
Waktu terus berlalu, kini semua orang sudah pulang dari kediaman Vera. Senyum Vera tak pudar-pudar melihat mobil dan motor temannya yang sudah menjauh. "Sayang," panggil Drag langsung memeluk Vera dari belakang.
Vera memegang tangan kokoh yang melingkar di pinggang nya. "Sayang sudah turun," ucapnya membalas senyum hangat Drag. "Sayang, mereka akan menjadi Bridesmaid ku," ucap Vera dengan wajah bimbang karena sebelumnya tidak memberitahu Drag terlebih dahulu.
"Bagus," ucapnya tak sesuai dengan apa yang di fikiran Vera.
"Sayang tidak marah?" tanya Vera menatap manik tajam milik Drag.
"Tidaklah sayang," ucapnya lagi sembari mengeratkan pelukannya.
"Makasih ya yang," ucap Vera menghilangkan huruf sa nya membuat Drag mengernyitkan dahinya bingung. "Repot kalau manggil sayang, kalau yang kan enak mas," ucapnya lagi yang di angguki Drag walaupun terdengar aneh.
"Yang, besok mereka mau mengajak ku bermain, jalan", shoping, dan memanjakan diri di salon," ucap Vera berharap Drag mengizinkannya.
"Tidak boleh," ucap nya dengan nada yang biasa saja.
"Kenapa nggak boleh sih,,," Vera mulai mengeluarkan ekspresi merajuknya.
"Iya tidak boleh, kalau di sini saja, boleh," ucap Drag membuat Vera bingung. Drag yang melihat itu menghela nafas nya. "Nanti mas siapkan semuanya, ok?" ucap nya mencoba meyakinkan Vera.
"Huh, baiklah mas," balas Vera dengan nada lemas nya.
"Mari masuk," ajak Drag dengan tangan yang merangkul pundak Vera.
***
Hari telah berganti, kini Vera dan Bridesmaid nya telah berada di mansion Drag, sesuai janji, ia akan membuat beberapa tempat yang ingin di singgahi Vera. Mata Vera dan yang lainnya terpanah ketika melihat mall mini di mansion itu. Selain mall, Drag juga membuat tempat bermain, salon, pemandian tertutup, dan gym khusus untuk nya. Semuanya sangat lengkap bahkan hampir sama seperti tempat aslinya.
"Keren banget Ver,,," ucap Grisela terpanah akan tempat itu. Mereka sudah mengelilingi tempat-tempat yang sudah di sediakan Drag.
"Terimakasih sayang," Vera mengirim pesan pada Drag.
"Terimakasih nya nanti malam saja sayang," balas Drag terlihat senang membuat Vera tersenyum malu.
"Dasar mesum!" balas Vera memberi emot marah.
"Hhhhhh, mesum sama istri sendiri nggak apa apa kan," balas Drag membuat Vera tersenyum gemas. Hal itu tak luput dari perhatian beberapa teman-teman nya.
__ADS_1
"Vera kenapa senyum?" tanya Sasa mencoba menggoda Vera.
"Iya, pipi mu juga memerah," goda Lucy dengan suara datarnya.
"Cie Vera,,," goda Monica membuat semuanya tertawa termasuk Vera sendiri.
Hal itu membuat Vera enggan membalas pesan dari Drag. "Apaan sih kalian!" kesalnya menahan malu.
"Sudah, mari kita mulai bersenang-senang..." teriak Glow dengan penuh semangat membuat semuanya berteriak histeris. Mereka segera pergi memulai ritual memanjakan dirinya. Kini yang pertama mereka singgahi adalah mall mini. Walaupun mini tetapi di sana cukup lengkap dengan segala barang mewah. Bahkan di sana juga ada kasirnya.
"Bagus banget gaunnya, aku mau dong," ucap salah satu dari
mereka dengan manja.
"Buat aku saja ih," sambung yang lainnya.
"Sudah-sudah, ini untuk Vera saja!" ucap Glow menengahi membuat mereka yang berebut memanyunkan bibirnya lalu kembali tertawa.
"Kita lihat tas yuk," ajak Sasa yang di angguki semuanya.
"Lili-Lili, ayo pilih, jangan malu-malu ya,,,semua aku yang bayar," ucap Vera dengan sangat antusias.
"Ver," panggil Lucy membuat Vera memalingkan wajahnya ke arahnya. Vera segera menyamperi Lucy dengan beberapa pakaian di tangannya.
"Apa Lu?" tanya dengan ekspresi ceria.
"Ambil ini," ucap Lucy memberikan sebuah kotak merah. Vera yang penasaran segera mengambil dan membuka kotak itu.
"Wah,,,bagus sekali, terimakasih sahabat ku sayang," teriaknya memeluk Lucy dengan posesif sebab telah menerima hadiah berupa kalung berlian.
"Bagus sekali Ver, pasti ini sangat mahal," ucap Glow yang sudah berada di dekat Vera.
"Eh, bukannya ini kalung berlian yang cuma ada dua di dunia. Ini sangat mahal dan berharga,,," sambung Grisela yang pernah melihat pameran kalung itu secara langsung.
"Banyak banget uang mu ya Lu," ucap Monica membuat Vera menatap bingung ke arah Lucy. Lucy hanya tersenyum simpul di balik cadarnya. Sepertinya ia enggan menjawab hal-hal seperti itu.
