
Saat ini aura Vino terlihat suram. Mata tajamnya yang melihat jalan memancarkan kekesalan dengan gadis culun yang menyembur wajahnya dengan air. Setelah mengantarkan Drag dan Vera ke kediamannya, Vino segera kembali ke apartemen miliknya. "Awas saja sih culun itu!" gumam nya pelan lalu segera masuk ke kamar mandi.
Di kontrak kecil di dalam gang, terlihat Lili baru saja memasuki kamarnya. Gadis itu menyender di pintu dengan tangan yang memegang dadanya yang sesak. "Apa yang aku lakukan?" gumamnya mengingat perbuatan nya yang menyembur wajah Vino.
Lili berjalan lunglai ke arah kasur mini nya lalu segera melepas kaca mata bulatnya. Wanita itu menghapus semua printilan yang membuatnya risi dan segera membaringkan tubuhnya di kasur. "Aku tak boleh bertemu dengannya lagi, tapi bagaimana dengan wedding nona Vera??? aduhh,,,habislah aku!" gerutunya sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal. Saat ini rambut Lili terlihat berantakan di sebabkan garukan tangannya.
Ya Allah, tolonglah hamba mu yang cantik nan manis ini dari pria menyeramkan itu! doa nya dalam hati. Karena terlalu lelah dan waktu semakin malam, Lili segera menutup matanya secara perlahan. Wanita culun itu sekarang sudah berada di dalam mimpi indahnya.
***
Di mansion Drag, terlihat sepasang suami istri tengah berbaring manja di bawah selimut. "Ting," terdengar suara notifikasi pesan dari handphone milik Vera. Dengan cepat Vera mengecek pesan masuk lalu mengalihkan tatapannya ke arah Drag. "Sayang," panggil Vera membuat Drag membuka matanya yang hampir tertutup.
"Kenapa sayang?" tanya Drag dengan suara pelan nan lembut.
"Hm,,," ucapnya terlihat takut menyampaikan sesuatu pada Drag.
"Kenapa?" tanya Drag lagi menatap manik mata Vera dengan serius.
"Grisela dan teman-teman nya ingin bertemu denganku sayang, mereka ingin meminta maaf secara langsung, menurut sayang gimana? Glow juga akan ikut bersama mereka." ucap Vera meminta saran dari Drag.
"Boleh, asalkan mereka yang datang ke mansion ini." ucap Drag dengan tegas seakan tak menerima penolakan. "Apa Sayang nggak percaya dengan mereka?" tanya Vera memperlihatkan wajah sendunya.
"Duduklah," perintah Drag membuat Vera langsung bangkit dari baringnya. "Mas buka tidak percaya pada mereka, kita juga harus berfikir positif, tetapi apa kamu yakin mereka tak mengulangi kesalahan yang sama? jika mereka datang ke sini, maka sangat kecil kemungkinannya mereka menyakitimu seperti yang lalu-lalu. Kalau besok mereka datang ke sini, mas tidak akan pergi mengajar atau ke kantor. Mas akan mengawasi kalian dari cctv. Bagaimana?" jelas Drag tersenyum lembut dengan tangan yang mencolek hidup Vera.
"Baiklah sayang, aku akan meminta mereka untuk datang kesini." ucap Vera menyetujui permintaan Drag. Drag sangat senang karena sepertinya istri nakalnya itu mulai berubah dan tak bersikap seperti biasanya. Vera segera membalas pesan di grub. Ia tak tau jika salah satu dari musuhnya sudah memasukkan nomor nya ke grub geng ratu kampus. Di dalam grub itu sudah terdapat Grisela, Glow, Monica, Sena, Tika, Stevia, dan Vera sendiri. Antara percaya dan tidak, itulah yang di rasakan Vera saat ini.
"Sudah?" tanya Drag memastikan. Vera hanya mengangguk tanpa mengucapkan sepatah kata pun. "Baiklah, mari kita tidur." ajak Drag langsung membaringkan tubuh Vera lalu menyelimuti wanita itu hingga ke bahu. Drag yang sudah mengantuk segera masuk ke dalam selimut dan memeluk Vera. Mereka pun akhirnya tertidur dalam keadaan saling mendekap.
***
__ADS_1
Pagi telah tiba, kini saatnya Semua orang mulai beraktivitas. Saat ini Vera dan Drag baru saja menyelesaikan sarapan paginya di ruang makan. Setelah selesai, mereka memilih pergi ke ruang tv untuk menikmati paginya. Sesekali Vera tergelak melihat film yang di tonton nya. "Lucu banget sih." tawa Vera membuat Drag tersenyum.
"Seperti kamu." gombalnya di tengah kesenangan Vera.
"Bisa saja sih," ucap nya baper lalu mencubit pinggang Drag membuat suaminya itu mengadu kesakitan.
"Sakit sayang." gemasnya sembari membalas cubitan Vera. Jika cubitan Vera jatuh ke pinggang, maka lain halnya dengan Drag yang mencubit pipi Vera.
"Ih," kesalnya dengan tangan yang mengelus pipi nya yang terasa panas dan berdenyut.
"Ting," Vera segera membuka notifikasi dari handphone nya.
