Istri Nakal Dosen Killer

Istri Nakal Dosen Killer
Lebaran pertama di kediaman Orang tua Drag


__ADS_3

Pagi ini terlihat semua orang sudah berkumpul di ruang keluarga yang cukup luas dan megah itu. Di kediaman orang tua Drag saat ini bukan hanya di hadiri oleh keluarga nya saja, namun juga di hadiri oleh kedua orang tua Vera. Satu persatu yang lebih mudah menyalami tangan orang yang lebih tua. Tak lupa mereka juga meminta thr pada semua orang tua yang berada di sana. Para orang tua hanya bisa menggeleng lucu melihat tingkah para anak muda yang bersikap seperti anak kecil yang menginginkan mainan itu.


"Satu lagi Tante," ucap Popi menampilkan wajah menyedihkannya berharap di beri seikat uang merah lagi oleh Ela.


"Kamu tu yah, mata duitan banget," omel nya namun tetap memberikan satu gepok uang merah lagi pada Popi. Popi tersenyum melihat dua gepok uang merah yang berada di tangannya. Jika di jumlahkan, maka jumlah dua uang gembok itu sebesar dua puluh juta rupiah.


"Mana menantu ku," ucap Ela sembari mencari keberadaan Vera yang sendari tadi belum menampakkan wujudnya.


"Itu Tante," ucap Popi sembari menunjuk Vera dan Raka yang sedang menuruni tangga.


"Sayang,,," panggil Ela membuat Vera dan Raka menolehkan wajahnya ke arah nya. Vera dan Drag hanya tersenyum sembari terus melangkahkan kakinya menuju Ela.


"Mama, mohon maaf lahir batin ya," ucap Vera sembari mencium tangan Ela dan beralih mencium pipi kanan kirinya.


"Sama sayang, mohon maaf lahir batin juga ya," ucap Ela lalu segera mengeluarkan thr yang lebih banyak daripada yang lainnya. Ia mekhususkan uang itu untuk Vera menantu kesayangannya.


"Wah,,, Vera dapat juga ya ma?" tanya Vera dengan senyum tidak menyangka-nya.


"Tentu sajalah sayang,,, masa sih menantu kesayangan Mama tidak mendapat thr." ucap Ela yang berhasil membuat Vera terharu.


"Terimakasih Mama, semoga Mama sehat selalu dan panjang umur," doa Vera sembari memeluk Ela dengan penuh kasih sayang.


"Aamiin sayang, semoga kamu juga," balas Ela sembari mengelus bahu Vera dengan senyum manisnya.


"Sayang," panggil Ela menolehkan wajahnya menatap Drag.


"Mohon maaf lahir dan batin Mama," ucap Drag sembari mencium pucuk kepala Ela.


"Dengan ucapan yang sama sayang," ucap Ela lalu membalas mencium Drag di kening dan pipi kanan kiri nya.

__ADS_1


Setelah bersalaman dengan Ela, kini Drag dan Vera pun menyalami yang lain-nya. Vera dan Drag terlihat sama-sama mengatupkan tangan-nya ketika berpapasan dengan non mahram mereka. Sebenarnya Vera belum tau hukum bersalaman, namun berkat Allah, Drag, dan Lucy, ia menjadi tau jika bersentuhan dengan non mahram haram hukumnya.


Sama halnya seperti Ela, Jon dan yang lainnya pun memberikan Vera thr. Bahkan bayi di dalam kandungan-nya yang belum lahir pun ikut mendapatkan nya.


Wah,,, banyak banget,,, Alhamdulillah ya Allah rezeki Dede, batin Vera kesenangan dengan thr yang ia dapatkan dari keluarga suaminya.


Drag tersenyum memperhatikan Vera yang terlihat tersenyum sendiri melihat uang THR nya, padahal biasanya Drag memberikan uang padanya jauh lebih banyak dari itu. Bahkan perbandingan uang THR dan uang yang di berikan Drag kalah 30 banding 90.


"Cie,,, dapat THR banyak ni ya," goda Drag yang di tanggapi dengan senyum malu Vera.


"Alhamdulillah sayang, aku juga tidak menyangka bisa dapat juga, hehe," ucap Vera yang langsung mendapatkan kecupan hangat dari Drag.


