera ke atas ranjang. Vera yang tak mengerti apa-apa tentang ibadah halal itu hanya diam dan membiarkan suaminya berkerja. Drag sudah berada di atas Vera sembari mencium Vera dengan sedikit memaksa. Semakin tak sabarnya, Drag memegang tengkuk Vera dan memperdalam ciumannya. Drag terlihat sangat menikmati buah cery yang di hisapnya. Rasanya sungguh manis seperti buah yang matang di pohon.


"Hap." Vera menghirup nafas nya sebanyak mungkin karena Drag tak mengijinkan nya bernafas.


Setelah melihat Vera cukup mengambil nafasnya, Drag kembali menghisap manisnya buah cery itu. Bahkan kini Vera ikut terbuai dengan kisah romantis yang di ciptakan Drag.


Setelah puas menikmati buah cery Vera, Drag segera masuk ke babak keromantisan tertinggi. Tanpa Vera sadari, Ia dan Drag sudah tak mengenakan pertahanan mahkota nya. Kini sepasang suami-istri itu saling memperlihatkan aset berharga nya.


Untuk pertama kalinya mereka melakukan malam pertamanya. Walaupun Drag telah di pengaruhi obat perangsang, hal itu tak membuatnya menyakiti Vera. Walau Drag melakukan nya dengan sangat lembut, Vera tetap menangis menahan rasa sakit di bawah sana. Drag mengelap air mata itu lalu beralih mengelap peluh di kening Vera. Ia berhenti sejenak untuk merendahkan rasa sakit yang Vera rasakan.

__ADS_1


"Maafkan aku sayang." bisik nya penuh cinta di telinga Vera.


Setelah merasa Vera sudah membaik, Drag segera melanjutkan ibadahnya yang sempat tertunda. Kini keduanya menikmati ibadah yang di ridhai Allah.


__ADS_2