Bagaimana Lucy bisa membeli kalung mahal seperti ini sedangkan kuliah saja dia mendapat beasiswa? bahkan setahuku kerjanya hanya jualan es dan nulis novel,,,ah sudahlah, nggak mungkin Lucy mencari uang haram! pasti ini halal, aku yakin sekali! batin Vera mencoba berfikir positif.
__ADS_1
Setelah puas berbelanja bersama, kini mereka semua pergi ke tempat bermain khusus orang dewasa. Di tempat itu juga terdapat trampolin yang sangat besar. Sebagian dari mereka segera berlari menaiki trampolin lalu melompat sesuka hati. "Ver, ayo,,," teriak Tika yang sudah melompat bersama Stevia dan Monica. "Jangan, hhhh," Vera tertawa melihat kerusuhan di atas sana.
Tak ingin ketinggalan, Vera segera ikut bermain trampolin sembari menarik tangan sahabat terbaiknya, siapa lagi kalau bukan Lucy. "Pelan-pelan Vera," ucap Lucy mencoba menjadi tembok penghalang dari kerusuhan yang lain. Lucy takut Vera terkena tendangan atau hal lainnya. "Jangan rusuh e!" teriak Lucy datar tetapi terdengar seperti candaan. Semuanya hanya menanggapi Lucy dengan senyuman. Bahkan Grisela tak segan mengganggu Lucy agar ikut melompat bersama mereka.
"Lompat lah Lu," ucap Grisela yang kini sedang menggenggam kedua tangan Lucy membuat hati nya menjadi menghangat. Lucy yang terpancing segera ikut melompat, ia melompat sekuat mungkin agar Grisela terjatuh. Dan benar saja wanita itu terjatuh sembari tertawa, tangannya menarik-narik baju Lucy membuat nya tergelak pelan.
"Nona, pegang tangan ku," ucap Lili yang merasa takut berada di atas trampolin yang tengah bergoyang kuat.
"Hhhhhh, jangan takut Li, ini sangat seru," ucap Vio yang melompat dengan girangnya.
"No-nona-nona," teriaknya takut sembari memegang kaca matanya yang turun. Tangan sebelahnya ia gunakan untuk memegang tangan Vio dengan erat. "Aku mau turun saja," ucapnya segera berjongkok dan turun dari trampolin secara perlahan. Lili memilih duduk dan menikmati segelas jus dingin bersama Sasa.
"Aduhh,,,lelah banget,,,aku mau minum dulu," ucap Vera segera ikut turun bersama Lili. Kini di kursi santai, mereka bertiga menjadi penonton para pemain trampolin.
"Seru banget ya Ver, makasih ya,,," ucap Sasa tersenyum manis ke arah Vera.
"Iya Sa, sama-sama," balas Vera membalas senyuman Sasa.
Satu jam bermain trampolin, membuat para wanita itu kelelahan dan memilih duduk di lantai dengan memegang jus dingin di tangannya. "Banyak banget keringan mu," ucap Lucy pada Grisela sembari mengelap keringat wanita itu dengan pelan.
Ternyata seseru ini ya menjadi orang baik, seru sekali bisa berteman dengan mereka semua. Rasanya hatiku lebih berwarna ketimbang waktu dulu. batin Grisela menatap semua teman-teman nya dengan wajah berseri.
"Lengket banget tubuh ku," ucap Sena sembari mencium bau tubuhnya yang masih tetap wangi walaupun berkeringat.
"Berenang yuk," ajak Vera membuat wajah semuanya kembali bersemangat. "Mbak, tolong sediakan baju renang untuk mereka ya," perintah Vera pada salah satu maid.
"Baik nona," ucap maid itu lalu segera pergi bersama teman-teman nya. Beberapa saat menunggu, kini para maid sudah membawakan baju renang yang di inginkan Vera. Vera membagikan baju renang itu kepada semuanya kecuali Lucy yang membawa baju ganti.
"Mari berenang," ucap Sasa penuh semangat ketika semuanya sudah selesai berganti baju.
"Let's go!" ucap Glow penuh semangat.
Satu persatu dari mereka segera menceburkan diri ke dalam kolam. Kolam itu cukup luas dan sudah di tutup sehingga menjadi kolam berenang privasi yang tak bisa di intip. "Enak ya kolam berenang nya, nggak panas," ucap Sena pada Tika dengan mata yang melirik atap kolam.
"Iya, seru kan?" jawab Tika yang di angguki Sena.
"Lu," panggil Grisela yang sudah berada dinding kolam renang. Lucy segera menolehkan pandangannya ke arah Grisela, "Nggak berenang?" tanya Grisela menatap manik tajam Lucy. Lucy hanya menggeleng pertanda ia tak ikut berenang. "Kenapa?" tanya Grisela lagi.
__ADS_1
"Nggak papa Gris, lanjut lah," ucap Lucy mempersilahkan Grisela untuk melanjutkan acara berenangnya. Lucy yang duduk santai di atas sana menjadi penjaga kolam sembari menikmati cemilan di meja di sebelahnya.
"Lu, mau," ucap Vera yang sudah berada di pinggir kolam dengan mulut yang sudah terbuka. Dengan malas Lucy bangkit dari duduknya menghampiri Vera, lalu segera memasukkan sesuap buah ke mulut Vera. "Makasih sayang,,," ucapnya tersenyum manja membuat Lucy memutar bola mata malas. Vera hanya tertawa melihat ekspresi yang sering ia lihat itu.