Siang nanti kami ke rumah mu Ver, kirimkan alamat nya. pesan Monica di dalam Grub.
Vera segera mengirimkan alamat nya tanpa mengetik sepatah kata pun. Semua yang berada di grub itu pun paham dengan kondisi Vera saat ini yang sangat marah dengan perbuatan mereka.
"Sayang," panggil Vera membuat Drag langsung menolehkan wajahnya.
"Siang ini mereka akan datang ke sini sayang," ucapnya membuat Drag langsung faham dengan ucapan Vera.
"Baik sayang, kalau begitu mas ke ruang kerja dulu ya," Pamit nya yang di angguki Vera. Drag segera pergi menuju ruang kerjanya karena tak lama lagi siang akan tiba. Mungkin Drag akan makan sendiri di ruangannya sembari memantau Vera dan siswanya dari cctv. Karena Drag merasa bosan sendiri, ia menelpon Vino dan memintanya untuk segera datang ke kediamannya.
Beberapa menit berlalu, kini terlihat sebuah mobil mewah memasuki kawasan Graha di mana mansion Drag berada. "Apa benar di sini alamat nya?" tanya Grisela pada semua teman-teman nya di dalam sana. Di mobil itu di penuhi dengan Glow, Monica, Stevia, Sena, Tika, dan Grisela sendiri. Posisi mereka saat ini tidak bersempit-sempitan karena mobil yang mereka tumpangi cukup luas. Grisela duduk di kursi kemudi dengan Glow di sebelahnya, kursi bagian tengah terdapat Monica dan Sena, dan kursi paling belakang di duduki oleh Tika dan Stevia. Kini mereka sudah berbaikan dan memutuskan untuk berubah dan memperbaiki segalanya.
"Apa Vera akan memaafkan kita?" tanya Stevia dengan suara imut nan menggemaskan nya.
"Mungkin saja." sahut Sena sedikit ragu dengan di angguki Monica dan Tika.
"Kenapa kalian pesimis begitu! pastilah Vera akan memaafkan kita. Kalau dia tak mau memaafkan kita, mana mungkin dia menyuruh kita untuk datang ke kediamannya!" sambung Grisela dengan penuh percaya diri dan optimis.
__ADS_1
"Pasti." Glow melirik Grisela sesaat lalu mengalihkan matanya ke arah kursi belakang.
Tak beberapa lama mencari, kini mereka sudah berada di depan mansion Drag. Semua mata terpanah dengan keindahan dan kemewahan mansion itu. Selain megah, mansion itu sangat luas dan besar.
"Kaya sekali Vera," lirihnya pelan tetapi masih bisa di dengar.
"Ku kira keluarga nya penjual kerupuk jangek!" ucap Grisela tak menyangka.
"Owh, pantas kalian suka menyebutnya begitu, aku mengira itu hanya sebuah ejekan." ucap Tika yang baru tau asal usul panggilan untuk Vera.
"Sudahlah jangan di bahas." ucap Glow tak ingin mengingat perbuatan buruknya bersama Grisela dan Monica.
Setelah pagar yang menjulang tinggi itu terbuka, Grisela segera memasuki mobilnya ke dalam halaman mansion Drag. Tak henti-henti nya mata para wanita itu menatap takjub dengan semua yang mereka lihat.
"Ayo turun." perintah Glow yang langsung di angguki semuanya.
Di saat mereka sudah turun, terlihat pak Li dan beberapa pelayan menyambut mereka. "Silahkan Nona," ucap pak Li lalu menuntun para wanita itu masuk ke dalam mansion. Beberapa menit berjalan, kini mereka sudah berada di ruang tamu yang cukup luas dan nyaman. "Silahkan Nona," ucap pak Li mempersilahkan membuat para wanita segera duduk di sopa yang berada di sana.
Di ruang tv terlihat pak Li menghampiri Vera yang baru saja mematikan layar datar di depannya. "Maaf nona, tamu anda sudah berada di ruang tamu," ucap pak Li yang di angguki Vera dengan senyum simpulnya.
"Baik pak Li, terimakasih ya," ucap Vera dengan nada ramah nan sopan nya.
"Sama-sama Nona," ucap pak Li lalu segera mengikuti Vera yang sudah berjalan di depannya.
Di ruang kerja, terlihat Drag maupun Vino menonton cctv sembari menikmati secangkir kopi. Mata tajam keduanya tak lepas memperhatikan pergerakan para tamunya.
"Apa kalian sudah menunggu lama?" tanya Vera yang baru saja tiba dengan wajah datarnya. Melihat semua wanita di depan nya membuat Vera sedikit kesal dan mengingat kembali kejadian yang ia alami.
"Tidak, kami baru saja tiba. Duduklah Vera." ucap Grisela sembari menepuk sopa di sebelahnya. Semua wajah wanita itu tak menampilkan wajah sombong maupun wajah penuh permusuhan. Mereka melirik Vera dengan wajah sendu dan penuh penyesalan.
__ADS_1
"Katakanlah," ucap Vera yang sudah duduk di sebelah Grisela dan Glow. Saat ini posisi Vera di kelilingi para musuhnya itu.
"Maafkan kami Vera," ucap Monica mewakili teman-teman nya.