
Saat ini Devan dan Popi sangat bersemangat menjadi pembawa acara. "Kau hebat sekali Dev!" puji Popi mengingat keusilan Devan tadi. Devan yang di puji seakan melambung tinggi. Ia menaikan dagunya seperti sedang berbangga diri. "Jelas dong," jawabnya dengan sombong membuat Popi menepuk bahunya pelan.
Dari pelaminan terlihat Vera masih setia menatap Devan dengan tatapan tajamnya. Devan yang menyadari itu hanya tersenyum senang melihat Vera kesal padanya. "Untuk para hadirin, silahkan menikmati hidangan yang telah di sajikan. Sembari makan, mari kita saksikan hiburan dari dua pengantin kita." ucapnya tanpa merasa berdosa.
"Uh,,," suara riuh kembali memenuhi aula pernikahan membuat Vera dan Drag yang tak tau apa-apa tertegun di tempatnya.
"Devan,,," Drag sudah menunjukkan taringnya sekilas ke arah adiknya itu.
Hhhhhh, selamat berbahagia kakak dan kakak ipar tersayang, menjadi MC adalah salah satu hadiah ku untuk kalian. batin Devan sangat puas mengerjai dua pengantin.
"Mas,,, sia-sia kita menyusun skenario kegiatan pernikahan!" gemas Vera menjadikan Drag sebagai sasaran pelampiasan nya. Saat ini Vera seakan lupa dengan panggilan kesayangan untuk Drag.
"Sabar sayang, Mas pun juga tidak tau hal ini akan terjadi," ucap Drag mencoba menenang kan Vera dengan cara mengelus punggung tangannya.
"Apa yang akan kita lakukan Mas? aku malu banget,,," bisik nya sedikit khawatir.
"Mari kedua mempelai, silahkan naik ke atas panggung," ucap Devan tersenyum ke arah pelaminan. "Mari para hadirin agar bersama-sama kita menyemangati dua mempelai," sambung Popi membantu Devan yang tersenyum puas.
"Maju, maju, maju," ucap para tamu secara bersamaan.
"Semangat Vera,,," teriak Sena membuat yang lainnya tertawa.
"Is, kau Sen!" tegur Glow di iringi kekehan.
Karena merasa terdesak, akhirnya Drag dan Vera mengikuti keinginan para tamu untuk naik ke atas panggung. Dengan pelan dan berhati-hati, Drag memapah Vera yang terlihat enggan naik ke atas sana. "Mas,,," lirihnya terdengar memohon.
"Tenanglah sayang," bisik Drag membuat Vera menghela nafasnya.
Kini kedua mempelai sudah berada di atas panggung dan bersiap menyanyikan lagu yang mereka hafal. Lagu yang mereka pilih jatuh pada judul albi ya albi, qorin minni swaya dan maula ya sholi wasalim (Muhammad tarek). Hampir semua lagu Drag yang menyanyikan nya. Vera hanya menyanyikan lagu qorin minni swaya, itupun duet dengan Drag sebab Vera hanya hafal lirik bagian wanita nya saja.
"Hhhhhh," tawa Devan lepas di depan para sepupu nya.
"Kenapa Dev?" tanya Bimo bingung dengan sepupu nya itu.
__ADS_1
"Lucu sekali,,, hhhhhh, apa kalian tau-" ucap nya terputus di sebabkan tawanya yang sakit hingga ke perut.
"Tau apa?" tanya Belvin dengan senyum devil nya. Bukan hanya Bimo dan Belvin saja yang merasa aneh, tetapi Arga dan Bram juga ikut merasa aneh hingga mengerutkan dahinya menunggu jawaban.
"Kak Vera, kalian tau kenapa dia hanya menyanyikan bagian itu saja?" tanyanya masih tertawa membuat Bimo gemas karena Devan bertele-tele menjawab pertanyaan nya.
"Ih kau ni, cepatlah!" ucapnya penuh penekanan.
"Oke-oke," ucapnya masih merasa senang dengan telapak tangan yang turun naik. "Kak Vera tidak hafal tiga lagu itu kecuali lirik yang yang di nyanyikan nya saja," ucap nya kembali tertawa membuat para sepupunya ikut tertawa.
"Hhhhhh, sakit sekali perut aku," aduh Belvin yang ikut memegang perutnya yang seperti di putar.
"Aku ke sana dulu ya, nanti aku kembali," ucap Devan kembali ke atas panggung bersama Popi. "Wah-wah,,,luas biasa sekali dua mempelai kita ini. Berikanlah tepuk tangan yang meriah untuk keduanya," ucap Popi dengan senyum indah yang ia pamerkan pada para tamu yang hadir.
"Baik, mari kita sambut papa tercinta kami untuk ikut menghibur acara yang luar biasa ini," ucap Devan membuat Jon tersenyum sembari mengajak papa Vera ke atas panggung. "Dua mempelai diharapkan tetap di atas panggung," ucap Devan membuat Vera sangat kesal. Terpaksa tapi tak rela, Vera menerbitkan senyumnya menyambut mertua dan papanya itu.
Kini Jon dan Ronal sudah di atas panggung dengan tangan yang memegang mikhropon. Tanpa malu Jon menghadiahkan satu lagu yang berjudul, ikan dalam kolam membuat para tamu hanyut akan suasana yang meriah. Dua pria paru baya itu di temani para istri dan saudara nya di atas panggung. Drag dan Vera tertawa melihat kelakukan para orangtuanya.
