
Di kediaman Vera, terlihat wanita itu tengah menghabiskan semua makanan di depannya. Di sana juga terlihat Drag yang setia memperhati kan Vera menghabiskan makanan. Drag hanya tersenyum memperhatikan tubuh Vera yang semakin lama semakin berisi. Walaupun begitu, Drag tetap tak memperdulikan penampilan Vera dan terus menuruti keinginan istri nya itu.
"Yang, tambah lagi," ucap Vera yang sudah menyodorkan piring nya di hadapan Drag. Ini sudah kelima kalinya Vera menyodorkan piring nya ke hadapan Drag.
"Apa masih lapar sayang?" tanya Drag dengan lembut membuat Vera mengangguk malu dengan senyum manisnya. Drag hanya tersenyum menatap Vera lalu segera mengambil piring wanita itu. Dengan telaten Drag mengisi piring Vera dengan nasi dan kepiting Alaska. Tak lupa Drag juga memberikan Vera jus alpukat.
"Makasih yang," ucapnya dengan penuh kegembiraan, "Oya ya yang, teman-teman ku nanti mau datang ke sini, kita sediakan makanan dan cemilan untuk mereka ya," ucap Vera yang langsung di angguki Drag. "Ma aci yang," ucapnya manja seperti anak kecil. Drag yang gemas tak bisa menghentikan keinginan nya untuk mencium pipi gembul Vera yang belepotan.
"Pelan-pelan makanya sayang," ucap Drag sembari membersihkan wajah Vera dengan tisu.
"Hehe," kekeh nya lucu ke arah Drag.
"Gemesin banget sih kamu," ucap Drag sembari menarik pipi chubby Vera.
Kembali di pantai, saat ini geng ratu kampus tengah sibuk mengeruk pasir untuk mencari remis. Sendari tadi tak henti-hentinya Grisela dan Glow berteriak geli dengan remis yang menguburkan dirinya di tanah. Tak hanya berteriak, dua wanita itu tak henti-hentinya mengomel sendari tadi membuat Lucy dan Sasa tertawa lucu.
"Jika saja bukan karena wanita hamil itu, aku tak akan mau melakukan hal menjijikkan dan kotor ini! malah panas lagi!" omelnya membuat Tika menghampiri Grisela lalu membantu nya.
"Sabar Gris," ucap Tika sembari menahan tawanya.
"Apanya yang sabar, sendari tadi ombak membuatku kehilangan remis. Lihat, remis nya masuk lagi ke dalam tanah. Huh!" ucapnya berdecak kesal. "Remis sial*n!" umpat Grisela membuat Tika tak mampu menahan tawanya lagi.
Tanpa mereka sadari, Sasa mengambil gambar mereka yang tengah sibuk mencari remis. "Glow," panggil Sasa yang sudah mengarah kamera handphone pada Glow.
"Sa, aku lagi jelek loh," ucap Glow membuat Sasa semakin mendekati nya.
"Gimana gusy, Sudah banyak remis nya?" tanya Lucy sembari menghampiri Grisela, Glow, Sasa, dan Tika.
"Boro-boro dapat banyak, sepuluh biji saja belum sampai!" ucap Grisela membuat Lucy terdiam di tempatnya. Sudah dua jam mereka mencari remis di pinggir pantai tetapi Grisela baru mendapatkan beberapa remis saja? yang benar saja, bahkan Lucy saat ini berhasil mendapatkan remis hingga dua botol Aqua besar.
"Yang betul kau Gris?" tanya Lucy dengan wajah yang tak percaya nya.
"Betul!" katanya tanpa merasa berdosa.
"Hhhhhh," tawa Glow berhasil membuat Grisela menatap dengan tajam.
"Mana remis tangkapan mu?" tanya Grisela segera melihat remis yang di tangkap Glow. "Apaan ini! kau pun sama dengan ku!" ketusnya membuat Glow tersenyum malu.
"Ya, setidaknya kan aku dapat 10 sedangkan punya mu hanya 9," ucap Glow tak mau kalah membuat mereka semua kembali tertawa bersama.
__ADS_1
Lucy hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Baiklah, Bawah sini remis Kalian, biar kita gabung jadi satu." ucap Lucy yang di angguki semuanya. Setelah semua tangkapan remis di gabung, semuanya langsung tersenyum senang karena usaha mereka tak sia-sia menghabis waktu dan berpanas-panasan. Saat ini tangkapan remis mereka terdapat tiga botol Aqua besar dan satu botol Aqua kecil.
"Mau kita apakah nanti ini Lu?" tanya Tika yang sudah menghampiri Lucy.
"Di tumis pedas Tik," ucap Lucy yang di angguki Tika.
"Penasaran aku, jadi tak sabar ingin nyicipi." ucapnya yang di angguki Lucy.
"Ganti baju yuk, sudah risi ni," ucap Grisela yang di angguki Glow.
Akhirnya mereka semua pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Karena kamar mandi nya jorok, membuat semuanya mengurungkan niatnya untuk mandi. Kini mereka hanya mengganti pakaian nya saja lalu segera pulang ke kediaman Vera. "Kenapa lama sekali gusy?" tanya Vera yang sudah menyambut teman-temannya. "Banyak sekali pasir di baju kalian," ucap Vera sembari menunjuk lantai yang sudah di penuhi oleh pasir.
"Hehe, kami numpang mandi ya Ver," ucap Tika dengan senyum terpaksanya.