"Hm, kalau mau bermesraan sana di kamar, Jangan di sini!" ketus Devan dengan ekspresi kesalnya.


"Suara siapa itu sayang? kamu mendengarnya tidak? jangan-jangan itu suara penghuni rumah ini lagi!" ucap Vera dengan ekspresi orang yang seperti sedang merinding.


"Sepertinya begitu," ucap Drag dengan senyum tipis yang berhasil membuat Devan bertambah kesal.


"Kenapa?" tanya Popi sembari membuka kulit kacang tanah yang berada di tangannya.


"Tidak ada!" ketus Devan membuat Popi menampilkan wajah menjengkelkan nya pada Devan.


Kini Devan pun ikut menikmati makanan yang sudah tersuguh di atas meja yang cukup besar itu. "Is,,, kamu tu ya!" kesal Popi ketika Devan berebut kacang tanah milik nya.


"Ambil lagi sana," ucap Devan tanpa perasaan bersalah.


"Menyebalkan," ketus Popi lalu pergi mengambil kacang lagi di dapur.


Setibanya di dapur, Popi pun mengambil kacang yang di inginkan nya, ketika hendak pergi, Ela pun memanggil nya dengan sepiring buah di tangannya. "Sayang, tolong berikan ini kepada kakakmu Vera ya." ucap Ela yang di angguki Popi.

__ADS_1


"Baik Tante," ucapnya lalu mengambil alih piring buah dari tangan Ela. Setelah itu, Popi pun kembali melanjutkan langkahnya menuju ruang keluarga.


"Hm," deheman Popi berhasil menghentikan kemesraan Drag dan Vera. Kedua nya pun langsung menolehkan wajahnya ke asal suara.


"Eh Popi," ucap Vera dengan senyum malunya.


"Ini untuk kak Vera dari tante Ela," ucap Popi sembari meletakan sepiring buah di hadapan Vera.


"Wah,,, makasih ya Popi cantik," ucap Vera yang tanpa sadar berhasil membuat Popi salah tingkah.


"Ah,,, kakak ini bisa saja," ucapnya dengan suara malu nan manjanya. Ia benar-benar sangat senang di puji dengan kalimat indah itu.


"Hehehe," kekeh Vera melihat tingkah malu Popi.


"Ya sudah ya kak, Popi mau ngumpul bersama yang lain," ucap Popi yang di angguki Drag dan Vera.


Setelah kepergian Popi, tiba-tiba saja salah satu pelayan menghampiri Vera lalu memberikan satu paket berukuran sedang.


"Terimakasih Bi," ucap Vera yang di angguki Bibi. Karena penasaran, Vera akhirnya membuka paket itu yang ternyata kiriman dari Glow. "Wah,,, ada apa ini?" tanyanya dengan wajah berbinar melihat barang-barang seperti souvenir pernikahan. Di kotak itu terdapat parfum, cermin, jam, botol minum, dan surat undangan yang elegan namun tampak mewah.


"Ah,,, Glow mau menikah," teriak Vera kegirangan membuat semua orang menatap bingung ke arahnya.


"Sayang," ucap Drag memperingatkan kelakuan Vera yang dapat melukai calon anaknya.


"Hehehe, maaf sayang, aku terlalu bahagia mendengar kabar bahagia ini." ucap Vera dengan senyum yang sangat mekar sembari mengeluarkan air mata kebahagiaan.


"Mari kita lihat, dengan siapa dia akan menikah," ucap Vera dengan penuh semangat membuka surat undangan Glow. Drag hanya diam sembari terus memperhatikan Vera yang masih sibuk dengan dunia-nya sendiri.


"Apa! Glow akan menikah dengan Alvaro brengsek itu!" ucapnya tak habis fikir dengan nasib Glow yang harus terjebak pernikahan dengan Alvaro.

__ADS_1


"Kenapa sayang? apa kau tak suka dengan calon suami sahabat mu itu?" tanya Drag yang membuat Vera menghela nafas berat nya.


"Pria brengsek itu!" ucap Vera seakan tak sanggup mengatakan apapun lagi.


__ADS_2