"Jangan-jangan dulu,,,Janganlah diganggu,,,
Senyum-senyum dulu,,,,Senyum dari jauh,,,
Kalau dia senyum tandanya hatinya mau," Jon bernyanyi sembari memegang tangan Vera dengan mata yang menggoda Drag.
"Prok-prok-prok," tepuk tangan para tamu begitu meriah ketika lagu telah berakhir dan dua mempelai sudah kembali ke pelaminan nya.
"Apa kamu lelah sayang?" tanya Drag dengan begitu perhatian nya melihat Vera yang menghela nafas. Lili segera mendekati pengantin untuk memberikan beberapa tisu. "Bruk," tubuh Lili hampir terjatuh jika Vino tidak menangkap tubuh nya. "Kalau jalan lihat pakai mata! jika perlu, ganti saja kaca mata mu," ucap nya dingin setelah Lili berdiri tegak.
Setelah mengatakan itu Vino segera pergi menjauhi Lili. Lili hanya bisa mengejek Vino dengan ekspresi wajahnya. Lili yang ingat dengan tujuan nya naik ke atas pelaminan, segera melangkahkan kakinya dengan lebar. "Silahkan Tuan, Nona," ucap Lili menyerahkan tisu yang yang ia pegang. Drag mengangguk tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Saat ini fokusnya hanya pada Vera seorang. Drag segera mengelap kening berkeringat Vera dengan tisu. Ia melakukan nya dengan sangat lembut dan penuh cinta. Dengan isengnya Devan memerintahkan kameramen untuk menyorot ke arah pengantin hingga perbuatan manis Drag terpampang jelas di layar lebar.
"Ah,,,so sweet banget sih!" ucap Stevie gemas dengan kepala yang menyandar di bahu Sasa.
"Nyusul lah kalau romantis!" ucap Sasa menggoda Stevia dengan lirikan dan senyumannya.
__ADS_1
"Nanti ah!" ucap nya menampilkan wajah cemberut yang sangat imut.
"Hhhh, imut sekali kau," puji Sasa membuat Stevia tersenyum senang dengan mata yang di kedip kan berulang kali.
"Beruntung sekali Vera menikah dengan pak Drag, bukan seperti ku yang akan menikah dengan Alvaro yang mengesal kan itu!" gumam Glow pelan dengan mata yang fokus menatap pelaminan.
"Hm, apa maksudmu Alvaro yang kelewatan tampan nya itu?" tanya seorang pria yang terlihat berada di sebelah Glow.
Glow yang mengenali suara itu segera mengalihkan tatapan tajamnya ke asal suara. "Kenapa kau bisa berada di sini!" tanya Glow sedikit keras membuat Alvaro segera membungkam mulut wanita itu dengan tangannya. "Mm,," Glow mencoba melepaskan tangan lebar itu dari mulutnya.
"Diam lah, aku akan melepaskan mu sayang," ucap Alvaro memberikan senyuman terbaiknya. Glow masih melihat pria di sebelahnya itu dengan tatapan tajam. "Santai, aku kesini karena menghadiri pernikahan kakak sepupu sekaligus rekan kerjaku itu," ucap Alvaro dengan santai membuat Vera membulatkan matanya tak percaya.
Apa katanya tadi? dia adik sepupu nya Pak Drag? berarti Vera kakak ipar sepupunya dong? o my God, sebentar lagi aku akan bersaudara dengan Vera! batin Glow tak percaya.
"Apa Pak Drag tau dengan perbuatan mu?" tanya Glow yang langsung mendapat kan anggukan dari Alvaro. Hal itu membuat Glow membuka mulutnya dengan lebar. Dengan isengnya Alvaro mendorong dagu Glow agar mulut wanita itu tertutup. Otak Glow benar-benar bleng saat ini. "Bagaimana reaksi nya?" tanya Glow sangat penasaran.
"Kau lihat luka ini?" tanya Alvaro sembari memperlihatkan lebam dan sudut bibirnya yang berdarah. "Dia memukulku, untung saja ia masih berbaik hati dengan tidak mengaduhkan perbuatan ku pada papa," ucapnya lagi dengan santai.
Kenapa dia terlihat biasa saja? apa ia tak merasa berdosa sedikit pun! batin Glow kesal. Ingin sekali rasanya ia ingin menambah lebam di pipi calon suaminya itu.
"Apakah itu sakit?" pertanyaan bodoh Glow membuat Alvaro gemas dan ingin melahap wanita itu hidup-hidup.
"Tidak!" ucapnya ketus dengan wajah yang tak bersahabat.
"Masa sih nggak sakit," ucap Glow lagi membuat darah Alvaro seakan mendidih.
"Sekali lagi kau berucap, aku akan langsung menikahi mu hari ini juga!" ancam Alvaro membuat Glow tertawa getir. "Kenapa tertawa? apa kau tidak percaya?" tanya Alvaro menaikan satu alisnya.
"Bodoh!" umpat Glow dengan nada yang terdengar mengejek.
Karena tak ingin menghabiskan waktu berharga nya bersama Alvaro, Glow segera pergi menemui teman-teman nya. Setiap hal yang di lakukan Glow selalu tak luput dari perhatian Alvaro. "Kenapa sih bodoh itu menatap ku terus!" gumamnya pelan tetapi masih bisa di dengar orang di sebelahnya.
"Siapa Glow?" tanya Grisela sedikit penasaran dengan mata yang mencari sosok yang di maksud Glow.
__ADS_1
"Lupakan Gris," ucap nya sangat malas membahas pria yang menurutnya sangat menjengkelkan itu.