"Ya sudah," ucap Vera sembari membawa teman-teman nya untuk masuk.
Setelah membersihkan diri, para wanita itu segera memasak remis seperti yang Vera ingin kan. Grisela, dan Glow yang awalnya tidak pernah masuk dapur, kini karena Vera, mereka harus masuk ke dalam sana.
"Uhuk-uhuk-uhuk," Grisela terbatuk-batuk dengan tangan yang mengibas asap yang berada di wajahnya. "Pelan-pelan lah gusy!" kesalnya yang di sambut tawa oleh semuanya.
"Yang enak ya gusy," ucap Vera terlihat senang dengan kerajinan teman-teman nya.
"Iya yang mulia Ratu!" sisir Glow dengan ekspresi menggodanya.
"Plak," Grisela menjatuhkan sendok masak nya membuat kaki Glow terkena imbasnya.
"Awh, Gris!" tegur Glow sembari memegang kakinya yang terasa sakit dan panas.
"Maaf Glow, aku terkejut melihat kuku-kuku ku yang sudah tak berbentuk," ucap Grisela membuat Glow melihat kuku-kuku nya dan melupakan rasa sakit di kakinya.
"O my God, kuku-kuku ku!" wajahnya sangat panik melihat kuku nya yang tak indah lagi.
"Vera, kami tidak mau tau, kau harus memanggil perias kuku. Aku harus melakukan nail art," ucapnya dengan wajah mewek membuat Vera, Sasa, dan Lucy terkekeh.
"Iya Ver, kuku ku juga hancur ini," ucap Tika sembari menunjukkan kukunya yang sudah tak bercat lagi.
"Tenanglah gusy, aku akan mengatur semuanya. Sekarang kalian fokus saja memasak," ucap Vera membuat Grisela berdecak kesal. Walaupun begitu, Grisela tetap membantu yang lainnya untuk memasak remis.
Beberapa menit berlalu, kini Vera terpukau dengan hidangan yang sudah berada di depannya. Aroma yang keluar dari remis tumis itu membuat Vera tak sabar ingin segera menyantap nya. Sasa yang melihat itu segera mengambil kan Vera nasi yang berlauk kan remis. "Makasih teman-teman," ucapnya sangat bahagia.
__ADS_1
"Iyalah Vera," ucap Glow dengan mata yang berputar malas.
"Ayo makan gusy," ajak Lucy yang saat ini sudah mulai memindahkan sedikit remis ke piring nya.
"Kalian yakin serangga ini bisa di makan?" tanya Grisela sedikit khawatir dengan remis di piringnya.
"Hhhhhh," Grisela mengerutkan keningnya melihat teman-teman nya yang tertawa.
"Kenapa? apa ada yang lucu?" tanyanya membuat Glow langsung menepuk pundaknya.
"Gris-gris, ikan begini di bilang serangga," ucap Glow membuat semuanya kembali tertawa termasuk Grisela yang saat ini tengah memegang perutnya.
"Sok bilangin aku, kau pun sama!" ucap Grisela yang di sambut kekehan Glow.
"Hm, enak!" ucap Tika ketika menikmati suapan pertama nya.
Grisela dan Glow segera mencoba remis yang mereka masak. "Hm, iyaloh, ini sangat enak," puji Glow sembari mengangkat satu ibu jarinya.
Mereka menikmati remis tumis nya dengan tenang dan nikmat. Tanpa sadar, sudah dua mangkuk mereka habiskan. Setelah kenyang mereka segera pergi ke ruang khusus untuk melakukan perawatan.
"Ver, nanti remis nya aku bawa dikit ya," ucap Grisela yang di angguki Vera.
"Nanti pulang naik apa Gusy?" tanya Tika membuka pembicaraan.
"Naik taksi lah apalagi!" jawab Glow sembari memperhatikan kuku nya yang belum kering.
"Memangnya, mobil kalian kemana? nggak mungkin kan kalian cuma membawa satu mobil saja?" tanya Vera sembari melihat tangannya yang di hias dengan Inai.
"Satu mobil kami tadi, itupun bocor ban nya. Apes kali kami tadi lo Ver," ucap Sasa dengan senyum lucu mengingat kejadian sebelum pulang tadi.
"Apes kenapa?" tanya Vera dengan senyum yang sudah terbit.
"Tidak ada jaringan di sana Ver, di tambah ban mobil bocor! jadi terpaksa deh kami menumpang sama orang," ucapnya membuat Grisela langsung menatap Vera dengan datar.
"Gila, baru kali ini aku naik mobil pengangkut kambing seperti itu!" ucap Grisela membuat Vera kembali tertawa.
"Maksudnya, kalian naik mobil pick up?" tanya nya tak percaya membuat Glow mengangguk lesu.
"Malu kali Ver, nggak tau kau kan!" ucap Tika sembari mengingat kembali pria lusu bergigi ompong yang menggodanya, tepatnya orang gila. "Masih ingat kalian sama orang gila itu? ih, jika saja mobil yang kita tumpangi tidak cepat berjalan, mungkin orang gila itu sudah ikut bersama kita!" ucap Tika dengan wajah serius nya.
__ADS_1
"Cukup lah ini pertama dan terakhir aku naik mobil kambing itu!" ucap Grisela yang di setujui Glow dan Tika.
"Sudah selesai Nona," ucap perias kuku membuat Grisela langsung mengangkat tangan nya. Ia tersenyum senang sebab kuku-kukunya sudah kembali indah.